Anda di halaman 1dari 17

p

PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA


No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/2
KALIMANTAN SELATAN Tanggal Terbit : Disahkan oleh
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Revisi :
STANDAR OPERASIONAL drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
PROSEDUR NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Perencanaan anggaran yang berkaitan dengan anggaran belanja


untuk kegiatan makanan dan minuman institusi (rumah sakit) yang
sebaiknya direncanakan setahun sebelumnya.
Untuk mengetahui perkiraan kebutuhan anggaran dana yang
Tujuan & Fungsi dibutuhkan dalam setahun untuk penyediaan makanan dan minuman
rumah sakit.
Anggaran dibuat dengan memperhatikan peraturan rumah sakit,
Kebijakan memperhatikan biaya bahan makanan dan kenaikan harganya, biaya
tenaga kerja. , berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD)

1. Perencanaan anggaran belanja rumah sakit meliputi bahan


Prosedur makanan, peralatan, pemeliharaan, perbaikan alat, dan bahan
bakar.
2. Apabila harga pasar cukup stabil maka menurut harga tahun
sebelumnya dijadikan patokan.
3. Apabila direncanakan peralatan yang baru, dipertimbangkan
biaya yang tersedia dengan macam dan model peralatan
4. Dalam perencanaan anggaran belanja diperlukan pencatatan dan
pelaporan.
5. Apabila ada penggolongan atau klasifikasi konsumen, maka
dalam pencatatan dan pelaporan biaya dipisah menurut
golongan.
6. Perhitungan unit harga per porsi makanan dilakukan untuk satu
putaran menu
7. Apabila harga bahan makanan tidak stabil,maka harga per porsi
perputaran menu, akan memberikan perbandingan harga pada
setiap putaran menu.
8. Dalam perencanaan anggaran belanja dibutuhkan data- data
mengenai :
 Macam dan jumlah bahan makanan yang ada
 Macam dan jumlah bahan makanan yang dibutuhkan
untuk berbagai golongan konsumen
 Jumlah taksiran bahan makanan yang akan dibeli
 Jumlah konsumen yang makan menurut macamnya
 Kalkulasi total biaya
 Pengusulan anggaran belanja setahun
PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
2/2
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

1. Bidang Pelayanan
Unit Terkait 2. Instalasi Gizi
3. Bagian Perencanaan Keuangan
PERENCANAAN MENU MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/2
KALIMANTAN SELATAN Tanggal Terbit : Disahkan oleh
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Revisi :
STANDAR OPERASIONAL drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
PROSEDUR NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Perencanaan mengenai menu makanan yang akan disajikan dalam


institusi rumah sakit.
Untuk mengetahui perkiraan kebutuhan anggaran dana yang
Tujuan & Fungsi dibutuhkan dalam setahun untuk penyelanggaraan makan rumah
sakit.
Perencanaan menu makanan dibuat dengan memperhatikan
Kebijakan peraturan rumah sakit untuk penyelenggaraan makanan,
memperhatikan biaya bahan makanan dan kenaikan harganya,
banyaknya tenaga kerja.

1. Perencanaan menu akan baik hasilnya bila dilakukan oleh suatu


Prosedur kelompok (panitia kerja) yang terdiri dari mereka yang yang
banyak berkaitan dalam penyelenggaraan makanan.
2. Dalam penyelenggaraan menu perlu diperhatikan hal- hal
berikut :
 Kebutuhan gizi orang /pasien yang dilayani, yang diperkirakan
dengan menggunakan Daftar Kecukupan Gizi
 Peraturan dan macam rumah sakit, yang menyangkut kebijakan
dan anggaran belanja bahan makanan, prosedur, pembelian
bahan makanan, penggunaan atau pemakaian bahan makanan.
 Kebiasaan makan, menu sedapat mungkin disesuaikan dengan
kebiasaan makan sebagian besar masyarakat yang dilayani.
 Macam dan jumlah orang yang dilayani, sehingga semakin
banyak pula variasi menu yang akan disajikan.
 Peralatan dan perlengkapan dapur yang tersedia
 Macam dan jumlah pegawai , perhitungan ini dimaksud agar
pekerjaan memasak dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
 Macam pelayanan yang diberikan
 Musim/iklim dan keadaan pasar
 Keuangan yang tersedia
3. Menulis bahan lauk pauk dari hewani, karena merupakan
bagian yang penting dan paling mahal harganya, diikuti pula
dengan lauk pauk nabati, golongan sayuran, buah, dan
dipersiapkan pula makanan selingan.
4. Untuk perencanaan menu diperlukan buku- buku atau standar
resep.
PERENCANAAN MENU MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
2/2
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

