Anda di halaman 1dari 5

SPESIFIKASI TEKNIS

BAB. 2

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA

1. Lingkup Pekerjaan
1.1. Kontraktor harus memasang Menara, kabel utama, hanger dan
semua gelagar serta sandaran seperti yang nampak dalam gambar
atau seperti kelengkapan suatu sistem jembatan gantung. Lazimnya
semua bahan itu ada dalam RAB harus dipasang oleh kontraktor.
1.2. Pemasangan baja profil meliputi pengumpulan semua bahan-bahan
dari gudang/tempat penyimpanan pemilik di lapangan, pemuatan
transportasi kelapangan, bongkar muatan, pengamanannya dan lain-
lain.

2. Baja Profil
2.1. Baja profil harus tetap dijaga dari segala kotoran yang melekat,
Penumpukan baja hanya diperkenankan bila Kontraktor memasang
balok penahan diantara baja.
2.2. Sambungan untuk baja dengan plat baja dapat dilakukan dengan
dilas atau dengan baut.
2.3. Semua pemotongan dan pembentukan sudut pada baja profil
dilapangan harus dilakukan secermat mungkin. Bila pemotongan
diperlukan, maka potongan harus dilakukan dengan mesin pemotong
yang sesuai dengan untuknya, dengan hasil potongan yang rata serta
tegak lurus dengan poros.

3. Kabel Utama, (Wire Strand)


3.1. Perhatian khusus harus diberikan untuk penanganan dan
penyimpanan sementara Wire strand / Sling dan kelengkapannya
dilapangan. Kabel tersebut harus disimpan sedemikian sehingga
tehindar kotoran tanah langsung. Pemeliharaan khusus terhadap

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA 2-1


SPESIFIKASI TEKNIS

kabel tersebut dilakukan untuk mencegah segala bentuk terhadap


benda-benda tajam.
3.2. Bahan pengikat buldoggrip / Klem Kabel Utama yang dipakai untuk
pengunci / pengikat pada blok angkur, harus sesuai dengan
rekomendasi Direksi Teknis dan hanya menggunakan pengikat yang
disediakan oleh pabrik.

4. Pemasangan Baja Profil


4.1. Penyimpangan dan Pengangkutan
4.1.1.Baja profil, pengangkutan Baja profil dan bangunan
perlengkapannya yang akan dipasang harus tersimpan rapi
digudang penyimpanan baja / di workshop yang disediakan
oleh Kontraktor dan disetujui Direksi. Pengangkutan dari
gudang / work shop ketempat pemasangan menjadi tanggung
jawab Kontraktor termasuk pembiayaannya. .
4.1.2.Cara-cara pengangkutan, penyabungan dari baja profil dan
ketentuan-ketentuan teknis cara pemasangan akan diberikan
petunjuk oleh Direksi Proyek.
4.1.3.Baja profil dan perlengkapan seperti plat sambung dan baut
yang untuk dilaksanakan pemasangannya harus dijaga baik-
baik jangan sampai hilang dan rusak. Kerusakan atau hilang
Kontraktor harus menganti sesuai dengan kualitas/bentuk
aslinya dan biaya yang ditimbulkan akibat pengantian
tersebut menjadi tanggungan Kontraktor.
4.1.4.Sebelum dan sesudah dipasang, baja profil dan perlengkapan
baja harus dijaga bersih dan dicat meni atau dicoating.

4.2. Instalasi Kabel Utama,(Wire Strand)


4.2.1. Pengakatan Kabel ke Roller
Instrumen, peralatan yang sesuai dan fasilitas yang diizinkan
oleh Direksi harus disiapkan dan dipergunakan oleh
Kontraktor untuk keselamatan dan pelaksanaan pekerjaanya.
Gulungan Kabel harus dibuka terlebih dahulu kemudian
kuncikan salah satu ujung kabel ke blok angkur kabel utama
dengan buldoggrip / Klem kabel utama. Dan ujung yang satu
lagi diseberangkan dengan menggunakan alat penyerangan

