Anda di halaman 1dari 19

EKONOMI, KOPERASI dan BISNIS di INDONESIA

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 10

DOSEN PENGAMPU : Kabib Sholeh S.Pd.,M.Hum.

NAMA ANGGOTA : Cicih Maskunah (2018143138)

Marlina Ayu Lestari (2018143142)

Sefti Arianti (2018143145)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah karena alhamdulillah atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas yaitu membuat makalah untuk
matakuliah Konsep Dasar IPS SD. Makalah ini bertujuan untuk menginformasikan
kepada seluruh pembaca mengenai materi “Ekonomi, Koperasi dan Bisnis di
Indonesia”.
Kendala yang penulis hadapi dalam menulis makalah ini yaitu, penulis kesulitan
dalam mencari referensi dan sumber bacaan. Terima kasih penulis ucapkan kepada
pihak-pihak yang telah membuat buku tentang materi ini karena telah memudahkan
penulis untuk melancarkan penulisan ini.
Harapan penulis setelah membuat makalah ini, diharapkan para pembaca mampu
memahami pengetahuan mengenai materi ini.

Palembang, 26 April 2019

Kelompok 10
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas
liputannya. Oleh sebab itu sangatlah sukar untuk membuat definisi yang akan
memberikan gambaran yang tepat mengenai analisis-analisis yang diliputi oleh ilmu
ekonomi. Namun demikian ini tidaklah berarti bahwa suatu definisi yang secara ringkas
menerangkan bidang studi ilmu ekonomi sama sekali tidak dapat dilakukan.
Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa
dalam kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan
ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu
sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk
kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan
bersama dari para anggotannya.
Kegiatan ekonomi dan bisnis yang berkembang pesat seperti saat ini,
perusahaan tidak hanya beroperasi untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya
tetapi perusahaan juga memiliki tujuan utamayaitu meningkatkan kekayaan pemegang
saham.Melihat bahwa kekayaan pemegang saham tersebut dianggap menjadi tujuan
utama, perusahaan tentunya memerlukan tambahan modal untuk keberlangsungan
kegiatan operasionalnya.

B. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana pemahaman mengenai ekonomi dan ilmu ekonomi?
B. Bagaimana penjelasan mengenai koperasi?
C. Bagaiman pemahaman mengenai bisnis dan pasar di Indonesia?
BAB 2
PEMBAHASAN
A. EKONOMI
1. HAKIKAT ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas
ruang lingkupnya. Oleh karena itu, tidak mudah membuat satu definisi yang bisa
memberikan gambaran tepat mengenai analisis-analisis ilmu ekonomi.
 Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana usaha manusia
menggunakan sumber daya yang terbatas untuk dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan serta mencapai kemakmuran.
 Teori ekonomi adalah konsep pemikiran dan pandangan-pandangan yang

diperoleh dari data-data yang ada dalam kehidupan ekonomi yang


kemudian disusun, diolah, dan dianalisis sehingga menjadi kesimpulan
yang bersifat umum.
 Model ekonomi adalah pernyataan formal sebuah teori. Model ekonomi
dibentuk berdasarkan teori ekonomi yang telah disusun sebelumnya.
Adapun bentuknya dapat dinyatakan secara verbal, diagram, dan
matematis. Contohnya model siklus kegiatan ekonomi atau circular flow
diagram.
 Metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi ada dua, yaitu metode
dedukatif dan metode indukatif. Metode dedukatif adalah metode
pengambilan keputusan untuk hal-hal yang umum berdasarkan
kesimpulan yang bersifat khusus.
 Hukum ekonomi adalah hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi.
Hubungan dalam peristiwa-peristiwa ekonomi bisa berbentuk hubungan
fungsional dan hubungan kausal.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 1)

2. PEMBAGIAN ILMU EKONOMI


Ilmu ekonomi dibagi dalam ilmu ekonomi teori, ilmu ekonomi deskriptif,
dan ilmu ekonomi terapan:
 Ilmu ekonomi teori menjelaskan hubungan antara peristiwa-peristiwa
ekonomi dan dirumuskan dalam hukum-hukum ekonomi. Ilmu ekonomi
teori dikelompokkan dalam ilmu ekonomi mikro dan makro.
 Ilmu ekonomi deskriptif adalah studi ekonomi yang menerangkan dan
menguraikan fenomena-fenomena ekonomi yang dihubungkan dengan
persoalan ekonomi atau topik tertentu sehingga memberikan gambaran, baik

dalam bentuk angka-angka, gambaran maupun labambang tertentu.


 Ilmu ekonomi terapan adalah studi yang menggunakan hasil-hasil
perekonmian yang berkumpul dalam ilmu ekonomi teori untuk
menerangkan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh ilmu ekonomi deskripsi.
Dalam ilmu ekonomi terapan dibahas bagaimana ilmu ekonomi teori
merumuskan kebijakan-kebijakan untuk mengatasi masalah-masalah
ekonomi. Masalah-masalah ekonomi seperti inflasi, pengangguran,
pendapatan yang tidak merata, utang luar negri yang semakin meningkat,
dan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
(Kardiman, Ekonomi, hal 1)

3. TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI


Kegiatan ekonomi dilaksanakan melalui tindakan ekonomi, motif
ekonomi, dan prinsip ekonomi. Berikut uraian ketiga konsep tentang konsep
tersebut.
 Tindakan ekonomi adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi
kebutuhan. Tindakan ekonomi ada dua jenis, yaitu tindakan ekonomi rasional
dan tindakan ekonomi tidak rasional.
 Motif ekonomi melakukan tindakan ekonomi bisa datang dari diri manusia
sendiri bisa dari lingkungannya. Motif yang datang dari diri manusia sediri
disebut motif intrinsik, sedangkan motif yang datang dari lingkungan disebut
motif ekstrinsik. Dalam kaitan itu, motif ekonomi terdiri atas motif memenuhi
kebutuhan, motif mendapatkan laba, motif mendapatkan kekuasaan ekonomi,
motif mendapatkan penghargaan, dan motif sosial.
 Prinsip ekonomi adalah pedoman melakukan tindakan ekonomi dimana
didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang
maksimal, atau dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil
tertentu. Penerapan prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari membuat kita
dapat berfikir dan bertindak secara ekonomis. Berfikir secara ekonomis berarti
kita tidak hanya berfikir bagaimana menghasilkan produk dengan alat yang
tersedia itu dapat dimanfaatkan untuk masa depan.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 2)

4. INTI MASALAH EKONOMI


Inti masalalah ekonomi dalam arti sempit adalah terbatasnya barang/jasa
untuk alat pemuas kebutuhan. Dalam arti luas adalah bahwa barang/ jasa sebagai
alat pemuas kebutuhan diakibatkan terbatasnya sumber daya, hal ini karena
memiliki sifat langka.
 Menurut ilmu ekonomi kelangkaan sumber daya dapat dilihat dari beberapa
faktor:
NO Faktor Alasannya
1. Jumlah Sumber daya jumlah terbatas
2. Pengorbanan Untuk memperolehnya memerlukan
pengorbanan.
3. Waktu Waktu untuk memperoleh, memproses, dan
untuk mendapatkannya.

 Faktor penyebab timbulnya kelangkaan, antara lain sebagai berikut:


- Keterbatasan sumber daya, baik alam, tenaga kerja, modal, dan
kewirausahaan.
- Perbedaan letak geografis.
- Pertambahan jumlah penduduk.
- Karena ulah manusia.
- Keterbatasan kemampuan memproduksi.
- Adanya bencana alam.
- Lambatnya perkembangan teknologi.
- Terjadinya konflik atau perang.
 Manusia secara individu selaku konsumen dan perusahaan di dalam
menghadapi keadaan sumber daya yang langka harus melakukan pilihan atau
alternatif. Pilihan dapat dilakukan dalam hal mengkonsumsi atau dalam
kegiatan produksi. Tindakan alternatif bertujuan agar sumber daya yang
tersedia digunakan scara efisien dan dapat diwujudkan kepuasan yang paling
maksimal pada individu atau perusahaan.
 Biaya peluang dapat berhubungan dengan individu manusia atau perusahaan
karena mereka dihadapkan pada beberapa alternatif dan mereka harus memilih
salah satunya. Biaya peluang adalah sejumlah uang atau sumber daya yang
harus dikeluarkan dalam kegiatan mengkonsumsi atau memproduksi suatu
barang atau jasa tertentu dalam kaitannya dengan altenatif lain yang harus
dikorbankan. Biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan sejumlah uang,
namun dapat juga suatu keadaan(waktu, kesenangan, keuntungan di masa
depan).
 Biaya eksplisit adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan sehari-hari
yang tidak bisa ditunda. Biaya implisit adalah biaya yang tidak benar-benar
dikeluarkan untuk mendapatkan sesuatu yang lain.
 Kegagalan seseorang atau perusahaan menjalani proses kehidupan bisa
disebabkan salah atau tidak bisa mengolah keuangan. Berikut formula yang
mutlak tai sekedar berbagi:
1) Disiplin melakukan pemenuhan kebutuhan menurut skala prioritas.
2) Tetapkan sejumlah uang untuk ditabung.
3) Jangan muda tergiur dengan iklan
4) Sesuaikan belanja dengan uang yang dimiliki
5) Hindari atau kurangi pemenuhan kebutuhan primer secara kredit.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 13-14)
5. MASALAH POKOK EKONOMI
Masalah pokok ekonomi menurut cara pandang klasik terdiri dari
produksi,distribusi, dan konsumsi.
 Permasalahan produksi yanng dihadapi produsen dalam teori ini
menyangkut memproduksi barang dan jasa agar dapat memenuhi
kebutuhan manusia.
 Distribusi adalah kegiatan yang diupayakan untuk menyalurkan barang
dan jasa hasil produksi dari produsen hingga ke tangan konsumen. Proses
distribusi meliputi pengemasan, penyortiran,pengepakan, penyimpanan
dan pengangkutan. Selanjutnya proses distribusi dapat dilakukan secara
langsung, dimana dalam penyaluranya melalui beberapa perantara,
seperti agen, eksportir/importir, grosir, komisioner, makelar, dan
pedagang eceran.
 Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuanya menghabiskan atau
mengurangi nilai guna suatu barang. Permasalahan dalam hal ini, apakah
barang hasil produksi bisa segera sampai ke tangan konsumen akhir
dengan tepat.
 Menurut para ekonom yang berpandangan modern, permasalahan pokok
ekonomi yang dihadapi oleh perekonomian meliputi apa yang akan
diproduksi dan berapa banyak, bagaimana cara memproduksi, dan untuk
siapa barang atau jasa diproduksi.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 14)

6. SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi adalah perpaduan dari aturan- aturan yang menjadi satu
kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Mereka
yang terkait dengan sistem ekonomi adalah keseluruhan lembaga-lembaga
ekonomi dari unit-unit ekonomi terkecil sampai terbesar begitu juga
masyarakat. Terdapat empat sistem ekonomi tradisional:
 Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang dijalankan oleh
masyarakat sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh masyarakat
( biasanya bersifat turun temurun).
 Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi dimana kegiatan ekonomi
ditentukan oleh masyarakat pemilik modal.
 Sistem ekonomi terpusat adalah disebut juga sisitem ekonomi sosialis
atau komando. Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang
dijalankan oleh pemerintah secara terpusat.
 Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi pasar
dan sistem ekonomi terpusat, terutama mengurangi kemutlakan
kekuasaan yang dimiliki pemerintah dan swasta/pemilik modal. Dalam
sistem ekonomi campuran, masyarakat dan pemerintah memiliki peranan
yang sama dalam kegiata ekonomi.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 15-16)

7. CARA MENGATASI PERMASALAHAN EKONOMI


Permasalahan ekonomi yang terjadi harus diselesaikan dengan baik agar
tujuan individu, perusahaan, dan pemerintah tercapai. Dalam lingkup luas,
misalnya pemerintahan, cara mengatasi permasalahan ekonomi (kebijakan
ekonomi) ditetapkan berdasarkan pada sistem ekonomi yang diterapkannya.
Tujuan kebijakan ekonomi adalah agar tujuan yang ditetapkan mengarah ke
tujuan yang ditetapkan mengarah ke sasaran yang ingin dicapai.
 Kebijakan ekonomi mikro membahas membahas bagian-bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian.
 Beberapa kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah indonesia,
misalnya dalam penetapan harga, penggantian penggunaan minyak tanah
dengan gas, transportasi, dan kebijakan tentang subsidi BBM. Tujuan
kebijakan tersebut diarahkan pada bagaiman mewujudkan efisiensi dan
mencapai kepuasan yang maksimum.
 Kebijakan makro membahas permasalahan ekonomi atas kegiatan
perekonomian secara keseluruhan. Misalnya, tentang inflasi,
pengangguran, investasi, kemiskinan, dan kesempatan kerja.
 Kebijakan pemerintah dalam lingkup makro antara lain kebijakan
menginvestasikan wajib pajak, penghapusan bea ekspor barang tertentu,
pengendalian pertumbuhan penduduk, program padat karya, dan
kebijakan program PNPM mandiri.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 16)

8. MENGENAL PELAKU KEGIATAN EKONOMI


Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi
dijalankan oleh para pelaku ekonomi. Pelaku-pelaku didalam kegiatan ekonomi
terdiri dari rumah tangga keluarga (konsumen), rumah tangga produksi
( produsen), pemerintah, dan masyarakat luar negeri. (Kardiman. Ekonomi. Hal
27)

B. KOPERASI
Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan
atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya
sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan
kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai
dan prinsip koperasi.
 Koperasi indonesia berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945 serta
berdasar atas asas kekeluargaan.
 Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
tatanan perekonomian nasioanal yang demokratis dan berkeadilan.
 Sebagai badan hukum dalam menjalankan usaha-usahanya koperasi indonesia
harus didasari nilai-nilai dan prinsip koperasi. Nilai-nilai yang mendasari
kegiatan koperasi terdiri dari kekeluargaan, menolong diri sendiri, bertanggung
jawab, demokrasi, persamaan, berkeadilan, dan kemandirian.
 Nilai yang diyakini anggota koperasi, yaitu kejujuran, keterbukaan, tanggung
jawab, dan kepedulian.
 Jenis koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan usaha dan/kepentingan
ekonomi anggota. Oleh karena itu, jenis koperasi terdiri dari koperasi konsumen,
koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam.
- Koperasi konsumen menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang
penyediaan barang kebutuhan anggota dan non-anggota.
- Koperasi produsen menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang
pengadaan sarana produksi dan pemasaran produksi yang dihasilkan anggota
kepada anggota dan non-anggota.
- Koperasi jasa menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan jasa non-simpan
pinjam yang diperlukan oleh anggota dan non-anggota.
- Koperasi simpan pinjam menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-
satunya usaha yang melayani anggota.
 Koperasi dapat berbentuk koperasi primer atau koperasi sekunder. Koperasi
primer didirikan oleh paling sedikit 20 orang perseorangan dengan memisahkan
sebagian kekayaan pendiri atau anggota sebagai modal awal koperasi. Koperasi
sekunder didirikan oleh paling sedikit 3 koperasi primer.
 Dalam mencapai tujuannya koperasi memiliki peran sebagai berikut:
- Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
- Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan
manusia dan masyarakat.
- Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai saka gurunya.
- Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 91)
 Koperasi sebagai badan usaha harus dikelola sedemikian rupa agar tujuan yang
hendak dicapai dirasakan oleh anggota khususnya dan semua pihak yang terkait.
pedoman yang harus mendasari pengelolaan koperasi meliputi tujuan koperasi,
nilai-nilai yang harus di tumbuhkembangkan, dan prinsip koperasi serta
anggaran dasar. Selanjutnya hal tersebut diimplementasikan melalui sistem
manajemen yang ditetapkan. Pengelolaan koperasi yang baik harus menerapkan
fungsi-fungsi manajemen.
 Keanggotaan koperasi adalah sebagai berikut:
- Anggota koperasi merupakan pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi.
- Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota.
- Keanggotaan koperasi bersifat terbuka bagi semua yang bisa dan mampu
menggunakan jasa koperasi dan bersedia menerima tanggung jawab
keanggotaan.
- Anggota koperasi primer merupakan orang perseorangan yang mampu
melakukan perbuatan hukum, mempunyai kesamaan kepentingan ekonomi,
bersedia menggunakan jasa koperasi, dan memenuhi persyaratan
sebagaimana ditetapkan dalam anggaran dasar.
- Anggota koperasi sekunder merupakan koperasi yang mempunyai kesamaan
kepentingan ekonomi dan memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan
dalam anggaran dasar.
- Keanggotaan koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah persyaratan
sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dipenuhi.
- Keanggotaan koperasi dipindahtangankan.
 Anggota koperasi mempunyai kewajiban:
- Mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan keputusan rapat
anggota .
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh
koperasi.
- Mengembangkan dan memelihara nilai.
 Anggota koperasi mempunyai hak sebagai berikut:
- Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat
anggota.
- Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat anggota
baik diminta atau tidak.
- Memilih dan dipilih menjadi pengawas atau pengurus.
- Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam anggaran dasar
- Memanfaatkan jasa yang disediakan oleh koperasi.
- Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi sesuai dengan
ketentuan dalam anggaran dasar.
- Mendapatkan selisih hasil usaha koperasi dan kekayaan sisa hasil
penyelesaian koperasi.
 Perangkat organisasi koperasi, perangkat organisai dimaksud terdiri dari rapat
anggota, pengawas, dan pengurus.
- Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Rapat anggota berwenang:
a) Menetapkan kebijakan umum koperasi
b) Mengubah anggaran dasar
c) Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengawas dan
pengurus.
d) Menetapkan rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan
belanja koperasi.
e) Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan
oleh pengurus untuk dan atas nama koperasi.
f) Meminta keterangan dan mengesahkan pertanggung jawaban atas
nama koperasi.
g) Meminta keterangan dan mengesahkan pertanggung jawaban
pengawas dan pengurus dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
h) Menetapkan pembagian selisih hasil usaha.
i) Memutuskan penggabungan, peleburan, kepailitan,dan
pembubaran koperasi, dan
j) Menetapkan keputusan lain dalam batas yang ditentukan oleh
undang-undang ini. (Kardiman. Ekonomi. Hal 92)

