Anda di halaman 1dari 3

apa yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan informasi sehingga

dapat di gunakan sebagai bukti audit ?


Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk
menentukan apakah informasi yang sedang diaudit tersebut telah disajikan
sesuai dengan kriteria yang ada. Merupakan hal yang sangat penting untuk
memperoleh sejumlah bukti audit yang cukup berkualitas agar dapat
mencapai tujuan audit.
Ketika merancang dan melaksanakan prosedur audit, auditor harus
mempertimbangkan relevansi dan keandalan informasi yang akan digunakan
sebagai bukti audit.
Relevansi
Relevansi informasi digunakan sebagai bukti audit dapat dipengaruhi oleh
arah pengujian. Misalnya, jika tujuan dari prosedur audit untuk menguji
keberadaan atau penilaian hutang, maka menguji accountyang tercatat
sebagai hutang adalah prosedur audit yang relevan.
Keandalan
Keandalan informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit dipengaruhi
oleh sumber dan sifatnya, dan keadaan di mana bukti tersebut diperoleh,
termasuk kontrol atas persiapan dan pemeliharaan yang relevan.
Jika informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit telah disusun dengan
menggunakan karya dari ahli manajemen, auditor harus memperhatikan hal-
hal sebagai berikut: 

 Mengevaluasi kompetensi, kemampuan dan obyektivitas ahli tersebut. 


 Mendapatkan pemahaman tentang karya ahli tersebut; dan 
 Mengevaluasi kesesuaian pekerjaan ahli tersebut sebagai bukti audit
atas pernyataan yang relevan.

Tipe  bukti apa saja yang harus dikumpulkan auditor untuk membuat
kertas kerja

Kertas kerja (working paper) merupakan mata rantai yang menghubungkan


catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja merupakan
alat penting dalam profesi akuntan publik. Dalam proses auditnya, auditor harus
mengumpulkan atau membuat berbagai tipe bukti. Untuk mendukung simpulan
dan pendapatnya atas laporan keuangan auditan. Tipe bukti audit berupa
dokumentasi (bukti dokumenter) juga penting bagi auditor. Namun,
dokumentasi pendukung yang dibuat dan hanya digunakan dalam organisasi
klien merupakan bukti audit yang kualitasnya lebih rendah karena tidak adanya
pengecekan dari pihak luar yang bebas.

Dalam melaksanankan prosedur audit, auditor memeriksa berbagai jenis


bukti audit salah satunya diperoleh dari teknik konfirmasi(Confirmation ).
Jelaskan mengapa teknik konfirmasi ini banyak digunakan terutama dalam
menguji asersi manajemen terhadap hutang dan piutang usaha! Dan
bagaimana cara mendapatkan alat bukti dari teknik ini?
Konfirmasi adalah salah satu teknik yang digunakan untuk memperoleh bukti
audit. Bukti audit dengan menggunakan konfirmasi memiliki tingkat
independen yang baik. Hal ini dikarenakan konfirmasi akan meminta
keterangan dari pihak ke tiga berkaitan dengan transaksi dengan klien. Maka
teknik ini banyak digunakan sebab bukti audit yang diperoleh dari konfirmasi
memiliki keandalan yang sangat tinggi karena bukti audit dari teknik audit ini
diperoleh dari pihak ketiga yang independen terhadap klien.
Proses konfirmasi piutang usaha diperkenankan tidak dilakukan jika terdapat
kondisi sebagai berikut:

 Piutang usaha merupakan jumlah yang tidak material dalam laporan


keuangan.
 Penggunaan konfirmasi akan tidak efektif.
 Gabungan tingkat risiko bawaan dan risiko pengendalian taksiran
sedemikian rendah, dan tingkat risiko taksiran tersebut, bersamaan
dengan bukti yang diharapkan untuk diperoleh dari prosedur analitik
atau pengujian substantif rinci, adalah cukup untuk mengurangi risiko
audit ke tingkat yang cukup rendah untuk asersi laporan keuangan
yang bersangkutan. Dalam banyak situasi, baik konfirmasi piutang
usaha maupun pengujian substantif rinci diperlukan untuk mengurangi
risiko audit ke tingkat yang cukup rendah bagi asersi laporan
keuangan yang bersangkutan.

kertas kerja itu harus mengandung indeks, lalu apa fungsi indeks
tersebut?

Pemberian indeks terhadap kertas kerja akan memudahkan pencarian


informasi dalam bebagai daftar yang terdapat diberbagai tipe kertas kerja. 
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian indeks kertas kerja
adalah sebagai berikut 
- Setiap kertas kerja harus diberi indeks, dapat disudut atas satu di sudut
bawah.
- Pencantuman indeks silang (cross index) harus dilakukan sebagai berikut :
a. Indeks silang dari skedul utama.
b. Indeks silang dari skedul akun pendapatan dan biaya.
c. Indeks silang antarskedul pendukung.
d. Indeks silang dari skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjusment.
e. Indeks silang dari skedul utama ke working trial balance.
f. Indeks silang dapat digunakan pula untuk menghubungkan program audit
dengan kertas kerja.