Anda di halaman 1dari 8

RANCANGAN RENCANA KEGIATAN (PRA PLANNING)

PENERIMA MANFAAT DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA


SUDAGARAN BANYUMAS

Stase Keperawatan Gerontik

Kelompok Besar Oleh:

Kelompok 4
Kelompok 5
Kelompok 6

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2020
RANCANGAN RENCANA KEGIATAN (PRA PLANNING)

A. Latar Belakang
Awal tahun 2020, digemparkan dengan adanya virus baru yaitu corona
virus jenis baru yang lebih dikenal dengan virus disease 2019 (COVID 19).
Corona virus (COVID 19) adalah virus jenis baru yang belum pernah
diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus covid 19 menyebar diantara
manusia ke manusia melalui droplet. Selain itu virus dapat menyebar akibat
menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan menyentuh area wajah.
Manifestasi klinis dari covid 19 biasanya muncul pada hari ke 2 hingga ke 14
setelah paparan. Gejala umum yang sering dijumpai dari penyakit ini yaitu
demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami
rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas
atau diare. Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan
dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit Covid-19 batuk
atau mengeluarkan napas. Percikan kemudian jatuh ke permukaan benda
sekitar, orang yang menyentuh permukaan tersebut lalu menyentuh mata,
hidung atau mulutnya dapat terjangkit Covid-19. Sehingga, menjaga jarak lebih
dari 1 meter dan selalu melakukan pola hidup bersih dan sehat dapat mencegah
penyebaran Covid-19 (WHO Indonesia, 2020).
Jumlah penderita dan kasus kematian akibat terinfeksi virus corona terus
meningkat setiap harinya, sejauh ini corona virus memang lebih sering
menyebabkan gejala berat, bahkan pada kelompok orang tertentu yang rentan
terinfeksi virus corona. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi virus
corona adalah orang lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas. Seiring
bertambahnya usia seseorang, tubuh akan mengalami berbagai penurunan
akibat proses penuaaan kemudian sistem imun sebagai tubuh pada lansia pun
tidak dapat berkerja dengan maksimal layaknya saat masih muda. Akibatnya,
sulit bagi orang lansia untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus
penyebab penyakit, termasuk terinfeksi virus corona covid 19 (Nguyen,
Hoang).
Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah
terjadinya infeksi Covid-19. Oleh sebab itu, upaya pengendalian yang dapat
dilakukan dalam waktu singkat bagi kelompok orang yang rentan yaitu dengan
sering mencuci tangan Pastikan mencuci tangan setelah dari toilet, setelah
batuk dan bersin, serta sebelum dan sesudah makan. Kemudian meminta
pengasuh lansia atau anggota keluarga di rumah untuk rutin menyemprotkan
cairan disinfektan pada permukaan benda yang paling sering disentuh oleh
orang banyak. Misalnya, gagang pintu, meja, kursi, keran wastafel, lemari, dan
lain-lain. Setelah itu hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit,
termasuk orang yang mengalami gejala batuk atau bersin. Jika memungkinkan,
jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga yang tinggal satu
rumah jika jarak terlalu dekat bisa menghirup percikan cairan sehingga
menyebabkan tertular penyakit yang dialami oleh orang tersebut, termasuk
virus corona Covid-19 dan hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
alasannya ketika lansia menyentuh benda apapun disekitar tanpa disadari atau
tidak benda tersebut dapat berisiko meningkatkan penyebaran virus ditangan
dan dapat masuk kedalam tubuh sehingga membuat virus tersebut masuk.
(Kemenkes RI, 2020).
Berdasarkan hasil pengkajian pada lansia di Wisma Panti Sosial Lanjut
Usia Sudagaran Banyumas, di dapatkan hasil akibat adanya covid-19
meenyebabkan lansia mengalami kebosanan dan kesepian. Hal ini dikarenakan
adaanya rasa khawatir, cemas terhadap wabah tersebut dan menurunnya
interaksi sosial akibat diberlakukannya karantina. Lansia di panti tidak hanya
mengalami penurunan fungsi fisik saja namun penurunan fungsi psikologis,
sehingga lansia lebih sering merasa cemas, khawatir dan merasa bosan dalam
menjalani kehiduapnnya. Panti Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas, telah
menerapkan peraturan untuk lansia tentang social distancing, physical
distancing, penggunaan masker, penggunaan handrub setelah dari luar ruangan
dan cuci tangan 6 langkah dengan sabun. Namun, faktor demensia yang
dialami oleh lansia ini membuat lansia menjadi lupa dalam pemakaian masker
dan cuci tangan. Pihak panti mengatakan bahwa lansia sering lupa tidak
memakai masker ketika melakukan senam atau penggunaan masker yang
kurang tepat, cuci tangan yang dilakukan hanya 3 langkah serta terkadang tidak
memakai sabun. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian pendidikan kesehatan.
Selain itu masalah yang lain yaitu beberapa lansia dipanti masih berjabat
tangan dengan lansia lainnya. Alasan lansia masih berjabat tangan yaitu
kebudayaan yang sudah tertanam sehari-hari pada lansia. Petugas panti sudah
mengganti cara menyapa dengan aman saat pandemic Covid-19, akan tetapi
lansia masih berjabat tangan karena lupa. Pergantian gaya menyapa yang aman
saat pandemic Covid-19 bertujuan untuk menghindari penularan Covid-19.
Penularan terjadi saat seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar,
kemudian tanpa sadar menyentuh mata, hidung, atau mulut. Namun, tak hanya
di permukaan benda mati, droplet bisa menyebar ke mana-mana, termasuk ke
permukaan tangan si penderita. Hal ini membuat penularan juga bisa terjadi
saat berjabat tangan.