1. Bidang Pelayanan
Unit Terkait 2. Instalasi Gizi
3. Bagian Perencanaan Keuangan
PERHITUNGAN KEBUTUHAN BAHAN
MAKANAN DI RUMAH SAKIT
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN 1/1
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN Tanggal Terbit : Disahkan oleh
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511) Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL Tanggal Revisi :


PROSEDUR drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Suatu rangkaian kegiatan untuk menetapkan macam dan jumlah


bahan makanan dengan kualitas yang ditetapkan dalam kurun waktu
tertentu dalam upaya melaksanakan kegiatan pengadaan makanan di
rumah sakit.
Untuk mengetahui perkiraan macam dan jumlah bahan makanan
Tujuan & Fungsi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit.

Perhitungan kebutuhan bahan makanan dirumah sakit berdasarkan


Kebijakan perkiraan macam dan jumlah bahan makanan yang dibutuhkan
dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit.
1. Jumlah dan macam pasien atau pegawai yang diberi
Prosedur makan,diambil data 1-2 tahun terakhir serta rata- rata jumlah
porsi yang disajikan selama 3-6 bulan terakhir.
2. Menetapkan menu standar
3. Menyiapkan petunjuk pelaksanaan menu
4. Mebuat petunjuk teknik porsi hidangan
5. Menetapkan standar resep
6. Petunjuk penggelapan bahan makanan, dan sisa makanan
matang yang tidak dapt dimakan
7. Jumlah dan macam hari pelayanan
8. Ada ketetapan pada hari khusus.
1. Bidang Pelayanan
Unit Terkait 2. Instalasi Gizi
3. Bagian Perencanaan Keuangan
PEMBELIAN BAHAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/2
KALIMANTAN SELATAN Tanggal Terbit : Disahkan oleh
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Revisi :
STANDAR OPERASIONAL drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
PROSEDUR NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan yaitu pembelian bahan makanan


yang dibutuhkan dalam proses penyelenggaraan makanan di rumah
sakit.
Untuk pertimbangan dan pengawasan dalam memenuhi
Tujuan & Fungsi penyelenggaraan makanan rumah sakit.
Pembelian bahan makanan dapat diperoleh berdasarkan ketentuan
Kebijakan pemerintah,
1. Berdasarkan ketentuan pemerintah bahwa proses pembelian
Prosedur bahan makanan di rumah sakit dilakukan secara kontrak
berdasarkan pelelangan.
2. Kebutuhan bahan makanan yang akan dilelangkan, sebelumnya
dikonsultasikan dengan direktur guna pengecekan dan ketepatan
sesuai anggaran yang tersedia.
3. Pihak- pihak pelelangan mempersiapkan ketentuan- ketentuan
yang jelas mengenai pokok- pokok perjanjian dengan
rekanan,persyaratan dan ketentuan tentang pembayaran,
persyaratan dan spesifikasi bahan makanan, harga standar,
jangka waktu penyelesaian kontrak, penetapan sanksi bila bila
rekanan tidak memenuhi kewajiban, status hukum, hak dan
kewajiban para pihak yang terlibat dalam perjanjian kontrak.
4. Dalam menetapkan perjanjian dengan rekanan transportasi,
jadwal pengiriman bahan makanan, serta pembelian bahan
makanan bila suatu waktu dibutuhkan.
5. Pihak instalasi gizi harus memberikan contoh atau spesifikasi
bahan makanan yang diharapkan dari rekanan.
6. Harus ada prosedur pelelangan yang jelas.
7. Persiapan- persiapan yang perlu dilakukan sebelum menghadapi
penawaran pembelian bahan makanan :
 Mempersiapkan daftar kekuatan pasien selama 1-2
tahun terakhir
 Mempersiapkan harga bahan makanan 1-2 tahun
sebelumnya dan memperhitungkan kenaikan harga
 Daftar kebutuhan makanan pasien
 Menu makanan pasien
 Standar porsi yang ditetapkan
 Daftar standar harga pasar pada saat itu
PEMBELIAN BAHAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
2/2
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

