Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Negara Indonesia adalah negara hukum. Dimana dalam setiap


perbuatan yang dilakukan seseorang maupun badan hukum dapat dimintakan
pertanggung jawaban perbuatannya dalam hukum. Dalam hal ini hukum
berfungsi sebagai alat untuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan
masyarakat dalam berwarga negara.
Dari berbagai macam tindakan pidana yang terjadi dimasyarakat salah
satunya adalah kejahatan penggelapan, bahkan sekarang ini banyak sekali
terjadi tindak pidana penggelapan dengan berbagai macam bentuk dan
perkembangannya yang merujuk pada semakin tingginya tingkat
intelektualitas dari kejahatan penggelapan yang semakin komplek .
Tindak pidana penggelapan adalah satu jenis kejahatan terhadap
kekayaan manusia yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP).
Pengertian tentang penggelapan diatur dalam pasal 372 KUHP yaitu “Barang
siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang yang seluruhnya
atau sebagian kepunyaan orang lain dan yang ada padanya bukan karena
kejahatan diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama
empat tahun atau denda paling banyak Sembilan ratus rupiah.
Putusan Mahkamah Agung No.1429 K/PID/2014 merupakan kasus
unsur penggelapan terhadap terdakwa M. suyud dengan korban R. suwondo.
Kasus ini berawal dari terdakwa menawarkan kepada korban bahwa bisa
meluluskan anak korban bernama Dwi Purnomo bisa menjadi TNI AD dengan
biaya total mencapai Rp.65.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Dengan
janji apabila anak korban tidak masuk TNI AD maka uang akan dikembalikan
oleh tersangka, dan setelah mendengar perkataan terdakwa , korban akhirnya
tertarik kemudian menyerahkan uang tersebut.
Bahwa setelah uang itu diterima oleh terdakwa namun tidak pernah
mengurus anak korban masuk TNI AD dan anak korban ternyata tidak lulus.
Sebagai mana yang telah di janjikan oleh terdakwa. Ketika diterdakwa
ditanyakan sesuai dengan janjinya oleh korban, terdakwa selalu mencari
alasan-alasan dan sulit ditemui.
Contoh diatas merupakan salah satu tindak pidana penggelapan dalam
hal ini khususnya merupakan suatu kasus atau perbuatan melanggar hukum.
Untuk kasus seperti ini sudah sangat memprihatinkan jika dilihat dari sudut
kemanusiaan serta tingkat kejadian yang terus mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun, dan untuk itu dalam penulisan ini, penulis hanya akan
membatasi pokok permasalahan penggelapan ini berdasarkan pasal 372
KUHP saja.

Sehubung dengan dilakukannya pengkajian mengenai masalah tersebut,


maka penulis mengambil judul : Analisis Yuridis Tindak Pidana
Penggelapan Uang Yang Dilakukan Oleh Pegawai Negri Sipil (Studi
Putusan Mahkamah Agung No.1429 K/PID/2014)

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merumuskan masalah
sebagai berikut
1. Apakah perbuatan terdakwa telah memenuhi pasal 372 KUHP (Studi
Putusan Mahkamah Agung No.1429 K/PID/2014 ?
2. Bagaimana snaksi pidana yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung
terhadap terdakwa ?
3. Apa yang di dapat oleh korban dalam kasus penggelapan yang
dilakukan oleh pelaku ?

1.3 Tujuan Penelitian


Untuk menggambarkan putusan hakim yang dijatuhkan kepada
terdakwa pasal 372 KUHP (Studi Putusan Mahkamah Agung No.1429
K/PID/2014).