B. Rumusan Masalah
“Bagaimana intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan Covid-19
yang dapat diberikan kepada para penerima manfaat serta adakah hal-hal yang
menghambat terkait efektifitas dalam pencegahan Covid-19 di Panti Pelayanan
Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas?”
C. Rencana Tujuan
1. Diagnosa Keperawatan Kesehatan Gerontik
Kesiapan meningkatkan pemeliharaan kesehatan mengenai covid19
2. Tujuan Umum
Setelah diberikan tindakan keperawatan yang dilaksanakan dalam waktu
3x8 jam pada lansia yang berada di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia
(PPLSU) Sudagaran Banyumas diharapkan mampu meningkatkan
pengetahuan dan mempertahankan kesehatan para lansia.
3. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan:
a. Petugas panti dapat memperoleh pengetahuan mengenai covid19
sehingga dapat memberikan edukasi mengenai covid19 dengan lebih baik
kepada para lansia
b. Lansia dapat dengan mudah melakukan aktivitas sehari-hari selama
Covid-19 menggunakan buku panduan aktivitas.
c. Lansia dapat memahami dan mengingat cara pencegahan covid19
melalui media poster yang di pasang di area panti.

D. Rancangan Kegiatan
1. Panduan Komprehensif Pencegahan Covid-19 bagi Petugas (Kelompok 4)
2. Panduan Aktivitas Sehari hari lansia selama Covid-19 (Kelompok 5)
3. Tindakan Pencegahan Covid-19 bagi Lansia (Kelompok 6)

E. Evaluasi Keberhasilan Program


1. Evaluasi struktur:
a. Pelaksanaan kegiatan terhadap kontrak waktu, tempat dan peserta
b. Ketersediaan dan kesesuaian fungsi alat, bahan dan media sesuai dengan
yang dibutuhkan.
2. Evaluasi proses:
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b. Peserta penyuluhan tidak meninggalkan tempat saat kegiatan
berlangsung.
c. Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi dan mengajukan
pertanyaan.
3. Evaluasi hasil:
a. Panduan Komprehensif Pencegahan Covid-19 bagi Petugas (Kelompok
4)
Setelah diberikan Panduan Komprehensif Pencegahan Covid-19 bagi
Petugas diharapkan 75% peserta mampu:
1. Petugas panti mampu memahami pencegahan Covid-19
2. Petugas panti mampu memberikan edukasi terkait pencegahan
penularan Covid-19 kepada lansia.
3. Petugas mampu mencegah penularan Covid-19 di wilayah PPSLU
Sudagaran Banyumas.
b. Panduan Aktivitas Sehari hari lansia selama Covid-19 (Kelompok 5)
Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan diharapkan 75% para
lansia mampu:
1. Lansia dapat melakukan aktivitas sesuai yang ada di panduan untuk
mengisi waktu luang selama wabah COVID-19.
2. Lansia dapat mempraktekan berbagai macam aktivitas yang aman
dan menyenangkan dengan tetap menerapkan physical distancing
dan social distancing.
3. Lansia dapat membantu mengurangi kebosanan yang dialami lansia
selama di panti akibat wabah COVID-19.
c. Tindakan Pencegahan Covid-19 bagi Lansia
Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan diharapkan 75% para
lansia mampu:
1. Memahami tindakan pencegahan covid19 melalui dengan poster
yang tertempel
2. Lansia memahami pentingnya melakukan tindakan pencegahan
covid19 dan termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

DAFTAR ISI
Kemenkes R.I.c, 2013, Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia,
Pusat Data dan Informasi Kementerian Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi


Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI

Nguyen, Hoang C., dkk. 2020. People with Suspected COVID-19


Symptoms Were More Likely Depressed and Had Lower Health-
Related Quality of Life: The Potential Benefit of Health Literacy.
Journal of Clinican Medicine. 9, 965; doi:10.3390/jcm9040965

WHO Indonesia. 2020. Pertanyaan dan Jawaban Terkait Coronavirus.


Diakses dari https://www.who.int/indonesia/news/novel-
coronavirus/qa-for-public pada tanggal 3 April 2020

World Health Organization. (2011). The global burden of disease. WHO


Library Cataloguing in-Publication Data. 40-