 Laporan tentang kandite rekanan yang ada saat itu.


Prosedur  Perencanaan pemesanan bahan makanan (harian.dua
kali seminggu,satu kali seminggu,dua kali sebulan,satu
kali sebulan,satu kali tiga bulan,dan pemesananan
menurut kebutuhan tah terduga).
Unit Terkait 1. Bidang Pelayanan.
2. Instalasi Gizi.
3. Perencanaan Keuangan.
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
1/2
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
Tanggal Terbit : Disahkan oleh
BANJARMASIN Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006
Pengertian Suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan setelah bahan makanan
yang memenuhi syarat diterima dari pihak rekananan, kemudian
dibawa ke ruang penyimpanan, gudang/ ruang pendingin
Untuk mempertahankan mutu makanan, memilihara keamanan dan
Tujuan & Fungsi meminimalkan terjadinya kontaminasi makanan.
Penyimpapan makanan disesuaikan dengan standar penyimpanan
Kebijakan makanan.
Penyimpanan memperhatikan system FIFO ( First In First Out ) dan
FEFO (( First Expired First Out )
1. Semua kelas rumah sakit harus memiliki ruang penyimpanan
Prosedur bahan makanan kering dan ruang pendingin, serta ruang
pembeku (freezer)
2. Prosedur penyimpanan bahan makanan kering adalah :
 Bahan makanan harus ditempatkan secara teratur
menurut macam, golongan ataupun urutan pemakaian
bahan makanan
 Menggunakan bahan yang diterima lebih dahulu (FIFO)
 Pemasukan dan pengeluaran bahan makanan serta
berbagai pembukuan dibagian penyimpanan bahan
makanan kering.
 Gudang harus selalu dikunci pada saat tidak ada
kegiatan serta dibuka pada waktu- waktu yang
ditentukan.
 Semua bahan makanan terletak pada rak bertingkat,
makanan yang berbobot besar diatas rak yang cukup
kuat, 15 cm dari lantai, 10 cm dari dinding,serta 50 cm
dari langit- langit. Bahan makanan yang berat ini
hendaknya disusun berseling agar ada sirkulasi udara
yang baik.
 Semua bahan makanan ditempatkan dalam tempat yang
tertutup dan terbungkus rapat serta tidak berlubang.
 Sampah dari kertas harus segera dibuang
 Suhu ruangan harus kering hendaknya berkisar pada 19-
21 derajat selsius.
 Pembersihan ruangan secara periodic, 2 kali seminggu
 Semua lubang yang ada digudang harus berkasa.
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
2/2
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

 Makanan matang ( sayur ) didinginkan dulu kemudian


Prosedur dibungkus rapi dan disimpan di ciller dengan suhu 0 - 5 0C

Makanan kering ( kemas) disimpan di tempat penyimpanan


dengan suhu ruang ( rak / lemari) dengan memperhatikan
tanggal kadaluarsa makanan.

Makanan kering yang sudah terbuka (susu) dan tidak habis


terpakai ditutup rapat dan diberi keterangan tanggal makanan
dibuka kemudian disimpan tidak boleh lebih dari 30 hari.

