Anda di halaman 1dari 18

Nama : Imelda Putri Pangestu

NIM : 20170703042042

Kelas : Akuntansi Syari’ah (B)

PENGANGGARAN

1. Materi Penyusunan Anggaran Jualan dan Produk


Contoh I:
Rencana penjualan tahun 2015 PT Awi adalah 15.000 unit

Bulan Tingkat Penjualan


Januari 800 Unit
Februari 700 Unit
Maret 1.700 Unit
April 1.500 Unit
Mei 1.300 Unit
Juni 1.100 Unit
Juli 1.600 Unit
Agustus 1.500 Unit
September 1.200 Unit
Oktober 1.100 Unit
November 1.000 Unit
desember 1.500 Unit
15.000 Unit
Sedangkan perkiraan tingkat persediaan adalah:
 Persediaan awal tahun : 3.000 Unit
 Persediaan akhir tahun : 2.000 Unit

Penyelesaian:

Dari data diatas anggaran produksinya adalah sebagai berikut:

Penjualan 1 tahun 15.000


Penjualan akhir tahun 2.000

Kebutuhan 1 tahun 17.000


Persediaan awal 3.000

Jumlah yang harus diproduksi 20.000


Contoh II:

PT Wirda adalah perusahaan yang membuat sepatu, berikut data penjualan 3 bulan
terakhir. Tantukan penjualan bulan april dengan metode rata-rata bergerak!

Bulan Penjualan (Kuantitas)


Januari 3.000
Februari 3.200
Maret 3.500
Penyelesaian:

Penjualan bulan april = 3.000 + 3.200 + 3.500

= 3.233

Bulan Penjualan (Kuantitas)


Januari 3.000
Februari 3.200
Maret 3.500
April 3.233
2. Materi Penyusunan Anggaran Bahan Baku dan Keuangan

Contoh I:

PT Wirda memproduksi 2 macam barang, yaitu barang Y dan barang Z dengan


menggunakan bahan baku A, B, dan C. Rencana produksi 6 bulan mendatang adalah :

Bulan Y Z
Januari 11.000 8.000
Februari 12.000 9.000
Maret 10.000 8.000
April 13.000 7.000
Mei 12.000 10.000
Juni 14.000 10.000

Standar penggunaan bahan baku adalah:

Barang Bahan Baku


A B C
Y 2 3 3
Z 3 2 1

Harga setiap unit masing-masing jenis bahan baku mentah adalah:

 A = Rp.50
 B = Rp.60
 C = Rp.70

Pertanyaan:

Susunlah anggaran kebutuhan bahan mentah untuk PT Wirda pada periode Januari – Juni!

Penyelesaian:

Anggaran Kebutuhan Bahan Baku

PT Wirda

Produksi Bahan Mentah A Bahan Mentah B Bahan Mentah C


SP Kebutuhan SP Kebutuhan SP Kebutuhan
Barang Y
Januari 11.000 2 22.000 3 33.000 3 33.000
Februari 12.000 24.000 36.000 36.000
Maret 10.000 20.000 30.000 30.000
April 13.000 26.000 39.000 39.000
Mei 12.000 24.000 36.000 36.000
Juni 14.000 28.000 42.000 42.000
Jumlah 72.000 144.000 216.000 216.000
Barang Z
Januari 8.000 3 24.000 2 16.000 1 8.000
Februari 9.000 27.000 18.000 9.000
Maret 8.000 24.000 16.000 8.000
April 7.000 21.000 14.000 7.000
Mei 10.000 30.000 20.000 10.000
Juni 10.000 30.000 20.000 10.000
Jumlah 52.000 156.000 104.000 52.000
Jumlah 300.000 320.000 268.000
Kebutuha
n

Contoh II:

Anggaran pembelian bahan baku PT Wirda adalah sebagai berikut :

Kebijakan persediaan bahan baku A:

 Persediaan awal 200 unit.


