Anda di halaman 1dari 2

Kehadiran public relations (PR) untuk organisasi ataupun perusahaan

sangat krusial dan menjadi keharusan. PR dituntut menjadi jembatan antara komunikasi dan


manajemen dengan karyawan, perusahaan menggunakan pihak luar. Keberadaan PR di suatu
perusahaan sangat penting dan tidak bisa di anggap tidak penting. Salah satu tugas
PR adalah menjaga hubungan harmonis antarakaryawan dengan perusahaan, & perusahaan m
enggunakan pihak luar. Misalnya, menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien,
keserasian hubungan antara pimpinan & bawahan dan sebaliknya,
sehingga dapat memperkuat kolaborasi tim. Di sisi lain,
PR juga diharapkan dapat membentuk citra yang positif tentang perusahaan.

PT Unilever Indonesia Tbk adalah contoh yang baik . Fungsi PR pada Unilever


berada pada Direktorat Corporate Relation (CR). Setidaknya ada tiga tugas primer yang ada
di departemennya, yakni protecting, preempting & promoting. Semua tugas CR adalah
menjaga reputasi perusahaan. CR pada Unilever terdiri atas 2 departemen, yakni Corporate
Communications & Yayasan Unilever Peduli.

Tugasnya adalah melindungi perusahaan dari segala macam isu atau


permasalahan yang muncul, baik  internal dan eksternal perusahaan. Yaitu
mengantisipasi berita-berita yang ketika ini belum terdapat, akan tetapi kemungkinan
muncul di lalu hari. Sementara itu, Semua karyawan Unilever memiliki peran penting karena
bisa menjadi suara untuk luar. Internal communication juga wajib melakukan
upaya buat dapat memecahkan permasalahan dalam lingkungan interen
perusahaan, seperti memelihara hubungan baik antara
pimpinan dengan bawahan dan mengadakan komunikasi
teratur & tepat guna dalam perusahaan secara vertikal & horizontal. Peran Corporate
Communication di Unilever menjadi jembatan komunikasi antara
manajemen menggunakan karyawan.

HR dianggap berhasil menjadi strategic business partner bagi perusahaan adalah kola HR


dirasakan oleh internal dan external stakeholder menaruh nilai tambah (added
value) kepada perusahaan . Seperti layaknya suatu bentuk partnership di berbagai hal maka
bentuk partnership yg ideal merupakan jika kedua belah pihak partner dirasakan saling
menjalankan peran menggunakan baik dan lebih jauh lagi saling menaruh nilai
tambah yg diperlukan bagi kedua belah pihak.

Dari sudut investor tentunya satu hal yg paling


diinginkan sang investor adalah bagaimana fungsi HR bisa meningkatkan nilai & ”kelas”
perusahaan , bagaimana mewujudkan perusahaan yang semakin lama semakin
berkembang dan mempunyai nilai jual pasar yangg semakin tinggi.

Government Relations
(GR) adalah suatu interaksi perusahaan menggunakan pemerintah yang erat
hubungannya menggunakan forum legislatif, peraturan pemerintah dimana pada hal ini, PR
memerlukan keahliah khusus buat mencapai hasil positif yg dapat pada terima sang publik
melalui perencanaan pemerintahan. GR bisa bergerak dalam bidang-bidang seperti alokasi,
kesehatan, pertahanan, energi, lingkungan, jasa keuangan, keamanan dalam negeri, kebijakan
pajak, telekomunikasi dan transportasi. Praktisi PR dalam hal ini
bertugas buat menjadi konsultan/memecahkan/menasihati pemerintahan pada masalah-
perkara tertentu, misalnya Government Affair, Transaction Support, Due Intellegent, Crisis
Respone and Reputation Management, Litigation Support

Dalam Government Affair, GR mendukung klien


sebelum mengambil keputusan utama dalam pemerintahan sehari-hari.
PR harus tetap memastikan bahwa titik pandang PR sama menggunakan titik pandang klien
(pemerintahan) & si pengambil keputusan utama. Untuk mengelola krisis secara
efektif merupakan mempunyai hubungan politik yg kuat; mengumpulkan bukti,
fakta, menggunakan intelegensi yang kuat & berkelanjutan, maka pesan
tersebut harus kentara sebagaiakibatnya dapat membuatkan suatu strategi yg bagus, dan buat 
memastikan bahwa setiap keputusan yang disepakati pada awal adalah taktik kita.