Makanan yang sudah kedaluarsa ( waktu, fisik) harus


dibuang.

Unit Terkait -
PERSIAPAN MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/2
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Disahkan oleh
STANDAR OPERASIONAL Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
PROSEDUR

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Suatu kegiatan di ruang pengolahan makanan mulai dari makanan


selesai dimasak, disimpan sebentar sampai makanan siap
didistribusikan ke ruang rawat inap.

Tujuan & Fungsi Memelihara keamanan dan meminimalkan terjadinya kontaminasi


makanan
Penyiapan makanan dilakukan oleh tenaga pengolah makanan
Kebijakan dengan memperhatikan higiene dan sanitasi makanan.
 Tenaga Penyiapan makanan meminimalkan terjadinya kontaminasi
dengan menggunakan APD.
 Tenaga Penyiapan Makanan memakai APD
Prosedur Makanan yang sudah masak dipindahkan dari tempat memasak
(kompor) ke tempat penyajian makanan yang tertutup.
 Makanan disajikan di tempat makan pasien (sistem sentralisasi) dan
di rantang tertutup (sistem desentralisasi) sesuai dengan daftar pesanan
makanan dari masing-masing ruang rawat inap.
 Makanan siap di distribusikan ke ruang rawat inap

Unit Terkait Ruangan Rawat inap.


KETENTUAN PETUGAS PENJAMAH MAKANAN
DI DAPUR INSTALASI GIZI
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
1/1
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL Tanggal Terbit : Disahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSGM Gusti Hasan Aman

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Ketentuan yang harus dipatuhi oleh semua tenaga penjamah makanan

 Terwujudnya disiplin dan tanggungjawab petugas dalam bekerja


Tujuan & Fungsi sesuai dengan prosedur yang ada.
 Untuk menjaga higiene makanan guna menghindari terjadinya
penyakit nosokomial pada pasien .

Kebijakan Pedoman PGRS Kemenkes tahun 2013


 Cuci tangan dengan sabun sebelum memulai atau sesudah bekerja,
Prosedur setiap keluar dari WC, sesudah menjamah bahan yang kotor.
 Sebelum dan selama bekerja tidak menggaruk kepala, muka, hidung
dan bagian tubuh yang lain yang dapat menimbul kuman.
 Alihkan muka dari makanan dan alat-alat makan dan minum bila
batuk atau bersin.
 Pergunakan masker/tutup hidung dan mulut serta sarung tangan bila
diperlukan.
 Pengolahan makanan hendaknya dilakukan menurut proses yang
ditetapkan, sesuai dengan peralatan masak, waktu, dan suhu ataupun
tingkat pemasakan.
 Gunakan sendok, garpu atau alat lainnya untuk menjamah makanan.
 Tidak boleh merokok di ruang kerja
 Selalu menjaga kebersihan tempat kerja, kamar mandi dan WC

Unit Terkait 
PENYEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN
PEGAWAI
PEMERINTAH PROVINSI No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT 1/1
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit : Disahkan oleh
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Kegiatan untuk menyediakan makan minum pegawai untuk memenuhi


gizi saat bekerja.
Tujuan & Fungsi Terpenuhinya kebutuhan gizi pegawai saat bekerja

Kebijakan  Pada pelaksanaanya Instalasi Gizi/ unit Gizi di RSGM Gusti Hasan
Aman dalam menyelenggarakan makanan dengan memanfaatkan
perusahaan Jasa Boga atau catering untuk menyediakan makanan
minuman karyawan Rumah Sakit dengan bentuk sistem
diborongkan ke Jasa Boga (Semi Out-Sourcing) yaitu sistem
diborongkan sebagian, penggusaha jasa boga selaku penyelenggara
makanan menggunakan sarana dan prasarana atau tenaga milik
Rumah Sakit.

Prosedur  Instalasi Gizi menyediakan makanan sesuai dengan jumlah pegawai


yang mendapatkan makan.
 Pegawai yang mendapatkan makan mengambil makanan ke Instalasi
gizi.

