Anda di halaman 1dari 11

Pelajaran Jarak Jauh Geografi

Hari/tanggal : Selasa/ 21 April 2020


Kelas : XI.MIPA.1

A. Analisislah pertanyaan-pertanyaan berikut ini, kemidian jawabannya kirim ke


email rizallibra20@yahoo.com. Hari ini ditunggu sampai jam 14.00 jangan
lewat karena akan dilaporkan hasilnya ke kurikulum SMA 108.
B. Anda wajib mengisi daftar hadir !

1. Tuliskan adat istiadat daerah asalmu, seperti nama rumah adat, pakai adat,
seni tari, nama alat pertanian yang tradisional, nama musik tradisional !
Jawab : Adat istiadat daerah Sunda
Nama Rumah Adat :
• Rumah Adat Jolopong. Rumah Adat Suku Sunda – Jolopong.
• Rumah Adat Parahu Kumureb. Rumah Adat Suku Sunda - Parahu
Kumureb.
• Rumah Adat Badak Heuay. Rumah Adat Suku Sunda.
• Rumah Adat Tagog Anjing. Rumah Adat Suku Sunda - Tagog Anjing.
• Rumah Adat Julang Ngapak.
Pakaian Adat :
Pakaian adat Sunda untuk pria
 Baju Salontreng
 Baju Bedahan
 Jas Takwa
 Kain Batik
 Sarung Poleng
 Celana Komprang
Pakaian adat Sunda untuk rakyat wanita
 Sinjang Bunjel
 Beubeur
 Kamisol
 Baju kebaya
 Selendang
 Kain batik
Seni Tari :
 Tari Topeng
 Tari Merak
 Tari Wayang
 Tari Ketuk Tilu
 Tari Jaipong
 Tari Keurseus
 Tari Buyung
 Tari Ronggeng Bugis
 Tari Sampiung
Alat pertanian tradisional
 Pacul
 Haluku
 Garu
 Garpuh
 Arit
 Congkrang
 Asahan
 Aseuk
 Bawak
 Bedog
Alat musik :
 Angklung
 Calung
 Suling Sunda
 Karinding
 Calempung
 Alumba
 Toleat
 Kohkol
 Goongtiup
 Bangbaraan
 Cacaian
2. Tuliskan Ciri- ciri musik tradisional dan modern !
Jawab :
Musik Tradisional
 Menggunakan bahasa tempat setempat
 Menggunakan alat musik tradisional
 Gaya musik diadaptasi dengan adat-istiadat setempat
 Umumnya digunakan untuk ritual adat
 Cenderung sederhana dan tidak panjang
 Disebarkan secara turun-temurun
 Mengangkat tema kehidupan dan budaya setempat.
Musik Modern
 Menggunakan bahasa nasional
 Menggunakan alat musik modern dan beragam
 Gaya musik cenderung bebas dan tidak terbatas
 Umumnya digunakan sebagai masukana ekspresi dan hiburan
 Cenderung memakai tempo cepat
 Memiliki dokumen yang terang melalui salinan tertulis
 Mengangkat tema umum kehidupan modern.
3. Gambarkan rumah adat dan alat tradisional suku baduy !
Jawab :
4. Gambarkan peta penyebaran suku budaya Indonesia !
Jawab :

5. Ceritakan asal terjadinya daerah Minang kabau !


Jawab :
Minangkabau berasal dari dua kata, minang (menang) dan kabau (kerbau).
Nama itu berasal dari sebuah legenda. Konon pada abad ke-13, kerajaan
Singasari melakukan ekspedisi ke Minangkabau. Untuk mencegah
pertempuran, masyarakat lokal mengusulkan untuk mengadu kerbau Minang
dengan kerbau Jawa. Pasukan Majapahit menyetujui usul tersebut dan
menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif. Sedangkan masyarakat
Minang menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau
pada tanduknya. Dalam pertempuran, anak kerbau itu mencari kerbau Jawa
dan langsung mencabik-cabik perutnya, karena menyangka kerbau tersebut
adalah induknya yang hendak menyusui. Kecemerlangan masyarakat
Minang tersebutlah yang menjadi inspirasi nama Minangkabau.
Namun beberapa orang berpendapat berbeda dengan menyebutkan bahwa
nama Minangkabau sudah ada jauh sebelum peristiwa adu kerbau itu terjadi,
dimana istilah yang lebih tepat sebelumnya adalah “Minangkabwa”,
“Minangakamwa”, “Minangatamwan” dan “Phinangkabhu”. Istilah
Minangakamwa atau Minangkamba berarti Minang (sungai) Kembar yang
merujuk pada dua sungai Kampar yaitu Kampar Kiri dan Sungai Kampar
Kanan. Sedangkan istilah Minangatamwan yang merujuk kepada Sungai
Kampar memang disebutkan dalam prasasti Kedukan Bukit dimana disitu
disebutkan bahwa Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang
melakukan migrasi massal dari hulu Sungai Kampar (Minangatamwan) yang
terletak di sekitar daerah Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Sedangkan dalam buku karangan Edwin M. Loeb, menurut tradisi