- Pengawas, dipilih dari dan oleh anggota pada rapat anggota.


a) Pengawas memiliki tugas antara lain mengusulkan calon
pengurus, memberi nasihat dan pengawasan kepada pengurus,
melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan
pengelolaan koperasi.
b) Pengawasan memiliki kewenangan antara lain menetapkan
penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian
anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar, meminta
dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari
pengurus dan pihak lain yanng terkait.
- Pengurus, pengurus dipilih dari orang perseorangan, baik anggota maupun
non-anggota. Pengurus memiliki tugas antara lain mengelola koperasi
berdasarkan anggaran dasar, mendorong dan memajukan usaha anggota,
menyusun rancangan rencana kerja, serta rencana anggaran pendapatan dan
belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota.
 Modal awal koperasi terdiri dari setoran pokok dan sertifikat modal koperasi.
Sumber lain permodalan kperasi dapat berasal dari hibah, modal penyertaan, dan
modal pinjaman yang dapat bersumber dari anggota, koperasi lainya dan
anggota, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat
hutang lainnya, atau pemerintah dan pemerintah daerah atau sumber lain yang
sah.
 Selisih hasil usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu
tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya
termasuk pajak. Bila pendapatan lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya
dan pengeluaran disebut surplus hasil usaha. Adapun bila pendapatan lebih kecil
dibandingkan dengan biaya-biaya dan pengeluaran disebut defisit hasil usaha.
 Surplus hasil usaha disisihkan terlebih dahulu untuk dana cadangan dan sisanya
digunakan seluruhnya atau sebagian untuk:
- Anggota sebanding dengan transaksi usaha yang dilakukan oleh masing-
masing anggota koperasi dengan koperasi.
- Anggota sebanding dengan sertifikat modal koperasi yang dimiliki
- Pembayaran bonus kepada pengawas, pengurus, dan karyawan koperasi.
- Pembayaran kewajiban kepada dana pembangnan koperasi dan kewajiban
lainnya.
- Penggunaan lain yang ditetapkan dalam anggarn dasar.
- Koperasi dilarang membagikan kepada anggota surplus hasil usaha yang
berasal dari transaksi dengan non-anggota.
- Surplus hasil usaha yang berasal dari non-anggota dapat digunakan untuk
mengembangkan usaha koperasi dan meningkatkan pelayanan kepada
anggota.
 Koperasi dilarang membagikan kepada anggota surplus hasil usaha yang berasal
dari transaksi dengan non-anggota. Surplus hasil usaha yang berasal dari non-
anggota dapat digunakan untuk mengembangkan usaha koperasi dan
meningkatkan pelayanan kepada anggota.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 93)

