Anda di halaman 1dari 7

Pemeriksaan fisik bayi baru lahir:

1. Mengecek catatan medis dan perawatan


2. Cuci tangan
3. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan
Alat dan Bahan
1.   Timbangan bayi
2.   Stetoskop
3.   Penlight
4.   Termometer
5.   Pita ukur
6.   Kain bedong
7.   Baju bayi
8.   Popok bayi
9.   Kerincingan bayi
10.  Format pemeriksaan fisik
11.  Dokumentasi

4. Pemeriksaan awal

a. Menimbang berat badan bayi menggunakan timbangan :BB normal (2.500-4000 gr)

b. Mengukur Panjang Badan bayi, PB normal bayi adalah (48 cm-53 cm)

c. Mengukur Lingkar kepala bayi menggunakan pita ukur, LK normal bayi adalah (33cm-35 cm)

d. Mengukur Lingkar dada bayi, Lingkar dada bayi normal adalah (30,5 cm-33 cm)

5. Pengukuran TTV

a. Ukur tekanan darah bayi, Tekanan darah normalnya adalah(65/41 mmHg)

b. mengukur tekanan nadi bayi menggunakan stetoskop, Nadi normalnya adalah120-140 kali/
menit
c. menghitung pernafasan bayi dalam waktu satu menit, Respirasi normalnya30-6- kali/ menit

d. Mengukur suhu tubuh bayi menggunakan thermometer, normalnya suhu pada bayi adalah 36,4
derajat C- 37,2 derajat C

6.Postur
Cara: Letakkan bayi dalam posisi tengkurap, raba sepanjang tulang belakang untuk mencari ada
tidaknya kelainan tulang belakang, seperti kifosis (melengkung kebelakang) dan lordosis
(melengkung kedepan)

7.Pemeriksaan kulit:

Cara:
1. Lakukan inpeksi ada tidaknya vernik kaseosa( zat yang bersifat seperti lemak yang
berfungsi sebagai pelumas atau sebagai isolasi panas yang akan menutupi bayi yang
cukup bulan)
2. Lakukan inspeksi ada tidaknya lanugo (rambut halus yang terdapat pada punggung bayi)
3. Lakukan inspeksi pada kulit bayi untuk melihat warna kulit bayi, kulit bayi yang normal
biasanya bewarna merah dan hangat
4. Periksa juga ada tidaknya tanda lahir pada bayi, ini umumnya bersifat normal

8. Periksa bentuk kepala Lingkar kepala normalnya (33-35 cm)

Caranya:

1. Lakukan inspeksi pada daerah kepala


2. Lakukan penilaian pada bagian tersebut dengan cara mempalpasi bagian kepala
diantaranya:
a. Molding: bentuk kepala tumpang tindih dan normal setelah beberapa hari

b. Ada tidaknya Caput susedaneum : yaitu edema pada kulit kepala, lunak dan tidak
berfiuktasi,batasnya tidak tegas, dan menyebrangi sutura (jaringan yang menghubungkan
tulang tengkorak bayi yang belum menyatu) serta akan hilang dalam beberapa hari.
c. Ada tidaknya Cepalohemathom: yang terjadi sesaat setelah lahir dan tidak tanpak pada
hari pertama karena tertutup oleh caput succedaneum. Cirinya konsestasi lunak, berbatas
tegas pada tepi tulang tengkorak. Cephal haematum dapat hilang sempurna dalam waktu
2-6 bulsn.

d. Palpasi bagian ubun ubun, apakah terdapat luka

9. Telinga

Cara:
1. Bunyikan bel atau suara, apabila terjadi reflek terkejut makan pendengarannya baik,
kemudian apabila tidak terjadi reflex maka kemungkinan akan terjadi gangguan
pendengaran.
2. Inpeksi posisi telinga dan bentuknya, pada bayi cukup bulan tulang rawan sudah matang
daun telinga berbentuk sempurna. daun telinga yang letaknya rendah biasanya terdapat
pada bayi yang mengalami sindrome tertentu.
3. Inpeksi keadaan lubang telinga apakaha ada kotoran yang menyumbat

10. Mata

Cara:
1. Lakukan inpeksi daerah mata
2. Perhatikan posisi kedua mata, perhatikan ada tidaknya gangguan pada mata seperti
strabismus (kondisi gerakkan mata yang tidak sempurna), dengan cara menggoyang
kepala secara perlahan-lahan sehingga mata bayi akan terbuka
Normalnya : kudua mata simetris
3. Inpeksi pada daerah pupil bayi apakah terdapat pupil yang bewarna putih, normalnya
pupil bayi bewarna hitam cerah.

