Anda di halaman 1dari 4

1.

LETAK WILAYAH DAN CARA PENYEBARAN

A. LETAK GEOGRAFIS
Wilayah Yunani bagian tenggara berbatasan dengan laut Tengah
Mediterania, wilayah utara berbatasan dengan Macedonia, Yunani
bagian selatan semenanjung Balkan, sebelah timur berbatasan
dengan laut Aegeia, dan sebelah barat berbatasan dengan laut
Ionia. Secara geografis Yunani terdiri dari berbagai pulau-pulau
serta tanah datar yang di pisahkan oleh pegunungan-pegunungan,
yang secara geografis Yunani menjadi lembah-lembah yang
letaknya terpisah, pantainya berteluk-teluk, perbedaan pasang
surut air laut yang memungkinkan pembuatan bandar-bandar yang
baik dengan mudah. Kepulauan Aegeis terdiri atas beribu-ribu
pulau-pulau kecil yang berdekatan letaknya sehingga seolah-olah
merupakan sebuah jembatan alam yang menghubungkan daratan Yunani dengan Asia Barat, maka tak
mengherankan jika pelayaranlah yang memegang peranan penting dalam masyarakat Yunani kuno,
bangsa ini oleh alam seakan-akan didorong untuk menjadi bangsa bahari.

B. CARA PENYABARAN
Melalui penaklukan Aleksander Agung, arsitektur menjadi cara yang penting untuk
menyebarkan kebudayaan Yunani dan menunjukkan kekuasaan Yunani di daerah taklukan.

Hal yang sama terjadi ketika Romawi menakluakn Yunani, sekitar tahun 200-100 SM. Orang
Romawi menggunakan arsitektur untuk menunjukkan kekuasaan Romawi di Yunani. Dengan
cepat mereka membangun banyak bangunan bergaya Romawi di Yunani. Arsitektur
Korinthos menjadi lebih terkenal. Sekitar tahun 400 SM, orang Yunani memeluk agama
Kristen, dan mereka mulai membangun gereja dan biara. Mereka juga mengubah banyak kuil
menjadi gereja.

Cikal-bakal dari peradaban Yunani adalah peradaban pulau Kreta. Kreta adalah pulau
terbesar di Yunani, yang terletak di selatan Yunani. Kebudayaan Pulau Kreta seringkali
disebut kebudayaan Minoa. Peradaban Pulau Kreta ini sendiri muncul sekitar tahun 3000-
1400 SM. Letak Pulau Kreta sangat strategis yakni di tengah-tengah jalur pelayaran antara
Mesir, Yunani dan Mesopotamia. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau
Kreta untuk hidup dari sektor pelayaran dan perdagangan. Selain itu Pulau Kreta juga
menjadi jembatan budaya antara Asia, Afrika dan Eropa.

Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang yunani antara lain dengan konstruksi
lengkung untuk membuat ruangan menjadi lebih luas. Banguna atap kubah untuk pertama
kalinya digunakan pada bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan
umum seperti jalan raya.
Kuil – kuil tempat pemujaan dewa memiliki ukuran yang besar. Dan batang tiang penyangga
atap menggunakan ciri – ciri yang sama dengan yunani Doria, Inoria dan Korinthia.

budaya Yunani berkembang pesat, dan tersebar ke penjuru Laut Mediterania melalui
Kekaisaran Athena, selain juga oleh para pedagang, imigran, dan penakluk dari Yunani.
Yunani Klasik sangat berpengaruh terhadap Kekaisaran Romawi, yang pada gilirannya
menyebarluaskannya ke seluruh penjuru Mediterania dan Eropa di bawah kekuasaan
Romawi. Karena alasan inilah, Yunani Klasik dianggap sebagai pondasi bagi peradaban
Barat.

Arsitektur (bangunan dengan desain estetik) berakhir di yunani pada (sekitar 1200 BC -7 BC)
tetapi sejak bangunan yunani kuno di Archaic dan awal periode klasik hamper semua tidak
terdapat sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian bangunan tersebut. Dan hanya
kuil yang bertahan hingga sekarang, dari berbagai macam arsitektur antara lain; Stoa Attalus
di pugar Athena, Yunani Akademi Nasional di bangun Athena,Tholos di Delphi,
Perpustakaan Celcus (Ephesus), Teater Herodes Atticus (Athena), kuil Hephaestus dengan
gaya Doric,kuil Erecththeum di Athena dengan gaya Lonic, kuil Olympic Zeus di Athena
dengan gaya Corinthian.

2. FUNGSI-FUNGSI BANGUNAN

1. Temple of Olympian Zeus, Yunani

Kuil ini didesain oleh Libon of Elis. Berada di Athena,


dan kita yang melihatnya langsung tahu bahwa kuil ini
dulu adalah kuil yang sangat luas. Meski sekarang hanya
tersisa beberapa kolom saja. Didedikasikan untuk Dewa
Zeus, pemimpin para dewa Yunani kuno.

