Anda di halaman 1dari 19

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat rahmat
dan karunia-Nya, Standar Operasional Prosedur (SOP) Laboratorium Kimia
Analisa telah dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan SOP ini dimaksudkan
untuk memenuhi kebutuhan akan adanya prosedur operasional standar Sebagai
upaya peningkatan mutu dan kinerja laboratorium dimasa yang akan datang, SOP
ini guna menjadi pedoman bagi mahasiswa, dosen dan pegawai dalam
menjalankan tugas sehari-hari. Kritik dan saran penyusun harapkan demi
kesempurnaan SOP ini di masa mendatang demi menciptakan tertib administrasi
yang baik. Demikianlah SOP ini disusun dengan harapan dapat membantu ke arah
perbaikan manajemen lingkungan kerja Laboratorium Kimia Analisa.

Semarang, 12 Mei 2020


Kepala Laboratorium

Pak Wid
NIP. 1932
Daftar Isi

Kata Pengantar.................................................................................................. i
Daftar Isi................................................................................................................ ii
I. DEFINISI ............................................................................................................ 1
II. TUJUAN ............................................................................................................. 1
III. RUANG LINGKUP............................................................................................ 1
IV. DEFINISI ISTILAH ........................................................................................... 1
V. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) 2
............................................
A. TATA TERTIB LABORATORIUM ......................................................... 2
....
B. SOP LAYANAN LABORATORIUM 3
..........................................................
1. Layanan Laboratorium untuk Praktikum .................................................. 3
2. Layanan Laboratorium untuk Penelitian dan Umum 3
................................
C. SOP PENGGUNAAN BAHAN HABIS PAKAI 5
..........................................
1. Persiapan ................................................................................................... 5
2. Pelaksanaan Penggunaan Bahan Habis Pakai untuk Praktikum 5
...............
3. Pelaksanaan Penggunaan Bahan Habis Pakai untuk Penelitian
dan Umum ................................................................................................. 5
D. PEMINJAMAN DAN PENGGUNAAN ALAT 6
...........................................
1. Peminjaman Alat untuk Praktikum ........................................................... 6
2. SOP Peminjaman Alat untuk Penelitian dan Umum 7
.................................
3. SOP Penggunaan Alat ............................................................................... 8
3.1 SOP Penggunaan Alat “Neraca Analitik” 8
...........................................
3.2 SOP Penggunaan Alat “Desikator” 8
.....................................................
3.3 SOP Penggunaan Alat “Chamber Kromatografi” 9
...............................
3.4 SOP Penggunaan Alat “Hot Plate-Stirrer” 9
.........................................
3.5 SOP Penggunaan Alat “Water Bath” ................................................ 10
E. PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALAT ............................................... 11

Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Analis Kesehatan


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
LABORATORIUM KIMIA DASAR

I. DEFINISI
Laboratorium Kimia Dasar merupakan fasilitas
akademik Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes
Semarang yang menyediakan pelayanan berupa penggunaan
tempat, peralatan, bahan habis pakai, dan kepakaran untuk
keperluan praktikum, dan analisis.

II. TUJUAN
Standar Operasional Prosedur bertujuan untuk
memberikan panduan proses penggunaan laboratorium
untuk keperluan layanan praktikum, penelitian, dan analisis
oleh para Mahasiswa.

III. RUANG LINGKUP


Laboratorium Kimia Dasar memberikan layanan untuk
mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes
Semarang.

IV. DEFINISI ISTILAH


1. Kepala laboratorium adalah adalah dosen dari
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes
Semarang yang mengepalai dan mengkoordinasikan
seluruh kegiatan yang berlangsung di Laboratorium
Kimia Dasar.
2. Laboran adalah seorang teknisi yang ditugaskan
untuk membantu Kepala Laboratorium dalam
mengatur seluruh kegiatan di Laboratorium .
3. Asisten praktikum adalah mahasiswa yang diseleksi
dan ditetapkan oleh laboratorium untuk membantu
Dosen Pembimbing dalam mengawasi pelaksanaan
praktikum yang dilakukan Praktikan.
4. Praktikan adalah mahasiswa yang melakukan
praktikum di Laboratorium Kimia Dasar pada
semester tersebut.
5. Pengguna jasa adalah mahasiswa, dan dosen yang
menggunakan Laboratorium.

