Anda di halaman 1dari 6

Vektor kloning menjadi penting karena dia berperan sebagai media agar target DNA bisa

diperbanyak untuk selanjutnya diekspresi menjadi protein yang diinginkan. Analogi


sederhananya adalah ketika kita hendak pergi ke mall yang jaraknya jauh untuk berbelanja, kita
tentu memerlukan alat transportasi untuk mencapainya (bisa angkot, motor, mobil pribadi).
Seperti alat transportasi inilah peran vektor kloning. Meskipun tidak 100% sama karena alat
transportasi akan kita tinggalkan jika kita sudah mencapai mall yang kita tuju, sementara vektor
kloning tetap diperlukan, meskipun target DNA kita sudah masuk ke dalam sel organisme inang
yang diinginkan.
            Ada sangat banyak vektor kloning yang tersedia saat ini, seperti plasmid, cosmid,
yeast artificial chromosomes (YACs), bacterial artificial chromosomes (BACs), phage,
transposon, dll.
B.  Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian dari vector cloning (Plasmid)
2.    Untuk mengetahui kegunaan dari vector cloning (plasmid)
3.    Untuk mengetahui proses pembuatan plasmid rekombinan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian
Vektor merupakan molekul DNA yang membawa suatu DNA asing kedalam sel inang,
dengan harapan sifat yang ada pada DNA asing tersebut dapat terekspresi dalam sel inang. Salah
satu vektor yang bisa digunakan untuk membawa molekul DNA asing masuk dalam sel inang
adalah plasmid. Plasmid digunakan untuk melakukan rekayasa pada berbagai organisme yang
tidak bisa diperoleh secara alami. Rekayasa ini dilakukan pada tingkat genetik sehingga disebut
sebagai rekayasa genetika.
Plasmid adalah molekul DNA sirkuler (lingkaran tertutup) yang berantai ganda dan dapat
bereplikasi sendiri di luar kromosom dan tidak mengandung gen-gen esensial. Plasmid terdapat
secara alami maupun sudah mengalami modifikasi yang disesuaikan dengan keperluan
manipulasi genetik. Plasmid terdapat pada organisme prokariot maupun eukariot. Plasmid inilah
yang berfungsi sebagai pembawa sifat rekombinan pada organisme yang akan direkayasa.
Plasmid memilki ciri-ciri antara lain :
a. Berbentuk lingkaran tertutup dan untaiannya ganda (double stranded)
b. Dapat melakukan replikasi sendiri di luar kromosom inti
c.  Terdapat di luar kromosom
d.  Secara genetik dapat ditransfer secara stabil
Agar dapat digunakan sebagai vektor, plasmid harus memiliki syarat-syarat diantaranya
sebagai berikut :
a.    ukurannya relatif kecil dibanding dengan pori dinding sel inangnya
b.    mempunyai sekurang-kurangnya 2 gen marker yang dapat menandai masuk tidaknya plasmid ke
dalam sel inang
c.    mempunyai tempat pengenalan restriksi sekurang-kurangnya di dalam salah satu marker yang
dapat digunakan sebagai tempat penyisipan fragmen DNA asing
d.   memiliki titik awal replikasi sehingga dapat melakukan replikasi dalam sel inang
Menurut tujuan penggunaannya, plasmid dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.    plasmid untuk kloning prokariot, sebagai contoh adalah plasmid pUC 19 dan pBR 322
b.     plasmid yang digunakan untuk kloning eukariot yang digunakan adalah plasmid Ti 
B.       Kegunaan plasmid
    Plasmid digunakan sebagai vektor dalam rekayasa genetika. Dalam hal ini plasmid
digunakan untuk membawa suatu rangkaian fragmen DNA asing masuk dalam sel inang dengan
harapan plasmid rekombinan itu mengalami replikasi dan mengekspresikan sifat baru pada DNA
asing tersebut, sehingga sifat yang diinginkan dapat diperoleh dari plasmid rekombinan tersebut.

