Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang “Asuhan Keperawatan Kepada Klien Dengan Hipotiroid”
berkaitan dengan Sistem Endokrin meskipun masih banyak kekirangan
didalamnya. Dan juga kami berterimakasih pada Ibu Hj. Yanti Cahyati, Ners.,
M.Kep. selaku dosen mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Poltekkes
Kemenkes Tasikmalaya yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan
datang.

Tasikmalaya, 5 September 2018

Penyusun  
 
 
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah........................................................................................... 1

1.3 Tujuan.............................................................................................................. 2

1.4 Manfaat............................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep Medis .............................................................................................. 3
2.1.1.Pengertian..................................................................................................... 3
2.1.2 Klasifikasi.................................................................................................... 3
2.1.3 Etiologi......................................................................................................... 3
2.1.4 Patofisiologi................................................................................................. 4
2.1.5 Pathway........................................................................................................ 6
2.1.6 Pemeriksaan Penunjang............................................................................... 7
2.1.7 Komplikasi .................................................................................................. 7
2.2 Konsep Keperawatan ............................................................................... 8
2.2.1 Pengkajian.................................................................................................. 8
2.2.2 Diagnosa Keperawatan…...........................................................................9
2.2.3 Intervensi .....................................................................................................9

BAB III 1
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................10
3.2 Saran...............................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................11
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain (Alvyanto, 2010).

Dalam sistem endokrin terbagi atas dua bagian yaitu sistem endokrin dan
sistem eksokrim. Sistem eksokrim merupakan sistem yang mengeluarkan enzim
pada permukaan tubuh seperti kulit dan dinding pembuluh darah. Sistem endokrin
membahas tentang sistem pengeluaran enzim ke dalam organ-organ dalam tubuh
seperti ginjal, hati, pancreas, pembuluh darah, dll. Salah satu penyakit yang
disebabkan oleh sistem endokrin ini diantaranya adalah hipotiroidisme,
merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kelenjar tiroid
dalam menghasilkan hormon T3(triodotironin) dan T4(tiroksin). Penyakit ini
merupakan salah satu penyakit autoimun yang dapat menyerang pada manusia
utamanya pada laki-laki. Penyakit ini juga salah satu penyakit yang dapat
menyebabkan kematian pada stadium lanjut.

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas maka penulis dalam pembahasan
makalah ini membahas lebih lanjut tentang penyakit hipotiroidisme serta asuhan
keperawatan secara mendasar sehingga kita dapat mengetahui secara dini tentang
penyakit ini dan cara perawatannya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Definisi Hipotiroidisme ?
2. Jenis-jenis Hipotiroidisme ?
3. Etiologi/penyebab Hipotiroidisme ?
4. Bagaimana Asuhan Keperawatan Hipotiroidisme ?
 1.3 Tujuan

1. Mengetahui Pengertian Hipotiroidisme


2. Mengetahui Jenis-Jenis Hipotiroidisme
3. Mengetahui Penyebab Hipotiroidisme
4. Mengetahui Asuhan Keperawatan Hipotiroidisme
 

1.4 Manfaat

1. Makalah ini bermanfaat bagi pembaca untuk mengembangkan dan paham


akan perawatan Hipotiroidisme.
2. Dengan melakukan pembuatan makalah ini, penulis dapat mengetahui dan
memahami secara spesifik tentang Hipotiroidisme.

 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Medis

2.1.1 Definisi

Hipotiroidisme adalah suatu atau beberapa kelainan structural atau


fungsional dari kelenjar tiroid sehingga sistensis dari hormon tiroid menjadi
isufisiensi (Haznam, M.W, 1991: 149).

Hipotiroid merupakan penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid sebagai akibat


kegagalan mekanisme kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi kebutuhan
jaringan tubuh akan hormon-hormon tiroid.

2.1.2 Klasifikasi

Secara klinis dikenal 3 Hipotiridisme, yaitu :

a. Hipotiodisme sentral, karena kerusakan Hipofisis atau Hypotalamus


b. Hipotiroidisme Primer, karena keruskan kelanjar tiroid
c. Karena sebab lain seperti farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan
yodium, dan resistensi perifer.

