Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

Nama / NIM : SITI LULUK ZULFIYAH / PO7124116070

Tingkat / Semester : II / IV

Tempat Praktik : RUANG IBS RSUP PERSAHABATAN JAKARTA

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Laparatomi adalah operasi yang dilakukan untuk membuka
abdomen (bagian perut). Kata “laparatomi” pertama kali digunakan untuk
merujuk operasi semacam ini pada tahun 1878 oleh seorang ahli bedah
inggris Thomas Bryant. Kata tersebut terbuat dari dua kata yunani,
“lapara” berarti bagian lunak dari tubuh yang terletak diantara tulang rusuk
dan panggul. sedangkan “tome” berarti pemotongan.
B. Penatalaksanaan Medis
Teknik laparatomi eksplorasi atas indikasi kehamilan ektopik
kistektomi ovarium kiri atas indikasi suspek kista endometriosis :
1. Pasien telentang dalam rungan operasi
2. Tindakan anamnesa dan antisepsis daerah abdomen dan sekitarnya
3. Anastesi daerah yang akan di insisi
4. Insisi horizontal dimulai dari kanan kke kiri diatas simpisis tulang
pubis
5. Jika ada perdarahan, perdarahan harus segera dirawat, terutama yang
berasal dari rongga abdomen atau organ yang terluka
6. Kantong endometriosis kiri diangkat, kemudian disusul dengan tuba
kanan sehingga nampak rongga pelvis yang kemudian dibersihkan
7. Organ-organ yang terlukasegera diatasi
8. Pencucian rongga abdomen dilakukan guna untuk membilas dengan
menggunakan larutan NaCl fisiologi hangat (sesuai dengan suhu
tubuh)
9. Kemudian luka operasi ditutup lapis demi lapis
10. Dilakukan desinfeksi dengan betadine agar tidak terjadi infeksi
11. Tutupi dengan kasa steril secukupnya
12. Rekatkan kassa menggunakan hypafix sesuai kebutuhan
13. Rapikan pasien, rapiikan alat, isi status pasien berdasarkan hal yang
sudah dilakukan

C. Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi diluar
kandungan (uterus) hampir 95% kehamilan ektopik terjadi diberbagai
segmen tuba fallopi, dengan 5% sisanya terdapat di ovarium, rongga
peritoneum atau didalam serviks. Apabila terjadi rupture di lokasi
implantasi kehamilan, maka akan terjadi keadaan perdarahan masif dan
nyeri abdomen akut yang disebut kehamilan ektopik terganggu.
Kehamilan ekstrauterine adalah kehamilan di luar batas uterus, sedangkan
kehamilan heterotopik adalah hamil intrauterine dan hamil ektopik yang
terjadi bersama- sama.
Kebanyakan kehamilan ekstrauterin terjadi pada Tuba Falopii
( gestasi ektopik ), tetapi jarang ovum yang fertile berimplantasi pada
permukaan ovarium atau serviks uterin. Sangat jarang ovum yang fertil
berimplantasi pada omentum ( kehamilan abdominal ).

Fungsi normal tuba adalah transportasi ovum, spermatozoa dan


zigot ; tempat terjadinya konsepsi; tumbuh kembang zigot menjadi
blastokis untuk siap melakukan nidasi pada endometrium; dan menjadi
tempat transportasi hasil konsepsi menuju uterus untuk nidasi.
Lokasi kehamilan ektopik meliputi kehamilan tuba ( interstisial,
ampula tuba, istmus tuba, osteum tuba eksternum ), kehamilan servikal,
kehamilan ovarium, kehamilan abdomen (primer implantasi, sekunder
implantasi ), kehamilan intralegamenter ( di ligamentum rotundum ).

1. Gejala Dan Penyebab

Bentuk kehamilan apabila masih utuh akan ada rasa sakit atau tidak
nyaman. Namun bila sudah pecah menimbulkan perdarahan
intraabdominal. Gejala klinisnya meliputi TRIAS gejala klinik
( amenorhoe, nyeri pada perut, perdarahan intraabdominal dan
transvaginal ), terdapat tanda kehamilan ( tanda sekunder kehamilan
( mamae menegang ), morning sickness, emesis gravidrum,
peningkatan beta hCG ( 200 mUI/liter ). Kehamilan abdominal
menunjukan gejala janin masih hidup atau sudah meninggal, janin
teraba di bawah kulit, nyeri saat janin bergerak, dan pada pemeriksaan
dalam terdapat uterus yang kosong.

