Anda di halaman 1dari 5

Fase Prainteraksi

1. Persiapan diri
2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan sendiri
3. Mengumpulkan data klien
4. Merencanaakaan pertemuan dengan klien
5. Persiapan materi dan media (lembar balik)

Fase Orientasi
Moderator : Assalammu’alaikum wr.wb

Audien :waalaaikumsalam Wr. Wb.

Moderator : Kami dari Prodi S1 Keperawataan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas


Muhammadiyah Ponorogo. Perkenalkan saya Rahma Tri Fany sebagai moderator

Pemateri : Saya Irvrillia Rahma sebagai Pemateri

Notulen : Saya Mufaliha Sabila Iswari sebagai Notulen

Fasilitator : Saya Laily Ayu Nurrohmah sebagai Fasilitator

Moderator : Tujuan Kami di sini akan memberikan pengetahuan tentang Gizi Seimbang Pada
Balita. Kita disini membutuhkan waktu 30 menit untuk menyampaikan materi tersebut. Apakah
ibu-ibu tau apa itu Gizi Seimbang pada Balita?

Audien : Sedikit-sedikit mbak

Moderator : Baik bu kami akan menjelaskan Gizi Seimbang pada Balita yang akan
disampaikan oleh pemateri nya.

Fase Kerja

Pemateri : Selamat pagi ibu-ibu

Audien : Selamat pagi mbak

Pemateri : Disini saya akan menyampaikan materi tentang Gizi Seimbang pada Balita,
Apakah Gizi Seimbang itu? Jadi Gizi seimbang itu terdiri dari karbohidrat,
protein, buah-buahan, sayuran, minyak dan produk susu. Jadi pada baalita
membutuhkan kalori sekitar 1000-1500 kkal/hari tergantung dari usia, jenis
kelamin, dan aktivitas fisik pada balita. Nah kebutuhan kalori pada balita tersebut
yaitu contoh porsi makan ideal yang dapat diberikan kepada anak dalam satu hari.

1. Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai energy utama bagi tubuh. Karbohidrat terbagi menjadi 2
yaitu :
a. karbohidrat sederhana
karbohidrat sederhana ditemukan pada gula dan makanan manis
b. karbohidrat kompleks
karbohidrat kompleks ditemukan dimakanan pokok yang tiap hari dkonsumsi seperti
nasi, kentang, singkong, jagung, dll
Anak anda juga harus dibatasi mengkonsumsi karbohidrat sederhana, agar terhindar dari
penyakit diabetes.
2. Protein
Peran protein adalah membangun dan memperbaiki jaringan yang rusak untk
meningkatkan system kekebalan tubuh, asupan protein yang cukup dapat membuat daya
tahan tubuh lebih kuat jadi tidak mudah sakit. Protein dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Protein nabati
Contoh protein nabati yaitu kacang-kacangan
b. Protein hewani
Contoh protein hewani yaitu daging, ayam, telur, seafood.
3. Lemak
Lemak tidak selalu buruk, lemak juga dibutuhkan tubuh untuk kesehatan. Asupan lemak
diperlukan untuk membantu penyerapan vitamin, mengatur suhu tubuh, sumber energy,
dan nutrisi untuk otak sikecil. Lemak dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Lemak jenuh : gajih, gorengan
b. Lemak tak jenuh : ikan tuna, teri, tongkol, kakap, salmon
4. Serat
Serat berfungsi untuk memperlancar system pencernaan, menurunkan kadar kolesterol,
mengontrol kadar gula darah. Serat banyak terdapat di sayur dan buah-buahan.
5. Camilan sehat
Contohnya seperti pudding, yoghurt, biskuit

Pemateri : Berikut adalah materi yang dapat saya sampaikan, mungkin jika ibu-ibu masih
ada yang belum faham bisa ditanyakan.