C. BISNIS dan PASAR


Selain koperasi, pemerintah juga membuka bagi warga Negara untuk
mengembangkan ekonomi melalui lembaga selain koperasi, yaitu pada sektor
Negara dan sektor swasta.
Sektor Negara merupakan perwujudan isi Pasal 33 UUD 1945 ayat 2
yang menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang pentiing bagi Negara
dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, dan Pasal 33
UUD ayat 3 yang menyebutkan bahwa bumi, air dan segala kekayaan alam yang
terkandung di dalamnyua dikuasai oleh Negara untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat. Pelaksanaan Pasal 33 ayat 2 dan 3 oleh pemerintah
direalisasikan melalui pendirian Badan Usaha Milik Negara. (Suhada Idad.
Konsep Dasar IPS. Hal 161)
Sektor ini merupakan makna dari Pasal 33 UUD 1945 ayat 2. Bila
cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai Negara, maka swasta diberi kesempatan untuk berusaha di cabang-
cabang produksi yang tidak mwnguasai hajat hidup orang banyak. Bentuk Badan
Usaha Milik Swasta adalah sebagai berikut.
a) Perusahaan Perorangan, yaitu perusahaan yang modalnya berasal dari
perorangan. Contohnya rumah makan, bengkel, salon kecantikan, dll.
b) Firma (Fa). Perusahaan ini didirikan oleh beberapa orang yang bersekutu
dan masing-masing sekutu menyetorkan sejumlah modal, mengelola, dan
memimpin bersama dan bertanggung jawab bersama pula. Contohnya firma

dagang, firma jasa, dan firma umum.


c) Persekutuan Komanditer (CV). Badan usaha ini didirikan oleh beberapa
orang yang bersekutu dan menyetor sejumlah modal. Sekutu terbagi
menjadi dua yaitu, sekutu aktif atau sekutu pekerja dan sekutu pasif atau
sekutu diam.
d) PT (Perseroan Terbatas), yaitu perusahaan yang terbatas modal. Untuk
kemajuan usahanya, modal perusahaan diperoleh dari hasil penjualan
saham/sero.
(Suhada Idad. Konsep Dasar IPS. Hal 162)

PASAR
Peran pasar dalam kegiatan perekonomian bisa dilihat dari peranannya
dalam kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Pasar dalam kegiatan
produksi berperan sebagai media memperoleh informasi barang apa yang paling
laku di pasar, menjawab pertanyaan untuk siapa barang diproduksi, memperoleh
bahan baku untuk melaksanakan kegiatan produksi, serta sebagai pembentuk
harga.
 Pasar adalah sarana bertemunya penjual dan pembeli, baik secara
langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan kegiatan transaksi
jual beli.
 Pasar dalam kegiatan distribusi berperan sebagai sarana untuk
memperlancar kegiatan distribusi. Adapun dalam kegiatan konsumsi,
pasar berperan sebagai penyedia alat pemuas kebutuhan (barang dan
jasa).
 Struktur pasar adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkah
laku dan kinerja perusahaan dalam pasar. Pada analisis ekonomi,
struktur pasar dapat dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna,
pasar monopoli, pasar oligopoli, dan pasar oligopoli, dan pasar
persaingan monopolistik.
 Pasar input/ sumber daya adalah pasar tempat bertemunya permintaan
dan penawaran terhadap sumber daya atau faktor produksi.
 Pasar input terdiri atas pasar sumber daya alam, pasar tenaga kerja, pasar
sumber daya modal/tanah, dan pasar sumber daya kewirausahaan.
(Kardiman. Ekonomi. Hal 41)
BAB 3
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana usaha manusia
menggunakan sumber daya yang terbatas untuk dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan serta mencapai kemakmuran. Ilmu ekonomi dibagi dalam ilmu
ekonomi teori, ilmu ekonomi deskriptif, dan ilmu ekonomi terapan. Kegiatan
ekonomi dilaksanakan melalui tindakan ekonomi, motif ekonomi, dan prinsip
ekonomi
2. Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau
badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai
modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan
bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip
koperasi.
3. Sektor Negara merupakan perwujudan isi Pasal 33 UUD 1945 ayat 2 yang
menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang pentiing bagi Negara dan
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, dan Pasal 33 UUD
ayat 3 yang menyebutkan bahwa bumi, air dan segala kekayaan alam yang
terkandung di dalamnyua dikuasai oleh Negara untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat.
4. Pasar dalam kegiatan produksi berperan sebagai media memperoleh informasi
barang apa yang paling laku di pasar, menjawab pertanyaan untuk siapa barang
diproduksi, memperoleh bahan baku untuk melaksanakan kegiatan produksi,
serta sebagai pembentuk harga.
DAFTAR PUSTAKA

Kardiman. 2014. Pendalaman Buku Teks Ekonomi. Palembang: Yudhistira.


Suhada Idad. 2017. Konsep Dasar IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sadono Sukirno. 2011. Mikro Ekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.