Minangkabau, Kerajaan Minangkabau didirikan oleh Iskandar Agung.
Dalam kenyataannya, dulu terdapat kerajaan Melayu, yang kemudian
meluas. Di abad ke-14 dan ke-15, Minangkabau meliputi seluruh Sumatera
tengah dan dipecah menjadi tiga bagian: tiga luhak, tiga rantau, dan delapan
bab.

Dalam sebuah kabupaten luhak terdapat Tanuh, Agam, dan lima belas kota.
Sekarang menjadi Batusangkar, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Sementara
tiga rantau adalah Rantau Kampar, Kuantan (Indragiri), dan Batang Hari.
Lalu delapan babnya menjadi: Padang, Pariaman, Indrapura, Jambi,
Indragiri, Siak, Painan, dan Bengkulu.

Dalam etnis Minangkabau terdapat banyak klan, yang oleh orang Minang
sendiri hanya disebut dengan istilah suku. Beberapa suku besar mereka
adalah suku Piliang, Bodi Caniago, Tanjuang, Koto, Sikumbang, Malayu,
Jambak; selain terdapat pula suku pecahan dari suku-suku utama tersebut.
Kadang beberapa keluarga dari suku yang sama, tinggal dalam suatu rumah
yang disebut Rumah Gadang.

Suku Minang terkenal sebagai suku yang terpelajar, oleh sebab itu pula
mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam
berbagai macam profesi dan keahlian, antara lain sebagai politisi, penulis,
ulama, pengajar, jurnalis, dan pedagang. Minangkabau merupakan salah satu
suku tersukses dengan banyak pencapaian.

6. Jelaskan adat istiadat Betawi !


Jawab :
 Palang Pintu
Acara ini dikenal sebagai upacara besanan saat pengantin pria
diperkenankan masuk ke rumah pengantin wanita untuk bersanding di
pelaminan. Diiringi dengan tabuhan rebana, lagu-lagu marhaban,
pertunjukan pencak silat hingga tanya jawab dengan pantun
 Nujuh Bulan
Acara yang disebut dengan nujuh bulan ini dilakukan sebagai bentuk rasa
syukur sekaligus harapan agar calon anggota keluarga baru yang akan
lahir mendapatkan perlindungan dan lahir dengan selamat.
 Kerik Tangan
Acara penyambutan kelahiran bayi ini dimaksudkan sebagai bentuk serah
terima dari pihak dukun bayi yang menolong kelahirannya, kepada
keluarga ibunya.
 Sunatan
Ketika seorang anak laki-laki beranjak dewasa, sunatan atau khitan
adalah tradisi sekaligus kewajiban agama yang tidak boleh ditinggalkan.
Dalam adat Betawi, acara sunatan ini dibagi ke dalam 3 tahap yakni
mengarak, menyunat, dan selamatan.
 Bikin Rume
Upacara ini dilakukan agar rumah yang akan didirikan membawa berkah
dan jauh dari musibah. Dalam kesempatan ini juga, dilakukan penentuan
tata letak rumah sesuai dengan aturan tradisi yang berlaku.

