Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara


Republik Indonesia Tahun 1945 dan yang telah mengalami 4 (empat) kali perubahan,
bahwa Pemilu merupakan perwujudan kedaulatan rakyat untuk melaksanakan suksesi
pemerintahan yang demokratis. Penyelenggaraan Pemilu yang besifat langsung, umum,
bebas, jujur, adil dan akuntabel perlu didukung suatu lembaga yang kredibel. Untuk itu,
lembaga Penyelenggara Pemilu harus mempunyai integritas yang tinggi,
ketidakberpihakan kepada salah satu Peserta Pemilu serta memahami tugas dan tanggung
jawab sebagai Penyelenggara Pemilu dan menghormati hak-hak politik dari warga
negara.
KPU sebagai penyelenggara Pemilu dan sebagaimana diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 dalam menyelenggarakan Pemilu berkomitmen
dan berpedoman pada azas mandiri, jujur, adil, tertib dalam menyelenggarakan Pemilu,
terbuka, profesional, efisien dan efektif mengingat tugas KPU adalah menyelenggarakan
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Daerah
(DPD), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta Pemilu Presiden dan
Wakil Presiden yang diselenggarakan secara langsung oleh rakyat. Disamping tugas
tersebut juga melaksanakan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) yaitu
untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur dan Bupati dan Wakil Bupati serta
Walikota dan Wakil Walikota secara langsung, sehingga untuk melaksanakan tugas
tersebut maka dibentuk pula KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota di Provinsi dan
Kabupaten/Kota. Untuk melaksanakan tugas tersebut KPU dibantu oleh Sekretaris
Jenderal (Sekjen) dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen), dan seluruh tugas
didistribusikan kepada Biro-Biro dan Inspektorat. Sedangkan untuk pelaksanaan tugas
KPU Provinsi dan KPUKabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat KPU Provinsi dan
Sekretariat KPU Kabupaten/Kota. Sehubungan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal
KPU sebagai instansi Pemerintah menyusun LAKIP sebagaimana diamanatkan dalam
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah melaporkan pertanggungjawaban
keberhasilan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
B. Maksud Dan Tujuan

Maksud dan Tujuan disusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi


Pemerintah (LAKIP) KPU adalah sebagai wujud pertanggung jawaban KPU atas
pelaksanaan tugas dan fungsinya, dan sebagai bahan analisis dalam membuat kebijakan
untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang.