Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

Sistem Respirasi

Diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah Fisiologi Hewan

Dosen Pengampuh :

Dra. Christny Rompas, MSi


Jacklin S. S. Manoppo, SSi, MSi

Disusun Oleh :
(Kelompok 7)
Feiby M. Sumangkut (17 507 139)
Fitriana Dewi (17 507 099)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIMA

2020

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul Sistem Respirasi ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas Fisiologi Hewan. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan


tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan
bidang studi yang kami tekuni.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan
demi kesempurnaan makalah ini.

07 Mei 2020

Kelompok 7

2
I

DAFTAR ISI
Cover……………………………………………………………..
Kata Pengantar…………………………………………………. I
Daftar Isi……………………………………………………........ II
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang………………….………………............... 1
B. Rumusan Masalah..……………………..………………... 1
C. Tujuan Masalah…………………………………………... 1
BAB II Pembahasan
A. Difusi dan Kelarutan Gas……………..………………..…
B. Mekanisme Respirasi…………...…...………...…………. 2
1. Hewan Vertebrata…………..………………………... p
A. Difusi dan Kelarutan Gas

Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam


pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi
rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien
konsentrasi. Difusi merupakan salah satu peristiwa perpindahan massa yang
prosesnya sering juga dilakukan dalam industri-industri. Proses difusi zat,
salah satu zat berkonsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya atau dapat
dikatakan dalam kondisi belum setimbang, Keadaan ini dapat menjadi driving
force dari proses difusi.

Difusi termasuk ke dalam transport pasif karena karena sel tidak harus
mengeluarkan energi untuk proses ini, energi yang dibutuhkan dalam proses
difusi dihasilkan dari gerak acak partikel maupun molekul yang melakukan
difusi. Pergerakan molekul zat tersebar merata pada suatu ruang yang tersedia,
akan tetapi pada difusi populasi suatu molekul dapat mempunyai arah tertentu.

Kelarutan Gas Menurut hukum Dalton, setiap gas dalam campuran gas
memiliki tekanannya sendiri yang disebut tekanan parsial. Tekanan parsial
dilambangkan dengan Px, dengan x adalah rumus molekul gas bersangkutan.
Tekanan total campuran gas merupakan penjumlahan tekanan parsial
komponen-komponen gasnya. Udara atmosfer mengandung nitrogen, oksigen,
uap air, karbon dioksida, dan gas-gas lain dalam jumlah yang sangat kecil.
Dengan demikian, tekanan atmosfer adalah:

3
Tekanan parsial gas-gas tersebut menentukan pergerakan oksigen dan
karbon dioksida antara atmosfer dan paru-paru, antara paru-paru dan darah,
dan antara darah dengan sel-sel tubuh. Setiap gas berdifusi melalui membran
permeabel dari daerah dengan tekanan parsial lebih tinggi ke daerah dengan
tekanan parsial lebih rendah. semakin besar perbedaan tekanan parsial, maka
laju difusi gas akan semakin cepat.

Dibandingkan dengan udara yang masuk ke paru-paru, udara alveolar


memiliki lebih sedikit O2 dan lebih banyak CO2. Hal ini disebabkan oleh dua
hal. Pertama, pertukaran gas di alveoli meningkatkan komposisi CO2 dan
menurunkan konsentrasi O2 udara alveolar. Kedua, ketika udara masuk melalui
saluran pernafasan, udara tersebut dilembabkan. peningkatan konsentrasi uap
air menyebabkan penurunan konsentrasi O2. sebaliknya, udara yang
dikeluarkan dari paru-paru mengandung lebih banyak O2 dan lebih sedikit CO2
daripada udara alveolar karena udara yang dikeluarkan sebagian bercampur
dengan udara pada dead space yang tidak ikut berpartisipasi dalam pertukaran
gas.

Hukum Henry menyatakan bahwa kuantitas gas yang terlarut pada


cairan adalah proporsional terhadap tekanan parsial dan kelarutan gas tersebut.
Pada cairan tubuh, kemampuan gas untuk tetap berada di dalam larutan lebih
besar ketika tekanan parsial dan kelarutannya di dalam cairan tubuh besar.
CO2 terlarut lebih banyak di dalam plasma darah karena kelarutan CO2 24 kali
lebih besar daripada kelarutan O2, dan walaupun kuantitas N2 paling banyak
pada udara atmosfer, gas ini tidak memberikan pengaruh yang begitu
signifikan terhadap tubuh karena kelarutannya di dalam plasma darah sangat
rendah.

