Anda di halaman 1dari 10

Nama : Eka Budiarti

Kelas : XI IPA 6

Takdir Persahabatanku

(Diadaptasi dari cerita berjudul Pengorbanan Seorang Sahabat)

Di sebuah desa terpencil, hiduplah dua orang sahabat yang bernama Eka dan Naufal. Mereka
telah bersahabat sejak mereka berusia 4 tahun. Mereka berdua bersahabat dengan baik, selalu
bermain dan melakukan banyak hal bersama. Hubungan persahabatan mereka berjalan dengan
baik hingga pada akhirnya hubungan mereka menjadi retak karena suatu peristiwa yang
membekas di ingatan mereka berdua. Peristiwa yang kelam tersebut berawal dari ajakan Naufal
kepada Eka untuk pergi bermain keluar desanya. Akan tetapi, Eka menolak nya, ia berkata
bahwa para orang tua di desa memperingatkan dan melarang anak-anak pergi meinggalkan desa
tanpa ditemani oleh orang dewasa.

1
Mendegar hal tersebut, Naufal menjadi marah dan memaksa Eka untuk mengikuti nya. Ia
menarik-narik lengan eka untuk pergi keluar desa, awalnya eka memberontak tetapi ia menjadi
menurut kepada Naufal karena kesakitan.

“Hei, kenapa kamu mengajakku keluar desa?” Tanya Eka

“Aku pernah mendengar sebuah cerita menarik dari teman ku, kalau setelah hutan ini terdapat
taman bermain yang sangat luas.” Jawab Naufal dengan antusias.

“Benarkah? Kalau begitu kenapa kamu tidak mengajak temanmu saja, kenapa kamu malah
mengajakku?”

“Karena aku ingin bermain bersamamu dan juga ingin memperlihatkan taman bermain itu
kepada mu.”Ujar Naufal dengan tersenyum lebar

Setelah mendengar hal itu, Eka pun terdiam sembari menundukkan kepalanya karena
merasa malu. Tak lama setelah percakapan mereka, tiba-tiba ada dua orang pria berpakaian serba
hitam yang menyergap mereka dari belakang lalu mengikat tangan dan kaki mereka dengan
seutas tali. Ternyata orang-orang yang berpakaian hitam itu adalah penculik yang sering
dirumorkan oleh para orang tua di desa. Ketakutan mereka berdua semakin memuncak ketika
para penculik tadi mulai menyekap mulut mereka dan menaikkan mereka ke atas mobil bak
terbuka. Di bak mobil tersebut, mereka berdua diawasi oleh salah seorang penculik yang
bertubuh kecil, sedangkan penculik yang lain bertugas mengendarai mobil bak.

Saat penculikyang mengawasinya tengah lengah, Naufal berinisitatif untuk meloncat dari
mobil bak tersebut. Ia berhasil meloncat keluar dari mobil bak itu dan mengalami luka ringan
pada kakinya. Ia pun segera melepaskan tali yang mengikat tubuhnya dan segera mengejar mobil
bak tadi.

2
“Ekaaaa...... Ayo cepat loncatlah, aku akan menangkapmu.” Teriak Naufal sambil terengah-
engah

Melihat perbuatan Naufal, penculik tadi tidak tinggal diam, ia langsung mengamankan
Eka dan berteriak kepada rekannya untuk menghentikan mobil bak tersebut. Di tengah kepanikan
para penculik, Eka memanfaatkan kesempatan itu untuk meloncat keluar dari bak mobil. Eka
mulai memberontak dan mencoba melepaskan genggaman tangan si penculik. Akan tetapi ada
hal yang tidak bisa diprediksi oleh Eka terjadi. Penculik itu me-rem mobil nya secara mendadak
hingga membuat tubuh Eka yang sudah bersiap meloncat keluar malah terpental kedepan mobil
bak dan mengenai bebatuan serta ranting-ranting pohon yang ada di pinggir jalan. Naufal yang
awalnya terdiam saat mobil tersebut berhenti langsung berlari dengan sangat kencang ke tempat
Eka jatuh terpental. Di sisi lain para penculik pun berusaha untuk membawa Eka dan Naufal
kembali ke dalam mobil bak, namun usaha mereka gagal karena mereka mendengar suara motor
warga desa yang mulai mendekat. Para penculik itu pun akhirnya terbirit-birit pergi
meninggalkan Eka dan Naufal di jalanan tengah hutan.

Saat Naufal menghampiri Eka, ia melihat tubuhnya sudah bersimbah darah karena terkena
bebatuan dan tertusuk oleh ranting-ranting pohon .Ia hanya bisa terduduk lemas melihat kondisi
sahabatnya itu. Dengan tatapan yang kosong, air mata nya jatuh mengalir sangat deras
membasahi wajahnya. Tidak berapa lama setelah itu, seorang warga desa melintas dan
menemukan mereka berdua dengan kondisi yang memprihantinkan. Warga itu langsung
membawa Eka dan Naufal dengan motornya, berharap masih sempat diselamatkan.

Sesampainya di rumah sakit, Eka yang kondisi nya sangat parah langsung dibawa ke
ruang ICU untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Sedangkan Naufal hanya menunggu di taman
rumah sakit bersama dengan pria paruh baya yang menyelamatkan mereka berdua tadi.

“Aku tahu ini berat untuk anak-anak sepertimu, tapi sebaiknya kau jangan terlalu larut dalam
kesedihan mu itu”. Ujar pria paruh baya itu menenangkan Naufal.

“Kalau saja, kalau saja saat itu aku mendengarkan ucapannya, semua ini pasti tidak akan terjadi
dan dia tidak akan menderita seperti itu di dalam sana.” Ucap Naufal dengan mimik wajah yang
terlihat depresi.