4. Perhatikan Gerakan Mata: dengan cara menyentuh daerah kelopak mata. refleks kornea
sebagai respon sentuhan, refleks berkedip, reflek rudimeter dengan cara mendekatkan
objek pada mata, bayi dengan reflek bagus biasanya akan berkedip
11.Wajah

Periksa bagian wajah adakah kelainan bentuk dan inpeksi kesimetrisan wajah bayi

12. Hidung

Caranya:

1. Amati pola pernafasan, apabila bayi bernafas melalui mulut maka kemungkinan bayi
mengalami obstruksi jalan nafas karena adanya atresia koana bilateral. Amati apakah
adanya penafasan cuping hidung, jika ada biasanya terdapat gangguan pada paru paru
2. Amati mukosa lubang hidung,kebersihan, kesimetrisan apabila terdapat secret dan
berdarah, normalnya lubang hidung bayi bersih

13. Mulut

Caranya:
1. Inpeksi kesimetrisan dari mulut bayi apakah terdapat kelainan seperti bibir sumbing dll.,
inpeksi kebersihannya.
2. Amati warna dan kemampuan reflex menghisap
3. Periksa adanya keutuhan langit-langit terutama pada persambungan antara palatum keras
dan lunak

14. Leher

Caranya:
Amati pergerakkan leher apabila terjadi keterbatasan makan kemungkinan terjadinya kelainan
pada tulang leher.
Kondisi normalnya adalah: biasanya pada waktu bayi jatuh tertidur atau dalam keadaan tidur,
dengan cepat bayi akan memutar kepalanya kearah satu sisi (Tonick neck)
15. Dada

Caranya:
1. Lakukan inpeksi bentuk dada
2. Lakukan inpeksi terikan dinding dada dan abdomen normalnya dinding dada dan
abdomen akan bergerak secara bersamaan dengan cara letakkan kedua telapak tangan
mendatar pada bagian dada dengan meletakkan kedua ibu jari berada pada garis tengah
sepanjang pinggir iga bagian bawah paru.
3. Lakukan auskultasi paru dan jantung dengan menggunakan stetoskop untuk menilai
frekuensi, dan suara napas/jantung. Secara normal frekuensi denyut jantung antara 120-
160x/menit.
16. Perut

Caranya:

1. Lakukan inspeksi bentuk abdomen. Apabila abdomen membuncit kemungkinan


disebabkan oleh cairan di dalam rongga perut dan adanya kembung.
2. Inpeksi bagian penonjolan sekitar tali pusat apabila bayi menangis
3. Inpeksi apakah adanya pendarahan didaerah tali pusat

17. Genetalia

Caranya:
1. Inpeksi pada genetalia wanita seperti keadaan labia mayora, dan labia minora. Normalnya
pada bayi cukup bulan labia mayora menutupi labia minora
2. Inpeksi ada tidaknya Pseudomenstruation( bercak darah atau mukoid, hal ini terjadi
karena pengaruh hormon ibu)
3. Inpeksi pada bagian genetalia pria bagian scrotum. Normalnya scrotum besar
4. Inpeksi bagian rugae (pigmentasi yang lebih gelap)
5. Perhatikan ada tidaknya Kelaina seperti Hipospadia: kondisi tidak normal dimana lubang
kencing penis dibawah dan bukan diujung dan epispadia: dimana lubang kencing
terdapat dibagian sisi atas penis
6. kaji apakah testis sudah turun
18. Ekstermitas

Caranya:
1. Inpeksi bagian ekstermitas untuk mengetahui adanya kelemahan kelumpuhan dan
kelainan bentuk jari kaki dan jari tangan
2. Inspeksi : Kebersihan kuku dan jari, simetris kanan-kiri, jumlah kuku dan jari

3. Kaji reflek grasp (mengenggam) : apabila telapak tangan (palmar) atau telapak kaki
(plantar) bayi disentuh maka bayi akan memberikan reaksi fleksi atau mengenggam

19. Anus

Kaji apakah memiliki lubang anus atau tidak, kaji dengan memasukkan thermometer rekatl pada
anus bayi, kaji reflek spingter ani.

20. Refleks:

Babinski:

Normal positif pada bay baru lahir

Cara: gores sisi lateral telapak kaki dimulai dari tumit kearah atas menuju jari sepanjang telapak
kaki

respon: semua jari hiperekstensi dengan ibu jari dorsofleksi

Moro:

cara: gendong bayi dalam setengah duduk, biarkan kepala dan badan jatuh kebelakang dengan
sudut sedikitnya 30 derajat

tempatkan bayi ditempat yang datar dan hentakkan tempatnya

respon: abduksi dan ekstensi simetris lengan, jari mengembang seperti kipas dan membentuk
huruf C dengan ibu cari dan telunjuk
menghisap:

Cara: sentuh bibir pupi bayi dengan puting

respon bayi memasukkan puting dan menghisap

Rooting: membuka mulut

cara: sentuh bibir, pipi atau sudut mulut pada bayi

respon: bayi menoleh kearah stimulus dan membuka mulut

Menggenggam:

Cara: tempatkan jari pada telapak tangan

Respon: jari bayi akan menggenggam pemeriksa dan jari kaki menggenggam kebawah