Anda di halaman 1dari 3

Metode penelitian kualitatif merupakan salah satu metode penelitian yang

dianggap dapat menjawab permasalahan penelitian terutama pada disiplin ilmu


sosial. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses penelitian dari pada
hasil, hal ini berarti bahwa dalam pengumpulan data harus diperhatikan hasil
dan akibat dilihat dari berbagai variabel yang saling mempengaruhi secara
stimulan, termasuk bagaimana orang-orang saling berinteraksi dalam latar
belakang alamiah yang menjadi objek penelitian. Penelitian kualitatif lebih
banyak mementingkan proses terjadinya suatu fenomena sosial, daripada
sekedar hasil dari proses tersebut. Hubungan dari bagian-bagian yang sedang
diteliti akan jauh lebih bermakna apabila diamati dan dianalisis dalam kerangka
proses. Peneliti dapat mengamati tingkah laku dalam hubungan sehari-hari
masyarakat yang ditelitinya, dan kemudian menjelaskannya. Dengan demikian,
peneliti juga harus memperhatikan bagaimana perkembangan terjadinya
sesuatu. Dengan kata lain peranan proses dalam penelitian kualitatif sangat
besar.

Pengujian hipotesis dapat didasarkan dengan menggunakan dua hal, yaitu:


tingkat signifikansi atau probabilitas (α) dan tingkat kepercayaan atau
confidence interval. Didasarkan tingkat signifikansi pada umumnya orang
menggunakan 0,05. Kisaran tingkat signifikansi mulai dari 0,01 sampai dengan
0,1. Yang dimaksud dengan tingkat signifikansi adalah probabilitas melakukan
kesalahan tipe I, yaitu kesalahan menolak hipotesis ketika hipotesis tersebut
benar. Tingkat kepercayaan pada umumnya ialah sebesar 95%, yang dimaksud
dengan tingkat kepercayaan ialah tingkat dimana sebesar 95% nilai sample
akan mewakili nilai populasi dimana sample berasal. 
Hubungannya dengan uji hipotesis karena dalam pengujian akan menghasilkan
dua kemungkinan, yaitu pengujian signifikan secara statistik jika kita menolak
H0 dan pengujian tidak signifikan secara statistik jika kita menerima H0.

Data yang kualitas adalah data yang dikumpulkan dengan metode yang sah,
dan mampu menggambarkan parameter yang diukur, mudah diakses oleh
siapapun dan kapanpun dan dapat disajikan sampai pada level wilayah
terkecil.

Penyebab data yang dihasilkan mempunyai kualitas yang kurang baik:


1) Kurangnya pemahaman petugas terhadap kegunaan serta pengetahuan
terhadap materi dari data yang dikumpulkan.
2) Kurangnya kemampuan petugas dalam berwawancara
3) Manajemen waktu dalam pelaksanaan pengumpulan data.
4) Kurang rapinya pengarsipan dari mulai awal pelatihan sampai dengan
berakhirnya pelaksanaan kegiatan
5) Kurangnya catatan terhadap data yang dikumpulkan jika ditemukan data
outlier

Upaya dalam meningkatkan kualitas data harus dimulai dari pengumpulan,


pengolahan, penyajian sampai dengan diseminasinya. Selain itu yang perlu
disadari adalah semua yang terlibat baik dalam proses tersebut harus
bertanggung jawab terhadap kualitas data yang dikumpulkan dan dihasilkan.
Diperlukan juga kerjasama dan komunikasi dari semua pihak mengingat
adanya keterkaitan setiap proses yang satu dengan lainnya.

Penggunaan taraf signifikansi dapat dilakukan secara apriori atau secara


konvensional yaitu dengan menetapkan lebih dahulu taraf signifikansi yang hendak
digunakan (dengan kata lain menetapkan lebih dahulu berapa besar resiko
kesalahan penolakan hipotesis nihil yang hendak ditanggung).
Di masa lampau, sewaktu software statistika belum banyak dikenal dan Tabel
Statistika masih banyak digunakan, pendekatan apriori ini hampir selalu dipakai.
Dalam penelitian-penelitian sosial kita mengenal penetapan taraf signifikansi
sebesar 5% atau 1% sebelum uji statistik dilakukan. McCall (1970) mengatakan
bahwa pemilihan taraf signifikansi 5% atau 1% semata-mata kesepakatan yang
menjadi kebiasaan di kalangan ilmuwan sosial saja tanpa ada dasar yang jelas.
Pada dekade belakangan ini, dimana software statistika sudah tersedia dan mudah
digunakan, ada kecenderungan untuk bersikap aposteriori. SPSS misalnya, pada
sebagian menu analisisnya meminta kita memasukkan taraf signifikansi yang
dikehendaki apabila tidak ingin menggunakan signifikansi yang sama seperti
defaultnya dan pada banyak analisis yang lain memberikan output hasil komputasi
statistik disertai oleh besaran harga p yang menunjukkan besarnya peluang eror
Tipe I. Kita dapat melihat, sebagai contoh, besaran p = .130 atau p = .022 atau p
= .000 yang harga statistiknya disertai (bila diminta) oleh tanda * atau ** atau
tanpa tanda bintang. Tanda * berarti signifikan pada taraf 5%, tanda ** berarti
signifikan pada taraf 1%, dan tanpa tanda berarti tidak signifikan.
Secara aposteriori, pertama kita dapat melihat tanda bintang yang dicantumkan
dan memutuskan untuk menerima atau menolak H0 pada taraf signifikansi yang
sesuai arti tanda bintang tersebut. Kedua, kita dapat menolak H0 dan menyatakan
bahwa harga statistik yang dihasilkan adalah signifikan, dengan pengertian bahwa
keputusan penolakan kita mengandung resiko eror Tipe I sebesar yang dinyatakan
oleh harga p.

Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif digunakan secara bersamaan


Dalam penggunaannya, apabila peneliti menekankan pada metode kualitatif,
maka metode kuantitatif dapat digunakan sebaai fasilitator dalam membantu
melancarkan kegiatan penelitian, dan sebaliknya jika menekankan metode
kuantitatif. Namun apabila peneliti memberikan tekanan yang sama terhadap
kedua metode penelitian (kuantitatif-kualitatif) ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dan dilakukan yakni:

 Memahami masing-masing metode dan pentingnya metode tersebut


dalam suatu penelitian yang akan dilakukan.
 Memahami permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilakukan
sehingga peggunaan metode kualitatif dan metode kuantitatif ini
disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitian yang ingin dicapai.
 Kedua metode yang digunakan juga dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan rioritas keentingan, dimana kedua metode dapat
digunakan dalam desain secara bersama-sama namun pada laporan
penelitian hanya diperhitungkan salah satunya.
 Kedua metode juga digunakan berdasarkan pertimbanan keterampilan
peneliti, yang terlibat dalam satu kegiatan penelitian secara simultan
apabila ada hubungan dengan masalah dan tujuan penelitian.

Penggunaan kedua metode dalam satu penelitian adalah untuk mendapatkan


hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan satu metode saja.
Selain itu juga diperhitungkan waktu, tenaga, dan dana yang dihabiskan dalam
penelitian, apakah akan menghasilkan / memperoleh hasil yang memuaskan.
Selain itu penggunaan kedua metode ini biasanya dipakai untuk menggali data
dengan sejelas-jelasnya dalam rangka penulisan / pembuatan buku.