Audien : Iya mbak ini saya masih bingung

Pemateri : Silahkan ditanyakan saja bu

Audien : Begini mbak, jadi anak saya susah makan nasi kalau pagi. Dan juga anak sayaa
itu tidak suka sayur mbak. Itu solusinya bagaimana ya mbak?

Pemateri : iya jadi ibu bisa menginovasi makanan untuk anaknya sekreatif mungkin agar
anak ibu mau untuk makan. Contohnya naget atau telur yang dicampuri sayur
agar sayurnya nanti tidak kelihatan, bisa juga di olah yang lain seperti dibuat
minuman jus, pudding, dicampur in ke telur dan sebagainya.

Audien : Kalau dimasak seperti itu anak saya terkadang masih tidak mau, soalnya sayur
nya masih kelihatan lalu bagaimana mbak?

Pemateri : Itu bisa pakai alternative lainnya bu, seperti dicampur dengan jus kemudian
dikasih susu agar sayurnya tidak begitu terasa. Contohnya jus wortel selain
terdapat kandungan yang ada didalam nya juga warna nya menarik anak.

Audien : Oiyaa, lalu jika anak saya sering suka mengkonsumsi mie itu bagaimana?
pastinya kan mie instan itu tidak baik untuk kesehatan.

Pemateri :Apakah anak ibu sering makan mie?

Audien : Iya mbak, itu bagaimana ya mbak solusinya?

Pemateri : Makan Instan Itu ada batasannya ya bu kalau bisa seminggu itu sekali saja,
karena kasian ususnya si kecil.
Audien : kalau seperti itu bagaimana mbak anak saya nanti kalau tidak mau makan?
Takutnya nanti sakit.

Pemateri : Kalau memang si kecil suka makan mie, lebih baiknya ibu membuat mie sendiri,
bahan-bahannya bisa ditambah dengan sayur. Itu jelas lebih sehat tanpa pengawet
dan efek samping.

Audien : Baik mbak

Pemateri : Ada yang ingin ditanyakan lagi bu?

Audien : Kalau si kecil kurang suka makan nasi bagaimana mbak? Soalnya anak saya itu
malah sering minum susunya daripada makan nasi.

Pemateri : Itu sudah baik bu. Sebenarnya susu untuk anak kecil itu sudah mengandung
banyak kandungan nutrisi didalamnya. Tetapi kalau bisa juga diselingi jangan
minum susu terus menerus.

Audien : Nah itu mbak masalahnya disuruh makan nasi itu sulit

Pemateri : Sebenarnya makan tidak hanya nasi ya bu,6 bisa juga diganti dengan roti,
gandum , atau kalau si kecil suka makan seperti jagung itu juga gapapa. Jadi
makan tidak harus sama nasi

Audien : oh iya mbak, terimakasih

Fase Terminasi

Moderator : apa ada yang ditanyakan lagi? Kalau tidak ada saya tutup ya, sebelumnya akan
diberikan kesimpulan.

Notulen : jadi kesimpulannya

1. jika anak tidak mau makan sayur maka ibu bisa menginovasi makanan untuk anaknya
sekreatif mungkin agar anak ibu mau untuk makan. Contohnya naget atau telur yang
dicampuri sayur agar sayurnya nanti tidak kelihatan, bisa juga di olah yang lain seperti
dibuat minuman jus, pudding, dicampur in ke telur dan sebagainya.
2. Jika anak suka makan mie maka ibu lebih baiknya ibu membuat mie sendiri, bahan-
bahannya bisa ditambah dengan sayur. Itu jelas lebih sehat tanpa pengawet dan efek
samping.
3. Jika anak tidak suka makan nasi itu tidak apa-apa susu untuk anak kecil itu sudah
mengandung banyak kandungan nutrisi didalamnya. Tetapi kalau bisa juga diselingi
jangan minum susu terus menerus.

Moderator : cukup sekian materi yang kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk ibu-ibu
semua dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bila ada kurangnya
kami mohon maaf, wassalamuaikum wr.wb.