Anda di halaman 1dari 8

IX.

BERANGKAI DAN PINDAH SILANG

Berangkai (linkage) adalah suatu peristiwa terdapatnya dua atau lebih gen
dalam sebuah kromosom. Berangkai ada 2 macam yaitu berangkai sempurna
dan berangkai tidak sempurna. Berangkai sempurna terjadi apabila tidak ada
pindah silang antara gen-gen pada satu kromosom, sedangkan berangkai tidak
sempurna terjadi bila ada pindah silang (crossing over) antara gen-gen dalam
satu kromosom.
Pindah silang adalah suatu peristiwa pertukaran segmen-segmen dari
kromatid-kromatid bukan kakak beradik (non sister chromatids). Pindah silang
dibedakan atas pindah silang tunggal yang terjadi pada satu tempat dan pindah
silang ganda yang terjadi di dua tempat. Peristiwa pindah silang dapat terjadi
pada saat profase I meiosis I dan akan menghasilkan gamet tipe parental
(berasal dari kromatid yang tidak mengalami pindah silang) dan gamet tipe
rekombinasi (berasal dari kromatid yang yang mengalami pindah silang).
Pindah silang dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
1. Temperatur. Temperatur yang kurang atau lebih dari temperature
biasanya dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pindah silang
2. Umur. Semakin tua suatu individu, maka pindah silang yang terjadi
semakin berkurang
3. Zat kimia tertentu dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pindah
silang
4. Penyinaran dengan sinar-X juga dapat memperbesar kemungkinan
terjadinya pindah silang
5. Jarak antara gen-gen yang berangkai. Makin jauh letak satu gen dengan
gen lainnya, maka makin besar kemungkinan terjadi pindah silang
Umumnya pindah silang dijumpai baik pada individu betina maupun jantan.
Namun demikian ada perkecualian pada ulat sutera (Bombix mori) betina dan
lalat Drosophila melanogaster jantan, gen-gennya tidak pernah mengalami
pindah silang. Adapun gambar pindah silang dapat dilihat pada gambar XI.1.
Gambar IX. Proses pindah silang dan gamet yang dihasilkan
Ada dua macam susunan berangkai (baik berangkai sempurna maupun
berangkai tidak sempurna), yaitu :
1. Berangkai secara coupling phase dengan susunan SIS (CIS) yaitu
apabila gen-gen dominan berangkai pada satu kromosom, sedangkan
alel-alelnya yang resesif berangkai pada kromosom homolog. Genotip
yang umum digunakan adalah AB
ab
Letak gen-gen tersebut boleh bolak-balik dan ada dominansi.
2. Berangkai secara repulsion phase dengan susunan TRANS yaitu apabila
gen dominant berangkai pada satu kromosom dengan gen resesif yang
bukan alelnya, sedangkan alel resesif dari gen yang disebut peratma tadi
berangkai pada kromosom homolognya dengan alel dominant dari gen
yang disebut kedua. Genotip umum yang digunakan adalah Ab
aB
Letak gen-gen tersebut boleh bolak-balik dan ada dominansi.

IX.1. Berangkai sempurna secara coupling phase susunan sis

Contoh persilangan pada lalat Drosophila melanogaster dengan gen-gen


sebagai berikut :
C adalah gen yang menentukan sayap normal
c adalah gen yang menentukan sayap keriput
S adalah gen yang menentukan thorax polos (normal)
s adalah gen yang menentukan thorax bergaris
Gen-gen tersebut terdapat di autosom.

P  CS x  cs
CS cs
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax normal) thorax bergaris)
Gamet CS cs
F1 CS
cs
(sayap normal, thorax normal)
(F1 x F1)
Gamet CS CS
cs cs

F2 1. CS sayap normal, thorax normal


CS
2. CS sayap normal, thorax normal
cs
3. cs sayap normal, thorax normal
CS
4. cs sayap keriput, thorax bergaris
cs
Perbandingan fenotip = 3 sayap normal : 1 thorax bergaris
(Bandingkan dengan pewarisan Mendel dihibrid dominansi penuh)

IX. 2 Berangkai sempurna secara repulsion phase susunan trans

Contoh persilangan pada lalat Drosophila melanogaster dengan gen-gen


yang berangkai sempurna secara repulsion phase susunan trans adalah
sebagai berikut :

P  Cs x  cS
Cs cS
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax bergaris) thorax normal)
Gamet Cs cS
F1 Cs
cS
(sayap normal, thorax normal)
(F1 x F1)
Gamet Cs Cs
cS cS

F2 1. Cs sayap normal, thorax bergaris


Cs
2. Cs sayap normal, thorax normal
cS
3. cS sayap normal, thorax normal
Cs
4. cS sayap keriput, thorax normal
cS
Perbandingan fenotip :
1 sayap normal, thorax bergaris : 2 sayap normal, thorax normal : 1 sayap
keriput, thorax normal

IX. 3. Berangkai tidak sempurna secara coupling phase susunan sis

Untuk mengetahui berangkai tidak sempurna, maka dilakukan ujisilang


pada individu dihibrid. Contoh persilangannya pada lalat Drosophila
melanogaster adalah sebagai berikut :

P  CS x  cs
CS cs
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax normal) thorax bergaris)
Gamet CS cs
F1 CS
cs
(sayap normal, thorax normal)
(F1 diujisilang)
 CS x  cs
cs cs
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax normal) thorax bergaris)

Gamet CS gamet tipe parental


cs cs
Cs gamet tipe rekombinasi
cS

F2 Genotip Fenotip Perbandingan fenotip

CS sayap normal, thorax normal n


cs
cs sayap keriput, thorax bergaris n
cs
Cs sayap normal, thorax bergaris 1
cs
cs sayap keriput, thorax normal 1
cs

Keterangan : n menunjukkan bahwa jumlah individu keturunan yang berasal dari


gamet parental sangat banyak bila dibandingkan dengan jumlah individu
keturunan yang berasal dari gamet tipe rekombinasi.
IX. 4. Berangkai tidak sempurna secara repulsion phase susunan trans

Contoh persilangan pada lalat Drosophila melanogaster dengan gen-gen


yang berangkai sempurna secara repulsion phase susunan trans adalah
sebagai berikut :

P  Cs x  cS
Cs cS
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax bergaris thorax normal)
Gamet Cs cS

F1 Cs
cS
(sayap normal, thorax normal)

(F1 diujisilang)

 Cs x  cs
cS cs
(sayap normal, (sayap keriput,
thorax normal) thorax bergaris)

Gamet Cs gamet tipe parental


cS cs
CS gamet tipe rekombinasi
cs
F2 Genotip Fenotip Perbandingan fenotip

CS sayap normal, thorax normal 1


cs
cs sayap keriput, thorax bergaris 1
cs
Cs sayap normal, thorax bergaris n
cs
cs sayap keriput, thorax normal n
cs

IX.5. Nilai Pindah Silang (Nps)

Nilai pindah silang (prosentase rekombinasi) adalah angka yang


menunjukkan besarnya prosentase kombinasi baru yang dihasilkan oleh pindah
silang. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Jumlah individu tipe rekombinasi


Nps = ——————————————— x 100%
Jumlah individu seluruhnya