Anda di halaman 1dari 8

Keefektifan Penggunaan Metode kuantitatif dengan jenis penelitian

Pemberian Tugas Terhadap Prestasi eksperimen kuasi atau dikenal


Belajar Siswi Pada Pembelajaran IPS dengan eksperimen semu. Instrumen
di SMP Plus Nurul Hikmah data diperoleh melalui dokumentasi,
tes, observasi, dan wawancara.
Pamekasan
Observasi dilakukan pada kelas VII
dan untuk tes disebarkan kepada
siswi kelas VII-B dan VII-D,
SITI MAISAROH wawancara dengan guru dan siswi
20160701080091 dengan dokumentasi sebagai bukti
penelitian. Hasil penelitian
Program Studi Tadris Ilmu menunjukkan bahwa: pertama,
Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah metode pemberian tugas yang
diterapkan di kelas VII-B (kelas
Institut Agama Islam Negeri Madura eksperimen) tidak cukup efektif
Email: sitimaisarohpmk@gmail.com dalam meningkatkan prestasi belajar
siswi kelas VII-B atau tidak ada
pengaruh signifikan metode
pemberian tugas dalam
ABSTRAK meningkatkan prestasi belajar siswi
di SMP Plus Nurul Hikmah
Suatu pembelajaran dikatakan Pamekasan. Kedua, keefektifan
berhasil jika prestasi belajar siswa penggunaan metode pemberian
bagus dari hasil pembelajaran tugas terhadap prestasi belajar siswi
tersebut. Keberhasilan siswa dari pada pembelajaran IPS di SMP Plus
hasil pembelajaran dapat Nurul Hikmah Pamekasan pada taraf
dipengaruhi oleh faktor seperti signifikansi 0,05 diperoleh nilai
metode yang digunakan dalam thitung sebesar 0,29 dan nilai ttabel
proses mengajar, karena strategi sebesar 1,67 pada ts0,05 dan 2,39
pembelajaran yang dipilih oleh guru pada ts0,01 dengan db 46. Dengan
sangat berpengaruh terhadap hasil demikian nilai ttabel diperoleh
pembelajaran. Prestasi belajar siswa sebesar 1,67 dan 2,39, sehingga
akan tercapai dengan baik jika guru degan jelas terlihat bahwa thitung <
rutin memberikan tugas kepada ttabel yaitu 0,29 < 1,67 < 2,39.
siswa, dengan memberikan tugas Diharapkan kepada para guru agar
akan merangsang siswa untuk lebih selalu meningkatkan keterampilan
aktif belajar. Metode pemberian dan kemampuan agar dapat
tugas memotivasi siswa agar lebih melaksanakan bimbingan dan
aktif sehingga meningkatkan prestasi pengajaran dengan sebaik baiknya
belajar. Penelitian ini bertujuan meskipun masih tetap menggunakan
untuk mengetahui efektif tidaknya metode pemberian tugas. Penerapan
penggunaan metode pemberian metode pemberian tugas hendaknya
tugas terhadap prestasi belajar siswi disesuaikan dengan materi yang
pada pembelajaran IPS di SMP Plus akan diajarkan dan lingkungan
Nurul Hikmah Pamekasan. Ada dua belajar siswi serta ketersediaan
permasalahan yang menjadi kajian waktu yang cukup.
pokok dalam penelitian ini, yaitu:
pertama, apakah penggunaan Kata Kunci: Metode Pemberian
metode pemberian tugas efektif Tugas, Prestasi Belajar, Ilmu
terhadap prestasi belajar siswi pada Pengetahuan Sosial
pembelajaran IPS di SMP Plus Nurul
Hikmah Pamekasan; kedua, ABSTRACT
seberapa besar keefektifan
penggunaan metode pemberian A learning is said to be successful if
tugas terhadap prestasi belajar siswi student achievement is good from
pada pembelajaran IPS di SMP Plus the learning outcomes. Student
Nurul Hikmah Pamekasan. Penelitian success from learning outcomes can
ini menggunakan pendekatan be influenced by factors such as the

1
method used in the teaching process, with documentation as research
because the learning strategy chosen evidence. The results showed that:
by the teacher is very influential on first, the assignment method applied
learning outcomes. Student learning in class VII-B (experimental class)
achievement will be achieved well if was not effective enough in
the teacher routinely gives increasing student achievement in
assignments to students, by giving class VII-B or there was no
assignments will stimulate students significant effect of assignment
to be more active in learning. The method in increasing student
assignment method motivates achievement in SMP Plus Nurul
students to be more active thereby Wisdom Pamekasan. Second, the
increasing learning achievement. effectiveness of the use of the
This study aims to determine the assignment method for student
effectiveness of the use of the learning achievement in social
assignment method of student studies learning at SMP Plus Nurul
learning achievement in social Hikmah Pamekasan at a significance
studies learning at SMP Plus Nurul level of 0.05 obtained a tcount of
Hikmah Pamekasan. There are two 0.29 and a ttable of 1.67 at ts0.05
main issues that become the main and 2.39 at ts0 , 01 with db 46. Thus
study in this study, namely: first, the value of ttable obtained for 1.67
whether the use of effective and 2.39, so it is clearly seen that
assignment methods for student tcount <ttable is 0.29 <1.67 <2.39. It
learning achievement in social is hoped that teachers will always
studies learning in SMP Plus Nurul improve their skills and abilities in
Hikmah Pamekasan; second, how order to be able to carry out guidance
effective is the use of the assignment and teaching as well as possible
method for student learning while still using the assignment
achievement in social studies method. The application of the
learning in SMP Plus Nurul Hikmah assignment method should be
Pamekasan. This study uses a adapted to the material to be taught
quantitative approach to the type of and the student learning environment
quasi experimental research, known and the availability of sufficient time.
as pseudo experimentation.
Instrument data obtained through Keywords: Assignment Method,
documentation, tests, observations, Learning Achievement, Social
and interviews. Observations were Sciences
made in class VII and for the test
distributed to class VII-B and VII-D,
interviews with teachers and students
National Council for the Social
Studies (NCSS) mendefinisikan social
PENDAHULUAN studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) sebagai suatu studi yang
Perkembangan terhadap sistem terintegrasi dari ilmu-ilmu sosial dan
belajar mengajar membawa konsekuensi humaniora untuk meningkatkan
untuk guru agar meningkatkan peranan kemampuan warga Negara.
dan kompetensinya karena proses Kegiatan interaksi belajar mengajar
belajar mengajar dan hasil belajar siswa harus selalu ditingkatkan efektifitas dan
ditentukan oleh peranan dan kompetensi efisiensinya. Dengan banyaknya
guru. Guru yang kompeten akan lebih kegiatan pendidikan di sekolah, dalam
mampu menciptakan lingkungan belajar usaha meningkatkan mutu dan frekuensi
yang efektif dan akan lebih mampu isi pelajaran, maka sangat menyita waktu
mengelola kelas sehingga hasil belajar siswa untuk melaksanakan kegiatan
siswa berada pada tingkat optimal.1 belajar mengajar tersebut. Untuk
mengatasi keadaan tersebut guru perlu
1
Moh Uzer Usman, Menjadi Guru memberikan tugas-tugas di luar jam
Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, pelajaran. Disebabkan bila hanya
2016), hlm. 9.

2
menggunakan seluruh jam pelajaran pertanyaan. Metode pemberian tugas
yang ada untuk tiap mata pelajaran hal perlu dilakukan, karena dengan
itu tidak akan mencukupi tuntutan pemberian tugas siswa lebih paham
luasnya pelajaran yang diharuskan, kepada materi yang sudah diberikan, ada
seperti yang tercantum di dalam siswa yang lamban, ada yang bisa
kurikulum. Dengan demikian perlu menjawab pertanyaan atau mengerti
diberikan tugas-tugas, sebagai selingan setelah diulang 3 kali, ada yang memang
untuk variasi teknik penyajian ataupun langsung mengerti. Tugas yang diberikan
dapat berupa pekerjaan rumah. Tugas seperti mengulang kembali atau mendaur
semacam itu dapat dikerjakan di luar jam ulang apa yang sudah siswa terima di
pelajaran, di rumah maupun sebelum kelas. Jadi, metode pemberian tugas
pulang, sehingga dapat dikerjakan seperti memberikan pre-test kepada
bersama temannya.2 siswa, apakah sudah mengerti terhadap
Suatu pembelajaran dikatakan materi yang diberikan, karena memang
berhasil jika prestasi belajar siswa bagus ada siswa yang baru paham setelah
dari hasil pembelajaran tersebut. mereka mengerjakan tugas.4
Keberhasilan siswa dari hasil Metode pemberian tugas atau
pembelajaran dapat dipengaruhi oleh penugasan merupakan cara penyajian
faktor seperti metode yang digunakan bahan pelajaran. Pada metode ini guru
dalam proses mengajar, karena strategi memberikan seperangkat tugas yang
pembelajaran yang dipilih oleh guru harus dikerjakan peserta didik, baik
sangat berpengaruh terhadap hasil secara individual maupun secara
pembelajaran. Prestasi belajar siswa kelompok.5 Pemberian tugas harus
akan tercapai dengan baik jika guru rutin sinkron dengan murid, misalnya tugas
memberikan tugas kepada siswa, harus logis. Siswa akan mudah
dengan memberikan tugas akan mengingat tentang tugas yang berupa
merangsang siswa untuk lebih aktif keterampilan atau tugasnya terstruktur.
belajar. Metode pemberian tugas Contohnya materi yang sudah diberikan
memotivasi siswa agar lebih aktif pada pertemuan itu kemudian langsung
sehingga meningkatkan prestasi belajar. diberikan tugas, sehingga siswa cepat
Prestasi adalah hasil yang telah mengerti karena seperti ditulis dua kali,
dicapai (dari yang telah dikerjakan), hanya bentuknya penugasan.6
sedangkan belajar adalah berusaha Setelah siswa memahami tujuan
memperoleh kepandaian atau ilmu.3 dan makna tugas, maka mereka akan
Maka yang dimaksud dengan prestasi melaksanakan tugas dengan belajar
belajar adalah suatu penguasaan sendiri, atau mencari narasumber sesuai
pengetahuan atau keterampilan dari hasil dengan tujuan yang telah digariskan dan
yang dicapai oleh siswa setelah penjelasan dari guru. Dalam proses ini
mengalami proses belajar mengajar. guru perlu mengontrol pelaksanaan
Dalam memberikan tugas pada tugas itu, apakah dikerjakan oleh siswa
pembelajaran IPS, tugas diberikan sendiri, tidak dikerjakan oleh orang lain,
secara langsung. Dalam kurikulum 2013 maka perlu diawasi dan diteliti.
siswa harus berpikir kritis. Jadi, bentuk Penggunaan metode pemberian
soal lebih condong kepada pertanyaan tugas dalam pembelajaran IPS di SMP
mengapa dan bagaimana. Bentuk tugas Plus Nurul Hikmah Pamekasan dengan
yang berpikir kritis membuat siswa menggunakan penelitian eksperimen
belajar mandiri, mencari dan menemukan kuasi atau eksperimen semu yang
jawaban sendiri dengan berbagai
pertanyaan yang sudah ada, kemudian 4
Syahnas Medina, Guru Mata Pelajaran IPS
ditulis kembali, dan siswa lebih tertarik SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan,
dengan tugas yang berupa teka-teki dan Wawancara Langsung, (04 Oktober 2019).
game. Jadi, lebih variatif, tugas tidak 5
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional
monoton yang biasanya langsung ke Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan (Bandung: PT Remaja
2
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar Rosdakarya, 2013), hlm. 113.
(Jakarta: Rineka Cipta, 2012), hlm. 132-133. 6
Syahnas Medina, Guru Mata Pelajaran IPS
3
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan,
Balai Pustaka, 1999), hlm. 13. Wawancara Langsung, (04 Oktober 2019).

