Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nitrogen adalah senyawa yang tersebar luas di biosfir. Atmosfer bumi mengandung
sekitar 78% gas nitrogen. Nitrogen adalah komponen penting bagi tumbuhan terdapat dalam
banyak senyawa. Protein dan asam nukledit yang biasanya diserap dari tanah dalam bentuk
sangat teroksidasi dan harus direduksi oleh proses yang bergantung pada energi sebelum
bergabung menjadi protein dan senyawa lain dalam sel. 
Istilah metabolisme, berasal dari bahasa Yunani, berarti perubahan atau transformasi.
Metabolisme juga merupakan proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk
hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu
menggunakan katalisator enzim.
Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan berada dalam keadaan dinamis
mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur Nitrogen. Meskipun nitrogen di udara
mampu masuk keluar tubuh tumbuhan, tetapi tidak ada enzim yang mampu menangkapnya.
Kebanyakan Nitrogen  yang masuk tubuh tumbuhan telah mengalami reduksi oleh mikroba
prokaryotic atau dalam bentuk NO3- dan NH4+ dalam air hujan. Penambatan nitrogen dapat
dilakukan secara simbiotik atau non simbiotik antara tumbuhan tingkat tinggi dan mikroba.
Tumbuhan tinggi dapat menggunakan Nitrogen yang telah tereduksi tersebut. Bagi tumbuhan
lain yang tidak bersimbiosis dengan nitrogen , nitrogen diserap dalam bentuk NO3- atau NH4+.
Umumnya dalam bentuk NO3- karena  NH4+ akan dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri
nitrifikasi. Konsep metabolisme yang akan dibahas dalam makalah ini difokuskan pada
metabolisme Nitrogen.

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Nitrogen
Nitrogen merupakan elemen yang sangat esensial, menyusun bermacam-macam
persenyawaan penting, baik organik maupun anorganik. Nitrogen menempati porsi 1 – 2 % dari
berat kering tanaman. Ketersediaan nitrogen dialam berada dalam beberapa bentuk
persenyawaan, yaitu berupa : N2 (72 % volume udara), N2O, NO, NO2, NO3 dan NH4+. Di
dalam tanah, lebih dari 90% nitrogen adalah dalam bentuk N-organik. Di alam terjadi siklus N
sebagai bagian proses aliran materi. Persenyawaan nitrogen di luar tubuh organisme lebih
banyak sebagai N-anorganik. Sebagian berupa anion dan kation yang larut dalam air, berada
dalam sistem tanah. Sebagian lain persenyawaan nitrogen berada dalam fase gas di udara.
Terjadi perubahan siklis antara fase N-anorganik dan N-organik, yang melibatkan hewan,
tumbuhan, jamur dan mikro organisme lain dan faktor lingkungan abiotiknya.
Tumbuhan memperoleh intake atau material masukan yang sebagian besar berupa kation
maupun anion (N-anorganik) seperti NO3- , NH4+ dan urea. Tumbuhan tidak dapat
memanfaatkan atau memfiksasi gas N2 udara secara langsung, kecuali kelompok tumbuhan yang
bersimbion dengan baktaeri pengikat zat lemas. Selanjutnya N-anorganik yang diserap akan
dikonversi atau dimetabolisir di dalam sel menjadi berbagai bentuk persenyawaan N-organik,
sesuai kebutuhannya. Metabolisme N penting dalam jaringan tumbuhan menyangkut : 1)
asimilasi sumber nitrogen, 2) sintesis asam amino, 3) sintesis amida dan peptida serta 4) sintesis
dan perombakan protein.
Unsur nitrogen ditemukan oleh dokter Skotlandia Daniel Rutherford pada tahun 1772.
Nitrogen terjadi di semua organisme hidup. Ini adalah elemen konstituen asam amino dan
dengan demikian protein, dan asam nukleat (DNA dan RNA). Ini terletak pada struktur kimia
dari hampir semua neurotransmiter, dan merupakan komponen yang menentukan alkaloid,
molekul biologis yang dihasilkan oleh banyak organisme.
1.2 Fungsi Nitrogen bagi Tumbuhan
 Untuk meningkatkan pertumbuhan Tanaman
 Meningkatkan berkembang biaknya Mikroorganisme dalam tanah
 Meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan
 Meningkatkan kadar Protein dalam Tubuh tanaman

1.3 Siklus Nitrogen (N2)


Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu sekitar 78% dari udara. Nitrogen bebas
dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan)
dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen
dengan bantuan kilat/ petir.  Sebagian besar nitrogen yang terdapat di dalam organisme hidup
berasal dari penambatan (reduksi) oleh mikro organisme prokariot. Sebagian diantaranya
terdapat di akar tumbuhan tertentu atau dari pupuk hasil penambatan secara industry. Sejumlah
kecil nitrogen pindah dari atmosfer ke tanah sebagai NH4+ dan NO3- bersama air hujan dan
diserap oleh akar.
Penyerapan NO3- dan NH4+ oleh tumbuhan memungkinkan tumbuhan untuk membentuk
berbagai senyawa nitrogen terutama protein. Pupuk, tumbuhan mati, mikroorganisme, serta
hewan merupakan sumber penting nitrogen yang dikembalikan ke tanah tapi sebagaian besar
nitrogen tersebut tidak larut dan tidak segera tersedia bagi tumbuhan. Pengubahan nitrogen
organic menjadi NH4+ oleh bakteri dan fungi tanah disebut Amnoifikasi yang dapat berlangsung
oleh berbagai macam mikroorganisme pada suhu dingin dan pada berbagai nilai ph. Selanjutnya
pada tanah yang hangat dan lembab dan ph sekitar netral NH4+ akan dioksidasi menjadi nitrit
(NO2) dan NO3- dalam beberapa hari setelah pembentukkannya atau penambahannya sebagai
pupuk disebut dengan Nitrifikasi yang berguna dalam menyediakan energi bagi kelangsungan
hidup dan perkembangan mikroba tersebut. Selain itu terdapat pula denitrifikasi yaitu suatu
proses pembentukan N2, NO, N2O dan NO2 dari NO3- oleh bakteri aneorobik yang berlangsung di
dalam tanah yang penetrasi O2- nya terbatas, tergenang, padat dan daerah dekat pemukiman
tanah yang konsentrasi O2 nya rendah karena penggunaannya yang cepat dalam oksidasi bahan
organik. Tumbuhan kehilangan sejumlah kecil nitrogen ke atmosfer sebagai NH3, N2O, NO2, dan
NO terutama jika diberi pupuk nitrogen dengan baik.

1. Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di
udara menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang mem-fiksasi nitrogen disebut diazotrof.
Mikroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan hidrogen dan
nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai
berikut ( D.Dwidjoseputro, 1998) :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
Mikroorganisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain : Cyanobacteria,
Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau biru juga dapat
memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa hewan (rayap), telah
membentuk asosiasi (simbiosis) dengan diazotrof. Selain dilakukan oleh mikroorganisme, fiksasi
nitrogen juga terjadi pada proses non-biologis, contohnya sambaran petir. Lebih jauh, ada empat
cara yang dapat mengkonversi unsur nitrogen di atmosfer menjadi bentuk yang lebih
reaktif (D. Dwidjoseputro, 1998):
a. Fiksasi biologis: beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan tanaman
polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki nitrogen sebagai nitrogen
organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium mutualistik,
yang hidup dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs. Sebuah contoh dari
hidup bebas bakteri Azotobacter.
b. Industri fiksasi nitrogen : Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan dengan penggunaan
katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas alam atau minyak bumi)
dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3). Dalam proses Haber-Bosch, N2 adalah
diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2) menjadi amonia (NH3), yang digunakan untuk
membuat pupuk dan bahan peledak.
c. Pembakaran bahan bakar fosil : mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang melepaskan
berbagai nitrogen oksida (NOx).
d. Proses lain: Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan terutama petir,
dapat memfiksasi nitrogen.

2. Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion
nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang mereka
makan (D. Dwidjoseputro, 1998).
Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya.
Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion amonium untuk
dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki
hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion amonium
langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai
asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil (D. Dwidjoseputro, 1998).

3. Amonifikasi
Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh
bakteri dan jamur.

4. Nitrifikasi
Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup di dalam
tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri nitrifikasi seperti
spesies Nitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4 +) dan mengubah amonia menjadi nitrit
(NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter, bertanggung jawab untuk oksidasi nitrit
menjadi dari nitrat (NO3-). Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting karena nitrit
merupakan racun bagi kehidupan tanaman. Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut
ini (D. Dwidjoseputro, 1998):
1.                  NH3 + CO2 + 1.5 O2 + Nitrosomonas → NO2- + H2O + H+
2.                  NO2- + CO2 + 0.5 O2 + Nitrobacter → NO3-
3.                  NH3 + O2 → NO2− + 3H+ + 2e−
4.                  NO2− + H2O → NO3− + 2H+ + 2e
Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah. Peningkatan
nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena nitrat dapat mengganggu
tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan sindrom methemoglobinemia atau bayi biru.
Ketika air tanah mengisi aliran sungai, nitrat yang memperkaya air tanah dapat berkontribusi
untuk eutrofikasi, sebuah proses dimana populasi alga meledak, terutama populasi alga biru-
hijau. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian kehidupan akuatik karena permintaan yang
berlebihan untuk oksigen. Meskipun tidak secara langsung beracun untuk ikan hidup (seperti
amonia), nitrat dapat memiliki efek tidak langsung pada ikan jika berkontribusi untuk eutrofikasi
ini (D. Dwidjoseputro, 1998).

5. Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2), untuk
menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri
seperti Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat
sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri ini juga
dapat hidup dalam kondisi aerobic (D. Dwidjoseputro, 1998).
Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan
sebagai berikut (D. Dwidjoseputro, 1998):
NO3− → NO2− → NO + N2O → N2 (g)
Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks (D. Dwidjoseputro, 1998):
2 NO3− + 10 e− + 12 H+ → N2 + 6 H2O

6. Oksidasi Amonia Anaerobik


Dalam proses biologis, nitrit dan amonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas
nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan. Reduksi
dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi amonia
anaerobic (D. Dwidjoseputro, 1998).
NH4+ + NO2− → N2 + 2 H2O

1.4 Penambatan Nitrogen


Proses reduksi  N2 menjadi NH4 dinamakan penambatan nitrogen. Proses ini dilakukan
oleh mikroorganisme prokariotik, penambatan nitrogen ini melibatkan bakteri tanah yang hidup
bebas, Cyanobacteri (ganggang hijau-biru) yang hidup dipermukaan tanah atau di dalam air,
Cyanobakteri yang hidup bersimbiosis dengan fungi, lumut, pakis dan bakteri yang berasosiasi
secara simbiotik dengan akar, khususnya pada tumbuhan kacangan. Pada tumbuhan kacangan
ini, bakteri yang berperan adalah Rhizobium, Bradyrhizobium, dan Azhorhizobium.  Semua
Rhizobium adalah bakteri aerob yang bertahan secara saprofit di dalam tanah sampai mereka
menginfeksi bulu akar.  Infeksi bakteri ini menyebabkan apa yang kita sebut bintil akar. 
Tahapan pembentukan bintil akar tersebut sebagai berikut, :
 Bakteri menginfeksi bulu akar. 
  Enzim dari bakteri merombak dinding sel sehingga bakteri dapat masuk ke  Bulu akar
membentuk struktur lir- benang yang disebut benang infeksi yang terdiri  dari membran
plasmalurus dan memenjang dari sel yang terserang.
 Bakteri membelah dengan cepat di dalam benang yang menjalar , masuk dan menembus
sel korteks . Pada sel korteks sebelah dalam, bakteri dilepas ke sitoplasma dan
merangsang sel (khususnya sel tetraploid) untuk membelah, yang menyebabkan
proliferasi jaringan membentuk bintil akar dewasa. Setiap bakteri yang membesar dan
tidak bergerak disebut bakteroid.
 Bakteroid biasanya berada di sitoplasma secara berkelompok dan masing-masing
dikeliingi oleh membran peribakteroid. Antara membran bakteroid dan kelompok
bakteroid terdapat daerah yang disebut ruang peribakteroid. Di luar ruang peribakteroid,
di sitoplasma terdapat protein yang dinamakan leghemoglobin, yang menyebabkan bintil
kacangan warnanya merah muda. Dan diperkirakan leghemoglobin mengangkut O2
untuk bakteri. Penambatan Nitrogen di bintil akar terjadi secara langsung di dalam
bakteroid.
 Tumbuhan inang menyediakan karbohidrat bagi bakteroid, yang akan dioksidasi sehingga
diperoleh energi. Beberapa elektron dan ATP yang diperoleh selama oksidasi di bakteroid
digunakan untuk mereduksi N2 menjadi NH4.

Reaksi penambatan nitrogen secara keseluruhan adalah sebagai berikut,:


    N2+ 8 elektron + 16 Mg ATP +16 H 2O→2NH3 + H2 + 16Mg ATP + 16 Pi + 8H +

Enzim yang diperlukan adalah enzim nitrogenase. Tahapannya adalah sebagai berikut, :
 Respirasi karbohidrad pada bakteroid menyebabkan reduksi NAD menjadi NADH  atau
NADP menjadi NADPH. Oksidasi piruvat selama respirasi menyebabkan reduksi
flavodoksin.
 Kemudian  Flavoduksin, NADH atau NADPH mereduksi feredoksin.
Nitrogenase menerima elektron dari flavodoksin tereduksi, feredoksin atau bahan
pereduksi efektif lainnya saat mengkatalisis penambatan N2.  Netrogenase terdiri dari dua
protein yang berlainan, yaitu protein Fe dan Protein Fe-Mo. Protein Fe mengandung 4
atom besi sementara protein Fe-Mo mempunyai atom molibdenum dan 28 atom besi. 
Baik molebdenun ataupun  besi menjadi tereduksi, kemudian dioksidasi saat nitrogenase
menerima elektron dari feredoksin dan mengangkutnya ke N2 untuk membentuk NH4. 
NH4 diangkut keluar dari bakteroid dan digunakan oleh tumbuhan inang. Di sitosol, yang
mengandung  bakteroid (bagian luar membran peribakteroid) NH4 diubah menjadi
glutamin, asam glutamat, asparagin, dan ureida (alantoin dan asam alantoat). 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan penambatan nitrogen antara lain :


 Faktor Lingkungan Mencakup kelembaban yang cukup, suhu hangat, sinar matahari yang
terang, konsentrasi CO2 yang tinggi.
 Faktor Genetik Mencakup proses pengenalan yang dikendalikan secara genetis antara
spesies bakteri dan spesies atau varietasi tumbuhan kacangan dan kemampuan
nitrogenase dari semua organisme untuk mereduksi H+ dan persaingan dengan N2 serta
tahap pertumbuhan. Pada dasarnya jumlah terbesar yang ditambah oleh tumbuhan asli
tahunan dan tumbuhan kacangan pada pertumbuhan adalah saat perkembangan
reproduksi.

1.5 Reduksi Nitrat Menjadi Ammonium


Reaksi kedua dari proses reduksi nitrat adalah pengubahan nitrit menjadi NH4. Nitrit
yang ada di sitosol diangkut ke dalam kloroplas di daun atau ke dalam proplastid di akar.
Tahapan reduksi nitrit menjadi ammonium adalah sebagai berikut, :
 Di daun, reduksi NO2 menjadi NH4 memerlukan enam elektron yang diambil dari H2O
pada sistem pengangkutan elektron non siklik, pada kloroplas selama pengangkutan
elektron ini, cahaya mendorong pengangkutan elektron dari H2O ke ferodksin (Fd).
Reaksinya adalah sebagai berikut :
3H2O +  6Fd  + cahaya                                               
15O2 + 6H  +  6Fd 
 Kemudian ferodoksin tereduksi memberikan 6 elektron yang digunakan untuk mereduksi
NO2 menjadi NH4,reaksinya sebagai berikut, :
NO2 +  6Fd(Fe )+8H                                               NH4  +  6Fd(Fe  )
+H2O
 Sehingga keseluruhan proses reduksi nitrit menjadi amonia adalah sebagai berikut:
NO2 + 3H2O +  2H  + cahaya                                    NH4  + 1,5 O2   + 
2H2O

1.6 Perubahan Ammonium Menjadi Senyawa Organik


Ketersediaan NH4 yang berasal dari :
a. Penyerapan langsung dari tanah
b. Penambatan fiksasi N2 oleh mikroorganisme
c. Reduksi Amonium tidak pernah ditemukan tertimbun di suatu tempat tertentu dalam tubuh
tumbuhan karena bersifat racun.
Amonium  dapat menghambat pembentukan ATP di kloroplas maupun mitokondria karena
bertindak sebagai  pemecah senyawa reaksi. Tahapan pengubahan amonium menjadi bahan
organik adalah sebagai berikut :
 Semua NH4 diubah menjadi gugus amida dari glutamin. Pengubahan ini akan membentuk
asam glutamat, asam aspartat, dan asparagin. Glutamin dibentuk dengan penambahan
satu gugus NH2 dan NH4 ke gugus karboksil terjauh dari karbon alfa asam glutamat.
Enzim yang diperlukan adalah glutamin sintase. Hidrolisis ATP menjadi ADP dan Pi
yang sangat penting mendorong reaksi lebih lanjut (reaksi 1).
 Enzim glutamat sintase mengangkut gugus amida dari glutamin ke karbon karboksil asam
alfa ketoglutamat, sehingga terbentuk dua molekul asam glutamat. Proses ini
membutuhkan feredoksin yang mampu menyumbang 2 elektron yaitu feredoksin di
kloroplas dan NADH atau NADPH di proplastid sel-sel non fotosintesis (reaksi 2).
 Satu asam glutamat  yang dihasilkan diperlukan untuk mempertahankan reaksi (1),
glutamat yang lain dapat diubah secara langsung menjadi protein, klorofil, asam nukleat
dan sebagainya.
 Selain membentuk glutamat, glutamin dapat menyumbangkan gugus amidanya ke asam
aspartat untuk membentuk asparagin. Reaksi ini membutuhkan enzim asparagin sintase.
Energi untuk mendorong reaksi diperoleh dari hidrolisis ATP menjadi AMP dan PPi
(reaksi 4).
 Nitrogen dalam aspartat dapat berasal dari glutamat, dan 4 karbonnya  mungkin berasal
dari axsam oksaloasetat. Oksaloasetat dibentuk dari PEP-karboksilase.
Glutamin menjadi bentuk penyimpan nitrogen utama  pada banyak tumbuhan. Glutamin banyak
terdapat pada organ-organ penyimpan seperti umbi kentang, akar bit, gula, wortel dan lobak.
Sementara aspartat banyak terdapat pada tanaman kacang-kacangan. Pada daun dewasa,
glutamin sering dibentuk dari asam glutamat dan NH 4 yang dihasilkan ketika perombakan
protein mulai meningkat. Glutamin kemudian diangkut melalui floem ke daun yang lebih muda
atau ke akar, bunga, biji, atau buah. Akhirnya glutamin dapat bergabung langsung ke protein
pada semua sel dalam bentuk salah satu dari asam amino.

