Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN GOUT

ARTHRITIS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

Dosen Pengampu : Ade Tika H, S.Kep.,Ners.,M.Kep

Di susun oleh :
Agilia Rajhani
Arumbi
Futurie
Mia Amelia
Suryadi
Widya Latifah

Tingkat : 1B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA BANDUNG
2020
1 PENGKAJIAN
A. Identitas klien

Nama : Ny. K
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 56 thn
Suku : Jawa
Alamat : Sindoluhur,Godean,Sleman Yogyakarta

Agama : Islam
Pendidikan : Sd
Status perkawinan : Janda
Tgl Pengkajian : Senin,07 November 2016

B. Status kesehatan saat ini


Keluhan-keluhan kesehatan utama (sekarang) : Klien Berkata ‘Kaki saya ini
kadang terasa nyeri kalau terlalu capek,biasanya kalo cuaca dingin itu
nyerinya terasa sakit sekali seperti sakit bisul yang tertusuk-tusuk’ dengan
skala nyeri 5 (0-10) Sering merasakan pegel-pegel pada kaki,tangan,dan
pinggang jika terlalu lelah saaat beraktiftitas dan disaat cuaca dingin.
P :udara dingin dan kecapekan
Q :seperti di tusuk tusuk
R :patella dextra dan sinistra
S :5 (dari 0-10)
T :saat berakivitas dan cuaca dingin
C. Riwayat kesehatan dahulu
Klien pernah berobat di suatu klinik, dan hasil dari pemeriksaan ternyata klien
terkena asam urat.
D. Riwayat kesehatan keluarga
Menurut ketengan klien, ayah klien memiliki riwayat hipertensi.
E. Tinjauan Sistem (Jelaskan tentang kondisi system-sistem dibawah ini
yang terdapat pada klien)
 Keadaan umum : Composmentis (E4V5M6).
 Sistem Kardiovaskuler : TD 150/80 mmHG
 system pernapasan : Pernapasan normal,tidak ada
masalah
 system integument : Kulit terlihat keriput warna kulit
sawo matang

1
 system sensori : jika terlalu banyak aktivitas dan
kecapean maka kaki seing terasa nyeri dan sering merasa pegal pegal pada
kaki dan tangan

F. Pengkajian psikososial dan spiritual


1. Psikososial
Klien mengatakan tidak mengikuti salah satu kegiatan di masyarakat
dengan alasan tidak mampu jalan jauh kedua kaki kebas dan kesemutan.
2. Identifikasi masalah emosional
Klien mengatakan mengalami susah tidur dan gelisah.
3. Spiritual
Klien beragama islam dan melakukan sholat 5 waktu sehari di panti dan
klien mengikuti kegiatan keagamaan yang dilakukan di panti.
4. Pengkajian fungsional klien
a. KATZ Indeks
Klien termasuk dalam kategori ketergantungan sebagian karena ada
beberapa kriteria yang tidak bisa dilakukan mandiri.
No Kriteria Dengan Mandiri Keterangan
Bantuan
1. Makan 10 Frekuensi : 3 x
sehari
Jumlah :
Secukupnya
Jenis : Nasi,
Lauk pauk
tanpa kacang
kacangan dan
hijau hijauan
2. Minum 10 Frekuensi :6-8
x sehari
Jumlah :
Secangkir
kecil
Jenis : Air
putih
3. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain 15
4. Personal toilet (cuci muka, menyisir 5 Frekuensi : 2 x
rambut, gosok gigi) sehari
5. Keluar masuk toilet (mencuci pakaian, 5
menyeka tubuh, menyiram)
6. Mandi 15 Frekuensi : 2 x

2
sehari pada
pagi dan sore
hari sebelum
ashar
7. Jalan dipermukaan datar 15
8. Naik turun tangga 5
9. Mengenakan pakaian 10
10. Kontrol bowel (BAB) 5 Frekuensi : 1 x
sehari
Konsistensi :
padat
11. Kontrol bladder (BAK) 5
12. Olah raga /latihan 5
13. Rekreasi/pemanfaatan waktu luang 5

b. Modifikasi dari Barthel Indeks


Termasuk yang manakah klien ?
Keterangan ;
 130 : Mandiri
 65 – 125 : Ketergantungan
sebagian
 60 : Ketergantungan total

