Anda di halaman 1dari 7

1 |Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

PENDAHULUAN1.

TUJUAN

Pendidikan Kewarganegaraan

(Civic Education)

merupakan salah satu bidang kajianyang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa Indonesia melaluikoridor

“value based education”

. Konfigurasi atau kerangka sistematik PKN dibangunatas dasar paradigma. Paradigma yang pertama
PKN secara kurikuler diracang sebagaisubjek pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan
individu agar menjadi wargaNegara yang berakhlak mulia, cerdas, partisipatif dan bertanggung jawab.
Kedua PKNsecara teoritik dirancang sebagaik subjek pembelajaran yang memuat dimensi-
dimensikognitif, efektif dan psikomotrik, yang ketiga PKN secara Paragramatik dirancangsebagai subjek
pembelajaran yang menekankan pada isi yang mengusung nilai-nilai(

content embedding value

) dan pengalaman belajar (

learning experiences).

2.

RUMUSAN MASALAH

1.

Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan diperlukan dalam suatu instansi pendidikan?2.

Bagaimana Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia?3.


Apa tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan?4.

Apa kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Kewarganegaraan?5.

Apa saja tujuan, sifat dan fungsi Negara?6.

Apa saja yang menjadi unsur-unsur Negara?

II.

ISIBAB SATU : PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANA.

ALASAN PERLUNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pendidikan kewarganegaraan di sekolah dan di perguruan tinggi merupakanfenomena yang relative


baru. Ada dua factor pertumbuhan bangsa-bangsa dan factordiperkenalkannya pendidikan untuk masa.
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapatmempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang
memiliki komitmen kuat dankonsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalamperkembangannya, sejak proklamasi 17 agustus 1945 sampai dengan penghujung abad

2 |Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancampersatuannya oleh karena
itu pendidikan kewarganegaraan diperlukan dalam sistempendidikan di negara ini.

B. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA


Paradigma pendidikan yang dianut pada masa orde baru adalah “pendi

dikan untuk

pembangunan”

sehingga pendidikan telah diposisikan sedemikian rupa sebagaiinstrument pembangunan


(muchson,2004). Dalam kebijakan dan operasionalnya lebihberpihak dan berorientasi pada
pertumbuhan ekonomi. Berikut tahapan pembentukkanpendidikan kewarganegaraan:1.
Civics/kewarganegaraan : SMA/SMP 1962, SD 1968, SMP 1969,SMA 19692. Pendidikan Moral
Pancasila(PMP) : SD, SMP, SMU 1975,19843. Pendidikan Pancasila : Pada tahun 1970-an sampai 2000-
an4. Pendidikan kewiraan : Pada tahun 1960-an sampai 20015. Pendidikan kewarganegaraan : Pada
tahun 2002 sampai sekarang6. PPKN : SD, SMP, SMU 1994 sampai sekarang

C.TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Secara klasik sering dikemukakan bahwa tujuan pendidikan kewarganegaraan diIndonesia adalah
membentuk warga negara yang baik (

a good citizen

) namun pengertianwarga negara yang baik itu pada masa-masa yang lalu lebih diartikan sesua dengan
tafsirpenguasa.Selain itu pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk memberikan kompetensisebagai
berikut :

1.

Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewargangaraan2.

Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdasdalam kegiatan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

3.Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkankarakter masyarakat
Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsalain

3 |Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

4.
Berinteraksi dengan bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung atau tidaklangsung dengan
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

D.

SUBSTANSI MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Berdasarkan hasil studi, Print (1999:12) berpendapat:1.

Hak dan tanggung jawab warga negara2.

Pemerintah dan lembaga-lembaga3.

Sejarah dan konstitusi4.

Identitas nasional5.

Sistem hukum dan

rule of law

6.

Hak asasi manusia, hak-hak politik, ekonomi dan social7.

Proses dan prinsip-prinsip demokrasi8.

Partisipsi aktif warga negara dalam wacana kewarganegaraan9.

Wawasan internasional10.
Nilai-nilai kewarganegaraan yang demokratisWaterwoth (1998:3) mengemukakan butir-butir

concept of citizenship

dan warganegara yang baik adalah sebagai berikut:(i)

Menghargai warisan budaya masyarakatnya(ii)

Menggunakan hak pilih(iii)

Menghormati hokum dan norma-norma masyarakat(iv)

Memahami berbagai proses politik dan ekonomi(v)

Menggunakan hak bicara(vi)

Memberikan sumbangan bagi kebaikan keluarga dan masyarakat(vii)

Peduli terhadap lingkungan lokalnya.

E.

KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN DARI PENDIDIKANKEWARGANEGARAAN

Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang harusdimilliki oleh
seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melakakukan tugas-tugas dalam bidang
pekerjaan tertentu. Kompetensi yang diharapkan setelah menempuhpendidikan kewarganegaraan
adalah dimilikinya seperangkat tindakan cerdas dan penuhtanggung jawab dari seorang warga negara
dalam berhubungan dengan negara serta
4 |Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

mampu turut serta dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,bangsa dan
negara sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing.

F.

TIGA ASPEK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pendidikan kewarganegaraan harus memenuhi 3 aspek yaitu pengetahuan,keterampilan (

skill

) dan pembentukan karakter.

BAB DUA : HAKIKAT BANGSA, NEGARA DAN WARGA NEGARAA.

PENGERTIAN BANGSA

Menurut ilmu antropologi

, pengertian bangsa adalah pengelompokan manusia yangketerikatannya dikarenakan adanya kesamaan


fisik, bahasa, dan keyakinan.

Menurut Ernest Renan

, bangsa adalah kesatuan solidaritas yang terdiri dari orang-orang yang saling merasa setia satu sama
lain.

Menurut Bennedict Anderson

, bangsa adalah komunitas politik yang dibayangkan(

imagined political community

) yang artinya tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Menurut Otto Bauer

, bangsa adalah suatu persatuan perangai yang timbul karenapersamaan nasib. Adapaun

menurut Soekarno
, dengan berbasis geo politiknyamenekankan persatuan antara orang dengan tanah airnya sebagai
syarat bangsa.

Menurut Muhammad Hatta

, bangsa adalah suatu persatuan yang ditentukan olehkeinsyafan sebagai suatu persekutuan yang
tersusun menjadi satu yang terbit karenapercaya atas persamaan nasib dan tujuan.

B.

PENGERTIAN NEGARA

Dalam

Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan pancasila (1983:224)

dijelaskansecara etimologis bahwa istilah negara berasal dari kata

nagari

atau

nagara

(sansekerta)yang berarti kota, desa, daerah, wilayah, atau tempat tinggal seorang pangeran. Negara

dalam bahasa inggris disebut state, atau staat dalam bahasa Belanda, dan e”tat dalam

bahasa Perancis. Perumusan mengenai negara sebagaimana dikutip oleh Miriam Budiarjo(2007:39-40)
sebagai berikut: