Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ni Made Arika Wulandari

NIM : 1707531081
Mata Kuliah : Corporate Governance (C1)
1. Jelaskan peran komite audit, komite pemantau resiko, komite remunerasi dan nominasi
dalam corporate governance.
a) Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman
Pelaksanaan Kerja Komite Audit yang kemudian diubah dengan peraturan OJK No.
55/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI No. I-A yang mewajibkan Emiten atau Perusahaan
Publik memiliki komite audit. Tugas pokok dari komite audit adalah membantu Dewan
Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan atas kegiatan Perseroan yang terkait
dengan penelaahan atas informasi keuangan, pengendalian internal, manajemen risiko,
efektivitas auditor internal dan eksternal, dan kepatuhan pada peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku.
Seluruh komite audit harus independensi atau tidak dapat dipengaruhi oleh pihak
manajemen perusahaan dan pihak lainnya dalam menjalankan tugas yang dimiliki untuk
mewujudkan kredibilitas di mata public dan pemegang saham.
Komite Audit memiliki peran penting dalam penerapan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance terutama dalam fungsi pengawasan dan pengendalian internal.
Adapun peran lain komite audit yaitu:
- Pemenuhan GCG perusahaan. Peran komite audit diharapkan dapat meningkatkan
mutu pengawasan pada perusahaan yang mampu memberikan perlindungan dan
keamanan bagi para pemegang saham.
- Berperan dalam menerapkan enterprise risk management yang berhubungan dengan
metode dan prinsip mengenai pengelolaan risiko serta peluang untuk mencapai tujuan
perusahaan.
- Sebagai mitra auditor internal yang membantu tugas satuan pengawas internal dalam
melakukan audit internal.
- Memberi nilai tambah bagi auditor internal untuk memuaskan dan menyusun laporan
keuangan untuk direktur utama.
b) Komite Pemantau Risiko adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab
kepada Dewan Komisaris dalam usaha mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab Dewan Komisaris terkait pengawasan dan pemantauan penerapan manajemen
risiko, dan menilai efektifitas manajemen risiko termasuk menilai toleransi risiko yang
dapat diambil oleh perusahaan.
Komite Pemantau Risiko berperan dalam membantu Dewan Komisaris
melaksanakan tugas pengawasan yang berkenaan dengan:
- Mengevaluasi dan menganalisa secara berkala mengenai kebijakan manajemen risiko
dan memberikan pendapat berupa saran dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
untuk perbaikan dan penyempurnaan kerangka kerja manajemen risiko.
- Mengevaluasi dan menganalisa laporan laporan profil risiko perseroan secara berkala
dan memberikan saran serta rekomendasi untuk perbaikan dan penyempurnaan yang
diperlukan.
- Memantau dan mengevaluasi kecukupan proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan, pengendalian dan sistem informasi manajemen risiko perseroan, serta
memberikan saran dan rekomendasi terkait efektivitas dan kualitas penerapan
manajemen risiko.
- Melakukan pengawasan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen
Risiko dan Divisi Manajemen Risiko serta memberikan saran dan rekomendasi
mengenai pelaksanaan efektivitas tugas Komite Manajemen Risiko dan Divisi
Manajemen Risiko.
- Mengevaluasi dan menganalisa pelaksanaan pengendalian risiko terjadinya fraud di
perseroan, serta memberikan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas
penerapan strategi anti fraud.
- Mengevaluasi dan menganalisa tingkat kesehatan perusahaan dan memberikan saran
serta rekomendasi atas pemeliharaan tingkat kesehatan perusahaan.
c) Berdasarkan pedoman umum Good Corporate Governance (GCG) Indonesia oleh
Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), peran Komite Nominasi dan Komite
Remunerasi adalah membantu Dewan Komisaris dalam penetapan kriteria pemilihan
calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta mengusulkan besaran remunasinya.
Tugas Komite Nominasi adalah sebagai berikut:
- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris tentang hal-hal yang
berhubungan dengan: 1) komposisi jabatan anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris yang sesuai dengan anggaran dasar perusahaan dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, 2) kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses
nominasi, 3) kebijakan evaluasi kinerja anggota Direksi dan Dewan Komisaris, 4)
program untuk pengembangan kemampuan anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
- Membantu Dewan Komisaris dalam menyusun tolak ukur kinerja anggota Dewan
Komisaris dan anggota Direksi dan menyediakan informasi terkait indikator kinerja
untuk penilaian kinerja.
- Mengusulkan calon anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang memenuhi
syarat untuk menjadi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
Sedangkan tugas Komite Remunerasi, antara lain:
- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris tentang kebijakan, struktur dan
besaran remunerasi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris.

- Membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan besaran remunerasi dengan


mempertimbangkan hasil penilaian kinerja setiap anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris.

2. Jelaskan perbedaan peran dewan komisaris dan komisaris independent.


Dewan komisaris adalah organ perseroan atau anggota Dewan komisaris yang
ditunjuk beradasarkan surat keputusan rapat Dewan komisaris dengan tugas dan
wewenang utamanya adalah melakukan pengawasan secara lebih insentif terhadap
kegiatan pengurusan perusahaan yang dijalankan oleh Direksi. Sedangkan, Komisaris
independen berasal dari pihak luar atau anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi
dengan direksi, anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta
bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat memengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata untuk
kepentingan perseroan.
Dewan Komisaris memiliki peran dalam fungsi pengawasan atas kebijakan
kepengurusan Perseroan termasuk pemberian nasihat terhadap Dewan Direksi sesuai
tujuan dan kepentingan perusahaan, serta memperhatikan bahwa penerapan GCG tekah
terlaksana dengan baik. Peranan Komisaris independen juga memastikan prinsip dan
praktik Good Corprate Governance telah diterapkan dan dipatuhi dengan semestinya.
Pelaksanaan tugas Komisaris independen adalah mendorong dan menciptakan tata kelola
yang lebih independen, obyektif dan meningkatkan kesetaraan (fairness).

Pentingnya Komisaris independen dalam pemenuhan fungsi pengawasan dari Dewan


Komisaris, karena dalam praktiknya sering terjadi benturan kepentingan pada perusahaan
publik. Dengan ini, keberadaan Komisaris independen penting dalam penerapan GCG dan
tata kelola perusahaan dalam mengawasi benturan dan konflik kepentingan tersebut,
untuk memperhatikan hak-hak pemegang saham terutama minoritas agar dapat
terlindungi.

