Anda di halaman 1dari 6

1.

Dalam proses audit, kapan tax review dilakukan


a. Awal tahun
b. Setiap bulan
c. Tiga bulan sekali
d. Empat bulan sekali
e. Pada akhir periode
Jawaban : E. pada akhir periode
Alasan : aktivitas ini biasa dilakukan pada akhir periode pada saat perusahaan
mempersiapkan laporan tahunan kewajiban perpajakannya dan memberikan penilaian atas
kekurangan- kekurangan yang masih terjadi atas pemenuhan kewajiban tersebut
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
358

2. Berikut ini yang termasuk dalam tujuan audit perpajakan adalah


a. Ketepatan kebijakan perpajakan yang ditetapkan perusahaan dan kemampuannya dalam
memberikan panduan untuk pengelolaan kewajiban perpajakan yang efektif dan efesien
b. Pelaksanaan menyeluruh terhadap kewajiban perpajakan
c. Aplikasi manajemen pajak, yang mengola transaksi perpajakan perusahaan
d. Meminimalkan penghasilan kena pajak
e. Memaksimalkan deductible expense
Jawaban : A. Ketepatan kebijakan perpajakan yang ditetapkan perusahaan dan kemampuannya
dalam memberikan panduan untuk pengelolaan kewajiban perpajakan yang efektif dan efesien
Alasan :
 Ketepatan kebijakan perpajakan yang ditetapkan perusahaan dan kemampuannya dalam
memberikan panduan untuk pengelolaan kewajiban perpajakan yang efektif dan efesien
 Kemampuan meminimalkan konsekuensi perpajakan dari transaksi yang terjadi di perusahaan
tersebut
 Kemampuan perusahaan dalam mentaati ketentuan dan peraturan perpajakan
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
359

3. Melakukan perhitungan pajak yang baik merupakan tujuan audit perpajakan dalam bagian
a. Ketepatan kebijakan perpajakan yang ditetapkan perusahaan dan kemampuannya dalam
memberikan panduan untuk pengelolaan kewajiban perpajakan yang efektif dan efesien
b. Kemampuan meminimalkan konsekuensi perpajakan dari transaksi yang terjadi di perusahaan
tersebut
c. Kemampuan perusahaan dalam mentaati ketentuan dan peraturan perpajakan
d. a dan b benar
e. tidak ada yang benar
Jawaban : C. Kemampuan perusahaan dalam mentaati ketentuan dan peraturan perpajakan
Alasan : Kemampuan perusahaan dalam mentaati ketentuan dan peraturan perpajakan
 melakukan pemungutan /pemotongan seluruh pajak yang harus dilakukan
 melakukan perhitungan pajak dengan benar
 menyetor dan melaporkan seluruh kewajiban perpajakan dengan benar dan tepat waktu
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
359

4. berikut yang merupakan salah satu ruang lingkup audit perpajakan dalam sisi efisiensi yaitu
a. meminimalkan penghasilan kena pajak (taxable revenue)
b. pemungutan dan pemotongan pajak
c. penghitungan pajak dengan benar
d. penyetoran pajak tepat waktu
e. pelaporan pajak secara lengkap dan tepat waktu
Jawaban : A. Meminimalkan penghasilan kena pajak (taxable Revenue)
Alasan : ruang lingkup dari aspek efisiensi pembayaran pajak audit melakukan penilaian
terhadap kemampuan perusahaan dalam
 Meminimalkan penghasilan kena pajak (taxable Revenue)
 Memaksimalkan deductible expenses
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
359
5. Yang tidak termasuk ruang lingkup audit perpajakan dalam aspek ketaaan adalah…
a. pemungutan dan pemotongan pajak
b. penghitungan pajak dengan benar
c. penyetoran pajak tepat waktu
d. pelaporan pajak secara lengkap dan tepat waktu
e. Memaksimalkan deductible expenses
Jawaban : E. Memaksimalkan deductible expenses
Alasan : sementara dari aspek ketaatan dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, audit
melakukan penilaian terhadap ketaatan perusahaan dalam melakukan
 pemungutan dan pemotongan pajak
 penghitungan pajak dengan benar
 penyetoran pajak tepat waktu
 pelaporan pajak secara lengkap dan tepat waktu
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
360