1
V. PROSEDUR OPERASI STANDAR (SOP)
A. TATA TERTIB LABORATORIUM
1. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, praktikan/pengguna dipersilakan
masuk melalui pintu depan Laboratorium Kimia Dasar dengan tertib.
2. Tidak diizinkan memakai sandal, kaos oblong dan harus sudah langsung
memakai jas laboratorium, dan perlengkapan perlindungan pribadi (masker dan
sarung tangan).
3. Praktikan/pengguna wajib menandatangani daftar hadir yang telah disediakan.
4. Berlaku sopan, disiplin, santun dan menjunjung etika akademik.
5. Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang laboratorium.
6. Mahasiswa/Peneliti yang akan menggunakan Laboratorium Kimia Dasar harus
mendapatkan surat ijin terlebih dahulu dari kepala Laboratorium. Surat ijin
harus masuk paling lambat dua minggu sebelum penggunaan.
7. Persetujuan penggunaan fasilitas/peralatan ditanda tangani oleh kepala
Laboratorium.
8. Peminjaman alat harus terlebih dahulu mengisi form peminjaman alat (Form
A) dan dibawah pengawasan asisten praktiku dan atau laboran.
9. Membaca, memahami dan mengikuti prosedur sebelum melakukan
praktikum/penelitaian.
10. Membaca dan memahami karakteristik bahan kimia yang digunakan dan
mengetahui dasar-dasar perlindungan diri dan penanggulangan bahaya yang
dappat terjadi selama praktikum.
11. Kerusakan/kehilangan peralatan/bahan selama waktu peminjaman menjadi
tanggung jawab peminjam, dan penggantian di sesuaikan dengan
peralatan/bahan yang dipinjam dalam waktu yang ditentukan oleh pihak
laboratorium.
12. Kegiatan penelitian/praktikum mahasiswa harus didampingi oleh
pembimbing/asisten praktikum.
13. Pengguna fasilitas diperbolehkan bekerja dalam pengawasan asisten praktikum
selama jam kerja 08.00-16.00 (Senin sampai Kamis) 08.00-16.30 (Jumat)
Penggunaan di luar ketentuan tersebut harus mendapat ijin persetujuan dari
Kepala Laboratorium dan mematuhi ketentuan dan aturan yang telah ditentukan.

Laboratorium Kimia Dasar


Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang 2
B. SOP LAYANAN LABORATORIUM
1. Layanan Laboratorium untuk Praktikum
a. Peserta praktikum adalah mahasiswa yang telah terdaftar untuk mata kuliah yang
bersangkutan pada semester berjalan yang ditunjukkan dengan Kartu Rencana Studi
(KRS).
b. Peserta praktikum mendaftarkan diri untuk untuk kegiatan praktikum pada semester
yang sedang berjalan.
c. Dosen pembimbing praktikum berkoordinasi dengan kepala laboratorium dan Laboran
tentang jadwal praktikum.
d. Koordinator asisten laboratorium mengajukan pembagian asisten yang bertanggung
jawab atas modul kepada kepala laboratorium dan dosen pembimbing.
e. Koordinator asisten laboratorium menandatangani surat kesediaan mentaati tata tertib
penggunaan laboratorium.
f. Kepala laboratorium memberi tugas kepada Laboran untuk mencatat dan menyiapkan
kebutuhan praktikum.
g. Praktikan melakukan koordinasi dengan asisten laboratorium tentang persiapan berupa
responsi, penugasan dan persiapan lainnya.
h. Praktikan menyiapkan dan mendapatkan izin untuk pengunaan fasilitas dari asisten
praktikum dan laboran dengan mengisi form A dan B (terlampir).
i. Praktikan melaksanakan praktium (sesuai instruksi kerja).
j. Setelah praktikum selesai, praktikan mengembalikan fasilitas pada asisten laboratorium
dan atau laboran.
k. Laboran dan atau asisten laboratorium memeriksa kembali kondisi fasilitas yang
digunakan praktikan.
l. Praktikan mendapatkan surat keterangan bebas tanggungan (bersyarat) dari asisten
praktikum dan atau laboran.
m. Kepala laboratorium menyampaikan laporan kepada ketua departemen setelah akhir
semester (laporan).

