Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rima Elfita

Nim : 1910247925

VEKTOR
A. Pengertian Vektor
Vektor merupakan molekul DNA yang bertindak sebagai alat pembawa suatu DNA (DNA carier)
asing kedalam sel inang, dengan harapan sifat yang ada pada DNA asing tersebut dapat terekspresi dalam
sel inang. Vektor kloning menjadi penting karena dia berperan sebagai media agar target DNA bisa
diperbanyak untuk selanjutnya diekspresi menjadi protein yang diinginkan.

B. Macam-macam Vektor Kloning


Ada sangat banyak vektor kloning yang tersedia saat ini, seperti plasmid, Bakteriofag lambda (virus
faj λ), Bacteriofag rantai tunggal (Phage M13), cosmid, yeast artificial chromosomes (YACs), bacterial
artificial chromosomes (BACs), , transposon, dan lain sebagainya.

1. Plasmid
Plasmid digunakan untuk melakukan rekayasa pada berbagai organisme yang tidak bisa diperoleh
secara alami. Rekayasa ini dilakukan pada tingkat genetik sehingga disebut sebagai rekayasa genetika.
Plasmid adalah molekul DNA sirkuler (lingkaran tertutup) yang berantai ganda dan dapat bereplikasi
sendiri di luar kromosom dan tidak mengandung gen-gen esensial. Plasmid terdapat secara alami maupun
sudah mengalami modifikasi yang disesuaikan dengan keperluan manipulasi genetik. Plasmid terdapat
pada organisme prokariot maupun eukariot. Plasmid inilah yang berfungsi sebagai pembawa sifat
rekombinan pada organisme yang akan direkayasa.

a. Ciri-ciri Plasmid A
Plasmid mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Berbentuk lingkaran tertutup dan untaiannya ganda (double
stranded)
2) Dapat melakukan replikasi sendiri di luar kromosom inti
3) Terdapat di luar kromosom
4) Secara genetik dapat ditransfer secara ctabil
5) Ukurannya relatif kecil dibanding dengan pori dinding sel
inangnya
6) Mempunyai sekurang-kurangnya 2 gen marker yang dapat
menandai masuk tidaknya plasmid ke dalam sel inang
7) Mempunyai tempat pengenalan restriksi sekurang-
kurangnya di dalam salah satu marker yang dapat B
digunakan sebagai tempat penyisipan fragmen dna asing
8) Memiliki titik awal replikasi sehingga dapat melakukan
replikasi dalam sel inang.

b. Fungsi Plasmid
1) Mendukung replikasi
2) Sebagai vector untuk pengklonan DNA Gambar 1. A. Struktur plasmid (Sumber :
Primrose dkk., 2001) Keterangan : Bentuk
3) Pembawa gen resisten antibiotic (plasma resisten) plasmid dapat berupa DNA supercoil
Seperti: plasmid resisten adalah plasmid R. E Coli, (tengah atas), DNA sirkuler tertutup (kiri
yaitu: plasmid yang memberi resisten terhadapa bawah), dan DNA sirkuler terbuka (kanan
bawah). B. Plasmid dengan resistensi
ampisilin dan tetrasiklin. antibiotik (Sumber : Brown, 2010)
Keterangan : Plasmid RP4 memiliki sifat
resistensi antibiotik ampisilin, kanamisin,
dan tetrasiklin
c. Jenis-Jenis Plasmid
Plasmid memiliki beberapa jenis antara lain:
1) F-plasmid: F adalah singkatan dari fertility, plasmid ini mengandung perangkat gen-gen tra
berfungsi dalam proses konjugasi
2) R-plasmid: R adalah sinkatan dari resistance. Plasmid yang membawa gen-gen penyebab
resistensi terhadap antibiotic
3) Col-plasmid: Plasmid yang mengandung gen yang mengkode produksi senyawa bakteriosin
4) Degradative: Plasmid, adalah plasmid yang dapat mencerna beberapa senyawa yang tidak
umum seperti toluene atau asam salisilat
5) Virulence plasmid, plasmid yang dapat menyebabkan penyakit (Ti plasmid: Tumour
inducing plasmide). Pada berbagai agrobacterium. Fungsinya berhubungan dengan
tumbuhan inang, yaitu dengan cara mentransfer satu fragmen DNA (DNA-T) kedalam sel
inang, yang kemudian akan menyebabkan tumbuhnya tumor pada inang.