3
ditujukan kepada kelas eksperimen dan
kepada kelas kontrol merupakan sebuah
penelitian awal yang dilakukan peneliti di HASIL DAN PEMBAHASAN
SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan.
Dari ulasan di atas mendorong Dalam penelitian ini kelas VII-D
penulis untuk mengkaji masalah tersebut, (kelas kontrol) menggunakan metode
sehingga judul yang penulis angkat ceramah. Hal ini relevan dengan hasil
adalah “Keefektifan Penggunaan Metode penelitian dari Suhendro dkk bahwa
Pemberian Tugas Terhadap Prestasi terdapat perbedaan secara siginifikan
Belajar Siswi Pada Pembelajaran IPS di antara kelas eksperimen dengan
SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan”. menggunakan perlakuan demonstrasi
Memperhatikan latar belakang dan kelas kontrol dengan menggunakan
masalah sebagaimana diuraikan perlakuan metode ceramah.7
sebelumnya, maka tujuan masalah yang Hasil analisis data menunjukkan
diajukan dalam peneltian ini adalah nilai rata-rata hasil belajar IPS siswi kelas
sebagai berikut: menguji efektif tidaknya VII-D (kelas kontrol) yang menggunakan
penggunaan metode pemberian tugas metode ceramah adalah 74 untuk hasil
terhadap prestasi belajar siswi pada pre test dan 80 untuk hasil post test.
pembelajaran IPS di SMP Plus Nurul Jenis tes yang digunakan pada saat pre
Hikmah Pamekasan. Mengukur seberapa test dan post test yaitu dalam bentuk tes
besar keefektifan penggunaan metode tertulis berupa soal uraian sebanyak 10
pemberian tugas terhadap prestasi soal dari masing-masing test dengan
belajar siswi pada pembelajaran IPS di soal yang berbeda.
SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan. Nilai rata-rata siswi kelas VII-D
(kelas kontrol) menunjukkan bahwa hasil
belajar siswi yang menggunakan metode
METODE PENELITIAN pemberian tugas mengalami peningkatan
nilai sebesar 6. Tingkat penguasaan
Penelitian ini merupakan penelitian materi siswi kelas kontrol pada saat pre
yang menggunakan pendekatan test yang masuk ke dalam kategori
kuantitatif. Jenis penelitian ini rendah sebanyak 1 orang pada interval
menggunakan penelitian eksperimen 21-40 sebesar 4,16%, siswi yang masuk
kuasi atau dikenal dengan eksperimen ke dalam kategori tinggi sebanyak 17
semu. Pada eksperimen kuasi ini ada orang pada interval 61-80 sebesar
perlakuan yang ditujukan kepada kelas 70,83%, sedangkan siswi yang masuk
eksperimen dan kepada kelas kontrol. dalam kategori sangat tinggi sebanyak 6
Penelitian eksperimen kuasi ini orang pada interval 81-100 sebesar 25%.
dilaksanakan di SMP Plus Nurul Hikmah Tingkat penguasaan materi siswi setelah
Pamekasan yang terletak di Jalan pemberian post test, yang masuk dalam
Jokotole Indah Blok C Kav IV, kategori tinggi sebanyak 13 orang pada
Barurambat Timur, Kecamatan interval 61-80 sebesar 54,16%,
Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sedangkan dalam kategori sangat tinggi
Jawa Timur untuk mata pelajaran IPS di sebanyak 11 orang pada interval 81-100
kelas VII. Peneliti menetapkan kelas VII- sebesar 45,83%. Hasil dari analisis
B IPS yang berjumlah 24 siswi, yang tersebut peneliti dapat menyimpulkan
menjadi sampel penelitian sebagai kelas bahwa kelas kontrol mengalami kenaikan
eksperimen. Sedangkan kelas VII-D IPS hasil belajar IPS pada post test.
yang berjumlah 24 siswi, yang sebagai Dalam penelitian ini kelas VII-B
kelas kontrol. (kelas eksperimen) menggunakan
Instrumen yang digunakan dalam metode pemberian tugas. Hal ini relevan
penelitian ini menggunakan dokumentasi, dengan hasil penelitian dari Fuspa Dewi
angket, observasi, dan wawancara. dkk bahwa sampel yang ditentukan
Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan analisis statistika 7
Suhendro dkk, “Pengaruh Metode
inferensial berupa uji-t. Pengujian Demonstrasi dan Metode Ceramah Terhadap
hipotesis dilakukan dengan Hasil Belajar Geografi di SMAN 3 Metro.”
menggunakan uji-t atau uji beda dengan (Bandar Lampung: Universitas Lampung,
taraf signifikansi 0,05% atau 5%. 2018) hlm. 8.

4
adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelas ada dalam diri peserta didik dan
eksperimen dengan pemberian tugas lingkungan belajar siswi, yang mana
rumah.8 faktor tersebut sangat sulit untuk
Hasil analisis data menunjukkan dikontrol oleh peneliti.
nilai rata-rata hasil belajar IPS siswi kelas Guru harus menyadari bahwa setiap
VII-B (kelas eksperimen) yang metode mengajar yang ada, saling
menggunakan metode pemberian tugas menyempurnakan antara yang satu
adalah 83,25 untuk hasil pre test dan dengan yang lainnya, karena tidak ada
86,25 untuk hasil post test. Jenis tes satu metode mengajar yang sempurna
yang digunakan pada saat pre test dan serta setiap metode memiliki titik
post test yaitu dalam bentuk tes tertulis kelemahan. Oleh karena itu penggunaan
berupa soal uraian sebanyak 10 soal dari metode pemberian tugas sebagai salah
masing-masing test dengan soal yang satu metode yang dikaji oleh penulis
berbeda. dalam pembahasan ini tentunya juga
Nilai rata-rata siswi kelas VII-B memiliki kelemahan, seperti halnya
(kelas eksperimen) menunjukkan bahwa dengan metode yang lain, hal ini
hasil belajar siswi yang menggunakan berdasarkan dengan hasil observasi
metode pemberian tugas mengalami pada saat proses mengajar yang
peningkatan nilai sebesar 3. Tingkat dilakukan oleh peneliti yaitu kesulitan
penguasaan materi siswi kelas dalam memberikan tugas karena
eksperimen pada saat pre test yang perbedaan individual siswi dalam
masuk ke dalam kategori sedang kemampuan dan minat belajar.
sebanyak 2 orang pada interval 41-60 Dalam kegiatan belajar adakalanya
sebesar 8,33%, siswi yang masuk ke mengalami hambatan atau kesulitan
dalam kategori tinggi sebanyak 4 orang sehingga tidak mencapai kesuksesan
pada interval 61-80 sebesar 16,66%, dalam belajarnya. Oleh karena itu, siswi
sedangkan siswi yang masuk dalam yang mengalami penurunan nilai pada
kategori sangat tinggi sebanyak 18 orang saat post-test di kelas eksperimen
pada interval 81-100 sebesar 75%. sebanyak 8 orang. Adapun siswi yang
Tingkat penguasaan materi siswi setelah mengalami penurunan nilai adalah
pemberian post test, yang masuk dalam sebagai berikut:
kategori tinggi sebanyak 6 orang pada Tabel XVIII
interval 61-80 sebesar 25%, sedangkan Data siswi yang mengalami
dalam kategori sangat tinggi sebanyak penurunan nilai pada kelas
18 orang pada interval 81-100 sebesar eksperimen
75%. Nilai
Sesuai dengan hasil penelitian dan No Nama Siswi Pre Post
analisis data, peneliti dapat Test Test
menyimpulkan bahwa metode pemberian
1 Amelia Khoirina Riska 94 82
tugas tidak efektif dalam meningkatkan
Anjani
prestasi belajar siswi atau tingkat
2 Citra Salma Nurani 91 79
penguasaan materi siswi di kelas
eksperimen. Meskipun telah terjadi 3 Eka Wahyu Indah 91 70
kenaikan antara pre test dan post test 4 Firyal Nabila Firdaus 94 91
namun, kenaikan tersebut tidak terlalu
signifikan atau tidak sangat berarti dalam 5 Ranindita Salsabila 100 94
meningkatkan prestasi belajar siswi. Hal 6 Sausan 85 82
ini terjadi karena pengaruh dari 7 Septia Aulia Sandy 82 79
beberapa faktor sehingga mengakibatkan
metode pemberian tugas tidak efektif 8 Sofiatul Maulidia 100 88
untuk diterapkan dalam pembelajaran (Sumber data : Hasil pengolahan hasil
IPS di kelas sebagai salah satu metode tes kelas eksperimen)
yang sudah lama digunakan. Faktor Pada kelas VII-B (kelas eksperimen)
tersebut dapat berasal dari faktor yang dilakukan treatment sebanyak 5 kali
treatment. Berdasarkan treatment yang
8
Fuspa Dewi dkk, “Pengaruh Metode telah dilakukan, peneliti dapat
Pemberian Tugas Rumah Terhadap Hasil mengetahui siswi yang mengerjakan
Belajar Geografi Siswa Kelas XI.”, hlm. 4. tugas dengan baik dan benar pada

5
pertemuan pertama dengan 5 soal uraian KESIMPULAN DAN SARAN
hanya 2 orang dengan kisaran nilai 91-
94, pada pertemuan kedua dengan 5 A. Kesimpulan
soal uraian sebanyak 19 orang dengan 1. Metode pemberian tugas yang
kisaran nilai 91-100, pada pertemuan diterapkan di kelas VII-B (kelas
ketiga dengan 5 soal uraian sebanyak 19 eksperimen) tidak efektif dalam
orang dengan kisaran nilai 91-100, pada meningkatkan prestasi belajar
pertemuan keempat dengan 5 soal teka- siswi kelas VII-B. Hal ini didasari
teki silang sebanyak 23 orang dengan karena selisih nilai rata-rata yang
kisaran nilai 97-100, serta pada diperoleh hanya sebesar 3, yakni
pertemuan kelima dengan 5 soal teka- dari nilai rata-rata 83,25 yang
teki silang sebanyak 24 orang dengan berasal dari pre test serta nilai
kisaran nilai 91-100. Mulai dari rata-rata 86,25 yang berasal dari
pertemuan pertama sampai pertemuan post test. Metode ceramah yang
kelima, jumlah soal terdiri dari 5 soal dari diterapkan di kelas VII-D (kelas
setiap pertemuan dengan soal yang kontrol) memperoleh peningkatan
berbeda. hasil belajar IPS sebesar 6 yakni
Ditegaskan bahwa judul peneliti dari nilai rata-rata 74 yang berasal
adalah keefektifan penggunaan metode dari pre test serta nilai rata-rata 80
pemberian tugas terhadap prestasi yang berasal dari post test.
belajar siswi pada pembelajaran IPS di 2. Keefektifan penggunaan metode
SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan. pemberian tugas terhadap prestasi
Peneliti pada dasarnya ingin mengetahui belajar siswi pada pembelajaran
hasil belajar IPS siswi antara kelas IPS di SMP Plus Nurul Hikmah
eksperimen dengan kelas kontrol apakah Pamekasan pada taraf signifikansi
terdapat peningkatan secara signifikan 0,05 diperoleh nilai thitung sebesar
atau sebaliknya sehingga sebagai 0,29 dan nilai ttabel sebesar 1,67
rujukan untuk menentukan apakah pada ts0,05 dan 2,39 pada ts0,01
metode ini dapat menjadi metode yang dengan db 46. Dengan demikian
efektif atau sebaliknya dalam nilai ttabel diperoleh sebesar 1,67
meningkatkan prestasi belajar siswi, dan 2,39, sehingga degan jelas
serta bagaimana partisipasi siswi terlihat bahwa thitung < ttabel yaitu 0,29
terhadap metode yang diterapkan oleh < 1,67 < 2,39, sehingga hipotesis
peneliti. nihil (H0) diterima dan hipotesis
Meskipun metode pemberian tugas alternatif (H1) ditolak yang artinya
tidak efektif untuk diterapkan dalam penggunaan metode pemberian
pembelajaran IPS di SMP Plus Nurul tugas tidak efektif terhadap
Hikmah Pamekasan, akan tetapi peneliti prestasi belajar siswi pada
mendapatkan temuan bahwa metode pembelajaran IPS di SMP Plus
pemberian tugas membuat sebagian Nurul Hikmah Pamekasan.
siswi merasa tertantang untuk
mengerjakannya dan tugas dalam bentuk B. Saran
teka-teki silang membuat siswi 1. Bagi Pendidik
bersemangat untuk menemukan jawaban Hasil penelitian ini diharapkan
dari soal yang diberikan. Ketidakefektifan menjadi pemicu bagi para guru di
metode pemberian tugas yang SMP Plus Nurul Hikmah
diterapkan disebabkan salah satunya Pamekasan agar selalu
karena tidak mudah memberikan tugas meningkatkan keterampilan dan
yang sesuai dengan perbedaan individu kemampuan agar dapat
siswi, dan beberapa siswi kurang memberikan pengajaran dengan
berpartisipasi terhadap metode yang sebaik-baiknya meskipun masih
diterapkan oleh peneliti, ada yang hanya tetap menggunakan metode
menjawab dengan asal-asalan tidak pemberian tugas.
berdasarkan pertanyaan. 2. Bagi Mahasiswa
Hasil penelitan ini diharapkan
menjadi salah satu sumber kajian
bagi kalangan mahasiswa, baik
sebagai bahan pengayaan materi