Laju pertukaran gas sistemik dan pulmoner dipengaruhi oleh beberapa


faktor, yaitu:

➢ Perbedaan tekanan parsial gas-gas; semakin besar perbedaan tekanan


parsial gas-gas, maka lajudifusi semakin cepat.
➢ Luas permukaan pertukaran gas; jika luas permukaan pertukaran gas
semakin besar, maka laju difusi akan bertambah dan sebaliknya.
➢ Jarak difusi; laju difusi akan semakin besar jika jarak difusinya semakin
kecil.
➢ Berat molekul dan kelarutan gas; kelarutan gas yang besar akan
mempercepat laju difusi, sedangkan besar molekul yang
besar memperlambat laju difusi.

Kelarutan gas dalam air:

➢ Sifat gas

4
• Nitrogen 16,9 ml/ L air • Oksigen
34,1 ml/ L air
• Karbondioksida 1019 ml/L air
➢ Tekanan gas : harus seimbang tekanan gas di air dan di atmosfer.
➢ Suhu : suhu naik, gas menurun.
➢ Adanya linarut (bahan terlarut lain) Difusi Gas dipengaruhi oleh:

➢ Berat molekul
➢ Kecepatan difusi gas A dibanding gas B = (𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙
𝑔𝑎𝑠 𝐴)22
(𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑔𝑎𝑠 𝐵)

➢ Tekanan parsial : gas akan berdifusi dari tekanan parsial yang lebih tinggi
➢ Permeabilitas epitelium / membran respirasi
➢ Luas permukaan epitelium / membran respirasi
➢ Kecepatan sirkulasi darah di paru-paru

➢ Reaksi kimia di dalam darah


B. Mekanisme Repirasi
1. Hewan Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang
sejati.
Vertebrata dibagi atas beberapa kelas yaitu :
➢ Kelas Aves (Burung)
➢ Kelas Reptilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap)
➢ Kelas Amphibia (Latin amphi = dua, bia = hidup)
➢ Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia
artinya hewan menyusui)
➢ Kelas Pisces (Ikan)

Mekanisme Repirasi Pada Vertebrata :

a. Aves (Burung)

Burung adalah hewan berdarah panas, sama seperti mamalia ,sehingga


suhu pada tubuh burung bersifat stabil.Karena burung memiliki reseptorpada
bagian otak yang dapat mengatur suhu tubuh, sehingga burung dapat
melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda.

Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat


ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada
dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa
bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang
menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus
pada pangkal trakea terdapat sirink (alat suara yang terletak pada bagian
bawah trakea) yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa

5
selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara.
Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus
sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan
dorsobronkus (di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan
dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). .

Parabronkus berupa tabung- tabung kecil. Di parabronkus bermuara


banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru,
burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus
pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi
hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi
hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan, pundi-pundi hawa hanya berfungsi
sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya
pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien.

Mekanisme pernafasan Aves :

➢ Pernafasan Burung Saat Tidak Terbang

Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan – volume rongga dada


membesar – tekanan mengecil – udara akan masuk melalui saluran
pernapasan. Saat inilah sebagian oksigen masuk ke paru-paru dan O2berdifusi
ke dalam darah kapiler, dan sebagian udara dilanjutkan masuk ke dalam
katong-kantong udara.

Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula – rongga dada


mengecil – tekanan membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan udara
dalam kantong-kantong hawa bersama-sama keluar melalui paru-paru. Pada
saat melewati alveolus, O2 diikat oleh darah kapiler alveolus,dan darah
melepas CO2. Dengan demikian, pertukaran gas CO2 dan O2 dapat berlangsung
saat inspirasi dan ekspirasi.

➢ Pernafasan Burung Saat Terbang

6
Pundi hawa sangat berperan pentng ketika burung mulai terbang,
dikarenakan urung yang terbang tidak dapat menggerakan tulang
rusuknya,sehingga pundi hawalah yang dipergunakan oleh burung untuk
bernafas. Inspirasi dan ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh
pundipundi hawa.

Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat, pundi hawa antar tulang
korakoid terjepit, sedangkan pundi hawa ketiak mengembang, akibatnya udara
masuk ke pundi hawa ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat
melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.

Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa


ketiak terjepit, sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang,
sehingga udara mengalir keluar dari kantong hawa melewati paruparusehingga
terjadilah ekspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O 2
dan CO2. Dengan cara inilah inspirasi dan ekspirasi udara dalam paru-paru
burung saat terbang. Jadi pertukaran gas pada burung saat terbang juga
berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

b. Reptil

Reptil adalah jenis hewan vertebrata atau hewan yang memiliki tulang
belakang berdarah dingin dan memiliki sisik di semua bagian tubuhnya.

Reptil memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil


dikelilingi oleh rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Reptil
memiliki kulit yang bersisik atu kering sehingga sulit ditembus oleh air. Hal
ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sangat sedikit sehingga
reptil mampu bertahan hidup pada habitat yang kering.

Saat inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada


meningkat sehingga udara dapat masuk ke paru-paru. Saat ekspirasi, tulang
rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru.

Pada kura-kura selain dengan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu


oleh lapisan kulit tipis dengan banyak kapiler darah yang ada di sekitar kloaka.

7
Mekanisme pernapasan pada reptilia

Fase Inspirasi, saat tulang rusuk mengembang, volume rongga dada


akan meningkat. Selanjutnya udara (oksigen) akan masuk ke dalam paru-paru.
Proses masuknya oksigen ke dalam tubuh dapat dilihat pada alur berikut ini :

Gas O2 dalam udara masuk melalui hidung → rongga mulut → anak


tekak → trakea yang panjang → bronkiolus dalam paru-paru → dari paru-paru
O2 diangkut darah menuju ke seluruh jaringan tubuh.

Fase Ekspirasi, Fase ini akan terjadi, jika tulang rusuk merapat,
sehingga udara (karbon dioksida) dan uap air keluar dari paru-paru. Proses
keluarnya karbondioksida dari tubuh reptilia adalah sebagai berikut :

Dari jaringan tubuh gas CO2 → di angkut darah menuju jantung →


kemudian menuju ke paru-paru untuk dikeluarkan → bronkiolus → trakea
yang panjang → anak tekak → rongga mulut → dan terakhir melalui lubang
hidung.

c. Amfibi (Katak)

Amfibi atau amfibia (Amphibian) adalah hewan bertulang belakang


(vertebrata) yang hidup di dua alam, yaitu air dan darat.

Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan
paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya
di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma
tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi
gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup
sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput
rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak
bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam
keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan
mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit
(vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari
jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pareparu (arteri
pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida
dapat terjadi di kulit.

Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas
juga dengan paru-paru walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru
mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung
tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh
adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat

8
berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang
pendek.

Mekanisme Pernapasan pada Amfibi (Katak) :

Fase Inspirasi, Otot sternohioideus berkontraksi – rongga mulut


membesar – O2 masuk melalui koane (celah hidung) – koane menutup – otot
submandibularis dan otot geniohioideus berkontraksi – rongga mulut mengecil
– O2 terdorong ke paru-paru melalui celah-celah – terjadi pertukaran gas di
paru-paru (O2 diikat oleh darah di kapiler dinding paru-paru, CO2 dilepaskan
ke lingkungan).

Fase Ekspresi, Terjadi pertukaran gas di paru-paru – otot


submandibularis berelaksasi – otot perut dan sternohioideus berkontraksi –
paru-paru mengecil – udara tertekan keluar dan masuk ke rongga mulut –
koane membuka – celah tekak menutup – otot submandibularis dan
geniohioideus berkontraksi – rongga mulur mengecil – CO2 terdorong keluar
melalui koane.

d. Mamalia (Hewan Menyusui)

Hewan Mamalia atau disebut hewan menyusui, karena Mamalia adalah


hewan yang menyusui anaknya, dengan adanya kelenjar susu, yang betina
menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya, tubuhnya ditutupi oleh
rambut, bertulang belakang atau hewan vertebrata dan berdarah panas.

Sistem pernapasan pada mamalia mirip seperti sistem pernapasan


manusia. karena manusia juga termasuk mamalia yang bernafas menggunakan
paru-paru.