Yang paling banyak ditemukan adalah hipotiroidisme primer. Oleh karena itu,
umumnya diagnosis ditegakkan berdasar atas TSH meningkat dan Ft4 turun.
Manifestasi klinis hipotiroidisme tidak tergantung pada sebabnya.

2.1.3 Etiologi

Etiologi dari hipotiroidisme dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu :

a. Hipotiroid primer

Mungkin disebabkan oleh congenital dari tyroid (kretinism), sintesia


hormon yang kurang baik, defisiensi (prenatal dan postnatal), obat anti tiroid,
pembedahan atau terapi radioaktif untuk hipotiroidisme, penyakit inflamasi
kronik seperti penyakit hasimoto, amylodisis dan sarcoidosis.

b. Hipotiroid sekunder

hipotiroid sekunder berkembang ketika adanya stimulasi yang tidak


memadai dari kelenjar tiroid normal, konsekwensinya jumlah tiroid stimulating
hormone(TSH) meningkat. Ini mungkin awal dari suatu malfungsi dari pituitary
atau hipotalamus. Ini dapat juga disebabkan oleh resistensi perifer terhadap
hormone tiroid.

c. Hipotiroid tersier/pusat

hipotiroid tersier dapat berkembang jika hipotalamus gagal untuk


memproduksi tiroid releasing hormon (TRH) dan akibatknya tidak dapat
distimulasi pituitary untuk mengeluarkan TSH. Ini mungkin berhubungan
dengan suatu tumor/lesi destruktif lainnya diarea hipotalamus.

2.1.4   Patofisiologi

Hipotiroidisme dapat terjadi akibat pengangkatan kelenjar tiroid dan pada


pengobatan tirotoksikosis dengan RAI. Juga terjadi akibat infeksi kronis kelenjar
tiroid yang bersifat idiopatik.

Prevalensi penderita hipotiroidisme meningkat pada usia 30 sampai 60


tahun, empat kali lipat angka kejadiannya pada wanita dibandingkan pria.
Hipotiroidisme kongenital dijumpai satu orang pada empat ribu kelahiran hidup.

Jika produksi hormone tiroid tidak adekuat maka kelenjar tiroid akan
berkompenasi untuk meningkatkan sekresinya sebagai respons terhadap
rangsangan hormon TSH. Penurunan sekresi hormon kelanjar tiroid akan
menurunkan laju metabolisme basal yang akan mempengaruhi semua sistem
tubuh. Proses metabolik yang dipengaruhi antara lain:

a. Penurunan produksi asam lambung (Aclorhidria)


b. Penurunan motilitas usus
c. Penurunan detak jantung
d. Gangguan fungsi neurologik
e. Penurunan produksi panas

Penurunan hormon tiroid juga akan menggangu metabolisme lemak dimana akan
terjadi peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida sehingga klien berpotensi
mengalami atherosklerosis. Akumulasi proteoglicans hidrophilik di rongga
intertisial seperti rongga oleura, cardiak dan abdominal sebagai tanda dari
mixedema. Pembentukan eritrosit yang tidak optimal sebagai dampak dari
menurunya hormon tiroid memungkinkan klien mengalami anemi.
2.1.5  perjalanan penyakit Hipotiroid terhadap KDM
2.1.6 Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan kadar T3 dan T4


2. Pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi
peningkatan TSH serum, sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat
menurun).
3. Pemeriksaan USG (bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat
tentang ukran dan bentuk kelenjar tiroid dan nodul.

2.1.7 Komplikasi

Penyakit lain yang sering muncul akibat Hipotiroidisme adalah :

a. Penyakit Hashimoto

Disebut tiroiditis otoimun, terjadi akibat otoantibodi yang merusak


jaringan tiroid. Ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan kadar
TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal.

b. Gondok Endemic

Hipotiroi akibat defisiensi iodium dalam makanan. Ini terjadi karena sel-
sel tiroid menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalam usaha untuk menyerap
semua iodium yang tersisa dalam darah. Kadar HT yang rendah akan disertai
kadar TSH dan TRH yang tinggi karena minimnya umpan balik.

c. Karsinoma Tiroid

Karsinoma tiroid dapat terjadi akibat terapu tiroidektomi, pemberian


obat penekan TSH atau terapi ioudium radioaktif untuk menghancurkan
jaringan tiroid. Terapi-terapi tersebut akan merangsang proliferasi dan
hiperplasia sel tiroid.