 Persediaan akhir ditetapkan 20% dari kebutuhannya.
 Harga beli Rp. 15.000 / unit.

Kebijakan persediaan bahan baku B:

 Persediaan awal 75 unit.


 Persediaan akhir ditetapkan 20% dari kebutuhannya.
 Harga beli Rp. 3000 / unit.

Pertanyaan:

Dari data diatas susunlah anggaran pembelian bahan baku A dan B pada PT Wirda!

Penyelesaian:

Anggaran Pembelian Bahan Baku A

PT Wirda

Triwula A Pembelian
n Kebutuhan Pers. Tot. Pers. Q Harga Jumlah
Akhir Keb Awal
I 1.070 214 1.284 200 1.084 15.000 16.260.000
II 1.860 372 2.232 214 2.018 15.000 30.270.000
III 1.650 330 1.980 372 1.608 15.000 24.120.000
IV 1.290 258 1.548 330 1.218 15.000 18.270.000
Setahun 5.870 258 6.128 200 5.928 - 88.920.000

Anggaran Pembelian Bahan Baku B


PT Wirda

Triwula B Pembelian
n Kebutuhan Pers. Tot. Keb Pers. Q Harga Jumlah
Akhir Awal
I 802,5 160,5 963,0 75,0 888,0 3.000 2.664.000
II 1.395,0 279,0 1.674,0 160,5 1.513,5 3.000 4.540.000
III 1.237,5 247,5 1.485,0 279,0 1.206,0 3.000 3.618.000
IV 967,5 193,5 1.161,0 247,5 913,5 3.000 2.740.000
Setahun 4.402,5 193,5 4.596,0 75,0 4.521,0 - 13.563.000
3. Materi Penyusunan Anggaran Pitang dan Kas

Contoh I:

Realisasi anggaran PT Awi adalah sebagai berikut :

Desember 2005 Rp 70.000

Januari 2006 Rp 75.000

Februari 2006 Rp 80.000

Maret 2006 Rp 85.000

Syarat pembayaran 70% tunai, 30% kredit, dan 1% di taksir tidak tertagih.

Penyelesaian:

Penyusunan Anggaran Piutang:

Perhitungan piutang usaha

Januari = 30% x Rp 75.000 = Rp 22.500

Februari = 30% x Rp 80.000 = Rp 24.000

Maret = 30% x Rp 85.000 = Rp 25.500

Perhitungan piutang usaha tak tertagih

Desember = 1% x Rp 70.000 = Rp 700

Januari = 1% x Rp 75.000 = Rp 750

Februari = 1% x Rp 80.000 = Rp 800

Maret = 1% x Rp 85.000 = Rp 850

Cadangan penghapusan piutang

Januari = Rp 700 + Rp 750 = Rp 1.450

Februari = Rp 750 + Rp 800 = Rp 1.550

Maret = Rp 800 + Rp 850 = Rp 1.650

Perhitungan anggaran piutang bersih

Januari = 29% x Rp 75.000 = Rp 21.750

Februari = 29% x Rp 80.000 = Rp 23.200

Maret = 29% x Rp 85.000 = Rp 24.650


PT Awi
Anggaran Piutang
Triwulan pertama 2015

Keterangan Januari Februari Maret


Piutang Usaha Rp 22.500 Rp 24.000 Rp 25.500
Cadangan Rp 1.450 Rp 1.550 Rp 1.650
penghapusan
Piutang usaha bersih Rp 21.750 Rp 23.200 Rp 24.650

Contoh II:

Perusahaan A dengan data tahun depan sebagai berikut:

1. Sumber pemasukan kas terdiri dari:


- Penjualan tunai
- Penjualan kredit
- Penjualan aktiva tetap
2. Penjualan tiap triwulan tahun depan:

Tw I = Rp 7.000.000
Tw II = Rp 6.000.000
Tw III = Rp 8.000.000
Tw IV = Rp 10.000.000