Unit Terkait 
PENGOLAHAN BUBUR

No. Dokumen No. Revisi No. Halaman


PEMERINTAH PROVINSI 1/1
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL Tanggal Terbit : Disahkan oleh


PROSEDUR Direktur RSGM Gusti Hasan Aman

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Suatu proses untuk mengolah beras menjadi makanan lunak ( bubur )
dengan perbandinngan beras dan air = 1 : 8

Tujuan & Fungsi Menyediakan bubur yang siap didistribusikan.


Pengolahan bubur berdasarkan jumlah pemesanan diit lunak (bubur)
Kebijakan untuk pasien Ruang Rawat Inap.
 Bersihkan alat untuk memasak bubur
Prosedur  Cuci beras hingga bersih
 Siapkan air untuk memasak bubur
 Didihkan air di boilling pan
 Setelah mendidih, masukkan beras
 Masak sampai matang sambil diaduk-aduk
 Siap didistribusikan.

Unit Terkait 
PENGOLAHAN NASI
PEMERINTAH PROVINSI No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT 1/1
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit : Disahkan oleh
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Suatu proses untuk mengolah beras menjadi makanan nasi biasa
Tujuan & Fungsi Menyediakan nasi yang siap dikonsumsi.

Pengolahan nasi berdasarkan jumlah pemesanan diet dengan bentuk


Kebijakan makanan nasi untuk pasien Ruang Rawat Inap dan petugas
 Bersihkan alat untuk memasak nasi
Prosedur  Cuci beras hingga bersih
 Masukkan beras ke dalam panci
 Masukkan air dengan perbandingan beras dan air adalah 1 : 2
 ( missal : beras 5 kg ditambahkan air 10 lt.
 Masak sampai matang
 Siap didistribusikan.
Unit Terkait 

DISTRIBUSI MAKANAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
1/1

PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Tanggal Terbit : Disahkan oleh
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511) Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
3260818
BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL Tanggal Revisi :


PROSEDUR drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Disribusi makanan adalah serangkaian proses kegiatan


penyampaian makanan sesuai dengan jenis makanan dan jumlah
porsi pasien yang dilayani.
Konsumen /pasein mendapat makanan sesuai diet dan ketentuan yang
Tujuan & Fungsi berlaku,prasyarat:
 Tersedianya peraturan pemberian makanan rumah sakit.
 Tersedianya standar porsi yang ditetapkan rumah sakit.
 Adanya peraturan pengambilan makanan.
 Adanya daftar permintaan makanan pasein
 Tersedianya peralatan untuk distribusi makanan dan peralatan
makan.
 Adanya jadwal pendistribusian makanan yang ditetapkan.

Distribusi berdasarkan jumlah pemesanan diet dengan bentuk makanan


Kebijakan untuk pasien Ruang Rawat Inap dan petugas
Pendistribusaian ada 3(Tiga) system distribusi,yaitu:
Prosedur  Distribusi makanan yang dipusatkan (Sentralisasi) yaitu
makanan dibagi dan disajikan dalam alat makan diruang
produksi makanan.
 Distibusi makanan yang tidak dipusatkan yaitu makakan pasein
dibawa ke ruang perawatan pasein dalam jumlah banyak atau
besar, kemudian dipersiapkan ulang dan disajikan dalam alat
pasein sesuai dengan dietnya.
 Distribusi makanan kombinasi dilakukan dengan cara sebagian
makanan ditempatkan langsung kedalam alat makanan pasein
sejak dari tempat produksi , dan sebagian lagi dimasukkan
kedalam wadah besar yang distribusnya dilaksanakan setelah
sampai diruang perawatan.