6
perkuliahan yang ada kaitannya Darmawan, Deni. Metode Penelitian
dengan hasil penelitian ini maupun Kuantitatif. Bandung: Remaja
untuk kepentingan penelitian yang Rosdakarya, 2016.
pokok kajiannya memiliki
kesamaan. Dewi, Fuspa dkk. Pengaruh Metode
3. Bagi Peneliti Pemberian Tugas Rumah
Hasil penelitian ini akan menjadi Terhadap Hasil Belajar Geografi
salah satu pengalaman yang dapat Siswa Kelas XI.
memperluas cakrawala pemikiran
dan wawasan keilmuan serta E. Slavin, Robert. Psikologi Pendidikan:
dapat dijadikan bekal peneliti, Teori dan Praktik. Jakarta: PT
mengingat peneliti juga calon Indeks, 2011.
pendidik, khususnya dalam
menerapkan metode pemberian Hamalik, Oemar. Proses Belajar
tugas. Mengajar. Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2001.

DAFTAR RUJUKAN ---------. Kurikulum dan Pembelajaran.


Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Adiatman. Efektifitas Penerapan Metode
Pemberian Tugas (Resitasi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Terhadap Hasil Belajar Siswa Balai Pustaka, 1999.
Dalam Mata Pelajaran Biologi
Kelas Xi Ipa Sma Negeri 1 Khodijah, Nyayu. Psikologi Pendidikan.
Sungguminasa Kabupaten Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Gowa. Skripsi. UIN Alauddin
Makassar, 2011. Majid, Abdul. Strategi Pembelajaran.
Bandung: PT Remaja
Adi Kusuma, Agung. Pengaruh Rosdakarya, 2013.
Pemberian Tugas, Metode
Pembelajaran dan Kinerja Guru Medina, Syahnas. Guru Mata Pelajaran
Terhadap Prestasi Belajar Siswa IPS SMP Plus Nurul Hikmah
SMAN 1 Sapuran Wonosobo. Pamekasan, Wawancara
Jurnal Oikonomia Vol. 2 No. 3, Langsung, 04 Oktober 2019.
2013.
Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Menciptakan Pembelajaran
Suatu Pendekatan Praktik. Kreatif dan Menyenangkan.
Jakarta: Rineka Cipta, 2010. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2013.
A.M, Sardiman. Interaksi dan Motivasi
Belajar Mengajar. Jakarta: Nasution. Kajian Pembelajaran IPS di
Rajawali Pers, 2012. Sekolah. Surabaya: Unesa
University Press, 2011.
Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan:
Metode dan Paradigma Baru. N.K, Roestiyah. Strategi Belajar
Bandung: Remaja Rosdakarya, Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta,