3. Penjualan tunai pada tahun depan:

Tw I = Rp 2.300.000
Tw II = Rp 2.100.000
Tw III = Rp 2.200.000
Tw IV = Rp 2.500.000

4. Penerimaan pembayaran piutang tahun depan:

Tw I = Rp 3.000.000
Tw II = Rp 4.700.000
Tw III = Rp 3.900.000
Tw IV = Rp 5.800.000

5. Penjualan aktiva tetap pada Tw I sebesar Rp 2.500.000


6. Pengeluaran kas terdiri dari:
- Biaya operasional 75% dari nilai penjualan
- Pembelian aktiva pada triwulan I sebesar Rp 5.000.000

Dari data diatas susunlah anggaran kas sementara per triwulan tahun depan!
Penyelesaian:

1. Penerimaan Kas

Keterangan TW I TW II TW III TW IV
Penjualan Tunai Rp 2.300.000 Rp 2.100.000 Rp 2.200.000 Rp2.500.000
Piutang Rp 3.000.000 Rp 4.700.000 Rp 3.900.000 Rp5.800.000
Penj Aktiva Tetap - - - -
JUMLAH Rp 7.800.000 Rp 6.800.000 Rp 6.100.000 Rp8.300.000

2. Anggaran Pengeluaran Kas

Keterangan TW I TW II TW III TW IV
Biaya Operasional Rp 5.250.000 Rp 4.500.000 Rp 6.000.000 Rp7.500.000
Pemb. Aktiva Rp 5.000.000 - - -
JUMLAH Rp10.250.000 Rp 4.500.000 Rp 6.000.000 Rp7.500.000

3. Anggaran Kas Sementara

Keterangan TW I TW II TW III TW IV
Saldo Awal - - Rp 2.300.000 Rp2.400.000
Penerimaan Kas Rp7.800.000 Rp6.800.000 Rp6.100.000 Rp8.300.000
Jumlah Rp7.800.000 Rp6.800.000 Rp 8.400.000 Rp10.700.000
Pengeluaran Kas Rp10.250.000 Rp4.500.000 Rp 6.000.000 Rp7.500.000
Saldo Akhir -Rp2.450.000 Rp2.300.000 Rp2.400.000 Rp3.200.000
4. Materi Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang dan Jasa

Contoh I:

PT. Awi secara terpisah memiliki unit usaha sampingan menjual dua jenis minuman
kemasan, yaitu It’s Tea seharga Rp 6.000 per botol dan Teh Kotak seharga Rp 5.000 per
kotak. Berikut ini dikumpulkan data – data yang relevan untuk penyusunan anggaran triwulan
I tahun 2020 :

1.   Anggaran penjualan (unit) triwulan I tahun 2020 yaitu :


Bulan It’s Tea Teh Kotak
Januari 300 200
Februari 100 400
Maret 400 500

2.   Persediaan untuk masing – masing minuman kemasan :


Persediaan It’s Tea Teh Kotak
01 Januari 100 100
01 Februari 50 200
01 Maret 200 250
31 Maret 150 200
3.  Selama triwulan I, diperkirakan harga beli setiap jenis minuman kemasan tidak berubah,
sesuai dengan harga lama yaitu Rp 4.000 per botol untuk produk It’s Tea dan Rp 2.000 per
kotak untuk produk Teh Kotak.
4. Perkiraan beban operasional tetap bulanan yaitu sebesar Rp 1.000.000 dan beban
operasional variabel rata – rata Rp 500 per kemasan total (unit) minuman yang terjual.
Beban operasional dibayarkan pada bulan yang bersangkutan secara tunai.
5.  Semua penjualan dilakukan tunai, sedangkan kegiatan pembelian dilakukan secara kredit
(n/30) dengan pola pembayarannya :
1)  Sebesar 50% dibayar pada bulan pembelian diperiode potongan
2)  Sebesar 30% dibayar pada bulan pembelian di luar periode potongan
3)  20% dibayar pada satu bulan setelah bulan pembelian
6.   Saldo awal kas pada bulan Januari 2020 sebesar Rp 40.000.000

