Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pokok Pembahasan : Perawatan Payudara


2. Sub pokok bahasan :
a. Pengertian perawatan payudara.
b. Manfaat perawatan payudara.
c. Tujuan perawatan payudara.
d. Peralatan untuk perawatan payudara.
e. Cara perawatan payudara dengan benar.
3. Sasaran : Ny.
4. Waktu :
5. Tempat :
6. Hari / tanggal : April 2018
7. Tujuan Penyuluhan :
a. Tujuan Instruksional Umum( TIU):
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan peserta mampu
memahami tentang Perawatan Payudara/
b. Tujuan Instruksional Khusus( TIK):
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta dapat:
1) Ibu dapat menyebutkan pengertian perawatan payudara.
2) Ibu dapat menjelaskan manfaat perawatan payudara.
3) Ibu dapat menguraikan tujuan perawatan payudara.
4) Ibu dapat menyebutkan peralatan untuk perawatan payudara.
5) Ibu dapat memperagakan cara perawatan payudara dengan
benar.
8. Tabel Kegiatan

No Langkah- waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran


langkah

1. Pendahuluan 10 a. Memberi salam a. Menjawab


b. Memperkenalkan diri salam
menit
c. Menjelaskan maksud b. Menjawab
dan tujuan pertanyaan
d. Membagikan leafleat
2. Penyajian 20 1) Menjelaskan Mendengarkan
menit pengertian dengan seksama
perawatan
payudara.
2) menjelaskan
manfaat perawatan
payudara.
3) menguraikan tujuan
perawatan payudara.
4) menyebutkan
peralatan untuk
perawatan payudara.
5) memperagakan cara
perawatan payudara
dengan benar.

3. Evaluasi 15 a. Tanya jawab Partisipasi aktif


menit b. Menanyakan kembali

4. Penutup 5 menit a. Meminta/memberi a. Memberi


pesan dan kesan pesan dan
b. Memberi salam kesan
b. Menawab
salam
9. Metode penyampaian :
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
10. Media :
a. Leafleat
11. Materi : Terlampir
12. Evaluasi :
a. Evaluasi struktur : diharapkan penyuluhan berjalan sesuai
dengan stuktur yang telah dibuat
b. Evaluasi proses : diharapkan peserta sasasran mengikuti
sampai kegiatan selesai dilaksanakan
13. Evaluasi hasil : diharapkan peserta menegrti tentang Perawatan
payudara.
14. Daftar Pustaka

Soenarso, Perawatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit dan Puskesmas,

Depkes RI Jakarta, 1996-1997

Wendy Rose, Perawatan Kehamilan, Jakarta : Dian Rakyat, 1996

Hamilton, Persis Marry, Dasar-dasar Keperawatan Maternitas, Jakarta :


EGC, 1995.

Farrer, Helen, Perawatan Maternitas, Jakarta : EGC, 1999


TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN

Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya puting


susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui
bayinya. Masase payudara dan memuntir puting merupakan ketrampilan-
ketrampilan yang dapat digunakan oleh ibu ketika memulai pemberian ASI
dan selama periode menyusui bayi secara keseluruhan. Ketrampilan ini juga
meningkatkan kesempatan wanita terbiasa dengan payudaranya, merasa
nyaman dan alami untuk menyentuh dan merawat payudara.

B. MANFAAT

Perawatan payudara pada awalnya meningkatkan aliran ASI dengan


membersihkan sinus-sinus dan duktus-duktus laktiferus kolostrum pertama
yang lengket, selanjutnya membentuk aliran kolostrum yang kurang pekat.
Duktus dan sinus ini juga digunakan untuk mengurangi pembengkakan,
membantu bayi menyusu dan mengumpulkan ASI untuk pemberian susu
botol misalnya ketika ibu tidak ada ditempat. Memuntir puting susu
memperkuat otot-otot erektor pada puting sehingga memungkinkan puting
berereksi dan bayi mudah untuk menyusu. Apabila puitng wanita datar atau
inversi (masuk ke dalam), harus diingat bahwa penampilan puting tidak
dapat memprediksi seberapa baik fungsinya jika ditempatkan dengan baik
ke dalam mulut.

C. TUJUAN
1. Menjaga kebersihan payudara, terutama kebersihan puting susu agar
terhindar dari infeksi
2. Mengenyalkan serta memperbaiki bentuk puting susu sehingga bayi
dapat menyusu dengan baik
3. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI lancar
4. Mengetahui secara dini kelainan putting susu dan melakukan usaha-
usaha untuk mengatasinya
5. Persiapan psikis ibu untuk menyusui
D. PERALATAN UNTUK PERAWATAN PAYUDARA
1. Kapas
2. Handuk kecil atau waslap
3. Minyak kelapa atau baby oil
4. Baskom berisi air dingin dan hangat

E. CARA PERAWATAN PAYUDARA

1. Mencuci tangan.
2. Duduk dengan nyaman.
3. Melepaskan pakaian yang menutup payudara.
4. Melindungi pakaian yang lain dengan menutupinya, melapisi pangkuan
ibu dengan sebuah handuk.
5. Mengkompres hangat pada payudara sebelum melakukan masase, hal ini
dapat meningktakan sirkulasi dan aliran ASI.
6. Melumasi tangan dengan menggunakan minyak kelapa atau baby oil.
7. Visualisasikan payudara sesuai arah jarum jam, tempatkan satu tangan
dengan telapak tangan kebawah pada posisi jam 12 tepat di batas atas
payudara. Tempatkan tangan yang lain dengan telapak tangan kebawah,
diatas tangan yang pertama.
8. Memberi tekanan yang sejajar sementara menarik dua tangan secara
terpisah ke arah samping sehingga satu tangan turun ke satu sisi payudara.
9. Pada saat tangan turun ke sisi-sisi payudara, mempertahankan ibu jari di
bagian atas payudara sampai jari-jari bertemu lagi dan saling menutup satu
sama lain di bawah payudara, sehingga membentuk mangkuk di payudara.
10. Dengan melanjutkan tekanan yang merata, menarik payudara ke atas dan
ke depan sementara jari-jari menekan ke arah areola dan puting serta ibu
jari menekan ke bawah ke arah areola dan puting.
11. Tanpa menyentuh areola dan puting, menyelipkan payudara diantara jari
dan ibu jari saat jari-jari mengurut lepas payudara.
12. Mengulangi langkah-langkah di atas secara berurutan 10-15 kali,
melumasi kembali tangan sesuai kebutuhan.
13. Untuk memuntir puting, menopang satu payudara dengan satu tangan.
14. Meletakkan puting diantara ibu jari dan jari telunjuk tangan yang lain.
Menempatkan ibu jari dengan benar dan jari telunjuk pada puting
menghindari ujung permukaan puting tempat lubang duktus dan termasuk
seluruh sisi bawah puting ke aspek yang berdekatan dengan areola.
15. Memberi tekanan lembut dan memutar puting kebelakang dan ke depan
sejauh puting akan berada di antara ibu jari dan telunjuk tanpa mengubah
penempatan masing-masing jari pada puting.
16. Memuntir puting selama kurang lebih 30 detik.
17. Mengulangi langkah-langkah memuntir puting sampai 4 kali untuk
payudara yang lain.
18. Menghindari gesekan kulit dengan pelumas ringan pada ibu jari dan jari
telunjuk, tetapi jangan menggunakan pelumas dalam jumlah banyak
sehingga puting terlalu licin untuk dimanipulasi.