 
2.2 Konsep Keperawatan
2.2.1 Pengkajian

a. Identitas Klien

Meliputi nama, usia, jenis kelamin, pendidikan, alamat, pekerjaan, agama,


sukubangsa, tanggal dan jam masuk rumah sakit (MRS), nomor register, dan
diagnosis medis.

b. Riwayat Penyakit Sekarang

Apakah ada keluhan terdapat benjolan di leher depan dan nyeri saat
ditekan.

c. Riwayat Penyakit Dahulu

Pengkajian yang perlu ditanyakan meliputi adanya riwayat penyakit. Sejak


kapan klien menderita penyakit tersebut, apakan dulu pernah kena penyakit
yang sama atau tidak, atau penyakit lain.

d. Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat kesehatan klien dan keluarga. Apakah ada angota keluarga yang
menderita penyakit yang sama atau tidak.

e. Riwayat psiko-sosio

Pengkajian mekanisme koping yang digunakan klien untuk menilai respon


emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan perubahan peran klien
dalam keluarga. Apakah ada dampak yang timbul pada klien seperti ketakutan
akan kecacatan, rasa ketidak mampuan untuk melakukan aktifitas secara
optimal dan pandangan terhadap dirinya yang salah.

f. Kebiasaan Hidup Sehari-hari, seperti :

1. Pola Makan

Mengkonsumsi makanan yang kadar iodiumnya rendah dan nafsu


makan menurun.

2. Pola Tidur
Pasien sering tidur larut malam.

3. Pola Aktivitas

Pasien terlalu memforsie pekerjaan sehingga sering mengeluh


kelelahan.
2.2.2 Diagnosa Keperawatan

a. Intoleran Aktivitas
b. Hipotermi
c. Konstipasi
d. Ketidakefektifan Pola Nafas
e. Nutrisi, ketidakseimbangan : Kurang dari Kebutuhan Tubuh

2.2.3 Intervensi Keperawatan

Diagnosa
No. Keperawatan NOC NIC

   Konservasi
a. Intoleransi energi. Terapi aktivitas :
Aktifitas.  Toleransi  Bantu klien untuk
aktivitas. mengidentifikasi
Faktor yang  Perawatan diri. aktivitas yang mampu
berhubungan : Kriteria hasil : dilakukan.
Kelelahan dan  Berpatisipasi  Bantu untuk memilih
penurunan dalam aktivitas aktivitas konsisten yang
proses Kognitif. fisik. sesuai dengan
 Mampu kemampuan fisik,
melakukan aktivitas psikologi dan social.
sehari – hari secara  Bantu untuk
mandiri. mengidentivikasi dan
mendapatkan sumber
yang diperlukan untuk
aktivitas yang
diinginkan.
 Bantu untuk
mengidentifikasi
aktivitas yang disukai.
 
b. Hipotermi  Termoregulasi. Pengaturan Suhu :
 Tanda – tanda  Monitor suhu
Faktor yang vital. minimal tiap 2 jam.
berhubungan : Kriteria hasil :  Tingkatkan intake
Penurunan  Suhu tubuh cairan dan nutrisi.
metabolisme. dalam rentang  Selimuti pasien
normal. untuk mencegah
 Nadi dan hilangnya kehangatan
respirasi dalam tubuh.
rentang normal. Pemantauan tanda vital :
 Monitor TD, nadi,
suhu dan respirasi.
 Monitor suara parau
dan pola pernapasan
abnormal.
 Monitor suhu, warna
dan kelembaban kulit.
 
c. Konstipasi  Hidrasi. Manajemen konstipasi :
 Defekasi.  Monitor tanda dan
  Faktor yang Kriteria hasil : gejala konstipasi.
berhubungan :  Mempertahanka  Monitor feses :
Penurunan n bentuk feses frekuensi, konsistensi
fungsi lunak setiap 1-3 dan volume.
Gastrointestinal. hari. Kolaborasi :
 Bebas dari  Memberikan anjuran
ketidaknyamanan pemakaian obat nyeri
dan konstipasi. sebelum defekasi untuk
 Mengidentifikas memfasilitasi
i indikasi untuk pengeluaran feses tanpa
mencegah nyeri.
konstipasi.
 Feses lunak dan
berbentuk.

