Anda di halaman 1dari 3

RESUME PENURUNAN KAPASITAS SUMUR INJEKSI

DI LAPANGAN PANASBUMI TAKAGAMI


Oleh : Hiroko Goto (2000)

Lapangan Panasbumi Takagami telah berjalan sejak 1996, pada awalnya produksi
daripada lapangan panasbumi ini sesuai dengan harapan (mempunyai capacity factor 96%
selama 2 tahun), production capacity pun relative stabil walaupun ada penurunan tetapi dapat
diabaikan karena nilainya yang relatife sangat kecil. Namun ternyata dalam sumur injeksi yang
mempunyai total laju injeksi 1100 ton/h penurunan kapasitas injeksi terjadi dengan sangat drastis
yaitu pada tahun pertama sebesar 25% atau 270 ton/h/year lalu pada tahun kedua sebesar 18%
(195 ton/h/year). Walaupun akhir akhir ini penurunan kapasitas injeksi sedikit membaik namun
penurunannya masih tetap berlanjut. Pada saat merencanakan sumur injeksi diperkirakan
penurunan kapasitas injeksi hanya terjadi sebanyak 5% saja karena desain yang digunakan
adalah sistim tertutup (suhu injeksi sekitar 130 ºC) dimana air brine dari separator dan condenser
langsung menuju sumur injeksi dimana air brine tidak mengalami pendinginan secara drastis
sehingga akan mengakibatkan terbentuknya scale silica karena temperatur air brine telah
mencapai temperatur kritis pembentukan silika. Selain itu sumur injeksi di Lapangan Panasbumi
Takagami memiliki permeabilitas yang tinggi sehingga kemungkinan gangguan tekanan sangat
kecil.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut diketahui bahwa penurunan kapasitas injeksi
disebabkan karena beberapa tahap, pada tahun pertama terjadi penurunan kapasitas injeksi
sebesar 15%-20% karena terjadi gangguan tekanan sumur injeksi yang disebabkan karena
kerusakan sumur akibat scale silica yang mana akan berpengaruh terhadap kehilangan tekanan
maka mengakibatkan meningkatnya tekanan reservoir yang mana akan berpengaruh terhadap
penurunan kapasitas injeksi. Dimana setelah tahun pertama akan terdeposisi scale silica dan akan
mengakibatkan meningkatnya kekasaran casing yang dapat mengurangi kapasitas sumur injeksi.
Lalu pada tahun kedua sebesar 5% yang diperkirakan dikarenakan deposisi silica over saturated.
Lalu dilakukan perhitungan perubahan tekanan akibat gangguan tekanan di sumur injeksi
ini dengan perhitungan metode numeric dengan software Tough2 dimana akan didapatkan model
konseptual reservoir secara 3D. Luas area dari Lapangan Panasbumi Takagami ini adalah 1.65
km x 1.6 km. Total blok dari model reservoir ini adalah 3078, yang dibagi atas 19 grid dengan
arah Utara-Selatan dan 18 grid Timur-Barat, dan secara vertical (kedalaman) 9 grid. Setelah
dilakukan perhitungan sehingga didapatkan kondisi awal reservoir, kami melakukan metode trial
and error untuk mendapatkan model numeric dari reservoir untuk kemudian dapat dilakukan
perhitungan tekanan tiap blok sampai terjadi perubahan tekanan seperti kondisi aktual. Dengan
model numerik ini diharapkan dapat meminimalisir penurunan kapasitas sumur injeksi, dan
setelah dilakukan perhitungan model numeric dapat disimpulkan bahwa meningkatnya tekanan
reservoir yang diakibatkan oleh gangguan tekanan di sumur injeksi adalah kecil dan kapasitas
sumur injeksi tidak akan menurun di masa yang akan mendatang, sesuai ekspektasi sebelum
dilakukan analisa.
Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap kemungkinan terjadinya scale silica di dalam
sumur dengan menggunakan rumus untuk mencari nilai cs. Nilai cs adalah fungsi dari
konsentrasi silica di air (brine), yang dapat dicari dengan menggunakan simulator dari
Universitas Kyushu yang mana diperlukan input parameter nilai temperatur dari air (brine) dan
pH. Secara teori scale silica tidak mudah terbentuk di kondisi Lapangan Takagami dimana
temperatur brine di wellhead adalah 130 ºC dan temperatur brine di reservoir 170 ºC dikarenakan
temperatur air kritis dimana akan terbentuk scale silica (Cs=0-0.38mg/l) adalah 120ºC dan akan
terbentuk scal silica maksimum akan terbentuk di temperatur 100 ºC (Cs=0-0.49mg/l). Analisa
yang pertama adalah menganalisa pada inner wall dari sumur reinjeksi. Dengan kondisi awal
injeksi selama 9 bulan dengan temperatur brine 130 ºC (selama 7 bulan) dan 125 ºC (selama 2
bulan) dengan rate injeksi 48 ton/h serta Pwh 5 bar (dimana kondisi awal kandungan silica di air
adalah 500 ppm). Hasilnya menunjukkan scale silica dengan ketebalan 1 mm terbentuk pada
dinding bagian dalam pipa dan bagian pangkal (hulu) valve. Di valve scale silica terendapkan
dengan pola seperti bergelombang. Ketebalan scale sebesar 4mm di atas pola gelombang dan
1mm di bawah pola gelombang. Pada ujung (hilir) katup tidak terlihat secara jelas adanya
endapan scale silica. Dari hasil analisa ini dapat disimpulkan bahwa termasuk pola aliran
turbulen dan scale silica termasuk kedalam kategori silika amorf. Dari analisa ini dapat dengan
mudah dilakukan antisipasi scale silica akan terbentuk di reservoir.
Dari analisa yang dilakukan untuk mengevaluasi Lapangan Takagami dapat disimpulkan
bahwa deposit scale silica merupakan penyebab dari menurunnya kapasitas sumur injeksi,
dikarenakan tekanan reservoir tidak meningkat secara drastic setelah dilakukan analisa gangguan
tekanan sumur.
Setelah diketahui penyebab dari masalah penurunan kapasitas sumur injeksi di Lapangan
Takagami lalu dilakukan analisa radius scale silica. Perkiraan scale silica berdasarkan injeksi air
panas yang dilakukan scara terus menerus dapat analisa menggunakan simulator dari Universitas
Kyushu pada tahun 1987. Kondisi model adalah kedalaman injeksi yaitu 1500m, konsentrasi
silica (Cs) adalah 0.38 mg/l pada suhu 130 ºC (walaupun nilai 0.38 mg/l merupakan nilai cs
untuk temperatur air injeksi sebesar 100 ºC namun nilai 0.38 mg/l merupakan tingkat penurunan
secara actual), laju air panas yang di injeksikan adalah 100 ton/jam. Lalu setelah dilakukan
analisa maka dapat disimpulkan bahwa radius pengendapan scale silica sekitar sumur injeksi
adalah sebesar 20 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai permeabilitas diluar radius scale
silica tersebut mempunyai nilai normal (sesuai kondisi initial).
Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan optimasi dari Lapangan Takagami
yaitu recovery untuk memperbaiki (meningkatkan) kapasitas sumur injeksi, dikarenakan scale
silica hanya terjadi di daerah(radius) yang relative kecil yaitu hanya dekat (disekitar sumur
injeksi), re-drilling atau side track drilling akan menjadi metode yang efektif dalam mengatasi
problem scale silica di sekitar sumur injeksi. Sebelumnya metode side track ini telah dilakukan
di sumur TR-3 dan menghasilkan kapasitas sumur injeksi yang baik. Kondisi sebelum side track
drilling yaitu kapasitas injeksi 80 ton/h, dan 30 ton/h sebelum sidetrack. Kapasitas TR-3 telah
menurun sekitar 50 ton/h setelah sumur telah digunakan sebagai sumur injeksi selama 2,5 tahun.
Demikian juga di sumur TR-2 yang mengalami penurunan kapasitas injeksi dari 230 ton/h
menjadi 120 ton/h pada periode yang sama. Kapasitas gabungan TR-3 dan TR-2 adalah 150
ton/jam sebelum sidetrack drilling. Lalu dilakukan sidetrack drilling untuk sumur TR-3 dan TR-2
untuk memulikan kapasitas injeksi. Berdasarkan perkiraan luas/radius deposisi scale silica sumur
sidetrack (bernama TR-3S) di bor ke titik sekitar 20m jauhnya dari rekahan TR-2. Lalu hasilnya
setelah dilakukan sidetrack drilling, sidetrack TR-3 mulai kehilangan sirkulasi pada titik sekitar
50m dari rekahan sumur TR-2 dan itu selesai pada titik itu. Menurut uji injeksi kapasitas injeksi
ulang TR-3S sekitar 150 ton/h meskipun kapasitas injeksi TR-2 dikurangi menjadi sekitar 100
ton/h karena gangguan tekanan antara TR-3S dan TR-2. Kapasitas gabungan antara TR-3S dan
TR-2 adalah sebesar 250 ton/h, sehingga kapasitas injeksi meningkat sebesar 100 ton/h oleh
pengeboran sidetrack TR-3. Berdasarkan hasil ini maka mengindikasikan bahwa estimasi area
scale silica deposisi mendekati benar.
Yang terakhir adalah scenario lapangan secara berkala untuk meningkatkan performance
dari Lapangan Takagami. Setelah analisa yang sudah dilakukan penyebab utama penurunan
sumur injeksi adalah scale silica. Oleh karena itu, pembentukan metode untuk mencegah
endapan scale silica harus dilakukan. Antara lain dapat dilakukan dengan cara mengatur pH,
menginjeksi silica inhibitor, serta mengkonfigurasi ulang sumur injeksi.