Penyelesaian:
1.   Anggaran penjualan minuman kemasan secara rinci triwulan I tahun 2020
Bulan It’s Tea Tea Kotak Total
Q P T Q P T
Januari 300 Rp6.000 1.800.000 200 Rp5.000 1.000.000 2.800.000
February 100 Rp6.000 600.000 400 Rp5.000 2.000.000 2.600.000
Maret 400 Rp6.000 2.400.000 500 Rp5.000 2.500.000 4.900.000
Jumlah 800 4.800.000 1.100 5.500.000 10.300.000

2.   Anggaran pembelian masing - masing minuman kemasan triwulan tahun 2020
Bulan It’s Tea total
Januari Feb Maret
Penjualan 300 100 400 800
Persediaanakhir 50 200 150 400
Persediaan awal 100 50 200 350
Pembelian 250 250 350 850
Harga beli 4.000 4.000 4.000 4000
Jumlah 2.000.000 2.000.000 1.400.000 5.400.000

Bulan Teh Kotak total


Jan feb maret
Penjualan 200 400 500 1.100
Persediaanakhir 200 250 200 650
Persediaanawal 100 200 250 550
Pembelian 300 450 450 1.200
Hargabeli 2.000 2.000 2.000 2.000
jumlah 600.000 900.000 900.000 2.400.000

3.   Anggaran harga pokok penjualan minuman kemasan triwulan I tahun 2020
Bulan It’s Tea Teh Kotak Total
Q P(Rp.) T Q P(Rp.) T
January 300 4.000 1.200.00 200 2.000 400.000 1.600.000
0
February 100 4.000 400.000 400 2.000 800.000 1.200.000
Maret 400 4.000 1.000.00 500 2.000 1.000.00 2.000.000
0 0
jumlah 800 2.600.00 1.100 2.200.00 4.800.000
0 0

4.   Anggaran beban operasional triwulan I tahun 2020


Bulan Biayatetap Biaya variable Total
(Rp./bulan) (Rp./unit)
Januari 1.000.000 250.000 1.250.000
Februari 1.000.000 250.000 1.250.000
Maret 1.000.000 450.000 1.450.000
jumlah 3.000.000 950.000 3.950.000
5.   Anggaran laporan laba rugi periode triwulan I tahun 2020
Keterangan Me tea Tehbotol Total (Rp.)
Penjualan 4.800.000 5.500.000 10..300.000
Harga Pokok 3.200.000 2.200.000 5.400.000
Penjualan
LabaKotor 1.600.000 3.300.000 4.900.000
BebanOperasional 3.950.000
LabaBersih 950.000

6.   Anggaran kas pada triwulan I di tahun 2020


Pola Anggaran Pengeluaran Kas PT. Lylo
Pembayaran untuk pembelian bulan januari
Januari 50% x 1.600.000 800.000
Januari 30% x 1.600.000 480.000
Februari 20% x 1.600.000 320.000

Pembayaran untuk pembelian bulan February


February 50% x 1.900.000 950.000
February 30% x 1.900.000 570.000
Maret 20% x 1.900.000 380.000

Pembayaran untuk pembelian bulan maret


Maret 50% x 2.300.000 1.150.000
Maret 30% x 2.300.000 600.000
April 20% x 2.300.000 460.000

keterangan Januari Februari Maret


SaldoAwal 40.000.000 40.270.000 39.970.000
Total Penerimaan 2.500.000 1.000.000 4.500.000
kas
Jumlah kas tersedia 42.800.000 42.270.000 44.370.000
Pengeluaran Kas:
Pembelian 1.180.000 1.840.000 2.220.000
Beban Operasional 1.250.000 1.250.000 1.250.000
Total 2.530.000 3.050.000 3.670.000
pengeluarankas
Saldo akhir 40.230.000 39.870.000 41.100.000

Contoh II:
Perusahaan jasa parkir melayani parkir mobil dan sepeda motor pada bulan Januari 2015.
Tarif parkir perunit mobil sebesar Rp200 dan tarif parkir per unit sepedamotor
Rp100.Biaya tetap sebulan berupa:
Gaji pegawai dan transport Rp. 15.000
Sewa tempat parkir Rp. 20.000
Total Rp. 35.000
Biaya variabel per unit mobil berupa biaya komisi Rp100
Biaya variabel per unit sepeda motor berupa biaya komisiRp75
Kapasitas untuk parker mobil 3.000 buah dan untuksepeda motor 2.000 buah
Dari data tersebut, berapa unit mobil dan sepeda motordiparkir dalam sebulan jika
dikatakan perusahaan jasaparkir:
a. Tidak menderita rugi, tetapi juga tidak memperoleh laba (impas)
b. Memperoleh laba Rp7.000
c. Anggaran variable pada tingkat parker mobil dan sepeda motor sebulan sebanyak
400 unit,500 unit, dan 600 unit.
d. Memperoleh margin laba 20%

Penyelesaian:
Proporsi Parkir:
Mobil = 3.000 : 5.000 = 60%
Sepeda Motor = 2.000 : 5.000 = 40%
Margin kontribusi per unit:
Mobil = Rp200 – Rp100 = Rp100
Sepeda Motor = Rp100 – Rp75 = Rp25
a. Perusahaan jasa parkir tidak menderita rugi, tetapi juga tidak memperoleh laba
dalam
sebulan:
35.000
` (Rp100x60%) +(Rp25x40%)
= 500 unit mobil dan sepeda motor
Dengan demikian, harus diparkir dalam sebulan:
Mobil 60% x 500 unit = 300 unit
Sepeda motor 40% x 500 unit = 200 unit
Mobil dan sepeda motor = 500 unit
Bukti perhitungan laba rugi:
Pendapatan parkir mobil 300 unit x Rp200 = Rp. 60.000
Pendapatan parkir sepeda motor 200 unit x Rp100 = Rp. 20.000
Pendapatan parkir sebulan = Rp. 80.000
Biaya variabel mobil 300 unit x Rp100 = Rp. 30.000
Biaya variabel sepeda motor 200 unit x Rp75 = Rp. 15.000
Biaya variabel sebulan = Rp. 45.000
Margin kontribusi sebulan = Rp. 35.000
Biaya tetap sebulan = Rp. 35.000
Laba = Rp. 0

b. Perusahaan jasa parkir memperoleh laba sebulanRp7.000

Rp. 35.000 + Rp.7000


` (Rp100x60%) +(Rp25x40%)
= 600 unit mobil dan sepeda motor
Dengan demikian, harus parkir dalam sebulan:
Mobil 60% x 600 unit = 360 unit
Sepeda motor 40% x 600 unit = 240 unit
Mobil dan sepeda motor = 600 unit
Bukti perhitungan laba rugi:
Pendapatan parkir mobil 360 unit x Rp200 = Rp. 72.000
Pendapatan parkir sepeda motor240 unit x Rp100 = Rp. 24.000
Pendapatan parkir sebulan = Rp. 96.000
Biaya variabel mobil 360 unit x Rp100 = Rp. 36.000
Biaya variabel sepeda motor 240 unit x Rp75 = Rp. 18.000
Biaya variabel sebulan = Rp. 54.000
Margin kontribusi sebulan = Rp. 42.000
Biaya tetap sebulan = Rp. 35.000
Laba = Rp 7.000
c. Anggaran variabel sebulan
Perusahaan Jasa Parkir
Anggaran Variabel Laba Rugi
Kapasitas 400 unit – 600 unit
(selisih kapasitas 100 unit)
Bulan berakhir 31 Januari 2006
Keterangan Tingkat Parkir Mobil danSepeda Motor
1. Proporsi parker 400 unit 500 unit 600 unit
Mobil 60% 240 unit 300 unit 360 unit
Sepeda motor 40% 160 unit 200 unit 240 unit
2. Pendapatan Parkir Rp64.000 Rp80.000 Rp96.000
Mobil per unit Rp200 Rp48.000 Rp60.000 Rp72.000
Sepeda motor per unit Rp100 Rp16.000 Rp20.000 Rp24.000
3. Biaya variable Rp36.000 Rp45.000 Rp54.000
Mobil per unit Rp100 Rp24.000 Rp30.000 Rp36.000
Sepeda motor per unit Rp75 Rp12.000 Rp15.000 Rp18.000
4. Margin kontribusi (2-3) Rp28.000 Rp35.000 Rp42.000
5. Biaya tetap Rp35.000 Rp35.000 Rp35.000
6. Laba / Rugi (4-5) (Rp7.000) 0 Rp7.000