5. Pengkajian Status Mental


Gerontik
a. Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan menggunakan
Short Potable Mental Status Questioner (SPSMQ)
Instruksi :
Ajukan pertanyaan 1 – 10 pada daftar ini dan catat semua jawaban
Catat jumlah kesalahan total berdasarkan 10 pertanyaan.
BENAR SALAH NO PERTANYAAN
 01. Tanggal berapa hari ini ?
 02. Hari apa sekarang ?
 03. Apa nama tempat ini ?
 04. Dimana alamat anda ?
 05. Berapa umur anda ?
 06. Kapan anda lahir ? (minimal tahun lahir)
 07. Siapa presiden Indonesia sekarang ?
 08. Siapa presiden Indonesia sebelumnya ?
 09. Siapa nama ibu anda ?
 10. 20-3 adalah?
∑ =9 ∑ =1

3
Score total Benar : 9
Salah : 1

Interprestasi data
 Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh
 Salah 4 – 5 : Kerusakan intelektual ringan
 Salah 6 – 8 : kerusakan intelektual sedang
 Salah 9 – 10 : Kerusakan intelektual berat

b. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan menggunakan


MMSE ( Mini Mental Status Exam )
Orientasi Kalkulasi
Registrasi Mengingat kembali
Perhatian Bahasa
N ASPEK NILAI NILAI KRITERIA
O KOGNITIF MAKS KLIEN
1. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar
 Tahun : 2016
 Musim : Hujan
 Tanggal : 07
 Hari : Senin
 Bulan : November
2. Orientasi 4 4 Dimana kita sekarang
berada ?
 Negara : Indonesia
 Provinsi : Jawa
Tengah
 Kota : DI
Yogyakarta
 Wisma : Panti
Wreda Harapan Ibu
3. Registrasi 3 3 Sebutkan nama 3 objek
(oleh pemeriksa) 1 detik
untuk mengatakan masing-
masing objek. Kemudian
tanyakan kepada klien 3
objek tadi (untuk
disebutkan)
 Objek : Meja

4
N ASPEK NILAI NILAI KRITERIA
O KOGNITIF MAKS KLIEN
 Objek : Kursi
 Objek : Gorden
Klien mampu
menyebutkan kembali
objek yang
diperintahkan.
4. Perhatian dan 5 5 Minta klien untuk memulai
kalkulasi dari angka 100 kemudian
dikurangi 7 sampai 5
kali/tingkat
 93
 86
 79
 72
 65
Klien dapat menghitung
pertanyaan semuanya
5. Mengingat 3 3 Minta klien untuk
mengulangi ketiga objek
pada No. 2 (registrasi) tadi.
Bila benar, 1point untuk
masing-masing objek.
Klien mampu mengulang
objek yang disebutkan.
6. Bahasa 9 8 Tunjukan pada klien suatu
benda dan tanyakan
namanya pada klien
 (Misal jam tangan)
 (Misal pensil)
Minta klien untuk
mengulang kata berikut “
Tak ada jika, tetapi. Bila
benar 1 point.
 Pertanyaan 2
buah : tak ada, tetapi.
Minta klien untuk
mengikuti perintah berikut
yang terdiri dari 3 langkah

5
N ASPEK NILAI NILAI KRITERIA
O KOGNITIF MAKS KLIEN
” Ambil kertas ditangan
anda, lipat dua dan taruh
dilantai’.
 Ambil kertas
di tangan anda
 Lipat dua
 Taruh
dilantai
Perintahkan pada klien
untuk hal berikut (bila
aktivitas sesuai perintah
point 1)
 ”Tutup mata
anda”.
Perintahkan pada klien
untuk menulis satu kalimat
dan menyalin gambar.
 Tulis satu
kalimat
 Menyalin
gambar
Klien bisa
menyebutkan benda
yang ditunjuk
pemeriksa. Selain itu
klien bisa mengambil
kertas, melipat menjadi
Total Nilai : 28 dua, dan menruh
dibawah sesuai
perintah. Klien