C.  Proses penggunaan plasmid di dalam rekayasa genetika


  Penggunaan plasmid untuk rekayasa genetika harus disesuaikan kebutuhannya sebab ada
berbagai macam plasmid yang digunakan. Proses penggunaan plasmid dalam rekayasa genetika
melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1.    Penentuan terlebih dahulu jenis plasmid yang hendak digunakan sebab ada beberapa jenis
plasmid seperti pBR 322 dan pUC19 yang bisa digunakan untuk prokariot dan plasmid Ti yang
bisa digunakan untuk organisme eukariot
2.    Bila plasmid telah ditentukan maka selanjutnya adalah menentukan tempat pengenalan enzim
restriksi (pemotongan) yang hendak digunakan sebagai tempat penyisipan DNA asing dan
marker untuk menandai masuk tidaknya plasmid pada sel inang
3.    Apabila telah diketahui tempat pengenalan restriksi dan markernya maka langkah selanjutnya
adalah menyiapkan enzim restriksi sebagai pemotong plasmid. Enzim yang digunakan untuk
memotong plasmid harus sama dengan pemotong DNA asing sehingga nanti keduanya bisa
bersatu misal : EcoR1
4.    Langkah selanjutnya adalah plasmid dipotong dengan enzim restriksi yang sesuai pada daerah
potongannya
5.    Plasmid siap disambungkan dengan DNA asing yang memiliki sifat tertentu, yang telah
dipotong juga dengan enzim restriksi yang sama dengan pemotong plasmid
D.  Enzim restriksi sebagai pemotong plasmid
  Untuk memotong plasmid digunakan enzim restriksi. Enzim restriksi adalah enzim yang
digunakan untuk memotong DNA secara spesifik. Enzim restriksi disebut sebagai gunting
biologi. Enzim ini diisolasi dari bakteri. Restriksi yang digunakan untuk memotong plasmid
harus sama dengan pemotong DNA asing agar urutan basanya bisa sesuai sehingga antara
plasmid dan DNA asing yang disisipkan bisa  bersatu. Prinsip kerja enzim restriksi adalah:
1.    Enzim restriksi yang digunakan adalah enzim endonuklease restriksi. Enzim pemotong ini
mengenali DNA pada situs kusus dan memotong pada situs tersebut
2.    Situs pengenalan enzim restriksi adalah daerah yang simetri dengan poliandrom, artinya bila
kedua utas DNA tersebut masing-masing dibaca dengan arah yang sama akan memberikan
urutan yang sama pula nukleotidanya
3.    Pemotongan enzim restriksi akan menghasilkan potongan yaitu ujung kohesif (sticky end) dan
ujung rata (blunt end).

Perbedaan antara hasil pemotongan yang berupa sticky end dan blunt end dapat dilihat
pada tabel 1. berikut ini.

 Berbagai contoh restriksi enzim yang mengenali pada situs pemotongan tertentu pada
DNA dapat dilihat pada tabel 2.
  

Proses pemotongan DNA digambarkan pada gambar 3. berikut ini


 
Gambar 3. Pemotongan enzim restriksi pada DNA

E.   Enzim Ligase sebagai penyembung plasmid dengan DNA asing


 Enzim ligase adalah enzim yang berfungsi untuk menyambung dua ujung potongan DNA.
Enzim ligase yang sering digunakan adalah DNA ligase dari E. Coli dan DNA ligase dari Fage
T4. Prinsip kerja enzim ligase sebagai berikut:
1.    Enzim ligase menyambung dua ujung DNA yang semulanya terpotong
2.    Penyambungan dilakukan dengan cara menyambung 2 ujung DNA melalui ikatan kovalen
antara ujung 3’OH dari utas satu dengan ujung 5’P dari utas yang lain
3.    Penggunaan ligasi DNA ini mengkatalis ikatan fosfodiester antara kedua ujung DNA sehingga
kedua fragmen DNA yang berupa potongan bisa bersatu menjadi satu.