2. Layanan Laboratorium untuk Penelitian dan Umum


a. Calon Pengguna layanan mengajukan permohonan izin penggunaan
laboratorium yang diketahui ketua jurusan disertai usul penelitiannya kepada
kepala laboratorium (Surat Permohonan Izin Penggunaan Fasilitas
Laboratorium.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 3
Pengguna menandatangani surat kesediaan mentaati tata tertib penggunaan
laboratorium (Tata Tertib).
Kepala laboratorium memberikan izin penggunaan laboratorium (Surat Izin
Penelitian).
Pengguna dapat meminjam/menggunakan alat dan yang sejenis ke
laboratorium bersangkutan, sedangkan bahan habis pakai disediakan sendiri
oleh pengguna tersebut.
Pengguna harus sudah memahami cara pakai, prosedur peralatan yang akan
dipakai dan jika perlu bekerja bersama dengan Laboran atau kepala
laboratorium.
Pengguna memberitahukan kepada kepala laboratorium dan Laboran untuk
pekerjaan yang membutuhkan waktu di luar jam kerja.
Pengguna yang memerlukan bantuan dari Laboran selama jam kerja untuk
melaksanakan penelitiannya, maka pengguna tersebut meminta izin kepada
kepala laboratorium. Apabila keperluan tersebut di luar jam kerja, pengguna
tersebut harus membayar jasa Laboran tersebut (dianggap lembur).
Pengguna yang mendapat sumber dana harus membayar jasa pelayanan
laboratorium (sewa alat) kepada laboratorium melalui kepala laboratorium dan
Laboran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pengguna melakukan koordinasi dengan asisten praktikum tentang persiapan.
Pengguna menyiapkan dan mendapatkan izin untuk pengunaan fasilitas dari
asisten praktikum dan laboran dengan mengisi form A dan B (terlampir).
Pengguna melaksanakan praktium (sesuai instruksi kerja)
Setelah selesai, pengguna mengembalikan fasilitas pada asisten laboratorium
dan atau laboran.
Laboran dan atau asisten memeriksa kembali keadaan fasilitas yang
digunakan.
Pengguna mendapatkan surat keterangan bebas tanggungan (bersyarat) dari
asisten dan atau laboran.
Pengguna harus memperbaiki/mengganti peralatan yang rusak sesuai dengan
spesifikasinya.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 4
C. SOP PENGGUNAAN BAHAN HABIS PAKAI
1. Persiapan
a. Laboran menginventarisir bahan habis pakai yang tersedia dalam laboratorium
masing-masing dan mengidentifikasi bahan habis pakai yang masih dapat
digunakan atau dalam kondisi rusak.
b. Kepala Laboratorium berkoordinasi dengan laboran untuk membuat usulan
kebutuhan alat sesuai dengan rencana perkembangan ilmu.
c. Laboran bersama-sama dengan Kepala Laboratorium membuat daftar usulan
berdasarkan urutan prioritas dan disetujui Ketua Jurusan.
d. Laboran membuat laporan penggunaan bahan habis pakai setiap semester yang
kemudian dilaporkan ke kepala laboratorium.
e. Calon pengguna laboratorium mempersiapkan surat izin penggunaan fasilitas
laboratorium yang telah disediakan.
2. Pelaksanaan Penggunaan Bahan Habis Pakai untuk Praktikum
a. Praktikan mempersiapkan bahan yang akan digunakan dan mengisi form A
dibawah pengawasan asisten laboratorium dan atau laboran.
b. Setelah bahan selesai digunakan, praktikan mencatat jumlah bahan yang
digunakan pada form A.
3. Pelaksanaan Penggunaan Bahan Habis Pakai untuk Penelitian dan Umum
a. Calon pengguna laboratorium mengajukan surat permohonan izin penggunaan
bahan habis pakai kepada Kepala Laboratorium.
b. Kepala Laboratorium memberikan surat izin penggunaan bahan habis pakai
laboratorium.
c. Kepala Laboratorium menugaskan laboran untuk menyiapkan dan mencatat
bahan habis pakai yang dibutuhkan.
d. Praktikan mempersiapkan bahan yang akan digunakan dan mengisi form A
dibawah pengawasan asisten laboratorium dan atau laboran.
e. Setelah bahan selesai digunakan, praktikan mencatat jumlah bahan yang
digunakan pada form A.
f. Pengguna mengganti biaya pembelian bahan habis pakai yang telah digunakan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 5
D. SOP PENGGUNAAN DAN PEMINJAMAN ALAT
Prosedur dalam peminjaman alat di LPKE terdapat syarat dan ketentuan serta
prosedur yang berlaku. Syarat dan Ketentuan Syarat yang diberlakukan adalah
adanya jaminan peminjaman alat Laboratorium yaitu berupa identitas pengguna
(KTM, KTP, atau SIM Pengguna). Identitas pengguna akan ditahan selama
pengguna tersebut meminjam alat Labratorium dan akan dikembalikan setelah
pengembalian alat Laboratorium. Selain itu peminjaman alat Laboratorium harus
menggunakan surat resmi yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium yang sudah
mendapatkan ACC dari Kepala Laboratorium.
Ketentuan yang diberlakukan adalah sebagai berikut:
1) Alat Laboratorium yang dipinjamkan sesuai dengan yang ada di surat
peminjaman.
2) Lama peminjaman alat Laboratorium sesuai yang tertera dalam surat
peminjaman.
3) Asisten laboratorium melayani peminjaman dan pengembalian alat
Laboratorium pada hari kerja, mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB
4) Apabila pengembalian melebihi batas waktu yang diberikan tanpa adanya
konfirmasi ke asisten laboratorium, maka akan dikenakan denda.