6. yang bukan penghasilan objek pajak menurut pasal 4 ayat 3 UU pajak penghasilan adalah,
kecuali…
a. bantuan, sumbangan hibah
b. warisan
c. imbalan
d. pembayaran dari perusahaan asuransi
e. pegawai negeri sipil
Jawaban : E. pegawai nageri sipil
Alasan : berikut ini adala penghasilan yang bukan merupakan objek pajak berdasarkan pasal
4 ayat 3 UU perpajakan penghasilan
 bantuan, sumbangan hibah
 warisan
 imbalan
 harta, termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham
 pembayaran dari perusahaan asuransi
 deviden atau laba yang diterima dari perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri
 iuran yang diterima dari pensium
 penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun, dalam bidang bidang tertentu
 beasiswa
 bantuan atau santunan yang di bayarkan oleh badan sosial
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
360-361

7. apa yang dimaksud dengan deductible expenses


a. pemungtan dan pemotongan pajak
b. perhitungan pajak dengan benar
c. memaksimalkan beban beban yang diakui dalam perhitungan pajak
d. penyetoran pajak tepat waktu
e. pelaporan pajak tepat waktu
Jawaban : C. memaksimalkan beban beban yang diakui dalam perhitungan pajak
Alasa : memaksimalkan beban beban yang diakui dalam perhitungan pajak (Deductible
expenses) menyangkut strategi pengeloklaan transsaksi di mana setiap beban yang terjadi, bisa di
perhitungkan
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
361

8. besarnya penghasilan kena pajak bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, ditentukan
berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan, pernyataan ini terdapat dalam
a. pasal 4 ayat 3 UU perpajakan penghasilan
b. pasal 4 ayaut 4 UU perpajakan penghasilan
c. pasal 6 UU pajak penghasilan
d. pasal 5 UU pajak penghasilan
e. pasal 7 UU pajak penghasilan
Jawaban : C. pasal 6 UU pajak penghasilan
Alasan : sebagai yang diatur dalam pasal 6 UU pajak penghasilan, sebagai berikut “besarnya
penghasilan kena pajak bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, ditentukan berdasarkan
penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan”
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
362

9. berikut biaya yang berkaitan dengan usaha, kecuali


a. biaya pembelian bahan
b. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa, termasuk upah atau gaji
c. bunga, sewa, royalty
d. biaya ganti rugi
e. biaya perjalanan
Jawaban : D. biaya ganti rugi
Alasan : biaya secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara
lain
 biaya pembelian bahan
 biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa, termasuk upah atau gaji
 bunga, sewa, royalti
 biaya perjalanan
 biaya pengelolaan limbah
 premi asuransi
 biaya promosi dan penjualan
 biaya administrasi
 pajak, kecuali pajak penghasilan
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
362

10. berapakah besar tarif pajak di lapisan tertinggi untuk WP pribadi menurut pasal 17 UU No. 36 Thn
2008
a. 25%
b. 30%
c. 35%
d. 40%
e. 45%
Jawaban : B. 30 %
Alasan : dari peningkatan beban pajak yang harus ditanggung . Pasal 17 UU No. 36 Thn
2008 , lapisan tertinggi untuk tarif pajak WP pribadi adalah 30%
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
366

11. Berikut manfaat WP dari tari tax review adalah, kecuali


a. Menghindari sangsi perpajakan
b. Pemungutan dan pemotongan pajak
c. Menghindari adanya pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan
d. Menghindari kadaluarsa masa pengkreditan pajak masukan
e. Menghindari adanya pajak masukan yang tidak bisa dikreditkan karena pajak masukan
tersebut tidak diinfokan oleh pemeriksa
Jawaban : B. pemungutan dan pemotongan pajak
Alasan : beberapa manfaat yang diperoleh oleh WP dari pelaksanaan tax review adalah
sebagai berikut
 Menghindari sangsi perpajakan
 Menghindari adanya pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan
 Menghindari kadaluarsa masa pengkreditan pajak masukan
 Menghindari adanya pajak masukan yang tidak bisa dikreditkan karena pajak masukan
tersebut tidak diinfokan oleh pemeriksa
 Menghindari kadaluwarsa pengajuan keberatan pajak
 Mengusahakana persetujuan pengurangan angsuran PPh pasal 25
 Mengusahakan surat keterangan bebas pajak bila berdasarkan review, syarat pemberian SKB
telah terpenuhi
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
367-368

12. Wajib pajak wahib mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap,
jelas, dan menandatanganinya, merupakan bunyi dari
a. Pasal 2 ayat 1
b. Pasal 3 ayat 1
c. Pasal 4 ayat 1
d. Pasal 5 ayar 1
e. Pasal 6 ayat 1
Jawaban : C. Pasal 4 ayat 1
Alasan : Wajib pajak wahib mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan dengan benar,
lengkap, jelas, dan menandatanganinya ( pasal 4 ayat 1)
Sumber : Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi ke 2 IBK Bayangkara halaman
369