Unit Terkait Direksi, Tata Usaha, Poli, IGD, Instalasi, Cs, Satpam
KONSULTASI/ EDUKASI GIZI PASEIN RAWAT INAP
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/1
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Disahkan oleh
STANDAR OPERASIONAL Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
PROSEDUR

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Konsultasi/edukasi gizi pasien rawat inap merupakan kegiatan


edukasi kepada pasein dan atau keluarga pasein mengenai informasi
berkaitan dengan nutrisi pasein, yang dilakukan oleh ahli gizi
berdasarkan nutritional care process dengan menggunakan metode
ADIME (Assesment Diagnose-Intervention Monitoring Evaluation)
Agar pasien/ keluarga dapat tetap menjalankan diet dan menjaga
Tujuan & Fungsi perilaku makan setelah pasein pulang kerumah.
Setiap pasein rawat inap yang beresiko malnutrisi berdasarkan skrining
Kebijakan awal gizi/ skrining gizi pembanding berhak mendapatkan pelayanan
konsultasi gizi sebelum pasein pulang.
1. Berdasarkan nutritional care process dengan menggunakan
Prosedur metode ADIME, diperoleh intervensi diet yang terdiri dari
tujuan diet, prinsip diet, perhitungan kebutuhan zat gizi,terapi
diet yang diberikan.
2. Tentukan leafet yang sesuai dengan terapi diet yang diberikan, isi
kebutuhan zat gizi yang diperlukan pasein dan saran-saran diet
yang diperlukan.(5 menit).
3. Berikan konsultasi atau penjelasan tentang masalah dan kondisi
status gizi kepada pasein dan atau keluarga pasein hingga pasein
menyadari perlunya menjalankan diet (15 menit).
4. Konfirmasi ulang pasein dan atau keluarga mengerti tentang
konsultasi/ edukasi yang diberikan (3 menit).
5. Minta pasein dan atau keluarga pasein untuk menandatangani/
parf pada lembar rekam medis edukasi (rekam medis) yang
disediakan ( 2 menit)
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap
KONSULTASI/ RUJUKAN GIZI PASEIN RAWAT JALAN
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
PEMERINTAH PROVINSI
1/1
KALIMANTAN SELATAN
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
GUSTI HASAN AMAN
Jl. SimpangUlin No. 28, Telp/Fax (0511)
3260818
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Disahkan oleh
STANDAR OPERASIONAL Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
PROSEDUR

Tanggal Revisi :
drg. Sapta Rianta Hutasoit, Sp.Ort
NIP. 19710924 200003 2 006

Pengertian Konsultasi gizi pasien rawat adalah serangkaian kegiatan


penyampaian pesan- pesan yang direncanakan dan dilaksanakan
sesuai dengan penyakit serta menanamkan pengertian dan sikap
prilaku positif pasein dan lingkungan keluarga terhadap upaya
perbaikan gizi atas permintaan sendiri atau rujukan dokter.
Tujuan & Fungsi Agar pasien mendapatkan pengarahan diet yang tepat sesuai dengan
kondisi penyakitnya.
Setiap pasein rawat jalan yang memerlukan terapi diet, berhak
Kebijakan mendapatkan pelayanan konsultasi diet oleh seorang Dietisien.
1. Terima permintaan konsultasi gizi disertai
Prosedur  Surat rujukan dari dokter
 Kwitansi pembayaran jika sudah ada (sementara Gratis)
 Dokumentasi medis
2. Anamnesa seluruh data pasien dengan menggunakan prosedur
ADIME.
3. Kaji status Gizi Pasein
4.Beri penjelasan masalah/ kondisi gizi pasein hingga pasein
menyadari tentang tujuan untuk konsultasi gizi
5. Hitung kebutuhan zat- zat gizi yang diperlukan pasein.
6. Isi leaflet sesuai dengan diet dan jumlah kebutuhan zat giziyang
diperlukan pasein.
7. Beri penjelasan tentang diet dan konsultasi gizi kepada pasein.
8. Pastikan pasein mengerti tentang diet yang diberikan dengan
menanyakan kembali tentang aturan makan yang diberikan.

Unit Terkait Instalasi Rawat Jalan.