Anda di halaman 1dari 1

PERTOLONGAN PERTAMA

PADA KASUS CEDERA KEPALA

A (Airway) : kaji ada tidaknya sumbatan jalan nafas


B (Breathing); Cek keadekuatan pernapasan korban (look, listen and feel)
C (Circulation); Cek sirkulasi nadi korban dan mulai lakukan CPR bila diperlukan.
D (Disability); Kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AVP atau GCS
E (Exposure); Jika pasien stabil lakukan pemerksaan riwayat kesehatan dan fisik lainnya

STABILKAN KEPALA DAN LEHERNYA


Jika pernapasan dan detak jantung korban normal, namun ia tidak
sadarkan diri, perlakukan korban seolah-olah ia mengalami cedera
tulang belakang. Stabilkan kepala dan leher dengan meletakkan kedua
tangan Anda di kedua sisi kepala tersebut. Kemudian, jaga agar
kepalanya sejajar dengan tulang belakang dan jaga tubuhnya agar tidak
banyak bergerak. Setelah itu, tunggu bantuan medis.

HENTIKAN PERDARAHAN
Jika cedera kepala yang dialami korban menimbulkan perdarahan,
langsung tekan titik pendarahan dengan kain bersih. Apabila terjadi
cedera pada kepalanya, lebih berhati-hatilah, jangan menggerakkan
kepala korban. Jika darah sudah membasahi kain bersih tadi, jangan
lepas kainnya, dan tekan dengan kain bersih lain.

JANGAN TEKAN TULANG TENGKORAK YANG RETAK


Walau terjadi perdarahan, Anda dilarang untuk menekan tengkorak kepala yang terbuka atau
hancur. Selain itu, sangat tidak diperbolehkan menarik bekas kecelakaan (jika ada) dari luka.
Langsung tutupi luka dengan perban kasa steril.

CEGAH KORBAN AGAR TIDAK TERSEDAK


Jika cedera kepala yang dialami korban membuatnya muntah-muntah,
miringkan tubuhnya ke samping untuk mencegah tersedak oleh
muntahnya sendiri. Hal ini akan tetap melindungi tulang belakangnya.
Sebab, Anda harus selalu bertindak seakan-akan ada kerusakan tulang
belakang yang dialami korban.