2. The Phartenon, Yunani

Berada di atas Acropolis dan merupakan kuil yang paling


sering dikunjungi di Athena. Rasanya akan kurang jika
berlibur ke Athena, tanpa berkunjung ke kuil ini. Kuil ini
didirikan dengan tujuan untuk tempat patung-patung
Athena yang dikenal sebagai dewi perang. Patung-patung
itu ada yang terbuat dari emas, perak, dan gading.

3. The Temple of Poseidon, Yunani

Berlokasi di Attica dan letaknya pun berdekatan dengan


lautan. Hal ini karena Poseidon sendiri adalah dewa laut.
Kuil ini dulunya sangat megah, namun sekarang sisanya
pun hanya beberapa bagiannya saja.
5. The Erechtheum, Yunani

Berada di Acropolis, Athena. Didedikasikan untuk


seorang pahlawan Yunani bernama Erichthonius. Di
bagian luar bangunan ini terdapat enam patung wanita
yang menjadi ciri khasnya.

6. The Temple of Apollo, Sicily

Berada di Siracusa, Italia yang merupakan sebuah pulau


bersejarah yang menyimpan banyak peninggalan Yunani
kuno. Bentuk bangunannya sudah tinggal reruntuhan saja,
namun sisa-sisa ini tentu saja tetap dijaga. Buktinya pagar
melingkar di sekitarnya.

3.KARAKTERISTIK

A.BENTU DAN FUNGSI RUANG

 Memiliki banyak sekali ornamen atau hiasan hampir di setiap sudut bangunan.
 Penggunaan kolom dan balok (entablature) sebagai elemen utama.
 Biasanya berupa bangunan yang besar dan megah dengan waktu pengerjaan yang cukup
lama.
 Memanfaatkan efek distorsi mata untuk menciptakan kemegahan dan keindahan
bangunan-bangunan utamanya.
 Bahan utama menggunakan bahan yang langsung diambil dari alam.
 Setiap bangunan pada arsitektur Yunani Kuno adalah bagian integral dari keseluruhan
struktur yang ada sehingga peninggalannya (walau tidak sempurna) dapat direkonstruksi
menjadi suatu bangunan yang sebenarnya.

B. ESTETIKA DAN ORNAMEN

Elemen estetis lainnya yang dapat diterapkan pada Interior atau Arsitektur adalah ornamen
Yunani yang biasanya diterapkan pada cornice, capital, entablature (bagian horizontal yang
ditopang oleh kolom), ataupun pada dinding. Ornamen-ornamen yang sering digunakan
adalah;

 Bead and Reel, Egg and Dart, Lambs Tongue

Ornamen ini dibuat dengan teknik molding (cetak/cor), yang umumnya diterapkan pada
cornice.

 Dentil
Dentil merupakan ornamen repetitif berbentuk kotak
yang berada di bagian bed-mould (tengah) dari cornice.
Ornamen dentil menggambarkan bagian ujung dari
kasau bangunan.

 Greek Key
Ornamen estetis Yunani yang telah menjadi icon, bahkan hingga
kini masih banyak digunakan dalam berbagai bidang desain adalah
Greek Key. Greek Key biasa juga disebut Greek Fret atau meander
atau meandros, berarti berliku-liku, yang menggambarkan alur
sungai Meandros. Greek Key juga diartikan sebagai penggambaran
labyrinth (Cretan Labyrinth). Motif ini merupakan simbol penting
dalam kebudayaan Yunani karena
menjadi simbol keabadian. Motif Greek Key juga muncul dalam
berbagai variasi dan tingkat kerumitan. Motif Greek Key dapat
anda terapkan sebagai elemen arsitektur, atau pun interior,
misalnya sebagai ornamen entablature, pilar, cornice, motif
lantai, border dinding, wallpaper, upholstery, aksesoris,
atau dapat anda terapkan pada ornamentasi furnitur.

 Greek Furniture

Tidak ada satu pun furnitur Yunani yang selamat atau tersisa dari
reruntuhan kebudayaan Yunani kuno. Kita hanya dapat melihat
seperti apa desain furnitur Yunani kuno dari relief, mural, atau
gambar-gambar yang ada pada keramik Yunani. Salah satu
furnitur Yunani yang terkenal adalah kursi Klismos.
Penggambaran furnitur ini menarik karena bentuk kakinya yang
terlihat tidak kokoh secara konstruktif, yang sebenarnya sangat
mungkin dibuat, apabila metode steam-bending kayu telah ditemukan pada masa itu dan
bentuk kaki yang melengkung berasal dari satu batang kayu utuh yang dibengkokkan.

C. STRUKTUR KONSTRUKSI DAN MATERIAL