Hewan yang termasuk hewan mamalia merupakan hewan yang


berkembang biak dengan cara melahirkan dan menyusui anaknya seperti
lumba-lumba, paus, sapi, anjing, kucing, dan lainnya.

9
Secara umum, hewan mamalia melakukan proses pernapasan melalui
rongga hidung, faring, trakea, bronkus, hingga paru-paru yang nantinya
oksigen akan diikat oleh darah dan disebarkan ke seluruh tubuh.

Ketika hewan mamalia mengeluarkan napas (exhale), otot diafragma


akan melemas dan kembali ke posisi semula (melengkung ke atas), kemudian
otot-otot tulang rusuk juga melemas dan dibantu oleh kontraksi dari otot perut,
sehingga menyebabkan rongga dada mengecil, dan tekanan dalam rongga dada
naik.

Mekanisme Pernapasan Mamalia :

Fase Inspirasi, mekanisme pernapasan yang pertama adalan Inspirasi.


Inspirasi terjadi ketika udara dihirup melalui rongga hidung dan masuk ke
dalam tubuh. Inspirasi juga sering disebut dengan inhalasi. Ketika kita
melakukan inspirasi, diafragma dan otot dada berkontraksi. Volume rongga
dada membesar, paru-paru mengembang, dan udara masuk ke paru-paru
karena kita memasukkan udara ke dalam tubuh.

Fase Ekspirasi, kebalikannya, mekanisme pernapasan ekspirasi atau


yang disebut juga dengan ekshalasi melepaskan karbon dioksida dari dalam
tubuh ke luar. Ketika melakukan ekshalasi, diafragma dan otot dada
berelaksasi. Volume rongga dada kembali normal karena udara telah keluar
dari paru-paru.

e. Pisces (Ikan)

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang


hidup di air dan bernapas dengan insang.

Ikan bernapas menggunakan insang. Insang berbentuk


lembaranlembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian
terluar dari insang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan
erat dengan kapilerkapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang

10
filamen dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada
filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga
memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.

Mekanisme Pernafasan Pisces :

Fase Inspirasi, Gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup


insang tetap menempel pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah
besar, sebaliknya celah belakang insang tertutup. Akibatnya, tekanan udara
dalam rongga mulut lebih kecil daripada tekanan udara luar. Celah mulut
membuka sehingga terjadi aliran air ke dalam rongga mulut.

Fase Ekpresi, Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah mulut
menutup. Insang kembali ke kedudukan semula diikuti membukanya celah
insang. Air dalam mulut mengalir melalui celah-celah insang dan menyentuh
lembaran-lembaran insang. Pada tempat ini terjadi pertukaran udara
pernapasan. Darah melepaskan CO2 ke dalam air dan mengikat O2 dari air.

2. Hewan Invertebrata, adalah golongan hewan yang tidak memiliki tulang


belakang.
Invertebrata terdiri atas :
➢ Porifera
➢ Cnidaria
➢ Molusca
➢ Platyhelminthes
➢ Annelida
➢ Arthropoda

11
➢ Nemathehelminthes
➢ Echinidermata

Mekanisme pernafasan Hewan Invertebrata a. Porifera ( Hewan Spons)

Sebetulnya spons tidak mempunyai alat atau organ pernafasan khusus,


kendati demikian mereka dalam hal respirasi bersifat aerobik. Dalam hal ini
yang bertugas menangkap/mendifusikan oksigen yang terlarut di dalam air
medianya bila di jajaran luar adalah sel-sel epidermis (sel-sel pinakosit),
sedangkan pada jajaran dalam yang bertugas adalah sel-sel leher (khoanosit)
selanjutnya oksigen yang telah berdifusi ke dalam kedua jenis sel tersebut
diedarkan ke seluruh tubuh oleh amoebosit. Berhubung hewan spons bersifat
sesil artinya tidak mengadakan perpindahan tempat sedangkan hidupnya
sepenuhnya tergantung akan kaya tidaknnya kandungan material (oksigen,
partikel makanan) dari air yang merupakan medianya, maka ketika Porifera
masih dalam fase larva yang sanggup mengadakan pergerakan yaitu
berenangrenang mengenbara kian kemari dengan bulu-bulu getarnya, ia akan
memilih tempat yang strategis dalam arti yang kaya akan kandungan material
yang dibutuhkan untuk kepentingan hidup.

