Anda di halaman 1dari 3

Maulana Hafizh Dimasyqi

12030117130123
Akuntansi Manajemen Stategik (B)

1. Dimensi kualitas adalah suatu ukuran yang digunakan dalam level strategi dan sebagai
alat bantu manajer untuk membantu menganalisis karakter kualitas terhadap suatu
produk yang akan di luncurkan kepada pelanggan.
2. - Prevention Cost : Kualitas Teknik, Kualitas Pelatihan Program, Kualitas
Perencanaan, Kualitas Laporan, Evaluasi Pemasok dan Seleksi Kualitas Audit
- Appraisal Cost : Memerika dan Menguji Bahan Baku Material, Inspeksi
Kemasan, Mengawasi Kegiatan Penilaian, Pengukuran Penerimaan Produk
- Internal Failure Cost : Batal, Ulang, Waktu Istirahat, Inspeksi Ulang, Pengujian
Ulang, Perubahan design
- External Failure Cost : Biaya Penarikan, Kehilangan Penjualan, Kembali dan
tunjangan, Perbaikan, Tanggung Jawab Produk, Pelanggan Tidak Puas,
Kehilangan Pangsa Pasar
3. Karena produk yang akan di pasarkan sebelumnya harus diperhatikan mengenai
kualitas yang baik. Jadi produk sebelum jadi harus dibuat sedemikian rupa sehingga
kualitas produk tersebut menjadi maksimal. Dan sebelum di pasarkan produk tersebut,
harus dilakuakn uji coba terlebih dahulu agar dapat mengetahui produk tersebut layak
untuk di pasarkan atau tidak. Sehingga mencegah terjadinya Internal Failure Cost dan
External Failure Cost
4. Hidden Cost Quality adalah suatu biaya tersembunyi yang terjadi jika Opportunity
Costnya dihasilkan dari kualitas yang buruk. Sehingga dalam produk tersebut tidak
diketahui Hidden Cost Qualitynya.
Cara mengesimasinya ada 3:
- Dengan menggunakan menentukan quality costs yang diketahui kemudian kalikan
jumlah itu dengan konstan.
- Riset pasar digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana kualitas buruk dan
variabilitas dalam produk dapat mempengaruhi pangsa pasar.
- mengukur kerugian sosial dari produk yang tidak menunjukkan hasil yang
memuaskan.
Cara mengendalikannya dengan melakukan Appraisal Cost yang mana sebelum
produk itu di luncurkan, di uji coba terlebih dahulu agar jika produk tersebut ada
Hidden Quality Costnya bisa dikendalikan.

5. Perbedaan :
- The multiplier effect. Metode ini dengan menentukan quality costs yang diketahui
kemudian kalikan jumlah itu dengan konstan. Suatu organisasi dapat
menggunakan pengalaman mereka selama ini untuk menentukan konstanta
tersebut.
- Market research. Riset pasar digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana
kualitas buruk dan variabilitas dalam produk dapat mempengaruhi pangsa pasar.
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Akuntansi Manajemen Stategik (B)
- Taguchi’s quality loss function (QLF). Metode ini mengukur kerugian sosial dari
produk yang tidak menunjukkan hasil yang memuaskan.

6. Total Quality Management adalah suatu sistem manajemen kualitas yang brfokus pada
pelanggan dengan melibatkan semua level karyawan dalam melakukan peningkatan
atau perbaikan yang berkesinambungan. Karena pada TQM merupakan suatu cara
untuk mengatur organisasi agar melakukan perbaikan berkesinambungan serta
kerjasama antar seluruh elemen organisasi untuk peningkatan kualitas sehingga
pelanggan puas, adanya keuntungan jangka panjang, mendatangkan manfaat bagi
seluruh anggota organisasi.

7. Adanya delegasi kepemimpinan yang tidak baik dari manajemen senior, perusahaan
memiliki harapan yang besar namun harapan tersebut tidak realistis dalam
penerapannya dan hasilnya, dan pemberdayaannya bersifat prematur.

8. Hubungannya kalau TQM itu dia lebih kepada pelanggan, dimana jika pelanggannya
ingin puas maka produk yang dihasilkan itu harus berkualitas dan tentunya
memperhatikan manajemenya yang melaksanakan proses produk agar prosesnya tidak
terjadi pemborosan, produk tersebut dihasilkan sesuai jadwal pelanggan,
menyempurnaan kualitas produksi, dan memperbaiki aliran produksinya. Itu disebut
sebagai sistem Kaizen.

9. Implikasi Program TQM pada Akuntansi Manajemen Strategi adalah suatu kualitas
barang atau jasa akan meningkat sehingga bisa menarik konsumen. Dengan memahami
perkembangan manajemen mutu dalam sistem industry modern, Pendidikan akan
mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja sistem
Pendidikan yang memenuhi kebutuhan sistem manajemen industri modern.

10. 8 prinsip utama menerapkan TQM


- Berfokus pada pelanggan
- Keterlibatan karyawan
- Peningkatan berkesinambungan
- Sistem terintegrasi
- Pendekatan strategis dan sistematis
- Peningkatan berkelanjutan
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Akuntansi Manajemen Stategik (B)
- Pembuatan keputusan berdasarkan fakta
- Komunikasi

11. Just In Time ( JIT ) diperlukan adanya system total quality secara keseluruhan dalam
sebuah organisasi. JIT mensyaratkan semua departemen dapat menanggapi
kebutunnya. Apabila departemen produksi melaksanakan JIT, tetapi organisasi tidak
mengupayakan TQM, maka personil departemen produksi akan menghadapi hambatan
yang besar. Selain itu, JIT juga mensyaratkan perubahan, sehingga sering timbul
penolakan dari departemen uang memiliki komitmen untuk berubah. Perubahan
perbaikan secara terus-menerus selalu beriringan dengan Total Quality Management
( TQM ).

12. Hubungan struktur organisasi dengan TQM adalah memiliki tujuan yang sama yaitu
berfokus pada perusahaan untuk meningkatkan kualitas setinggi mungkin. Oleh karena
itu kinerja akan meningkat dan perusahaan memiliki keunggulan yang kompetitif.