Interpretasi hasil :
 > 23 : Aspek kognitif dari fungsi mental baik
 18 – 22 : Kerusakan aspek fungsi mental ringan
 ≤ 17 : Terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat

6
6. Pengkajian keseimbangan
untuk klien lansia (TINNETI, ME, DAGINTER, SF, 1998)
Pengkajian keseimbangan dinilai dari dua komponen utama dalam
bergerak, dari kedua komponen tersebut dibagi lagi dalam beberapa
gerakan yang perlu diobservasi oleh perawat. Kedua komponen tersebut
adalah :
a. Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
Beri nilai 0 (nol) jika klien tidak menunjukan kondisi dibawah ini, atau
beri nilai 1 (satu) jika klien menunjukan salah satu kondisi dibawah ini
:
 Bangun dari kursi (dimasukan dalam analisis)
Tidak bangun dari duduk dengan satu kali gerakan, tetapi
mendorong tubuhnya ke atas dengan tangan atau bergerak ke
bagian depan kursi terlebih dahulu, tidak stabil pada saat berdiri
pertama kali.
 Duduk ke kursi (dimasukan dalam analisis)
Menjatuhkan diri ke kursi, tidak duduk di tengah kursi.
Keterangan : ( * ) kursi yang keras dan tanpa lengan
 Menahan dorongan pada sternum (pemeriksa mendorong
sternum perlahan-lahan sebanyak 3 kali.
Klien menggerakan kaki, memegang objek untuk dukungan, kaki
tidak menyentuh sisi-sisinya.
 Mata tertutup
Lakukan pemeriksaan seperti diatas tetapi klien disuruh menutup
mata

 Perputaran leher
Menggerakan kaki, menggenggam objek untuk dukungan ; kaki
tidak menyentuh sisi-sisinya ; keluhan vertigo, pusing atau keadaan
tidak stabil.
 Gerakan menggapai sesuatu menggapai
Tidak mampu untuk menggapai sesuatu dengan bahu fleksi
sepenuhnya sementara berdiri pada ujung-ujung kaki, tidak stabil,
memegang sesuatu untuk dukungan.
 Membungkuk
Tidak mampu membungkuk untuk mengambil objek-objek kecil
(misal pulpen) dari lantai, memegang objek untuk bisa berdiri lagi,
memerlukan usaha-usaha multipel untuk bangun.

7
b. Komponen gaya berjalan atau gerakan
Beri nilai 0 (nol) jika klien tidak menunjukan kondisi di bawah ini,
atau beri nilai 1 (satu) jika klien menunjukan salah satu dari kondisi
dibawah ini :
 Minta klien untuk berjalan ke tempat yang ditentukan
Ragu-ragu, tersandung, memegang objek untuk dukungan.
 Ketinggian langkah kaki (Mengangkat kaki saat
melangkah)
Kaki tidak naik dari lantai secara konsisten (menggeser atau
menyeret kaki), mengangkat kaki terlalu tinggi (> 5 cm).
 Kontuinitas langkah kaki (lebih baik diobservasi dari
samping klien)
Setelah langkah-langkah awal, langkah menjadi tidak konsisten,
memulai mengkat satu kaki sementara kaki yang lain menyentuh
lantai.
 Kesimetrisan langkah (lebih baik diobservasi dari samping
pasien)
Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi.
 Penyimpangan jalur pada saat berjalan (lebih baik
diobservasi dari belakang klien)
Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi.
 Berbalik
Berhenti sebelum memulai berbalik, jalan sempoyongan ;
bergoyang, memegang objek untuk dukungan.
Interpretasi hasil :
Jumlahkan semua nilai yang diperoleh klien, dan dapat di
interpretasikan sebagai berikut :
 0 - 5 : Resiko jatuh rendah
 6 – 10 : Resiko jatuh sedang
 11 – 15 : Resiko jatuh tinggi