1.7 Nitrogen yang Tersedia Bagi Tanaman


Nitrogen yang dapat di manfaatkan oleh tanaman tinggkat tingggi khususnya tanaman
budidaya dapat di bedakan atas empat kelompok utama yaitu:
1. Nitrogen nitrat (NO3-),
2. Nitrogen ammonia (NH4+),
3. Nitrogen molekuler (N2) dan
4. Nitrogen organic.
Namun tidak semua dari bentuk – bentuk nitrogen ini dapat tersedia bagi tanaman.
Umumnya tanaman pertanian memanfaatkan nitrat dan ammonium kecuali pada beberapa
tanaman legume yang mampu memanfaatkan N bebas melalui proses fiksasi N dengan
bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. N organic kadang – kadang dapat dimanfaatkan oleh
tanaman tinggi akan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan N tanaman dan umumnya
dimanfaatkan lewat daun melalui pemupukan lewat daun.
Bagi tanaman pertanian terutama manfaat N dalam bentuk ion nitra, akan tetapi dalam
kondisi tertentu khususnya pada tanah – tanah masam dan kondisi an aerobic tanaman akan
memanfaatkan N dalam bentuk ion ammonium (NH4+). Pada tanaman – tanaman yang tumbuh
aktif dengan cepat nitrat yang terabsopsi oleh akar tanaman akan terangkut dengan cepat ke daun
mengikuti alur transpirasi. Oleh karena itu metabolisme nitrat pada kebanyakan tanaman
budidaya umumnya terjadi didaun walaupun metabolisme nitrogen juga terjadi pada akar
tanaman.

1.8 Peranan Nitrogen Bagi Pertumbuhan Tanaman


Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen
merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis
biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari
nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam
tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan
klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa
nitrogen. Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :

 Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman.


 Memberikan warna pada tanaman,
 Panjang umur tanaman
 Penggunaan karbohidrat.

1.9 Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur N Terhadap Tanaman


Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan
tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan
banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Adapun
gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi tnaman adalah
sebagai berikut :
1. Efek kekurangan unsur N bagi Tanaman.
 Pertumbuhan kerdil,

 Warna daun menguning,


 Produksi menurun,
 Fase pertumbuhan terhenti,
 Kematian.

2. Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman.

 Kualitas buah menurun.


 Menyebabkan rasa pahit (spt pada buah timun).
 Produksi menurun,
 Daun lebat dan pertumbuhan vegetative yang cepat,
 Menyebabkan keracunan pada tanaman,

BAB III
KESIMPULAN

Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel,
termasuk protein, DNA dan RNA.  Tanaman harus mengekstraksi kebutuhan nitrogennya dari
dalam tanah.  Sumber nitrogen yang terdapat dalam tanah, makin lama makin tidak mencukupi
kebutuhan tanaman, sehingga perlu diberikan  pupuk sintetik yang merupakan sumber nitrogen
untuk mempertinggi produksi. Untuk menambat nitrogen, bakteri ini menggunakan enzim
nitrogenase, dimana enzim ini akan menambat gas nitrogen di udara dan merubahnya menjadi
gas amoniak.
Nitrogen merupakan salah satu unsure makro esensial yang dibutuhkan oleh tanaman.
Tanaman menggunakan nitrogen dalam proses pembentukan DNA, RNA, maupun protein
sebagai pembangun jaringan tubuh tumbuhan. Nitrogen dapat diserap tanaman dalam bentuk
nitrat dan ammonium. Amonium adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang tidak dapat
diakumulasikan dalam jaringan tumbuhan dalam jangka waktu yang lama Senyawa ini dapat
menghambat produksi ATP. Gejala defisiensi nitrogen adalah tanaman tumbuh kerdil dan
daunnya menjadi kekuningan (klorosis).
Proses pereduksian nitrat menjadi ammonium dapat terjadi dalam dua reaksi yang
berbeda yaitu yang dikatalis oleh nitrat reduktase dan pengubahan nitrit menjadi NH4+ yang
dikatalis oleh nitrit reduktase. Proses pengubahan ammonium menjadi senyawa organik terbagi
atas 5 reaksi antara lain glutamine sintetase, glutamat sintase, asparagin sintetase, transaminase,
PEP karboksilase.