Bila air yang merupakan media hidupnya itu mengalami penyusutan


kandungan oksigennya, maka hal ini akan mempengaruhi kehidupan Porifera
yang bersangkutan, artinya tubuhnya juga akan mengalami penyusutan
sehingga menjadi kecil dan bila kekurangan sampai melampaui batas
toleransinya maka Poriferanya akan mati.

b. Cnidaria

Cnidaria, berasal dari bahasa Yunani yakni “Cnidos” yang artinya


jarum penyengat.

Setiap proses pernapasn yang dilakukan oleh hewan yang satu ini
digantikan oleh aliran air. Air yang masuk kedalam tubuh ctenophora melalui
mulutnya akan membawa oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, masuknya air
kedalam tubuh ini juga akan dibarengi dengan masuknya beberapa jenis zat
dan makanan. Beberapa jenis ctenophora yang memakan fitoplankton akan
menghisap air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Tapi, bagi beberapa
jenis ctenophora yang memangsa hewan lain, hanya membutuhkan air untuk
melakukan pernafasan. Meskipun hewan yang satu ini tidak memiliki oskulum
dan ostium, namun proses yang dimilikinya kurang lebih sama.

Proses difusi yang dilakukan oleh ctenophora dapat dibagi menjadi dua
jenis. Difusi bisanya yang hanya dilakukan tanpa ada bantuan zat khusus,
sistem difusi ini digunakan untuk mengambil beberapa molekul dalam air laut
yang bersifat hydrophobic. Sedangkan sistem difusi yang kedua adalah difusi

12
khusus. Pada kasus yang satu ini dibutuhkan sebuah zat khusus untuk
menangkap beberapa jenis molekul yang khusus pula. Biasanya, jenis molekul
yang bayak ditangkap dengan difusi yang satu ini adalah molekul yang
tergolong kedalam hydriphilic. Setelah proses penyerapan tersebut
berlangsung di dalam tubuhnya, maka air sisa tersebut akan dikeluarkan
melalui lubang pembuangan pada ctenophore

c. Mollusca

Mollusca, merupakan hewan triploblastik selomatayang bertubuh lunak

Sebagian besar Mollusca organ respirasinya adalah insang. Insang


diadaptasikan untuk pertukaran gas oksigen dan kabondioksida dalam air
melalui permukaan insang yang luas dan berbentuk membran yang tipis. Pada
Mollusca, insang disebut juga ktinidium (Yunani : kteis; sebuah sisir).
Ktenidia terdiri atas sebuah filamen (= lamela) yang ditutupi silia. Gerakan
silia menyebabkan air melintasi permukaan filamen, oksigen berdifusi
melintasi membran menuju ke darah, dan karbondioksida berdifusi keluar.
Pada beberapa Mollusca seperti remis dan bivalvia lain, silia pada insang juga
berperan menyaring partikel makanan, kemudian mengirimnya ke mulut
dalam bentuk benang lendir. Setelah insang aliran air biasanya menuju anus
dan saluran keluar ginjal sambil membawa bahan yang akan dibuang. Pada
beberapa Mollusca, air masuk melalui incurent siphon dan keluar melalui
excurent siphon. Sebelum mencapai insang aliran air yang masuk dideteksi
oleh organ sensorik (osphradium) yang dapat berfungsi mendeteksi endapan
lumpur, makanan atau predator.

Beberapa Mollusca yang tidak memiliki insang, maka pertukaran gas


respirasi terjadi secara langsung melalui permukaan mantel. Keong memiliki
kemampuan adaptasi intuk kehidupan darat yaitu dengan hilangnya insang,
maka mantel yang dimilikinya dimodifikasi menjadi sebuah paru-paru untuk
pernapasan udara. Beberapa keong (pulmoat) kembali ke habitat air, namun
tetap mempertahankan paru-parunya. Untuk itu mereka terlihat sering
merambat naik ke permukaan air untuk mengambil udara.

d. Platyhelminthes

Cacing pipih belum memiliki alat pernafasan khusus. Pengambilan


oksigen bagi anggota yang hidup bebas dilakukan secara difusi melalui
permukaan tubuh. Sementara anggota yang hidup sebagai endoparasit bernafas
secara anaerob, artinya respirasi berlangsung tanpa oksigen. Hal ini terjadi
karena cacing endoparasit hidup pada lingkungan yang kekurangan oksigen.

