Anda di halaman 1dari 3

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : INDRI AULIA NINGSIH

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030563817

Kode/Nama Mata Kuliah : HKUM4204/HUKUM ADAT

Kode/Nama UPBJJ : 47/PONTIANAK

Masa Ujian : 2019/20.2 (2020.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
a. Dalam hubungan hukum adat dengan hukum agama terdapat banyak teori yang
menunjukkan adanya huhubungan antara pengaruh hukum adat dengan hukum
agama sebagai berikut;

1) Teori Reception in Complexu
Teori ini diperkenalkan oleh C.F.Winter dan Salom Keyzer, yang kemudian diikuti
oleh Van Den Berg (Otje Salman, 2011:75). Dalam teori ini bahwa adat istiadat
dan hukum adat suatu golongan masyarakat adalah resepsi seluruhnya dari
agama yang dianut oleh golongan masyarakat tertentu. Bahwa hukum adat suatu
golongan masyarakat adalah hasil penerimaan bulat-bulat hukum agama yang
dianut oleh golongan masyarakat tersebut. Oleh Soerojo Wignyodipoero
menjelaskan teori tersebut dengan mengatakan bahwa jika dalam suatu
masyarakat memeluk agama tertentu, maka hukum adat masyarakat yang
bersangkutan adalah hukum agama yang dipeluknya.

2) Teori Receptie
Teori ini pertama kali diajukan oleh Snouck Hurgronge dan Van Vellenhoven
menyatakan hukum yang hidup dan berlaku bagi rakyat Indonesia, terlepas dari
agama yang dianutnya adalah hukum adat (Otje Salman, 2011:78). Hukum
agama (islam) meresepsi ke dalam dan berlaku sepanjang dikehendaki oleh
hukum adat. Menurut teori Receptie hukum agama (islam) dan hukum adat
adalah dua entitas yang berbeda bahkan kadang-kadang saling berhadapan
(beroposisi). Kadang-kadang di antara hukum adat dan hukum agama (islam)
terjadi konflik, kecuali hukum agama (islam) yang telah meresepsi ke dalam
hukum adat. Hukum agama (islam) yang telah meresepsi ke dalam hukum adat di
wilayah-wilayah tertentu di Indonesia adalah bidang hukum perkawinan dan
hukum waris. Menurut Snouck Hurgronge tidak semua bagian dari hukum agama
diterima, diresepsi dalam hukum adat, hanya beberapa bagian tertentu saja dari
hukum adat yang dipengaruhi hukum agama (islam), seperti hukum keluarga,
hukum perkawinan dan hukum waris. Ter Haar membantah pendapat Snouck
Hurgronge, dengan mengatakan bahwa hukum waris tidak dipengaruhi hukum
agama (islam), melainkan adat asli, misalnya di Minangkabau hukum warisnya
adalah hukum adat asli, yaitu norma-norma yang cocok dengan susunan dan
struktur masyarakat Minangkabau.

3) Teori Receptio a Contrario


Menurut Hazairin hukum adat adalah sesuatu yang berbeda dan tidak boleh
dicampuradukan dengan hukum agama (islam), sehingga keduanya mesti tetap
terpisah. Hukum adat timbul semata-mata dari kepentingan hidup
kemasyarakatan yang ditaati oleh anggota masyarakat itu. Yang apabila ada
pertikaian/konflik maka diselesaikan oleh penguasa adat dan hakim pada
pengadilan negeri. Sedangkan sangketa-sangketa yang berada dalam ruang
lingkup hukum agama (islam) diselesaikan di pengadilan agama. Artinya hukum
adat baru berlaku jika tidak bertentangan dengan hukum agama yang dianut oleh
masyarakat tersebut.
b. menurut pendapat saya Teori Reception in Complexu dan Teori Receptie dapat
berlaku di Indonesia, sebab:

Bahwa untuk Teori Reception in Complexu dapat diterapkan di daerah tertentu di


Indonesia, sebagai contoh hukum agama (islam) yang ada di Aceh yang meresepsi ke
dalam hukum adatnya secara total, sehingga dapat dikatakan bahwa hukum adat di
Aceh secara keseluruhan meresepsi dari hukum agama (islam).

Bahwa untuk Teori Receptie dapat diterapkan di daerah tertentu di Indonesia, sebagai
contoh jika sebagian hukum agama (islam) meresepsi ke dalam hukum adat, yang
berarti tidak semua hukum agama (islam) menjadi hukum adatnya, namun hanya
sebagian hukum adat meresepsi dari hukum agama (islam), contohnya sebagian dari
hukum agama (islam) tentang hukum perkawinan dan hukum waris yang ada di
dearah-daerah yang mayoritas beragama islam.