Anda di halaman 1dari 2

Hati – Hati !!!

Jajanan Ber-Rhodamin B

Dengan banyaknya ditemukan pedagang jajanan kaki lima yang menggunakan zat Rhodamin B
untuk pewarna makanan yang mereka pakai, sekarang ini menjadi salah satu warning untuk
kita sebagai pembeli untuk tetap waspada dan berhati-hati dengan jajanan yang mengandung
Rhodamin B tersebut yang membuat menarik untuk dibeli dengan warna yang cerah dan
mencolok yang biasa disalahgunakan oleh pedagang kaki lima. Rhodamin B merupakan
pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan. Biasanya
digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang
penggunaannya pada makanan melalui Menteri Kesehatan (Permenkes)
No.239/Menkes/Per/V/85. Penggunaan Rhodamin B dalam pangan tentunya berbahaya bagi
kesehatan. Menurut World Health Organitation, Rhodamin B berbahaya bagi kesehatan manusia
karena sifat kimia dan kandungan logam beratnya. Rhodamin B mengandung senyawa klorin
(Cl). Senyawa klorin sendiri merupakan senyawa halogen yang berbahaya dan reaktif. Jika
tertelan, maka senyawa ini akan berusaha mencapai kestabilan dalam tubuh dengan cara
mengikat senyawa lain dalam tubuh, hal inilah yang bersifat racun bagi tubuh. Selain itu,
Rhodamin B juga memiliki senyawa pengalkilasi (CH3-CH3) yang bersifat radikal sehingga dapat
berikatan dengan protein, lemak, dan DNA dalam tubuh. Jika dikonsumsi berulang-ulang
Rhodamin B dapat menimbulkan efek toksik akumulatif yang tidak langsung muncul.

FAO (Food Agriculture Organisation) mendefisinikan makanan jajanan sebagai makanan dan
minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-
tempat keramaian umum lainnya yang langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan
atau persiapan lebih lanjut alias siap saji. Hal ini yang harus menjadi perhatian karena
konsumen terbesar yang mengkonsumsi makanan mengandung Rhodamin B adalah anak
sekolah. Mereka masih belum bisa memilih makanan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Apalagi jajanan yang sering mereka beli di pedagang kaki lima di lingkungan sekolah masih
diragukan keamanannya. Dan lebih parahnya lagi mereka tidak mengetahui bahwa tubuh
mereka telah dirusak perlahan-lahan oleh zat berbahaya ini. Menurut sebuah penelitian yang
dilakukan di sekolah-sekolah, ditemukan jajanan di sekolah yang mengandung Rhodamin B.
Seperti es sirup berwarna merah mencolok dan saos tanpa merek untuk campuran bakso dan
cilok yang positif mengandung Rhodamin B. Para pedagang menjajakan jajanan tersebut karena
anak-anak biasanya akan tertarik membeli pada makanan yang berwarna mencolok dan karena
harganya yang relatif murah pas dikantong anak sekolahan, sehingga dapat mendapatkan
keuntungan. Setelah itu efek toksik dari makanan tersebut baru terlihat beberapa tahun
kemudian. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan, karena sebagian besar konsumen tidak
mengetahui adanya Rhodamin B dalam makanan yang mereka konsumsi. Jika dibiarkan saja
Rhodamin B dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi
pada saluran pencernaan, keracunan, gangguan hati/liver, dan yang paling serius adalah kanker
hati. Dan hal ini telah terungkap bahwa bahan pewarna berbahaya ternyata dapat
mempengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku pada anak sekolah. Gangguan perilaku
tersebut meliputi: gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, hiperaktif dan
memperberat gejala pada penderita autism.
Untuk menghindari dan yang harus dilakukan masyarakat, anak-anak sekolah sebagai
konsumen adalah harus waspada dalam memilih makanan jajanan pedagang kaki lima. Yang
harus dilihat dari ciri-ciri produk yang mengandung pewarna Rhodamin B yaitu warna merah
yang mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik-titik warna karena
tidak homogen (misalnya pada kerupuk, dan es puter akan terlihat titik-titik warna yang tidak
merata). Agar anak-anak sekolah lebih hati-hati dalam membeli jajanan sebaiknya dilakukan
penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kepada pedagang jajanan tentang bahayanya Rhodamin B.

Biodata Penulis

Nama : Desi Intan Mutiara


Prodi : Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas : Kesehatan Masyarakat
Instansi : Universitas Sriwijaya