8
1. Analisa Data
Melakukan interprestasi data data senjang dengan tinjauan patofisiologi
No Data Interprestasi Masalah
Ds : Kaki ini kadang Multifaktor yang menyebabkan Nyeri akut
terasa nyeri kalau terlalu terjadinya penimbunan kristal urat
capek,biasanya kalo
cuaca dingin itu nyerinya Artritis gout pada lutut
terasa sakit sekali seperti
sakit bisul yang tertusuk- Respon psikologis
tusuk.
P :merasa nyeri Ansietas
kalo terlalu capek
Q :seperti di tusuk Respon inflamasi lokal
tusuk
R :patella dextra Konfrensi saraf
dan sinistra
S :klien Nyeri akut
menyatakan skala nyeri 5
dari (0-10)
T :saat beraktivitas
dan cuaca dingin
Do :
1. Klien tampak
meringis
2. klien nampak
memegangi
lututnya yang
sakit, yaitu area
patella dextra
dan sinistra

9
3. nadi klien
meningkat
menjadi
95xpermenit

II. Diagnosa Keperawatan


Diagnosa keperawatan disusun dalam format PES (problem, etiologi,
simtomp or sign). Daftar diagnosa keperawatan disusun berdasarkan
prioritas masalah
N Diagnosa Tanggal Nama Tanda
O Keperawatan Ditemukan Perawat Tangan

1 Nyeri akut berhubungan 07 Perawat Mia


dengan agen pencedera November
fisiologis (inflamasi) 2016
dibuktikan dengan :
Ds : Kaki ini kadang terasa
nyeri kalau terlalu
capek,biasanya kalo cuaca
dingin itu nyerinya terasa
sakit sekali seperti sakit bisul
yang tertusuk-tusuk.
P :merasa nyeri kalo
terlalu capek
Q :seperti di tusuk tusuk
R :patella dextra dan
sinistra
S :klien menyatakan
skala nyeri 5 dari (0-10)
T :saat beraktivitas dan
cuaca dingin
Do :
1. Klien tampak
meringis
2. klien nampak

10
memegangi lututnya
yang sakit, yaitu area
patella dextra dan
sinistra
3. nadi klien meningkat
menjadi 95xpermenit

III. PERENCANAAN
N Diagnosa INTERVENSI
O Keperawatan TUJUAN TINDAKAN RASIONAL
1 Nyeri akut Dalam waktu 1. Observasi 1. Dengan identifikasi
berhubungan 3x24 jam nyeri Identifikasi skala skala nyeri klien
dengan agen klien dapat nyeri diharapkan dapat
pencedera teratasi dengan 2. Terapeutik teratasi.
fisiologis kriteria hasil : Berikan teknik non 2. Dengan diberikan
(inflamasi) 1) Skala nyeri farmakologis untuk teknik non
dibuktikan klien: 0 mengurangi rasa nyeri farmakologis
dengan : 2) Frekuensi nadi 3. Edukasi diharapkan dapat
menjadi Jelaskanpenyebab,per engurangi rasa nyri
Ds : Kaki ini normal 60-80x iode,dan pemicu nyeri klien
kadang terasa permenit 4. Kolaborasi 3. Dengan memberikan
nyeri kalau Pemberian obat penjelasan tentang
terlalu analgetik penyebab nyeri, klien
capek,biasanya diharapkan dapat lebih
kalo cuaca memahami tentang
dingin itu penyakitnya
nyerinya terasa 4. Dengan melakukan
sakit sekali kolaborasi pemberian
seperti sakit obat analgetik
bisul yang diharapkan rasa nyeri
tertusuk-tusuk. klien dapat teratasi
P :merasa
nyeri kalo
terlalu capek
Q :seperti
di tusuk tusuk
R :patella

11
dextra dan
sinistra
S :klien
menyatakan
skala nyeri 5
dari (0-10)
T :saat
beraktivitas dan
cuaca dingin
Do :
4. Klien
tampak
meringi
s
5. klien
nampak
memega
ngi
lututnya
yang
sakit,
yaitu
area
patella
dextra
dan
sinistra
6. nadi
klien
mening
kat
menjadi
95xper
menit

1. Rumusan tujuan mengandung konsep SMART dan mengandung kriteris


indikato diagnosa keperawatan teratasi.
2. Rencana tindakan keperawatan dibuat secara eksplisit dan spesifik
Misal :