Penyebab terjadinya kehamilan ektopik adalah kegagalan fungsi


tuba ( salpingitis kronis , endometriosis, tekanan tumor, tuba elongasi
sehingga hasil konsepsi sudah siap nidasi di tuba, infeksi asenden ke
IUCD ) atau perlekatan tuba sehingga saluran menyempit atau buntu
( infeksi menahun, endometriosis ).

2. Diagnosis
a. Perdarahan pervaginam dari bercak hungga berjumlah sedang
b. Kesadaran menurun
c. Pucat
d. Hipotensi dan hipovolemia
e. Nyeri abdomen dan pelvis
f. Nyeri goyang portio
g. Serviks tertutup
Diagnosis kehamilan ektopik diperoleh dari terdapatnya
trias kehamilan ektopik, terdapat kenaikan beta hCG ( 200 mIU/
liter ), dan pada pemeriksaan fisik terdapat cairan bebas di kavum
abdominalis dengan nadi meningkat, dapat terjadi syok, dan tanda
Cullen. Sedangkan pada pemeriksaan dalam CD menonjol dan
nyeri, serviks nyeri goyang, nyeri pada tuba dengan hamil ektopik
dan teraba tumor. Diagnosis diferensial untuk keadaan ini meliputi
penyakit radang pelvis ( pelvic inflammatory disease, PID ),
perdarahan saat ovulasi, komplikasi kista ( torsi kista, perdarahan
kista ovarii, infeksi kista ovarii ), torsi mioma uteri bertangkai, dan
apendisitis akut. Penegakkan diagnosis dibantu dengan
pemeriksaan USG

3. Factor predisposisi
a. Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
b. Riwayat operasi daerah tuba dan atau tubektomi
c. Riwayat penggunaan AKDR
d. Infertilitas
e. Riwayat inseminasi buatan atau teknologi buatan reproduktif
(assisted reproductive technology / ART)
f. Riwayat infeksi saluran kemih dan pelvic inflammatory disease /
PID
g. Merokok
h. Riwayat abortus sebelumnya
i. Riwayat promiskultas
j. Riwayat SC sebelumnya
4. Hasil Kehamilan

Kematian kehamilan ektopik terjadi bila ada perdarahan


kehamilan tuba interstisial yang menimbulkan perdarahan banyak dan
mendadak, infeksi sampai sepsis atau syok septic, atau kelambatana
melakukan rujukan. Pada kebanyakan kasus, kehamilan berakhir antara
minggu ke-6 dan ke-10 dalam salah satu dari beberapa cara.

5. Tatalaksana Umum
Restorasi cairan tubuh dengan cairan kristaloid NaCl 0,9%
atau RL (500 mL dalam 15 menit pertama) atau 2 L dalam 2 jam
pertama

6. Tatalaksana Khusus
Saat laparatomi, jika terjadi kerusakan berat pada tuba lakukan
salpingektomi dan jika kerusakan ringan, usahakan lakukan
salpingektomi untuk melindungi tuba

Tugas bidan mengahadapi kehamilan ektopik adalah :


a. Menegakkan diagnosa kehamilan
b. Segera melakukan rujukan sehingga dapat tertolong dengan segera
c. Saat melakukan rujukan sebaiknya dilakukan pemasangan infuse
sebagai pengganti darah yang hilang. Bila mungkin ikuti atau antar
ke rumah sakit yang dapat memberi pertolongan operasi.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU SAKU KEBIDANAN, 2013, WORLD HEALTH ORGANIZATION,
DIETA RARA, 2016
ASUHAN KEBIDANAN LAPARATOMI EXPLORASI
PADA NY.R UNUR 34 TAHUN
ATAS INDIKASI KET
DI IBS RSUP PERSAHABATAN

No. Register : 112238 / 1803100111


Tanggal Masuk : 19 Maret 2018
Tanggal Pengkajian : 19 Maret 2018
Tanggal Operasi : 19 Maret 2018

IDENTITAS /BIODATA
Nama : NY.R
Umur : 34 Tahun
Suku : Jawa
Agama : Protestan
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Pegawai swasta
Alamat : Duren Sawit Kelurahan II C2/33
Telp : 081381299042

DATA SUBYEKTIF (S)


1. Ibu nyeri pada abdomen sebelah kiri, dan merasa sedih
2. Ibu merasa cemas dengan operasi yang akan dilakukan

DATA OBYEKTIF (O)


Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Status Emosional : Stabil
Tanda-tanda vital : TD :120/80 mmHg R : 24x/menit
N : 76x/menit S : 36,6oC
Hasil pemeriksaan genitalia : buang air kecil lancar
Resiko Jatuh :0