e. Annelida

13
Cacing tanah bernapas dengan kulitnya, sebab kulitnya bersifat
lembab, tipis, banyak mengandung kapiler-kapiler darah.

f. Arthropoda

Laba-laba Kalajengking - Laba-laba (Arachnida) dan kalajengking


(Scorpionida) bernapas dengan paru-paru buku. Paru-paru buku ini merupakan
inviginasi (pelekukan ke dalam) abdomen. Paru-paru buku memiliki banyak
lamela seperti halaman buku yang dipisahkan oleh batang-batang sehingga
udara dapat bergerak bebas. Udara dari luar, masuk melalui spirakel secara
difusi. Selanjutnya, udara masuk di antara sel-sel lamela dan berdifusi dengan
pembuluh darah di sekitar lamela.

Insang buku ini tumbuh dari dasar anggota tubuh dan dinding tubuh
yang berdekatan, dan menjulur ke atas ke dalam ruang brankial. Tiap insang
terdiri atas sumbu sentral tempat pertautan lamela atau filamen. Aliran air
dihasilkan oleh gerakan mendayung dari insang timba, yaitu suatu penjuluran
berbentuk bulan sabit dari salah satu penjuluran mulut (maksila kedua). Pada
udang, air masuk ke dalam ruang brankial di belakang karapaks dan di antara
kaki. Selanjutnya, saluran di dalam sumbu insang membawa darah ke dan dari
ruang di dalam lamela, pertukaran udara pernapasan berlangsung melalui
dinding tipis lamela. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot
yang terjadi secara teratur. Baik paru-paru buku maupun insang buku,
keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada
Vertebrata.

g. Nemathehelmintes

Nemathehelmintes tidak memiliki pembuluh darah dan system


respirasi. Cairan pseudoselom yang akan mengalirkan makanan ke seluruh
tubuh dan pernapasan akan berlangsung secara difusi melalui permukaan
tubuh.

14
h. Echinedermata

Hewan echinedermata memiliki system pernafasan yang berbeda-beda


sesuai dengan kelasnya. Hal ini dikarenakan perbedaan struktur tubuh dan
organ yang dimilikinya. Asteroidea menggunakan system pernafasan dermal
branchia atau insang kulit atau papula. Semuanya tersebar diseluruh
permukaan aboral.

Mekanisme Pernapasan Belalang

Belalang bernafas menggunakan trakea yang mana didalamnya


terdapat spirakel (pembluh trakea) dan trakeolus,Spirakel atau stigma
merupakan jalan keluar masuknya udara dari dan ke dalam sistem trakea,
terdapat di kerangka luar (eksoskeleton), berbentuk pembuluh silindris yang
berlapis zat kitin, terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh, dan
merupakan tempat bermuaranya pembuluh trakea. Pada umumnya spirakel
terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.
Udara masuk melalui empat pasang spirakel depan dan keluar melalui enam
pasang spirakel belakang. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel, kemudian
menuju pembuluh-pembuluh trakea, selanjutnya pembuluh trakea bercabang
lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Dengan demikian, oksigen
dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.

Sistem respirasi pada belalang

Mekanisme pernapasan pada belalang diatur oleh otot perut


(abdomen). Ketika otot perut (abdomen) berelaksasi, volume trakeanormal
sehingga udara masuk. Sebaliknya, ketika otot abdomen berkontraksi,
volume trakea mengecil sehingga udara keluar. Jalur yang dilalui udara
pernapasan,yaitu :

Udara dari luar → stigma/spirakel → saluran/pembuluh trakea →


trakeolus → jaringan tubuh. Jadi, sistem trakea berfungsi mengangkut O2
dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, serta sebaliknya mengangkut CO 2
hasil pernapasan untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah
pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk
mengangkut udara pernapasan.

