Anda di halaman 1dari 3

KEPERAWATAN TRANSKULTURAL

TERAPI BEKAM

DISUSUN OLEH :

1. Eva Kartika Putri (1811007)


2. Fatma Susanti (1811008)
3. Nurisma Diana Agresta (1811014)
4. Riska Nasiron Maulida (1811015)

PRODI PENDIDIKAN NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PATRIA HUSADA BLITAR
2019/2020
1. Terapi Bekam
Bekam merupakan praktik yang digunakan dalam pengobatan tradisional
di beberapa bagian dunia, termasuk Cina dan Timur tengah. Pengobatan ini
sudah ada selama ribuan tahun lalu dan katanya efektif untuk meringankan
rasa sakit serta nyeri otot.
Cara kerja pengobatan alternatif ini bisa dibilang seperti vakum.
Nantinya, sebuah alat khusus yang berbentuk seperti cawan akan menghisap
lapisan kulit dan lemak dari otot, dan terkadang bahkan juga bisa
memindahkan lapisan otot satu sama lain.
Cawan yang digunakan untuk terapi bekam bisa terbuat dari gelas,
plastik, dan silikon. Menariknya, seribu tahun yang lalu cawan yang
digunakan untuk bekam terbuat dari tanduk binatang, bambu, atau tanah liat.
Pengobatan alternatif ini dapat dilakukan di bagian tubuh mana pun yang
terasa sakit. Namun, bagian punggung, leher, dan bahu merupakan tempat-
tempat yang paling sering dilakukan terapi bekam. Kadang-kadang, terapi ini
dilakukan bersamaan dengan perawatan akupunktur.
Biasanya, terapis akan meminta para pasien untuk berpuasa atau hanya
makan ringan saja selama dua hingga tiga jam sebelum sesi bekam dilakukan.
Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan manfaat dari terapi bekam itu sendiri.

2. Manfaat Terapi Bekam


Bekam mungkin efektif ketika digabungkan dengan pengobatan lain,
seperti akunpunktur atau obat-obatan medis untuk mengatasi berbagai
penyakit dan kondisi, seperti:
a. Herpes zoster
b. Jerawat
c. Batuk
d. Dispenia
e. Hernial lumbal
f. Spondylosis serviks
g. Kekakuan wajah
Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan, British Cupping Society
juga mengklaim bahwa terapi bekam dapat membantu mengobati:
a. Gangguan darah, seperti anemia dan hemophilia
b. Penyakit rematik, seperti arthritis dan fibromyalgia
c. Kesuburan dan gangguan yang berhubungan dengan ginekologi
(kandungan)
d. Masalah kulit, seperti eksim dan jerawat
e. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
f. Migrain
g. Kecemasan dan depresi
h. Penyumbatan bronkial yang disebabkan alergi dan asma
i. Pelebaran pembuluh darah (varises)

3. Yang Tidak Boleh Melakukan Terapi Bekam


British Cupping Society memaparkan bahwa ada beberapa kelompok
yang sebaiknya menghindari terapi ini:
a. Wanita yang sedang menstruasi atau sedang hamil
b. Orang dengan kanker metastatik (kanker yang menyebar dari satu bagian
tubuh ke bagian lainnya)
c. Orang yang mengalami patah tulang atau kejang otot
d. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gagal organ, hemofilia,
edema, kelainan darah, dan beberapa jenis penyakit jantung
e. Lansia dan anak-anak
f. Orang dengan penyakit diabetes dan sedang menggunakan obat pengencer
darah, sebaiknya tidak mencobanya karena mungkin bisa memperparah
kondisi.
g. Bagi yang memiliki kulit sensitif atau terlalu tipis, juga tidak cocok untuk
melakukan pengobatan alternatif ini.

4. Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Dibekam


Walaupun bekam bisa dilakukan di bagian tubuh mana pun, tapi
pengobatan alternatif ini tidak boleh dilakukan pada area yang di mana kulit
sedang mengalami kerusakan, iritasi, atau meradang.
Selain itu, pengobatan ini juga tidak boleh dilakukan pada area yang
terdapat pembuluh darah arteri, degup nadi, kelenjar getah bening, mata,
lubang, atau sedang mengalami patah tulang.