1. SOP Peminjaman Alat untuk Praktikum


Sebelum praktikum dimulai, asisten praktikum mengajukan permohonan
tertulis peminjaman alat yang diketahui oleh Kepala Labor kepada Asisten
Praktikum. Permohonan tersebut harus disampaikan paling lambat 1 hari
sebelum praktikum dilaksanakan.
Asisten Praktikum menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan paling
lambat 1 hari sebelum praktikum dilaksanakan.
Asisten praktikum melakukan pemeriksaan alat yang telah disediakan.
Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar, jenis maupun jumlah
alat sebagaimana berkas peminjaman alat, segera melapor kepada Asisten
Praktikum.
Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana
mestinya, serta spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman alat, asisten
praktikum mengisi buku peminjaman alat.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 6
Saat kegiatan praktikum berlangsung, peralatan tidak boleh dipinjamkan atau
dipindah ke tempat lain.
Setelah praktikum selesai, asisten praktikum menyerahkan kembali peralatan
dan Asisten Praktikum memeriksa kembali keadaan bahan dan alat yang telah
digunakan. Jika ada alat yang mengalami kerusakan atau hilang, maka
mahasiswa bertanggung jawab memperbaiki atau mengganti alat tersebut.
Mahasiswa bersangkutan mengisi Berita acara kerusakan/hilang dan
penggantian alat sesuai dengan kondisi awal sebelum meminjam

2. SOP Peminjaman Alat untuk Penelitian dan Umum


Pengguna membuat surat resmi permohonan peminjaman alat dengan tanda
tangan ketua pelaksana atau penanggung jawab kegiatan kepada Kepala
Laboratorium dan mendapat persutujuan dari Kepala Laboratorium.
Surat yang sudah dibuat pengguna ditunjukkan pada Asisten Laboratorium
untuk dikoordinasikan apakah pada saat hari H peminjaman alat dipakai atau
tidak.
Pengguna meninggalkan kartu identitas (KTM/SIM/KTP yang masih berlaku),
Nomor yang bisa dihubungi dari pengguna dan penanggung jawab kegiatan,
serta biaya sewa sesuai ketentuan.
Asisten mengambil alat yang akan dipinjam oleh pengguna.
Pengguna dan asisten mengecek kondisi alat yang akan dipinjam.
Pengguna mendapatkan alat sesuai dengan apa yang dipinjam dengan syarat
pengembalian alat harus sesuai dengan kondisi awal alat saat dipinjamkan.
Jika alat telah selesai digunakan maka pengguna mengembalikan alat ke asisten.
Asisten dan pengguna memeriksa kondisi alat yang telah dipinjam, bila kondisi
alat tidak sesuai dengan kondisi awal maka pengguna wajib mengganti alat lab
tersebut yang sama dengan spesifikasi alat sebelumnya.
Bila kondisi alat sesuai dengan kondisi awal sebelum meminjam maka lanjut
ke langkah asisten menerima alat lab yang telah dipinjam.
Kartu identitas yang telah ditinggal di lab dikembalikan
pengguna.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 7
3. SOP Penggunaan Alat
Neraca Analitik