ASSESMENT (A)
- Diagnosa : Akut abdomen ec suspek KET pada GIIAI hamil 5 minggu
dengan suspek kista endometriosis kiri

- Masalah : Ibu sedih dan cemas dengan apa yang dirasakan dan tindakan
apa yang akan dilakukan

- Kebutuhan : 1. Rasa aman dan nyaman


2. Nutrisi bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh pasien

PENATALAKSANAAN (P)

1. Mengobservasi keadaan umum pasien dan vital sign (TD, N, R, S ). Sudah


dilakukan pemeriksaan

2. Kolaborasi dengan dokter. Telah dilakukan kolaborasi dengan dokter

3. Memberikan penjelasan kepada ibu dengan keluarga tentang keadaan


pasien serta tindakan yang akan dilakukan. Pasien dan keluarga mengerti
dan menyerahkan tindakan kepada dokter

4. Menyiapkan pasien pre operasi dan memastikan bahwa pasien tidak


menggunakan gigi palsu dan perhiasan. Pasien telah disiapkan

5. Memberitahukan ahli anastesi dan ahli perinologi bahwa akan dilakukan


operasi, dapat segera mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk
tindakan selanjutnya. Ahli anastesi telah hadir dan melakukan anastesi
spinal kepada pasien, ahli perinologi telah hadir diruangan OK 12 dan
telah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan
POST OPERASI

Tanggal : 19 Maret 2018 Pukul : 15.25 WIB

SUBYEKTIF (S)

Kantong endometriosis dan tuba kiri telah diangkat dan operasi berjalan lancar.
Pasien lega karena operasi sudah selesai

OBYEKTIF (O)

Keadaan umum : Lemah

Kesadaran : Composmentis

Status emosional : Belum stabil


Tanda – tanda vital : TD : 110/70 mmHg
N : 74x/menit
R : 20x/menit
S : 36.5oC

ASSESMENT

Diagnosa : Post laparatomi salpingektomi Dextra hari pertama

Masalah : keadaan umum pasien lem

Kebutuhan : terpenuhi kebutuhna nutrisi dan cairan


PENATALAKSANAAN

1. Membersihkan tubuh pasien dan mengganti pakaian pasien dengan yang


bersih dan kering agar pasien merasa nyaman. Tubuh pasien telah
dibersihkan dan pakaian telah di ganti

2. Mengantar ibu keruang post operasi untuk mendapatkan perawatan


selanjutnya. Ibu telah dibawa keruang post operasi untuk mendapatkan
perawatan selanjutnya
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada Ny.R umur 34


tahun dengan hasil pemeriksaan USG ditemukan adanya massa pada bagian tuba
kiri, diagnose kebidanan sesuai dengan hasil pengkajian yang menyertai diagnosa.
Diagnose kebidanan yang ditegakkan adalah : Akut abdomen ec suspek KET pada
GIIAI hamil 5 minggu dengan suspek kista endometriosis kiri di ruang IGD
KEBIDANAN RSUP PERSAHABATAN. Tidak terjadi kesenjangan antara teori
dan praktik. Dan pada pemeriksaan umumnya didapat keadaan umum baik,
Kesadaran Composmentis, status emosional stabil, tanda-tanda vital : TD :120/80
mmHg, R : 24x/menit, N : 76x/menit, S : 36,6oC.
pada kasus masalah yang timbul adalah telah terjadi KET sebelumnya
pada Ny.R dikehamilan sebelumnya, dan telah dilakukan laparatomi dan
pengangkatan tuba kanan pada operasi sebelumnya, ibu merasa sedih saat
mengetahui bahwa pada kehamilannya yang sekarang dia mengalami KET
kembali pada tuba kirinya.
Pada tanggal 19 Maret 2018 Ny.R dilakukan operasi dengan tindakan
laparatomi dan salpingektomi dengan mengangkat kantong endometriosis kiri dan
tuba kiri. Setelah dilakukan operasi, didapat hasil pemeriksaan, keadaan umum
lemah, kesadaran composmentis, status emosional belum stabil, tanda – tanda
vital : TD : 110/70 mmHg, N : 74x/menit,R: 20x/menit S : 36.5 oC. Dilanjutkan
dengan membersihkan tubuh pasien dan mengganti pakaian pasien dengan yang
bersih dan kering agar pasien merasa nyaman. Tubuh pasien telah dibersihkan dan
pakaian telah di ganti. Mengantar ibu keruang post operasi untuk mendapatkan
perawatan selanjutnya. Ibu telah dibawa keruang post operasi untuk mendapatkan
perawatan selanjutnya