F.   Pemotongan dan penyambungan plasmid dan DNA asing sehingga dihasilkan Plasmid
Rekombinan
         Untuk menciptakan plasmid rekombinan yang mengandung sifat DNA asing tertentu yang
dilakukan adalah dengan menyambung DNA asing tersebut dengan plasmid yang ada. Plasmid
rekombinan terbentuk sebagai sambungan antara plasmid dengan DNA asing, sehingga plasmid
tersebut mengandung sifat tertentu yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Secara sederhana
prosedur untuk menciptakan plasmid rekombinan dapat dilakukan sebagai berikut:
1.    Menyiapkan bakteri yang mengandung DNA asing dengan sifat tertentu
2.    Menyiapkan plasmid yang akan digunakan sebagai vektor
3.    Pemotongan DNA asing dengan sifat yang dibutuhkan dengan enzimrestriksi semisal dari E. coli
4.    Pemotongan plasmid yang akan digunakan sebagai vektor dengan enzim restriksi yang sama
yaitu E. Coli
5.     Hasil potongan DNA dengan sifat tertentu disambungkan pada plasmid dngan menggunakan
enzim penyambung yaitu DNA ligase. DNA ligase akan mengikat ujung 3’OH dengan ujung 5’P
dan membentuk ikatan fosfodiester sehingga plasmid dan DNA asing dengan sifat tertentu bisa
bersatu
6.    Terbentuklah plasmid rekombinan yang membawa DNA asing dengan sifat tertentu tersebut.
Plasmid ini siap ditransfer ke dalam sel inang untuk memperoleh organisme transgenik.

   Gambar proses terbentuknya Plasmid rekombinan sebagai hasil penyambungan plasmid


dengan DNA asing dengan sifat tertentu dapat dilihat pada gambar 6 berikut ini.
   

Gambar 6. Penyambungan Plasmid dengan DNA asing


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Vektor cloning merupakan transportasi yang membawa suatu DNA asing kedalam sel inang,
dengan harapan sifat yang ada pada DNA asing tersebut dapat terekspresi dalam sel
inang. Adapuun Salah satu vektor yang bisa digunakan untuk membawa molekul DNA asing
masuk dalam sel inang adalah plasmid. Plasmid adalah molekul DNA sirkuler (lingkaran
tertutup) yang berantai ganda dan dapat bereplikasi sendiri di luar kromosom dan tidak
mengandung gen-gen esensial. Plasmid terdapat secara alami maupun sudah mengalami
modifikasi yang disesuaikan dengan keperluan manipulasi genetik. Plasmid terdapat pada
organisme prokariot maupun eukariot. Plasmid inilah yang berfungsi sebagai pembawa sifat
rekombinan pada organisme yang akan direkayasa.
Pembentukan plasmid rekombinan melalui penyambungan plasmid dengan DNA asing dan
di transfer ke dalam sel inang bertujuan untuk menghasilkan organisme yang transgenic.
B.  Saran
Semoga makalah ini bermanfaat dan menjadi penambah wawasan kita semua, tentunya
dengan rajin-rajin belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Penulis : Raden Addy Tristian ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel MAKALAH BIOTEKNOLOGI tentang VEKTOR KLONING (PLASMID) ini dipublish oleh Raden Addy

Tristian pada hari Selasa, 03 November 2015. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan

Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan MAKALAH BIOTEKNOLOGI tentang

VEKTOR KLONING (PLASMID)

0 komentar:
Posting Komentar
< Next

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Archive
 ▼  2015 (2)
o ▼  November (2)
 Tugas Mikrobiologi
 MAKALAH BIOTEKNOLOGI tentang VEKTOR KLONING (PLASM...

About Me

Raden Addy Tristian


Lihat profil lengkapku

Followers
Diberdayakan oleh Blogger.

ABOUT
TOTAL PAGEVIEWS
BLOGGER NEWS
BLOGROLL
Copyright © 2020 Virus-bakteri / Template by : Urangkurai