Anda di halaman 1dari 7

BAB 3

SKALA DAN UKURAN KEGEMPAAN

3.1 Alat Pencatat Gempa

Gempa bumi adalah salah satu dari tenaga endogen,dan juga menjadi salah satu dari
bencana alam yang ada di bumi. Gempa bumi tidak dapat diprediksi, akan tetapi gempa bumi
dapat diukur melalui alat. Jenis alat pencacat gempa secara spesipik dikategorikan menjadi 2
kelompok, yaitu :

1. Seismometer : adalah alat pengukur getaran bumi. Melalui alat ini,dapat ditemukan lokasi
hiposentrum, kedalaman hiposentrum, serta kekuatan dari gempa bumi tersebut.
Hiposentrum adalah titik pusat gempa, seangkan episentrum adalah media yang
merambat gelombang dari hiposentrum. Seismometer hanyalah alat yang digunakan
untuk mengukur getaran dari gempa bumi. Sedangkan untuk mencatatnya,memerlukan
alat yang lain yaitu seismograf. Seismometer memanfaatkan sifat sensitif dari seismograf,
gelombang seismatik digambarkan dengan gambar berbentuk seperti gelombang.
2. Engineers : adalah alat pencatat gempa digunakan untuk mengetahui akiba5 dari gempa
(percepatan tanah dan lain-lain),karakteristik getaran tanah,hal-hal yang mempengatuhi
dan akibatnya yang terjadi pada bangunan. Alat ini yaitu Accelerograph.

Perbedaan alat pencatat Gempa:

a. Pada umumnya hasil record yang diperoleh dari acceleregraph adalah percepatan tanah
b. Hasil record dari seismometer berupa: kecepatan gerakan(velocity) dan simpangan
gerakan(displacement)
c. Seismometer sangat peka dapat mencatat gerakan tanah yang sangat kecil yang tidak
dapat dirasakan oleh manusia.
d. Accelerograph pada umumnya bekerja secara trigger, artinya baru bekerja setelah
menerima getaran yang instensitasnya melebihi nilai tertentu , sedangkan seismometer
pada umumnya bekerja secara kontinu (terus menerus).

3.2 Sejarah Alat Pencatat Gempa

3.2.1 Pengartian seismograf

Seismograf sering disebut dengan sebutan sismometer. Sismometer berasal


dari bahasa Yunani : seismos  gempa bumi dan metero: mengukur. Menurut Giancoli (2001
: 78) menyatakan : “Secara umum seismograf adalah alat atau sensor getaran, yang biasa
digunakan untuk mendeteksi gempa bumi  atau getaran pada permukaan tanah”. Hasil
rekaman dari alat ini disebut seismogram .

Sebuah seismograf dapat mencatat gempa berbentuk vertical dan gempa berbentuk
horizontal. Ketika terjadi gempa, getaran yang terekam adalah gelombang primer, karena
kecepatan rambatnya paling tinggi, lalu diikuti oleh rekaman gelombang sekunder yang
memiliki kecepatan rambat lebih rendah dari gelombang primer.
3.2.2 Sejarah Penemuan Seismograf

Menurut Asti (2009:89), “Seismograf pertama kali ditemukan olehZhang Heng


seorang astronom, matematik, engineer dan pelukis pada masa pemerintahan Dinasti Han
awal abad kedua. Pada masa itu Zhang Heng tidak mengatakan dengan pasti bagaimana
sebuah gempa diukur dengan satuan skala richter (skala richter belum ditemukan sampai
1935), tapi tercatat berhasil menciptakan detector gempa pertama di dunia, yaitu
seismograf”.

Menurut refrerensi Indra, pada zaman Dinasti Han Timur Tiongkok, sering terjadi
gempa bumi di ibukota Luoyang dan daerah sekitarnya. Menurut catatan buku sejarah,
selama 50 tahun dari tahun 89 hingga 140, pernah terjadi 30 kali gempa bumi di daerah
tersebut. Maka rakyat setempat sangat takut. Kemudian seorang ilmuwan bernama Zhang
Heng melakukan penelitian bidang gempa bumi tersebut. Akhirnya pada tahun 132 M,
Zhang Heng berhasil membuat alat pertama yang dapat meramalkan gempa bumi di
Tiongkok bahkan di seluruh dunia, dan dinamakan “ seismograf”.

Seismograf itu terbuat dari perunggu berbentuk seperti guci yang di tengahnya
terdapat batangan tembaga dan di luarnya terdapat 8 ekor naga yang di kepalanya
tersambung pada 8 batang tembaga tipis yang menghadap ke arah-arah timur, selatan,
barat, utara, timur laut, tenggara, barat laut dan barat daya.
Beberapa abad kemudian pada tahun 1855, Luigi Palmieri dari Italia merancang
sebuah seismometer merkuri. Seismometer buatan Palmieri ini memiliki tabung berbentuk
U diisi dengan merkuri dan disusun di sepanjang titik-titik kompas.

 Kemudian pada tahun1880, John Milne seorang ahli seismologi dan geologi
berkebangsaan Inggris menemukan seismograf modern pertama. Alat ini merupakan
sebuah seismograf pendulum horizontal sederhana, sebuah mesin yang mencatat getaran
yang terjadi dengan gerakan tiba-tiba di sepanjang garis patahan bumi.Dia juga yang
pertama kali mempromosikan pembangunan stasiun seismologi.
3.2 Jenis Gelombang

1. Body wave
a. Gelombang primer,cirinya:
Gelombang yang pertama kali dicatat seismograf
Gelombang longitudinal,yaitu gelombang yang arah gerak partikelnya searah
dengan arah rambatan
Kecepatan 330 m/s di udara , 1450 m/s di air dan 5000 m/s di granit
Relative paling “lembut” dibandingkan dengan gelombang yang lain
Amplitude kecil
b. Gelombang skunder,cirinya:
Gelombang transversal,yaitu gelombang yang arah gerak partikelnya tegak
lurus dengan arah rambat
Kecepatan 60% dari P-wave (artinya lebih lambat)
Hanya bisa merambat di medium padat saja
Amplitude lebih besar dari gelombang primer

2. Surface wave,cirinya:
a. Gelombang cinta / love wave
Gelombang tranversal arah gerak partikelnya tegak lurus dengan rambatan
Kecepatan 70% dari gelombang skunder
Paling merusak terutama di daerah dekat epicentrum
Getaran yang dirasakan manusia pertama kali
b. Rayleigh wave,cirinya:
Gerakan eliptik retrograde/ground roll(tanah memutar kebelakang),tapi secara
umum gelombangnya merambat ke depat,analoginya seperti gelombang laut.
Sedikit lebih cepat dari love wave (sekitar 90% dari kecepatan skunder)
3.3.1 Skala magnitude

Skala magnitude terbagi menjadi 4 jenis yaitu:

3.3.2 Skala Intensitas


Skala intensitas gempa ini dipakai karena belum adanya system perekaman atau
pencatatan efek gempa di lapangan,skala intensitas 1-10 diperkenalkan oleh Rossi-
Forel(1883)(RF Scala). Kemudian dikembangkan oleh Giuseppe marcallua (1902)
menjadi 12 skal, intensitas gempa 12 skala kemudian dikembangkan lagi oleh
Sieberg(1912,1923). Versi berikutnya adalah Marcalli-Cancani-Sieberg scala
(MCS Scala) yang di pakai di eropa selatan pada tahun 1932. Pada tahun 1931
terbitlah skala gempa versi bahasa inggris oleh Wood dan Nueman, skala ini
kemudian dikembangkan lagi pada tahun 1965 oleh Richter yang kemudian disebut
Modifiled Marcalli(MM).
3.4 Energi Gempa