15
C. Adaptasi Sirkulasi Respirasi Pernapasan

dalam sel :

1. Transport gas paru-paru dan jaringan

Selisih tekanan parsial antara O2 dan CO2 menekankan bahwa kunci


dari pergerakan gas O2 mengalir dari alveoli masuk kedalam jaringan melalui
darah, sedangkan CO2 mengalir dari jaringan ke alveoli melalui pembuluh
darah. Akan tetapi jumlah kedua gas yang ditranspor ke jaringan dan dari
jaringan secara keseluruhan tidak cukup bila O2 tidak larut dalam darah dan
bergabung dengaan protein membawah O2 (hemogoblin). Demikian juga CO2
yang larut masuk kedalam serangkaian reaksi kimia reversible (rangkaian
perubahan udara) yang mengubah menjadi senyawa lain. Adanya hemogoblin
menaikkan kapasitas pengangkutan O2 dalam darah sampai 70 kali dan reaksi
CO2 menaikkan kadar CO2 dalam darah menjadi 17 kali (Syaifuddin,2006) 2.
Pengangkutan oksigen ke jaringan

Sistem pengangkutan O2 dalam tubuh terdiri dari paru-paru dan system


kardiovaskuler. Oksigen masuk ke jaringan bergantung pada jumlahnya yang
masuk ke dalam paru-paru, perukaran gas yang cukup pada paru-paru, aliran
darah ke jaringan dan kapasitas pengangkutan O2 dalam darah ditentukan oleh
jumlah O2 yang larut, hemogoblin, dan afinitas (daya tarik) hemogoblin.

Anjin Laut Weddell, menyelam hingga kedalaman 200-500 meter dan


tetap berada didalam kedalam tersebut selama sekitar 20 menit. Anjing laut ini
kadang-kadang dapat juga menyelam hingga lebih dari satu jam . Anjing laut
weddell merupakan salah satu di antara beberapa mamalia laut yang mampu
bernapas diudara dan telah beradaptasi untuk dapat menyelam cukup lama
dalam air.

Salah satu adaptasi penyelamatan pada anjing laut. Weddel adalah


kemampuannya untuk menyimpan oksigen. Dibandingkan dengan manusia,
anjing laut mengandung sekitar 2 kali lebih banyak oksigen per kilogram
bobot tubuh.

Sirkulasi dan respirasi bekerja sama secara ekstensif. Fungsi utama


system respirasi untuk menyediakan O2 dan membuang CO2 untuk
mendukung kerja bioenergetik sel bergantung pada kelangsungan system
sirkulasi.

BAB III

PENUTUP

16
A. Kesimpulan
1. Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi
rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien
konsentrasi.
2. Kelarutan Gas Menurut hukum Dalton, setiap gas dalam campuran gas
memiliki tekanannya sendiri yang disebut tekanan parsial.
3. Mekanisme pernapasan pada hewan Vertebrata terdiri atas fase inspirasi
dan fase ekspresi. Sedangkan hewan Invertebrata tidak memiliki
mekanisme pernapasan layaknya hewan vertebrata (Fase inspirasi dan
Fase ekspresi)
4. Mekanisme pernapasan hewan avertebrata, memiliki fase inspirasi dan
ekspresi seperti mekanisme pernapasan hewan vertebarata
5. Sirkulasi dan respirasi bekerja sama secara ekstensif. Fungsi utama system
respirasi untuk menyediakan O2 dan membuang CO2 untuk mendukung
kerja bioenergetik sel bergantung pada kelangsungan system sirkulasi.
B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan agar para


pembaca dapat meningkatkan pemahamannya mengenai “Sistem Respirasi”
guna terwujudnya pelaksanaan proses belajar yang baik khususnya
pembelajaran Fisiologi Hewan.

Kami menyadari makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh


sebab itu kami menyarankan kepada pembaca untuk tetap terus menggali
sumber-sumber yang menunjang terhadap pembahasan yang akan datang.

Dengan ini kita mempelajari masalah yang ada dalam penelitian agar
dapat di mengerti dan mudah diterima.

Daftar Pustaka

Campbell,2008, Biologi, edisi kedelapan jilid 3, Erlangga, Jakarta.


Francis J. Ryan, 1997. Bintang laut dan echinodermata yang lain. Jakarta:
Gramedia
Isnaeni,Wiwi.2006.Fisiologi Hewan.Yogyakarta:Kanisius
Kastawi,Yusuf.Zoologi Avertebrata.Malang:FMIPA UM
Goenarso,Darmadi.2005.Fisiologi Hewan.UT

17