7. Jelaskan Suku-suku yang ada di Sumatera Utara !


Jawab :
 Suku Batang Angkola
Nama Angkola itu sendiri merupakan nama yang diambil dari nama
sungai batang Angkola atau batang sungai. Nama ini diberi oleh Rajendra
Kola penguasa pada saat itu. Suku Batak Angkola dikenal beberapa
marga, yakni Hasibuan, Rambe, Siregar, Harahap, Daulay, Ritonga,
Hutashut, dan Tanjung.
 Suku Batak Karo
Orang karo atau Batak karo adalah salah satu sub-suku bangsa Batak.
Mereka mendiami Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli Hulu dan
sebagian daerah Dairi. Wilayah mereka sekarang termasuk bagian dari
Kabupaten Karo. Jumlah populasinya sekitar 300.000 jiwa mendiami
daerah seluas kira-kira 5.000 kilometer persegi. Menurut sensus tahun
1930 orang Karo berjumlah sekitar 120.000 jiwa, pada sensus tahun 1963
menjadi sekitar 154.000 jiwa dan pada tahun 1972 berjumlah sekitar
370.000 jiwa. Sekarang diperkiraan hampir satu juta jiwa, termasuk
orang Karo yang tersebar di berbagai daerah.
 Suku Batak Mandailing
Nama Mandailing diambil dari kata Mandala dan Holing yang
merupakan sebuah wilayah Kerajaan Kalinga yang berdiri sebelum
kerajaan sriwijaya. Suku Mandailing ini sendiri mendiami beberapa
daerah di Sumatera Utara, yakni, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara,
Padang Lawas, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Selatan,
Labuhanbatu Utara, Batubara, dan di Asahan.
 Suku Batak Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli
Tengah, dan Kabupaten Dairi merupakan sebagian besar wilayah yang
ditinggali oleh Suku Batak Pakpak. Sementara itu asal usul suku ini
dipercaya berasal dari Kerajaan Chola di India yang pernah menyerang
Kerajaan Sriwijaya pada abad 11 M.
 Suku Batak Simalungun
Orang Simalungun atau Batak Simalungun adalah suku bangsa Batak.
Mereka mendiami daerah Simalungun yang sekarang menjadi bagian dari
Kabupaten Simalungun, dan sebagian lagi di Kotamadya
Pematangsiantar. Jumlah populasinya sekitar 891.000 jiwa.
 Suku Batak Toba
Orang Toba atau Batak Toba berdiam di daerah sekitar Danau Toba,
Pulau Samosir, Dataran Tinggi Toba, Silindung, Sekitar Barus dan
Sibolga sampai ke daerah pegunungan Bukit Barisan antara Pahae dan
Habinsaran di Sumatera Utara. Daerah tersebut sekarang termasuk dalam
wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Jumlah populasinya sekarang sekitar
700.000 jiwa. Sebagian dari mereka banyak yang merantau ke berbagai
daerah lain di Indonesia.
 Suku Melayu Langkat
Orang Melayu ini mendiami daerah sepanjang pesisir timur pulau
Sumatera, mulai dari daerah Langkat di utara sampai ke Labuhan Batu di
selatan. Dari daerah pantai sampai ke perbukitan dekat kaki Pegunungan
Bukit Barisan. Mereka bermukim di sekitar Kotamadya Medan, Binjai,
Tebingtinggi dan Tanjung Balai. Sebagian lagi di Kabupaten Deli
Serdang, Langkat, Asahan dan Labuhan Batu, di Provinsi Sumatera
Utara. Untuk membedakan diri dengan kelompok suku bangsa melayu
lain mereka lebih suka menyebut kelompoknya sebagai orang Melayu
Deli atau Melayu Langkat. Jumlah populasinya sukar dihitung dengan
pasti, hanya diperkirakan berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa lebih. Di daerah-
daerah tersebut pemukiman mereka berbaur dengan suku-suku bangsa
lain, seperti dengan orang Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Nias,
Minangkabau, Aceh, Jawa dan lain-lain.
 Suku Nias
Suku bangsa Nias mendiami Pulau Nias yang terletak di sebelah barat
Pulau Sumatera. Bersama dengan beberapa pulau kecil di sekitarnya
daerah ini sekarang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Nias, Provinsi
Sumatera Utara. Penduduk asli pulau itu menamakan diri mereka Ono
Niha, artinya "anak manusia", dan menyebut pulau mereka Tano Niha,
artinya "tanah manusia". Populasi suku bangsa ini diperkirakan
berjumlah sekitar 480.000 jiwa. Sedangkan yang lain adalah para
pendatang, seperti orang Batak, Aceh, Minangkabau dan Cina.

8. Tuliskan Nama gubernur dan Wakil Gubernur DKI dari yang pertama
sampai yang sekarang berikut tahunnya !
Jawab :
 Suwirjo, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1945 - 1951.
 Sjamsuridjal, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1951 -
1953.
 Sudiro, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1953 - 1960.
 Soemarno Sosroatmodjo, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari
tahun 1960 - 1964 dan 1965 - 1966.
 Henk Ngantung, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1964
- 1965.
 Ali Sadikin, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1966 -
1977.
 Tjokropranolo, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1977 -
1982.
 Soeprapto, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1982 -
1987.
 Wiyogo Atmodarminto, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari
tahun 1987 - 1992.
 Surjadi Soedirja, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun
1992 - 1997.
 Sutiyoso, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1997 -
2007.
 Fauzi Bowo, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 2007 -
2012.
 Joko Widodo, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 2012 -
2014.
 Basuki Tjahaja Purnama, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari
tahun 2014 - 2017.
 Djarot Saiful, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.
 Anies Baswedan, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun
2017 - sekarang.

9. Jelaskan Adat-Istiadat Sunda ( Jawa Barat ) secara umum !


Jawab :
 Sistem Kekerabatan.
 Upacara Adat Seren Taun.
 Upacara Tingkeban.
 Upacara Adat Pesta Laut.
 Upacara Sepitan/Sunatan.

10.Jelaskan suku dan adat Kalimantan Barat !


Jawab :
 Suku Menyuke
Suku bangsa Menyuke atau Dayak Menyuke mendiami beberapa desa
dalam wilayah Kecamatan Ngabang, Pontianak, Provinsi Kalimantan
Barat. Jumlah populasinya sekitar 7.600 jiwa.
 Suku Kayung
Orang Kayung atau Dayak Kayung mendiami beberapa desa dalam
wilayah Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi
Kalimantan Barat. Desa-Desa itu antara lain, Kebuai, Tanjung Beringin,
Tanjung Bunga dan Riau Batu. Jumlah populasinya sekitar 1.300 jiwa.
 Suku Sebaruk
Orang Sebaruk berdiam di lingkungan wilayah Kecamatan Sintang,
Kabupaten Sintang dan di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau,
Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah populasinya sekitar 34.000 jiwa.
 Suku Seberuang
Orang Seberuang berdiam di beberapa desa di wilayah Kecamatan
Sepauk, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah
populasinya sekitar 5.000 jiwa.
 Suku Sekadau
Orang Sekadau berdiam di daerah pedalaman Provinsi Kalimantan Barat,
yaitu di sebelah utara bagian tengah Sungai Kapuas, di wilayah
Kabupaten Sanggau.
 Suku Sum
Orang Dayak Sum atau Daruk ini mendiami beberapa desa di wilayah
kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.
Jumlah populasinya sekitar 2.500 jiwa.
 Suku Sungkung
Orang Sungkung mendiami beberapa desa di Kecamatan Kapuas dan
Sekayam di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Sebagian
juga ditemukan di Kecamatan Sejangkung di Kabupaten Sambas. Jumlah
populasinya sekitar 17.500 jiwa.
 Suku Suruk
Orang Suruk mendiami beberapa kampung di wilayah Kecamatan Bunut
Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah
populasinya diperkirakan sekitar 6.000 jiwa.
 Suku Taba
Orang Taba atau Dayak Perairan mendiami beberapa desa di daerah
bagian pesisir wilayah Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau,
Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah populasinya sekitar 2.500 jiwa
 Suku Taman
Orang Taman oleh sebagian ahli dianggap bagian dari kelompok suku
bangsa Maloh. Masyarakat ini berdiam di wilayah Kecamatan
Kembayan, Sekadau Hilir, Nanga Taman, Nanga Mahap di Kabupaten
Sanggau, dan di Kecamatan Bunut Hulu di Kabupaten Kapuas Hulu,
Provinsi Kalimantan Barat. Populasinya sekitar 35.000 jiwa.
 Suku Telaga
Orang Telaga berdiam di desa Serimbau dalam wilayah Kecamatan Air
Besar, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah populasinya
diperkirakan sekitar 4.500 jiwa.