3. Uraikan komposisi dewan direksi, dewan komisaris, komisaris independen sesuai dengan
UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. Sebutkan pula masing-masing organ
mengenai: Tugas utama (1 saja), kemampuan akademik yang harus dimiliki,
pengangkatan dan pemberhentian organ tersebut.
a) Komposisi Dewan Direksi
Direksi Perseroan terdiri atas 1 (satu) orang anggota Direksi atau lebih. Bagi
Perseroan yang kegiatan usahanya berkaitan dengan menghimpun, mengelola dana
masyarakat, Perseroan yang menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat atau
Perseroan Terbuka wajib memiliki paling sedikit dua orang anggota Direksi.
Tugas Utama. Dewan Direksi memiliki tugas dengan wajib menjalankan pengurusan
Perseroan untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan
yang disesuaikan dengan kebijakan yang tepat dalam batas yang ditentukan dalam
undang-undang. Juga memperhatikan keseimbangan kepentingan seluruh pihak yang
berkepentingan dengan aktivitas perseroan.
Kemampuan Akademik yang Harus Dimiliki. Setiap anggota Direksi wajib bekerja
secara profesional, penuh integritas dan kehati-hatian. Anggota Dewan Direksi harus
cakap melakukan perbuatan hukum, memiliki komitmen untuk memenuhi peraturan
perundang-udangan, dan memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang sesuai.
Pengangkatan dan Pemberhentian Organ.
Anggota Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Syarat orang yang
dapat diangkat menjadi Direksi dalam perseroan adalah orang perseorang yang cakap
melakukan perbuatan hukum, kecuali dalam waktu 5 tahun sebelum pengangkatannya
pernah: (Pasal 93 ayat (1) UU PT No. 40 tahun 2007)
- Dinyatakan pailit
- Menjadi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah
menyebabkan suatu Perseroan dinyatakan pailit
- Dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau
yang berkaitan dengan sektor keuangan.
Berlakunya pengangkatan, penggantian, dan pemberhentian anggota direksi mulai
berlaku sejak ditutupnya RUPS.
Pemberhentian anggota direksi dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan
keputusan RUPS, dengan menyebutkan alasannya. Keputusan pemberhentian itu diambil
setelah anggota direksi diberi kesempatan membela diri dalam RUPS. Selain oleh RUPS,
anggota direksi juga dapat diberhentikan untuk sementara waktu oleh Dewan Komisaris
dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian anggota Dewan Direksi berlaku sejak:
ditutupnya RUPS, tanggal keputusan, tanggal lain yang ditetapkan dalam keputusan
RUPS terkait pemberhentian anggota Dewan Direksi.
b) Komposisi Dewan Komisaris
Dewan Komisaris terdiri atas 1 (satu) orang anggota atau lebih. Dewan Komisaris
yang terdiri atas lebih dari 1 (satu) orang anggota merupakan majelis dan Setiap anggota
Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kegiatan Perseroan yang
didasarkan atas keputusan Dewan Komisaris. Bagi Perseroan yang kegiatan usahanya
berkaitan dengan menghimpun dan/atau mengelola dana masyarakat, juga Perseroan yang
menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat atau Perseroan Terbuka wajib
mempunyai sedikit 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris.
Tugas Utama.
Setiap anggota Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik, kehati-hatian, dan
bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada
Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai maksud dan tujuan Perseroan.
Kemampuan Akademik yang Harus Dimiliki.
Seluruh anggota Dewan Komisaris harusnya cakap dalam perbuatan hukum, memiliki
integritas yang tinggi, memiliki pengetahuan yang memadai di bidan usaha Perseoran,
memiliki kemampuan melakukan peranan pengawasan dan pemberian nasihat sebagai
Dewan Komisaris.
Pengangkatan dan Pemberhentian Organ.
Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Yang
dapat diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris adalah orang perseorangan yang cakap
melakukan perbuatan hukum, kecuali dalam waktu lima tahun sebelum pengangkatannya
pernah:
- Dinyatakan pailit
- Menjadi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah
menyebabkan suatu Perseroan dinyatakan pailit
- Dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau
yang berkaitan dengan sektor keuangan.
Pengangkatan, penggantian, dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris mulai berlaku
sejak ditutupnya RUPS.
Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan sewaktu-waktu
berdasarkan keputusan RUPS dengan menyebutkan alasannya. Keputusan untuk
memberhentikan anggota Dewan Komisaris diambil setelah yang bersangkutan diberi
kesempatan membela diri dalam RUPS. Pemberhentian anggota Dewan Komisaris
berlaku sejak: ditutupnya RUPS, tanggal keputusan, tanggal lain yang ditetapkan dalam
keputusan RUPS terkait pemberhentian anggota Dewan Komisaris.
c) Komposisi Komisaris Independen
Persentase jumlah Komisaris independen wajib paling sedikit 30% dari jumlah
seluruh anggota Dewan Komisaris.
Tugas Utama.
Tugas komisaris independen adalah menjamin transparansi dan keterbukaan laporan
keuangan perusahaan yang sesuai dnegan peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku, serta mengusahakan perlakuan adil terhadap pemegang saham minoritas dan
pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.
Kemampuan Akademik yang Harus Dimiliki.
Komisaris independen wajib memiliki itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-
hatian. Memiliki kemampuan berpikir dan bertindak independen secara professional
sebagai Komisaris independen. Memiliki kemampuan dalam melakukan perbuatan
hukum, memiliki komitmen untuk memenuhi peraturan perundang-udangan.
Pengangkatan dan Pemberhentian Organ.
Komisaris independen diangkat berdasarkan keputusan RUPS, dari pihak yang tidak
terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris lainnya. Pengangkatan, penggantian, dan pemberhentian Komisaris
independen mulai berlaku sejak ditutupnya RUPS.
Pemberhentian Komisaris independen dapat diberhentikan sewaktu-waktu
berdasarkan keputusan RUPS dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian anggota
Dewan Komisaris berlaku sejak: ditutupnya RUPS, tanggal keputusan, tanggal lain yang
ditetapkan dalam keputusan RUPS terkait pemberhentian Komisaris independen.