12
Monitor tanda – tanda vital setiap 15 menit sampai TTV stabil
Lakukan tehnik distraksi : visual dengan menonton tv saat timbul
keluhan nyeri
3. Rasional
Berisi mekanisme pencapaian hasil melalui tindakan yang dilakuakn
berupa tujuan dri satu tindakan
Salah : distraksi mengurangi nyeri
Benar : distraksi bekerja di cortec serebri dengan mengalihkan persepsi
nyeri pada persepsi objek yang dilihat

IV. PELAKSANAAN DAN EVALUASI FORMATIF


Pelaksanaan implementasi dan dilakukan evaluasi secara formatif setelah
tindakan
JAM DP Tindakan Nama
Tanggal danTanda
Tangan
07 08.00 Nyeri akut 1. Mengidentifikasi skala
November berhubungan nyeri pasien dengan
2016 dengan agen menanyakan intensitas
pencedera nyeri dengan
fisiologis menggunakan visual
(inflamasi) analog scale 0-10
hasil : Pasien mengatakan
intensitas nyerinya berada
di skala 3
2. Memberikan teknik non
farmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri
yaitu dengan memberikan
kompres hangat agar
membantu memperlancar
sirkulasi darah di area
gout athritis
Hasil : Pasien mengatakan
nyeri agak berkurang
setelah dilakukan
kompres hangat
3. Menjelaskan penyebab,
periode, dan pemicu nyeri

13
yaitu menjelaskan kepada
pasien agar menghindari
hal-hal yang
menyebabkan kedinginan
salah satunya mencuci
baju, mandi di sore ata
malam hari , mandi
dengan air dingin ,tidak
memakan yang
mengandung kadar purin
tinggi seperti
jeroan,makanan laut dan
kacang kacangan
Hasil : Klien mengatakan
sudah memahami apa
yang perawat sampaikan
dan akan mencoba untuk
melakukan semua itu
perlahan lahan
4. Melakukan kolaborasi
obat analgetik golongan
NSAID Aspirin 3 mg 3x1
sehari
Hasil : Klien mengatakan
masih terasa nyeri di
daerah kaki dan tangan

V. EVALUASI SUMATIF
Evaluasi terdiri dari evaluasi sumatif dan formatif
1. Evaluasi formatif dituliskan sebagai hasil dari suatu tindakan yang
dicatat dalam format implementasi

14
2. Evaluasi sumatif berupa pemecahan masalh diagnosa keperawatam
dalam bentuk catatan perkembangan (SOAPIER) yang dibuat bila :
1. Kerangka waktu di tujuan tercapai
2. Diagnosa tercapai sebelum waktu di tujuan
3. Terjadi perburukan kondisi
4. Muncul masalah baru

Tanggal DP Evaluasi Sumatif Nama danTanda


Tangan

07 Nyeri akut S : klien masih mengeluh


Novembe berhubungan nyeri dengan skala nyeri 3
r 2016 dengan agen dari 0-10
pukul pencedera O : frekuensi nadi 90x
14.00 wib fisiologis permenit
(inflamasi) A : masalah belum teratasi
dibuktikan P: lanjutkan Intervensi
dengan : 1. Berikan teknik non
Ds : Kaki ini farmakologis untuk
kadang terasa mengurangi rasa nyeri
nyeri kalau (kompres hangat)
terlalu 2. Jelaskan
capek,biasanya penyebab,periode,dan
kalo cuaca pemicu nyeri
dingin itu 3. Pemberian obat
nyerinya terasa analgetik
sakit sekali
seperti sakit
bisul yang
tertusuk-tusuk.
P :merasa
nyeri kalo terlalu
capek
Q :seperti
di tusuk tusuk
R :patella
dextra dan
sinistra
S :klien
menyatakan
skala nyeri 5

15
dari (0-10)
T :saat
beraktivitas dan
cuaca dingin
Do :
1. Klien tampak
meringis
2.klien nampak
memegangi
lututnya yang
sakit, yaitu area
patella dextra
dan sinistra
3. nadi klien
meningkat
menjadi
95xpermenit

16