1. Pastikan plate neraca bersih dan neraca telah di kalibrasi.


2. Hubungkan catu daya.
3. Aktifkan instrumen „ON‟.
4. Layar akan berkedip dengan 8.8.8.8.8.8.
5. Setelah beberapa detik, layar akan menampilkan 0,00 g.
6. Jika tampilan tidak stabil, tekan tombol “TARE”
& tunggu sampai layar menunjukkan 0,00 g.
7. Letakkan sampel yang hendak ditimbang.
8. Matikan instrument „OFF‟.
9. Lepaskan catu daya.
Peringatan:
1. Pastikan sampel tidak bersentuhan langsung dengan plate dan lapisi
plate dengan aluminium foil agar tidak terkena tumpahan sampel.
2. Lakukan kalibrasi internal minimal sekali dalam sebulan.

Desikator
1. Pastikan desikator dalam kondisi bersih dan pastikan silika
gel belum jenuh dan masih bisa menyerap air.
2. Untuk membuka - geser tutup secara horizontal di bagian
atas ke satu sisi hingga terlepas. Gunakan satu tangan
untuk memegang bagian bawah desikator sambil
menggunakan tangan yang lain untuk memegang kenop.
3. Masukkan sampel ke dalam desikator dan ditutup
selama waktu yang telah ditentukan.
4. Untuk menutup- tutup tempat sebagian di atas dan geser ke seberang sampai
desikator benar-benar tertutup dan kemudian putar tutup perlahan di kedua arah.
5. Setelah selesai digunakan desikator dibersihkan menggunakan kain lap kering.
Peringatan:
1. Lakukan maintenance agar desikator dapat bekerja dengan baik (jika silika gel
tidak berwarna ungu maka kemampuan silika gel telah menurun).
2. Jangan mencoba mengangkat penutup secara vertikal.
Laboratorium Kimia Analisa
Departemen Teknik Kimia FT USU 8
Chamber Kromatografi
1. Dibersihkan chamber sebelum digunakan.
2. Dibuka penutup chamber lalu dimasukkan
larutan pengembang ke dalam chamber.
3. Ditutup chamber dan ditunggu hingga kondisi
chamber jenuh oleh larutan pengembang.
4. Dimasukkan fase padat kromatografi ke dalam chamber.
5. Setelah selesai digunakan, chamber dicuci dan dikeringkan ke keadaan semula.
6. Lakukan pengecekan adanya bagian yang rusak agar chamber dapat bekerja
dengan baik.

Hot Plate-Stirrer

ON/OFF Kontrol
dan pengadukan
Temperature
display

Kontrol suhu
1. Pastikan bahwa instrumen bersih dan bebas dari partikel debu apa pun.
2. Hubungkan catu daya.
3. Mengaktifkan „ON‟ instrumen.
4. Jika diperlukan, sesuaikan suhu yang dibutuhkan pada “Kontrol Suhu”.
5. Letakkan beaker glass (Memiliki Sampel) dan tunggu pemanas.
6. Masukkan pengaduk magnet ke dalam gelas dan mulailah mengaduk dengan
menghidupkan stirr pada bagian “Kontrol Pengadukan”.
7. Kecepatan Pengadukan dapat dikontrol dengan memutar bagian “Kontrol
Pengadukan” ke lambat, tengah dan tinggi.
8. Aktifkan „OFF‟ instrumen (ditunjukkan oleh LED) setelah pekerjaan selesai.
9. Lepaskan catu daya.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 9
Peringatan:
1. Jangan menyimpan pemanas dalam kondisi 'on', saat tidak digunakan
2. Jaga bagian atas alat agar tetap bersih. Gunakan pembersih non-abrasif untuk
membersihkan pelat atas setelah digunakan.
3. Suhu larutan kira-kira 25% lebih dingin dari suhu permukaan pelat panas.
4. Jangan gunakan kertas logam pada hot plate. Jangan gunakan sand bath,
wadah logam atau bahan isolasi lainnya pada pelat panas pengadukan - Pelat
atas bisa rusak dan bahaya (dapat terjadi sengatan).