“Apa yang kau katakan itu memang benar, tetapi jika kau terus-menerus mengeluhkan hal ini
kepada dirimu sendiri itu hanya akan merusakmu, lebih baik sekarang kau berdoa pada Tuhan
untuk kesembuhannya.” Ucap pria tersebut sambil memantikkan korek api ke rokok nya.

Mendengar hal tersebut, Naufal menjadi tersadar akan kesalahan nya kepada Eka, lalu ia tiba-
tiba memukul wajahnya sendiri dengan sangat keras.

“Hahah...Hahaha.... Bodohnya aku.” Ucap naufal sembari menangis tersedu-sedu

3
Pria paruh baya itu hanya melirik sejenak ke arah Naufal dan kembali mengisap
rokoknya dengan santai tanpa memperdulikan apa yang dilakukannya. Tiba-tiba salah seorang
perawat mengahampiri mereka dan memberitahukan informasi mengenai keadaan Eka saat itu.
Kedua nya terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh perawat itu. Perawat itu mengatakan
bahwa eka mengalami kebutaan pada salah satu matanya dan kondisi ginjal nya sudah rusak
parah akibat kecelakaan yang menimpanya dan membutuhkan donor ginjal dengan segera. Tanpa
pikir panjang, Naufal pun mengajukan untuk mendonorkan ginjalnya untuk Eka. Akan tetapi,
sebelum hal itu dilakukan, ia harus melakukan beberapa tes untuk mengetahui apakah ginjalnya
cocok untuk Eka atau tidak serta kondisi ginjalnya masih layak atau tidak.

Setelah melakukan berbagai test dan pemeriksaan, akhirnya Naufal diizinkan untuk
mendonorkan ginjalnya walaupun sebelumnya pihak rumah sakit mempermasalahkan tentang
kesehatan Naufal nantinya, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi rintangan yang berarti untuk
menyelamatkan nyawa sahabatnya.

Naufal yang mengetahui hal itu merasa senang dan lega karena ia berhasil menyelamatkan
sahabat kesayangannya itu. Ia pun bergegas untuk pulang kembali ke rumah,namun sebelum itu
ia menitipkan sebuah surat kepada pria yang menolong nya itu untuk disampaikan kepada Eka
setelah sadar nanti dan juga meminta untuk merahasiakan kejadian ini dari orang tuanya dan
warga desa.

Dua hari setelah operasi, Eka akhirnya sadar. Ia merasa sangat kesal dengan apa yang terjadi
padanya, dimana ia harus rela kehilangan salah satu mata nya. Ia berteriak meluapkan amarahnya
di rumah sakit sembari mengacak-acak kasur tempat tidurnya. Hingga sepucuk surat terjatuh
dari atas kasurnya. Karena penasaran, ia mencoba membuka dan membaca surat tersebut.

4
Teruntuk : Sahabatku Tersayang
Dari : Orang yang Mengecewakanmu

Aku ingin meminta maaf padamu atas segala hal yang terjadi.
Aku tahu rasanya menjadi dirimu, pasti sagat menyakitkan bukan?
Sekali lagi maaf karena telah membuatmu menderita.Tetapi aku harap
ginjal ku dapat bekerja dengan baik dan bisa membuatmu beraktivitas
kembali seperti semula . Maaf karena aku tidak mendengarkanmu
saat itu dan maaf juga aku tidak bisa mengembalikan matamu. Kuharap
kita masih bisa bersahabat untuk seterusnya, walaupun ketika kamu
membaca ini mungkin kamu tidak bisa bertemu denganku untuk waktu
yang sangat panjang, tapi aku janji akan menemuimu kembali dan
memberimu sebuah kejutan. Tetapi jika tidak, kamu tidak akan bisa
menemuiku lagi untuk selamanya.

5
Setelah membaca surat itu, Eka tidak dapat menahan tangisannya. Ia menangis sangat keras
karena tidak ingin sahabatnya itu pergi meninggalkannya dan juga merasa bersalah karena
membiarkan sahabatnya itu hidup kesakitan dalam waktu yang lama.

***

Beberapa tahun kemudian, Eka sudah menjadi seorang wanita dewasa, ia mampu
melewati masa-masa sulitnya dan juga mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya walaupun
ia kehilangan salah satu matanya. Eka yang awalnya tidak bisa menerima kenyataan kalau ia
tidak akan bertemu sahabatnya lagi kini sudah bisa merelakan kepergiannya. Hingga pada suatu
hari saat ia tengah mengurus toko bunga miliknya, seorang pria berbadan tegap masuk ke dalam
tokonya.

“Selamat datang di toko bunga Roselia, ada yang bisa saya bantu?”Sambut Eka dengan ceria

“Saya ingin membeli buket........” Ujar pria itu yang tiba-tiba diam mematung memandangi Eka

“Buket yang mana, Mas?” Tanya Eka kebingungan.

Setelah itu pria tersebt tiba-tiba memeluk Eka dengan sangat erat, dan ternyata pria tersebut
adalah Naufal. Pertemuan kembali mereka berdua diiringi oleh isak tangis bahagia karena
mereka berdua dapat bertemu kembali dan Naufal yang kini sudah bisa hidup dengan normal
karena sudah menemukan ginjal barunya. Mereka pun berbincang-bincang untuk melepas rasa
rindu keduanya, hingga di akhir pembicaraan Naufal berkata

“Maukah kamu menjadi istriku?” Ujarnya sambil mengeluarkan sebuah kotak cincin.

“Ya.”

6
E

7
8
9
10