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA 2-2


SPESIFIKASI TEKNIS

yang ada, dinaikkan pada Roller dengan tali atau


peralatan/perlengakapan lainnya yang sesuai.
4.2.2. Inspeksi Sebelum Pemasangan
Semua Kabel dan kelengkapannya harus diperiksa dengan
hati-hati mengenai ada cacat lainnya pada saat digantung
diatas Roller sebelum diletakkan pada posisi yang benar.
Ujung Kabel harus diperiksa dengan cermat sebab bagian ini
sangat rawan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh
penanganan yang kurang hati-hati atau Buldoggrip dan walter
mur untuk mengantung hanger yang cacat harus
dikesampingkan untuk diperiksa oleh Direksi, yang akan
menentukan perbaikan yang harus dilakukan atau penolakan.
4.2.3. Pembersihan Kabel dan Kelengkapan
Semua bongkahan yang melengket pada kabel harus dibuang
dan dibersihkan, kering dan bebas dari minyak dan gomok
sebelum Kabel diletakkan.
4.2.4. Peletakan Roller
Periksa dudukan Roller apa sudah pas pada as menara hal ini
dilakukan untuk menghindari waktu penyetelan lay out Kabel
Utama tidak sesuai dengan rencana.
4.2.5. Lay Out Kabel Utama
Apabila lay out kabel utama belum sesuai dengan rencana,
dilakukan dengan memutar walfer mur pada kabel utama
ternyata masih kurang juga maka, kita kendorkan buldoggrip
lalu tekukan kabel agak dimajukan kedepan.
4.2.6. Pemasangan Hanger
Setelah Kabel utama terpasang dan sesuai dengan aturan lay
outnya, maka dilakukan pemasangan batang-batang hanger
dengan cara memasang hanger yang lebih panjang atau
hanger yang paling ujung dengan menggunakan tangga yang
terbuat dari tambang atau seling
4.2.7. Merangkai Rangka Gelagar/Girder
Persiapkan rangkaian pertama yang terdiri dari gelagar
melintang dan gelagar memanjang telah dirangkai menjadi
satu, lalu diangkat dengan menggunakan tali/tambang

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA 2-3


SPESIFIKASI TEKNIS

sebaiknya dimulai dari kedua ujung jembatan, harus dipasang


dengan persetujuan Direksi.

4.3. Pemeriksaan Camber


4.3.1. Pemeriksaan ini dilakukan setelah semua konstruksi atas
selain lantai jembatan sudah terpasang.
4.3.2. Pemeriksaan ini dimulai dari salah satu ujung jembatan
dengan menggunakan Theodolite atau waterpass.

4.4. Pemasangan Sandaran


4.4.1. Setelah gelagar terpasang dan camber telah diperiksa
sesuai dengan arahan Direksi maka pekerjaan selanjutnya
adalah memasang sandaran (Frame) dengan pipa galvanis /
baja siku.
4.4.2. Frame sandaran dapat dirakit sebelumnya dengan
menggunakan plat sambung atau dikerjakan ditempat atau
sesuai arahan Direksi.
4.4.3. Langkah selanjutnya adalah pemasangan railing / kawat
ram.

4.5. Pemasangan Lantai Jembatan


4.5.1. Lantai jembatan ini terdiri dari lembaran plat baja
Bordes type Air Mata sebelum pemasangan terlebih dahulu
dibersihkan dari semua kotoran yang melekat pada plat
tersebut.
4.5.2. Dalam pemasangan plat lantai jembatan sebaiknya
dilakukan dari kedua ujung jembatan yang nantinya akan
bertemu ditengah jembatan. Hal ini dimaksudkan agar beban
jembatan selama pemasangan lantai dapat seimbang sehingga
memudahkan dalam pemasangan dan menghemat waktu.
4.5.3. Alat penyambung dilakukan dengan las busur sesuai
dengan gambar rencana bestek dan arahan dari Direksi

4.6. Pemasangan Rel Ban


4.6.1. Rel Ban jembatan ini terdiri dari lembaran plat baja
Bordes type Air Mata dan besi ulir sebelum pemasangan

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA 2-4


SPESIFIKASI TEKNIS

terlebih dahulu dibersihkan dari semua kotoran yang melekat


pada plat tersebut.
4.6.2. Dalam pemasangan Rel Ban jembatan sebaiknya dilakukan
dari kedua ujung jembatan yang nantinya akan bertemu
ditengah jembatan. Hal ini dimaksudkan agar beban jembatan
selama pemasangan rel ban dapat seimbang sehingga
memudahkan dalam pemasangan dan menghemat waktu.
4.6.3. Alat penyambung dilakukan dengan Baut dan mur sesuai
dengan gambar rencana bestek dan arahan dari Direksi

4.7. Pemeriksaan Chamber Kembali


4.7.1. Setelah sandaran, lantai jembatan dan rel ban terpasang
maka sebaiknya diadakan pemeriksaan terhadap camber
kembali dengan cara yang sama dengan cara pemeriksaan
camber pertama kali atau sesuai dengan arahan Direksi di
lapangan
4.7.2. Pemeriksaan ini dilakukan untuk penyetelan kabel kabel
utama pada blok angkur untuk mengetahui kedudukan
jembatan dalam kondisi miring ke satu sisi, kondisi lurus
atau melendur.

4.8. Pemasangan Kabel Ikatan Angin (Sling)


4.8.1. Setelah sandaran terpasang, lantai jembatan dan rel ban
juga telah terpasang maka dilakukan pemasangan kabel angin
sesuai arahan oleh Direksi.
4.8.2. Kabel angin dapat berupa kabel Sling dan besi beton.
4.8.3. Pemasangan kabel angin dapat dilakukan bersamaan
kedua sisi jembatan dengan cara melihat As pondasi ke As
Jembatan (untuk kelurusan jembatan) apabila jembatan tidak
lurus berarti kabel angin mempunyai kencangan/regangan
tidak sama.

PEKERJAAN BAJA DAN KABEL UTAMA 2-5