SOP Penggunaan Alat “Water Bath”


1. Pastikan bahwa instrumen bersih, platformnya kering dan
kalibrasi indikator suhu dalam batas waktu kalibrasi.
2. Buka penutup water bath, isi dan periksa
ketinggian air. Ketinggian air minimum
ditunjukkan oleh garis hitam di atas
indicator level air di sebelah kiri.
3. Hubungkan catu daya. Lampu merah menyala
menunjukkan listrik "ON" & lampu kuning
menyala menunjukkan pemanas "ON".
4. Hidupkan alat dengan menekan tombol "ON/OFF".
5. Indikator cum pengontrol suhu digital akan menunjukkan suhu air sebenarnya.
6. Atur suhu yang diinginkan dengan menekan tombol PRESS ke SET dan sesuaikan
pot SET. Sekitar 1 ºC sebelum suhu yang disetel, pemanas akan mulai bekerja dan
untuk mengetahui pemanas telah padam akan ditunjukkan oleh LED pada Digital
Temperature Control. Biarkan beberapa menit untuk suhu stabil.
7. Jika suhu yang ditunjukkan kurang dari yang diinginkan, putar pot penyetelan
pada DTC searah jarum jam atau sebaliknya.
8. Sensor suhu akan mempertahankan suhu yang ditetapkan selama penggunaan
water bath.
9. Setelah panas, sampel yang mau dipanaskan dimasukkan ke dalam water bath
menggunakan wadah yang sesuai.
10. Setelah selesai pemanasan sampel, sampel dikeluarkan dari water bath.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 10
11. Matikan alat dengan menekan tombol “ON/OFF” &
lepaskan catu daya utama setelah digunakan.
12. Kosongkan platform dengan membuka keran pada sisi kanan
bagian bawah
water bath, kemudian keringkat menggunakan lap.
13. Ditutup kembali platform water bath dengan penutupnya.

Peringatan:
1. Jangan beroperasi tanpa air.
2. Matikan “OFF” ketika instrumen tidak digunakan.
3. Selalu pastikan platform & sekitarnya kering.
4. Gunakan hanya air yang dimurnikan untuk mengisi water bath.
5. Selalu. NONAKTIFKAN "listrik pada saat penyelesaian
penggunaan pemandian air.
6. Jangan ganggu kapiler (Sensor suhu); terletak di dekat pemanas.

E. SOP PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALAT


1. Secara berkala, yaitu satu kali setiap bulan,
laboran melakukan pengecekan terhadap seluruh
peralatan praktikum di dalam Laboratorium Kimia
Analisa.
2. Laboran mengisi form laporan kondisi
peralatan praktikum Laboratorium Kimia
Analisa.
3. Form laporan tersebut kemudian ditanda-tangani Kepala
Laboratorium.
4. Berdasarkan hasil pengecekan, laboran melakukan
pengisian pada form peralatan praktikum yang rusak
jika terdapat peralatan praktikum yang mengalami
kerusakan. Form ini kemudian ditanda-tangani oleh
kepala laboratorium.
5. Terhadap peralatan yang rusak, dilakukan
pengecekan ulang untuk mengetahui tingkat
kerusakan yang terjadi. Jika tingkat kerusakan yang
terjadi cukup besar hingga menyebabkan peralatan
tidak lagi dapat digunakan, maka dilakukan
pengajuan peralatan. Sebaliknya, jika kerusakan yang
terjadi masih dapat dibenahi, laboran melakukan
proses perbaikan. Jika diperlukan, laboran dapat
berkoordinasi dengan teknisi fakultas.

Laboratorium Kimia Analisa


Departemen Teknik Kimia FT USU 11

BAB III
PENUTUP

3.1               Kesimpulan

Standar Operasional Prosedur laboratorium adalah seperangkat aturan atau


tata cara untuk menunjukkan tahapan secara jelas, yang mengatur kegiatan dan
sikap laboran/praktikan agar dapat menjalankan kegiatan di dalam laboratorium
dengan baik. Standar operasional prosedur diperlukan untuk menjaga agar
kegiatan yang berlangsung di laboratorium menjadi lebih tertata dan terstruktur.
Standar Operasional Prosedur saat bekerja di laboratorium mengatur kegiatan-
kegiatan yang dilakukan sebelum praktikum, selama praktikum, selesai praktikum
dan peraturan-peraturan lain. Standar Operasional kerja juga meliputi panduan
umum keselamatan terhadap berbagai bahaya di laboratorium maupun prosedur
peminjaman dan pengembalian alat.

3.2       Saran
Setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan dapat menyadari
pentingnya keberadaan Standar Operasional Prosedur sekaligus menerapkannya
dalam pelaksanaan kegiatan di laboratorium.