5. Penyusunan Anggaran Jangka Panjang


Contoh I:
AWI manufacture merencanakan menambah kapasitas produksinya pada tahun 1999.
Manajemen menyusun perencanaan kas jangka lima tahun (2016-2020). Data yang sudah
berhasil dikumpulkan sebagai berikut :

1. Penjualan pada 2016 sebesar Rp 800 juta ; diharapkan akan meningkat terus sebesar Rp 40
juta setahun sampai 2020.
2. Perkiraan Biaya Variabel sebesar 40% dari penjualan; sedang Biaya Fixed untuk 2016
sebesar Rp 380 juta dan akan meningkat dengan 10% pada 2019.
3. Depresiasi dan Amortisasi merupakan 30% dari Rp 300 juta fixed cost.
4. Saldo Kas Riil pada awal 2016 sebesar Rp 70 juta. Modal kerja non kas pada waktu
tersebut sebesar 150 juta. Modal kerja non kas ini akan meningkat pada proporsi yang
sama dengan meningkatnya penjualan.
5. Pajak pendapatan sebesar 30%
6. Sumber kas lainnya:
a. Penjualan aktiva tak terpakai: 2016/5 juta ; 2017/5 juta; 2018/50 juta; 2019/5 juta dan
2020/5 juta
b. Menjual saham portofolio: 2018/100 juta
c. Utang Bank jangka panjang: 2017/200 juta.
 Kebutuhan Kas:

1. Saldo sinking fund pada awal 2016 sebesar 150 juta dan akan ditambah dengan 50 juta
lagi pada 2016.
2. Pembayaran kembali hutang obligasi sebesar 600 juta dari sinking fund pada 2017.
3. Pengeluaran modal: 2016/40 juta; 2017/50 juta; 2018/350.000 (beli mesinnya) :
2019/100 juta; dan 2020/150 juta.
4. Pembayaran deviden: 2016/2017 masing-masing sebesar 20 juta setahun; 2018/2019
dan 2020 sebesar 25 juta setahun.
5. Pengeluaran lainnya: 2016/5,0 juta; 2017/10 juta; 2018/5,0 juta; 2019/5,0 juta dan
2020/5,0 juta.

Dengan data tersebut diminta untuk:


Menyusun perkiraan rugi/laba 5 tahun yang akan dating!

Penyelesaian I :

Menyusun perkiraan rugi/laba 5 tahun yang akan datang.

AWI Manufacture
Perkiraan Rugi Laba Tahunan
2016-2020 (jutaan)

Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020


Penjualan 800 840 880 920 960
Biaya : - Variabel (40%) 320 336 352 368 384
- Fixed 380 380 380 418 418

- Keseluruhan 700 716 732 786 802


Laba sebelum pajak 100 124 148 134 158
Pajak pendapatan 30% 30 37.2 44.4 40.2 47.4
Laba sesudah pajak 70 86.8 103.6 93.8 110.6

 
Keterangan Perkiraan Rugi Laba Tahunan:

1. Penjualan : Sebesar Rp 800 juta didapat dari data soal, dan pada tahun berikutnya
meningkat  Rp 40 juta setahun sampai 2020.
2. Biaya Variabel (40%) : Penjualan x 0,4 (biaya variabel). Misalnya pada tahun 2016
(Rp 800 juta x 0,4 = Rp 320 juta).

