Anda di halaman 1dari 4

Wanaparwa

Kitab Wanaparwa merupakan kitab ketiga dari seri Astadasaparwa. Kitab Wanaparwa
menceritakan kisah pengalaman para Pandawa bersama Dropadi di tengah hutan.

Yudistira yang merasa paling bertanggung jawab atas apa yang menimpa keluarga dan negaranya
berusaha untuk tetap tabah dalam menjalani hukuman. Ia sering berselisih paham dengan Bima
yang ingin kembali ke Hastinapura untuk menumpas para Korawa. Meskipun demikian, Bima
tetap tunduk dan patuh terhadap perintah Yudistira supaya menjalani hukuman sesuai perjan ,
Droupadi menangis dan menceritakan penghinaan yang diterimanya. Saat itulah Krisna
bersumpah bahwa siapapun yang terlibat dipenghinaan itu akan menerima ganjarannya secara
berdarah-darah dan ia akan membantu Pandawa setiap harinya

Dhrishtadyumna menambahkan,’Aku akan membunuh Drona, Srikandi akan membunuh Bisma,


Bhima akan membunuh Duryodana, Dursasana dan adik-adiknya, Arjuna akan membunuh karna
si anak kusir itu!’

Atas saran Rsi Byasa, Arjuna bertapa di gunung Himalaya agar memperoleh senjata sakti yang
kelak digunakan dalam Bharatayuddha. Kisah Sang Arjuna yang sedang menjalani masa bertapa
di gunung Himalaya menjadi inspirasi untuk menulis Kakawin Arjuna Wiwaha.

Arjuna memilih lokasi bertapa di gunung Indrakila. Dalam usahanya, ia diuji oleh tujuh bidadari
yang dipimpin oleh Supraba, namun keteguhan hati Arjuna mampu melawan berbagai godaan
yang diberikan oleh para bidadari. Indra turun di tempat Arjuna bertapa sambil menyamar
sebagai seorang pendeta. Dia bertanya kepada Arjuna, mengenai tujuannya melakukan tapa di
gunung Indrakila. Arjuna menjawab bahwa ia bertapa demi memperoleh kekuatan untuk
mengurangi penderitaan rakyat, serta untuk menaklukkan musuh-musuhnya, terutama para
Korawa yang selalu bersikap jahat terhadap para Pandawa. Setelah mendengar penjelasan dari
Arjuna, Indra menampakkan wujudnya yang sebenarnya. Dia memberikan anugerah kepada
Arjuna berupa senjata sakti.

Setelah mendapat anugerah dari Indra, Arjuna memperkuat tapanya ke hadapan Siwa. Siwa yang
terkesan dengan tapa Arjuna kemudian mengirimkan seekor babi hutan berukuran besar. Ia
menyeruduk gunung Indrakila hingga bergetar. Karena ia melihat seekor babi hutan sedang
mengganggu tapanya, maka ia segera melepaskan anak panahnya untuk membunuh babi
tersebut. Karena kesaktian Sang Dewa, kedua anak panah yang menancap di tubuh babi hutan
itu menjadi satu.

Pertengkaran hebat terjadi antara Arjuna dan Siwa yang menyamar menjadi pemburu. Mereka
sama-sama mengaku telah membunuh babi hutan siluman, namun hanya satu anak panah saja
yang menancap, bukan dua. Saat Arjuna menujukan serangannya kepada si pemburu, tiba-tiba
orang itu menghilang dan berubah menjadi Siwa. Arjuna meminta ma’af kepada Sang Dewa
karena ia telah berani melakukan tantangan. Siwa tidak marah kepada Arjuna, justru sebaliknya
ia merasa kagum. Atas keberaniannya, Siwa memberi anugerah berupa panah sakti bernama
“Pasupati”

Suatu ketika para Korawa datang ke dalam hutan untuk berpesta demi menyiksa perasaan para
Pandawa. Namun, mereka justru berselisih dengan kaum Gandharwa yang dipimpin Citrasena.
Dalam peristiwa itu Duryodana tertangkap oleh Citrasena. Akan tetapi, Yudistira justru
mengirim Bima dan Arjuna untuk menolong Duryodana. Akhirnya kedua Pandawa itu berhasil
membebaskan Duryodana. Niat Duryodana datang ke hutan untuk menyiksa perasaan para
Pandawa justru berakhir dengan rasa malu luar biasa yang ia rasakan.

Bukan Cuma itu saja, para Brahmana banyak berkunjung dan memberikan wejangan selama 12
tahun ini, ada Brahmana Lomasa, Maitreya, markandeya dll

Pandawa mendapat anugerah dari Dewa Surya yaitu kendaraan Akshayapatra yang selalu
membawa makanan yang lebih dari cukup untuk mereka dan para tamu mereka di setiap harinya.
 Kesimpulan: kitab wanaparwa merupakan kitab ke 3 dari Astadasaparwa dimana
dalam kitab wanaparwa ini menceritakan sebuah kisah pengalaman para pandawa
bersama drupadi di tengah hutan. Selain itu dalam kisah wanaparwa juga
menceritakan pertengkaran hebat yang terjadi Antara Arjuna dan Dewa Siwa
ketika beliau menyamar menjadi pemburu dan berakhir dengan pemberian
anugrah Dewa Surya kepada para Pandawa.

TUGAS AGAMA HINDU


WANA PARWA

OLEH :
NAMA : NI PANDE MADE AYU TRIAWIDYA
NOMOR : 26
KELAS : IX I

SMP NEGERI 1 BANGLI


TAHUN AJARAN 2018/2019