Anda di halaman 1dari 6

STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA

HALUSINASI

MATA AJAR: MANAJEMEN PSIKOSOSIAL

Pembimbing :
Ns.Anton Surya Prasetya,M.Kep.,Sp. Kep.J

Oleh:
CICI PUTRI ARINI
NIM : 1825019

AKADEMI KEPERAWATAN PANCA BHAKTI


BANDAR LAMPUNG
Sp I

A. Proses keperawatan

1. Kondisi klien:
- Petugas mengatakan bahwa klien sering menyendiri di kamar
- Saat klien diajak komunikasi klien hanya diam saja
- Klien sering merasa cemas, takut dengan adanya covid 19 ini

2. Diagnosa keperawatan:
Gangguan persepsi sensori: halusinasi

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

1. Tindakan Keperawatan untuk pasien :


Tujuan tindakan untuk pasien : Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya

SP 1 : Membantu pasien mengenal halusinasi

ORIENTASI:

Perawat : ”Selamat siang bapak"

Pasien : (Pasien hanya diam saja)


Perawat : " Perkenalkan nama saya Cici Putri Arini biasa di panggil Cici, saya mahasiswa dari
keperawatan Pnaca Bhakti pak.kalau boleh tahu nama ibu siapa? Ibu Senang dipanggil apa”

Pasien : (Pasien melirik perawat) "saya Siska sus"

Perawat : ”Bagaimana perasaan ibu hari ini?"

Pasien : "Saya cemas dan takut sus" (dengan suara pelan dan bergetar)

Perawat : ”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang yang ibu rasakan pada saat
ini? apakah ibu bersedia?

Pasien : "ya sus saya bersedia" ( dengan suara pelan)

Perawat : "ibu ingin melakukannya disini saja di dalam kamar apa di rungan tamu bu?

Pasien : "Disini saja sus"

Perawat : "Baiklah jika ibu mau di sini saja"

Pasien : (hanya melirik perawat sebentar)

Perawat : "ibu mau berapa lama waktu nya, bagaimana jika 30 menit bu? apakah ibu bersedia?"

Pasien : (mengangguk)

KERJA:
Perawat : "Kata suami ibu, ibu lebih sering berdiam diri di kamar, tidak pernah mau berkumpul
dengan keluarga ibu, kenapa ibu seperti itu, ibu bisa menceritakannya dengan saya bu."

Pasien : "Saya merasa cemas dan takut sus, saya sering mendengar suara suara tanpa wujud
sus."

Perawat : ”Apakah bapak mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara
itu?”

Pasien : "Sering memanggil-manggil nama saya sus."

Perawat : ”Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering ibu
dengar suara?

Pasien : "Saya sering mendengar pada malam hari pada jam 8 dan jam jam 12 tengah malam"

Perawat : "Berapa kali sehari ibu alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada
waktu sendiri?”

Pasien : "Iya sus saya mendengar saat saya sendirian. Jika suami saya sedang lembur di kantor
nya"

Perawat : ” Apa yang ibu rasakan pada saat mendengar suara itu?”

Pasien : ”Saya merasa takut sus"

Perawat : "Apa yang ibu lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara
itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul?”
Pasien : "Jika saya mendengar suara-suara tersebut saya hanya bisa membaca ayat-ayat al-
quran"

Perawat : ”Bapak , ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan
menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga,
melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.”

Pasien : "Baiklah sus, saya akan mencoba nya"

Perawat : ”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.

Pasien : "Iya sus"

Perawat : ”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung bapak bilang, pergi
saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai
suara itu tak terdengar lagi. Coba ibu peragakan!

Pasien : (pasien pun memperagakan apa yang di anjurkan oleh perawat)

Perawat : "Nah begitu, bagus! Ya bagus ibu sudah bisa”

TERMINASI:

Evaluasi subjektif :
Perawat : "Bagaimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang dengan saya tadi?" dan
melakukan peragaan tadi? apakah ibu merasa lebih tenang?
Pasien : "Sekarang saya sudah merasa sedikit tenang sus."

Evaluasi objektif :
Perawat : "Baiklah, Setelah peragaan latihan tadi?” Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan
coba cara tersebut !

Pasien : "Iya sus saya akan mencoba nya lagi jika saya mendengar suara itu lagi"

Tindak Lanjut Klien:


Perawat : “besok saya akan kembali lagi kesini dan akan melakukan terapi agar ibu tidak
merasakan takut lagi. Apakah ibu bersedia?”

Pasien : “iya sus saya bersedia”

Kontrak Waktu dan Tempat:

Perawat : “kalau begitu saya akan kembali lagi besok pada jam 1 siang ya. saya pamit dulu
sampai bertemu besok,permisi bu”

Pasien : “iya sus terimakasih”