Anda di halaman 1dari 4

LABORATORIUM FARMAKOLOGI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

TUGAS PENDAHULUAN

SISTEM ENDOKRIN

OLEH :

NAMA : IKA DAMAYANTI


STAMBUK : 150 2019 0199
KELAS : C10
KELOMPOK :3
ASISTEN :

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2019
1. Jelaskan tetang karakterisik kelenjar endokrin

Jawab:

a. Kelenjar endokrin tidak mempunyai duktus dimana kelenjar ini langsung mensekresi hormon
kedalam jarigan disekitar sel-selnya
b. Kelenjar endokrin kadangkala mensekresi lebih dari satu hormon
c. Konsentrasi hormon didalam sirkulasi adalah rendah
d. Kelenjar endokrin mempunyai persediaan pembuluh darah yang baik, pada jaringan ini terdiri
dari sel sekretori yang merupakan

2. Sebutkan jenis-jenis kelenjar endokrin sertahormon yang dihasilkannya

Jawab

a. Kelenjar tiroid, hormon yang dihasilkan


 Hormon Tiroksin (T4) & Triiodotironin (T3)
 Hormon Kalsitonin

b. Kelenjar Hipofisis
 Hipofisis posterior, hormon yang dihasilkan:
 Hormon Antideuretik
 Hormon Vasopresin
 Hipofisis Anterior, Hormon yang dihasilkan:
 Growth hormone (GH) atau horon pertumbuhan
 Prolaktin (PRL)
 Tyroid-stimulating hormone (TSH)
 Adrenocorticotrophic hormone (ATCH)
 Gonadodtropin

c. Kelnjar paratiroid,hormo yan dihasilkan:


 Hormon posterior
 Hormon tiroid

d. Kelenjar adrenal,hormon yang dihasilkan:


 Glikokortikoid (Kartisol)
 Mineralokortikoid (Aldosteron)
 Adrenal androgen

3. Jelaskan definisi dari


a.diabetes melitus
b.insulin
c.DM tipe 1
d.DM tipe 2
e.kurva standar glukosa
f.kadar glukosa plasma puasa
g.tes toleransi glukosa
Jawab:
a. Diabetes Melitus Merupakan penyakit yang dapat ditandai dengan terjadinya
hyperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat,lemak,dan protein
(DIABETES MELITUS TIPE 2,2015,hal:94)

b. Insulin merupakan hormon yang fungsinya menurunkan kadar glukosa


(Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 8,2017,hal:756)

c. DM (Diabetes Melitus) Tipe 1 ,Melibatkan destruksi selektif sel pankreas oleh limfosit T
aktif untuk bisa memproses autoimun.
(Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 8,2017,hal:758)

d. DM (Diabetes Melitus ) tipe 2 yaitu Gangguan pada metabolik yang ditandai dengan
naiknya gula darah akibat gangguanyang terjadi pada insulin
(DIABETES MELITUS TIPE 2,2015,hal:94)

e. Kurva standar glukosa ditentukan dengan menggunakan glukosa standar

f. Kadar glukosa plasma puasa,dimana pada keadaan 8 jam berpuasa

g. Tes toleransi glukosa,keadaan ketika penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan hal-
hal yang dapat mengurangi penyakit diabetes tersebut.

4. Kriteria diagnostik penyakit diabetes melitus


Jawab:
1) HbA1C > 6,5% :
Jika tidak memenuhi kriteria berdasarkan kadar gula puasa (< 126 mg/dL) atau
sebaliknya, maka pasien tersebut dianggap menderita diabetes.

2) Kadar gula darah pauasa > 126 mg/dL :


Mereka denagn kadar glukosa plasma vena setelah berpuasa sedikitnya 8 jam
>126 mg/dL suadah cukup utuk membuat diagnosis diabetes melitus

3) Tes dilakukan bila ada kecurigaaan DM. Glukosa 2 jam post prandial menunjukkan DM
bila kadar glukosa drah > 200 mg/dL, sedangkan nilai normalnya , 140. Toleransi
glukosa terganggu (TGT) apabila kadar glukosa >140 mg/dL tetapi < 200 mg/dL.

4) Pasien dengan gejala klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia dengan kadar gula
sewaktu > 200 mg/dL (11,1 mol)
(PRENALTIK DAN INTERPRETASI GLUKOSA DARAH UNTUK DIAGNOSIS DIABETES
MELITUS.2013, hal: 9-10)

5. Kadar normal glukosa darah puasa manusia


Jawab:

<110 mg/dL

(Klasifikasi dan kriteria diaetes melitus yang baru,2006)

Daftar Pustaka
Sloane,Ethel.2004.ANATOMI DAN FISIOLOGI untuk pemula.

Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sherwood,Lauralee.2017.Fisiologi manusia dari sel kesistem,edisi 8.

American Diabetes Associaton.standarts of medical care in diabetes 2010.

Diabetes Care.2010;33(1) : s11 4.Available from: http ://. Diabetesjournals.


org/content/33/suplement_1/S11.extrac.

John,MF Adam klasifikasi dan kriteria diagnosis diabetes melitus yang baru.

Cermin dunia kedokteran.2006;127:37-40 Noor F,Restyana.2015.Diabetes Melitus Tipe 2.

Available from: artikel review