3. Fixed : dari data soal. 

4. Keseluruhan : Penjumlahan Variabel dan Fixed.

5. Laba Sebelum Pajak : Penjualan – Keseluruhan. Misalnya pada tahun 2016 (Rp 800
juta – Rp 700 juta = Rp 100 juta).

6. Pajak Pendapatan 30% : Laba sebelum pajak x 0,3 (pada setiap tahunnya).

7. Laba sesudah Pajak : Laba sebelum pajak - pajak pendapatan 30% (pada setiap
tahunnya).

Contoh II:

Dari data diatas susunlah anggaram kas jangka panjang!

Penyelesaian II:

Menyusun anggaran kas jangka panjang

AWI Manufacture
Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja Non Kas
2016-2020 (jutaan)

Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020


Saldo Kas Awal 70 0 0 0 0
Modal Kerja non Kas 150 157.5 165 172.5 180
Keseluruhan Modal Kerja 220 157.5 165 172.5 180
Kenaikan Modal Kerja non Kas 7.5 7.5 7.5 7.5 7.5

Keterangan Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja Non Kas:

1. Saldo Kas Awal dari data soal.

2. Meningkatnya penjualan 2016 ke 2017 = 5%. Berpengaruh pada Modal Kerja non Kas
pada setiap tahunnya dengan dikalikan 105%.

3. Keseluruhan Modal Kerja : Saldo kas awal + Modal kerja non kas (pada setiap tahunnya). 

4. Kenaikan Modal Kerja Non Kas : Pengurangan hasil modal kerja non kas dari tahun ke
tahun berikutnya. 
AWI Manufacture
Anggaran Kas Tahunan
2016-2020

Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020


Saldo Kas Awal Tahun 70 120 21.8 -14.6 44.2
Keuntungan untuk Pajak 70 86.8 103.6 93.8 110.6
Depresiasi dan Amortisasi 90 90 90 90 90
Penjualan Aktiva tak terpakai 5 5 50 5 5
Penjualan Saham 0 0 100 0 0
Utang Bank jangka panjang 0 200 0 0 0
Kas Tersedia 235 501.8 365.4 174.2 249.8
Pengeluaran          
Sinking Fund 50 0 0 0 0
Pembayaran Obligasi 0 400 0 0 0
Pengeluaran Modal 40 50 350 100 150
Deviden 20 20 25 25 25
Pengeluaran lainnya 5 10 5 5 5
  115 480 380 130 180
Saldo Kas Akhir Tahun 120 21.8 -14.6 44.2 69.8

Keterangan Anggaran Kas Tahunan :

1. Saldo Kas Awal tahun : Untuk tahun 2016 didapat dari data soal, Sedangkan untuk tahun
berikutnya didapat dari saldo kas akhir tahun.

2. Keuntungan untuk Pajak : Dari data laba sesudah pajak (pada perkiraan rugi laba tahunan).

3. Depresiasi dan Amortisasi : 30% dari Rp 300 juta fixed cost.

4. Penjualan aktiva tak terpakai,  penjualan saham dan utang bank jangka panjang , sudah
tertera pada soal.

5. Kas tersedia : Dari penjumlahan saldo kas awal tahun, keuntungan untuk pajak, depresiasi
dan amortisasi, penjualan aktiva tak terpakai, penjualan saham, dan utang bank jangka
panjang.

6. Pengeluaran- pengeluaran : sudah tertera pada data yang terkumpul.

7. Saldo kas akhir tahun : Kas tersedia – penjumlahan (pengeluaran-pengeluaran), pada


setiap tahunnya.