d. Syarat-syarat Plasmid
1) Ukurannya relatif kecil dibanding dengan pori dinding sel inangnya
2) Mempunyai sekurang-kurangnya 2 gen marker yang dapat menandai masuk tidaknya
plasmid ke dalam sel inang
3) Mempunyai tempat pengenalan restriksi sekurang-kurangnya di dalam salah satu marker
yang dapat digunakan sebagai tempat penyisipan fragmen DNA asing
4) Memiliki titik awal replikasi sehingga dapat melakukan replikasi dalam sel inang

e. Tujuan Penggunaan
1) Plasmid untuk kloning prokariot, sebagai contoh adalah plasmid puc 19 dan pbr 322
2) Plasmid yang digunakan untuk kloning eukariot yang digunakan adalah plasmid Ti
Penggunaan plasmid untuk rekayasa genetika harus disesuaikan kebutuhannya sebab ada
berbagai macam plasmid yang digunakan. Proses penggunaan plasmid dalam rekayasa genetika
melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1. Penentuan terlebih dahulu jenis plasmid yang hendak digunakan sebab ada beberapa jenis
plasmid seperti pBR 322 (Gambar 2) dan pUC19 (Gambar 3) yang bisa digunakan untuk
prokariot dan plasmid Ti (Gambar 4) yang bisa digunakan untuk organisme eukariot

2. Bila plasmid telah ditentukan maka selanjutnya adalah menentukan tempat pengenalan enzim
restriksi (pemotongan) yang hendak digunakan sebagai tempat penyisipan DNA asing dan
marker untuk menandai masuk tidaknya plasmid pada sel inang
3. Apabila telah diketahui tempat pengenalan restriksi dan markernya maka langkah selanjutnya
adalah menyiapkan enzim restriksi sebagai pemotong plasmid. Enzim yang digunakan untuk

Gambar 2. Plasmid pBR 322 Gambar 3. Plasmid pUC19 Gambar 4. Plasmid Ti


Gambar 5. Eco R1
memotong plasmid harus sama dengan
pemotong DNA asing sehingga nanti keduanya bisa bersatu misal : EcoR1 (Gambar 5)

4. Plasmid dipotong dengan enzim


restriksi yang sesuai pada daerah
potongannya
5. Plasmid siap disambungkan
dengan DNA asing yang memiliki
sifat tertentu, yang telah dipotong
juga dengan enzim restriksi yang
sama dengan pemotong plasmid
(Gambar 6). Enzim ligase adalah
enzim yang berfungsi untuk dapat
Gambar 6. Penyambunag plasmid Gambar 7 .Enzim Ligase
menyambung dua (Gambar 7) dengan DNA
ujung potongan DNA.

2. Bakteriofag Lambda (virus faj λ)


Bakteriofag lambda adalah virus kompleks yang menginfeksi bakteri bakteriofag dapat
digunakan sebagai vector cloning karena mempunyai konfirmasi linier untai ganda dengan panjang

48,5. Virus ini sejenis virus


DNA, dimana sebagian virus DNA digantikan dengan DNA
panderma, kemudian melakukan transduksi dengan menyuntikkan
DNA dalam E.coli dan menghasilkan progeny fag baru.
Ada 2 tipe bakteriofag lambda: vector penyisipan dan vector
pengganti.
Selain itu juga ada bakteriofag M13 yang mempunyai DNA
genom berbentuk linieruntai tunggal sekitar 4,6 kb. Bakteriofag ini
tidak membunuh inang tapi hanya menurunkan laju
pertumbuhannya. Vektor ini basanya digunakan untuk mengklon
DNAyang selanjutnya akan ditentukan ukuran nukleotidanya,
dimana ukuran DNA maksimal adalah 5 kb.
3. Kosmid
Kosmid merupakan
C. Cara Memasukkan (fusi) DNA dalam Vektor
1) Konjugasi
Pemindahan DNA rekombinan dari suatu sel
donor ke dalam sel bakteri lainnya melalui
kontak fisik antara kedua sel bakteri tersebut.
2) Transformasi
Pengambilan DNA oleh bakteri dari
lingkungan sekelilingnya. Dengan cara Gambar 8.Konjugasi Gambar 9. Transformasi

fagositosis, pinositosis atau difusi.

3) Transduksi
Transduksi adalah suatu pemindahan DNA dari
suatu sel ke sel lainnya dengan bantuan virus atau
fag.

Gambar 10. Transduksi


DAFTAR PUSTAKA