2014. 2012.

Atmaja Prawira, Purwa. Psikologi Nuryasila Kasebang dkk. Meningkatkan


Pendidikan Dalam Perspektif Hasil Belajar Siswa Dengan
Baru. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, Menggunakan Metode
2017. Pemberian Tugas dalam
Pembelajaran IPS Di Kelas IV
Azwarti dkk. Pengaruh Metode SDN Inpres Poganda. Jurnal
Pemberian Tugas dan Motivasi Kreatif Tadulako Online Vol. 5
Belajar Terhadap Hasil Belajar No.10.
Akuntansi Siswa Kelas XI IPS.

7
Riduwan. Skala Pengukuran Variabel- Usman, Moh Uzer. Menjadi Guru
variabel Penelitian. Bandung: Profesional. Bandung: Remaja
Alfabeta, 2013. Rosdakarya, 2016.

Salsabila, Ranindita. Siswi SMP Plus Wahidmurni. Metodologi Pembelajaran


Nurul Hikmah Pamekasan, IPS: Pengembangan Standar
Wawancara Tidak Langsung, 06 Proses Pembelajaran IPS di
Oktober 2019. Sekolah/Madrasah. Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media, 2017.
Sapriya. Pendidikan IPS. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2017. Winarsunu, Tulus. Statistik dalam
Penelitian Psikologi Pendidikan.
Sodikin dan Hartatiana. Penerapan Malang: UMM Press, 2015.
Model Resitasi Dengan
Pendekatan Keterampilan
Proses Terhadap Kemampuan
Pemahaman Konsep
Matematika Siswa Pada Pokok
Bahasan Persamaan Linier Satu
Variabel Di Kelas VII Madrasah
Tsanawiyah Paradigma
Palembang. Jurnal Pendidikan
Matematika JPM RAFA Vol. 1,
No. 1, September 2015.

Solichin, Muchlis. Psikologi Belajar


Dengan Pendekatan Baru:
Telaah Komprehensif
Paradigma, Prinsip, Model
Belajar dan Pembelajaran.
Surabaya: Pena Salsabila, 2017.

Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian.


Bandung: Alfabeta, 2013.

---------. Metode Penelitian Kuantitatif,


Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta, 2016.

Suhendro dkk. Pengaruh Metode


Demonstrasi dan Metode
Ceramah Terhadap Hasil Belajar
Geografi di SMAN 3 Metro.
Bandar Lampung: Universitas
Lampung, 2018.

Supardan, Dadang. Pembelajaran Ilmu


Pengetahuan Sosial Perspektif
Filosofi dan Kurikulum. Jakarta:
Bumi Aksara, 2015.

Suyono dan Hariyanto. Implementasi


Belajar dan Pembelajaran.
Bandung: Remaja Rosdakarya,
2015.

Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar.


Jakarta: Rajawali Pers, 2009.