Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH HUKUM ISLAM

MAKALAH INI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN


AGAMA ISLAM SEMESTER GENAP

Dosen Pengampu:

Dra. Rohmi Lestari, M.Pd

NIP: 196812012008012023

Makalah ini disusun oleh:

Indah Wahyuni (K3319037)

PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


BAB VIII HUKUM ISLAM
A. Pembahasan

Hukum islam adalah hukum yang sumber konsep, dasar, dan kerangkanya ditetapkan oleh Allah
Swt. Hukum ini mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan benda,
manusia dengan Tuhan, manusia dengan dirinya sendiri, dan manusia dengan alam sekitarnya.
Hukum ini berisi syariat, hukum syara', dan fiqih.

Dalam menjalankan hukum agama, umat islam memiliki dasar diantaranya menaati perintah
Allah swt, menaati Rasulullah Saw, menaati ulil amri, dan mengembalikannya pada Al-Qur'an
dan sunnah apabila terjadi perbedaan dalam menentukan hukum.

Tujuan hukum Islam adalah mencegah kerusakan pada manusia dan mendatangkan
kemaslahatan bagi mereka, serta mengarahkan pada kebenaran untuk mencapai kebahagiaan
di dunia maupun di akhirat. Sedangkan fungsi hukum Islam di antaranya adalah sebagai fungsi
Ibadah, fungsi amar makruf nahi munkar (perintah kebaikan dan pencegahan pemungkaran),
fungsi zawajir (penjeraan), dan fungsi tandzim wa ishlah al- ummah (organisasi dan rehabilitasi
masyarakat).

Menurut Rasyidi, bagian bagian dalam hukum islam adalah (1) Munakahat ; (2) Wirasah ; (3)
Muamalah ; (4) Jinayar ; (5) Al-ahkam as-sulthaniyah ; (6) Siyar ; dan (7) Mukhassamat.

Dalam Al-Qur'an, pernikahan adalah status suami istri yang diikat dalam ijab qobul yang
merupakan perjanjian yang kokoh antara 2 manusia. Pernikahan juga diatur dalam Undang-
Undang Nomor 1 tahun 1974. Menurut kebanyakan ulama, hukum melakukan pernikahan
dibagi menjadi lima sesuai dengan kondisi dan kemudharatan di antaranya yaitu wajib, sunah,
haram, makruh, dan mubah. Tujuan perkawinan islam adalah mentaati perintah Allah Swt.
untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat dengan mendirikan rumah tangga
yang damai dan teratur.

Perkawinan dalam Islam tidaklah semata-mata sebagai kontrak keperdataan biasa, tetapi
mempunyai nilai ibadah. Berdasarkan Al-Qur’an dan hadits, syarat-syarat sahnya suatu
perkawinan adalah sebagai berikut: (a) Adanya dua calon mempelai yang boleh dan mau
menikah; (b) Adanya kerelaan dua pihak ; (c) Adanya wali bagi mempelai perempuan; (d)
Adanya dua orang saksi ; (e) Adanya ijab dan qabul ; dan (f) Dengan adanya mahar tertentu.

Korupsi merupakan perbuatan tercela berupa penyelewengan dana, wewenang, amanat, dan
sebagainya untuk kepentingan pribadi, keluarga, kroni, dan kelompoknya yang dapat
merugikan negara maupun pihak lain.

Jenis-jenis korupsi diantaranya adalah (a) Ghulul (Penggelapan) yaitu setiap pengambilan harta
oleh seseorang secara khianat, atau tidak dibenarkan dalam tugas yang diamanahkan
kepadanya ; (b) Risywah (Penyuapan) yaitu sesuatu yang diberikan dalam rangka mewujudkan
kemaslahatan ; (c) Ghasab yaitu mengambil harta atau menguasai hak orang lain tanpa izin
pemiliknya dengan unsur pemaksaan dan kekerasan ; (d) Kianat yaitu seseorang yang berkianat
terhadap sesuatu yang dipercayakan kepadanya ; dan (e) Syariqah yaitu mengambil barang
atau harta orang lain dengan cara sembunyi-sembunyi dari tempat penyimpanannya.

Hukuman bagi pelaku korupsi sangat berat mengacu pada prinsip maslahah. Tindak pidana
korupsi termasuk dalam tindak pidana ta’zir, sehingga sanksi hukuman disesuaikan dengan
tingkatannya. Sanksi tersebut dapat berupa hukuman penjara, hukuman mati, hukuman
peringatan atau celaan, hukuman pengasingan, hukuman pencopotan jabatan, dan hukuman
penyitaan barang dan finansial.

B. Kesimpulan

Hukum islam adalah hukum yang sumber konsep, dasar, dan kerangkanya ditetapkan oleh Allah
Swt. Dalam menjalankan hukum agama, umat islam memiliki dasar diantaranya menaati
perintah Allah swt, menaati Rasulullah Saw, menaati ulil amri, dan mengembalikannya pada Al-
Qur'an dan sunnah apabila terjadi perbedaan dalam menentukan hukum. Dalam Al-Qur'an,
pernikahan adalah status suami istri yang diikat dalam ijab qobul yang merupakan perjanjian
yang kokoh antara 2 manusia. Pernikahan juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun
1974. Tujuan perkawinan dalam Islam adalah mentaati perintah Allah Swt. untuk memperoleh
keturunan yang sah dalam masyarakat dengan mendirikan rumah tangga yang damai dan
teratur. Korupsi merupakan perbuatan tercela berupa penyelewengan dana, wewenang,
amanat, dan sebagainya untuk kepentingan pribadi, keluarga, kroni, dan kelompoknya yang
dapat merugikan negara maupun pihak lain. Tindak pidana korupsi termasuk dalam tindak
pidana ta’zir, sehingga sanksi hukuman disesuaikan dengan tingkatannya.