 
Ketidakefektifa  Status Manajemen jalan nafas :
d. n pola napas respirasi : Ventilasi.  Posisikan pasien
 Status tanda – untuk memaksimalkan
Faktor yang tanda vital. ventilasi.
berhubungan : Kriteria hasil :  Berikan aroma terapi
Depresi  Menunjukkan untuk melegakan jalan
ventilasi jalan nafas yang nafas.
paten (klien tidak  Monitor pola
merasa tercekik, pernapasan abnormal.
irama nafas,  Monitor tanda –
frekuensi tanda vital.
pernafasan dalam
rentang normal,
tidak ada suara
nafas abnormal).
 Tanda – tanda
vital dalam rentang
normal.
 
e. Nutrisi,  Selera makan. Manajemen nutrisi :
ketidakseimban  Status gizi.  Membantu atau
gan : kurang  Pengukuran menyediakan asupan
dari kebutuhan biokimia. makanan dan cairan diet
tubuh Kriteria hasil : seimbang.
 Tidak adanya  Pemberian makanan
Faktor yang tanda – tanda dan asupan gizi untuk
berhubungan : malnutrisi. mendukung proses
Lambatnya laju  Mempertahanka metabolic pasien yang
metabolisme n massa tubuh dan malnutrisi atau beresiko
tubuh. berat badan dalam tinggi terhadap
batas normal. malnutrisi.
 Membantu klien
untuk makan.
 Analisa data pasien
untuk mencegah dan
meminimalkan kurang
gizi.
Manajemen/Pemantauan
cairan/elektrolit :
 Analisa data pasien
untuk mengatur
keseimbangan
cairan/elektrolit.
 Mengatur dan
mencegah komplikasi
akibat perubahan kadar
cairan dan elektrolik.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Sistem endokrin dalam kaitannya dengan sistem saraf mengontrol dan


memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homoeostatis tubuh.

Beberapa pasien dengan hipotiroidisme mempunyai kelenjar tiroid yang


mengalami atrofi atau tidak mempunyai kelenjar tiroid akibat pembedahan atau
ablasi radioisotope, atau  akibat destruksi oleh antibody autoimun yang beredar
dalam sirkulasi. Cacat perkembangannya dapat juga menjadi penyebab tidak
terbentuknya kelenjar tiroid pada kasus hipotiroidisme kongenital.

Hipotiroidism adalah suatu keadaan dimana kelenjar tirod kurang aktif dan
menghasilkan terlalu sedikit hormone tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut
miksedema.

Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah.


Kelainan ini kadang-kadang disebut miksedema.

3.2 Saran

Dengan dibuatnya asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan


endokrin hipotiroidsm ini diharapkan mahasiswa untuk lebih bisa memahami,
mengetahui dan mengerti tentang cara pembuatan asuhan keperawatan pada klien
yang mengalami gangguan endokrin hipotiroidsme.
DAFTAR PUSTAKA

1. Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis & Nanda Nic Noc
edisi revisi Jilid 1 tahun 2013 dan revisi Jilid 2 tahun 2013.
2. Diagnosis keperawatan definisi dan klasifikasi tahun 2012-2014.
3. Buku saku diagnosis keperawatan edisi 9 oleh Judith M. Wilkinson dan
Nancy R.Ahern.
4. Buku asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem endokrin oleh
Hotma Rumahorbo
MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA KLIEN


DENGAN HIPOTIROID

Disusun Oleh :
Kelompok 4

1. Ari Chrisnawan P2.06.20.1.17.050


2. Anita Noor F P2.06.20.1.17.048
3. Dewi Setiawati P2.06.20.1.17.053
4. Ghani Iqrom S P2.06.20.1.17.058
5. Inggit Risma W P2.06.20.1.17.063
6. Wiwit Sri R P2.06.20.1.17.078
7. Yurisha Pratiwi P2.06.20.1.17.080

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TASIKMALAYA


PRODI DIII KEPERAWATAN
TAHUN 2018/2019