Anda di halaman 1dari 2

1.

Hasil penelitian dalam jurnal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Trueta ini dari patogenesis


osteomyelitis masa hematogenic akut, yang telah menjadi referensi sejak
publikasi di 1959. Peneliti telah menunjukkan bahwa infeksi akut mungkin
melibatkan daerah osteoperiosteal, dan karena itu istilah '' osteoperiostitis
akut '' akan jauh lebih tepat. Setelah sosialisasi hematogenic, kami
berspekulasi bahwa dua yang berbeda-rute propagasi bakteri mungkin
muncul: yang paling sering, lokal, berikut fiksasi embolus septik di
subperiosteal sebuah edema atau hematoma sekunder trauma tumpul; dan
rute yang lebih umum, dengan osteoperiosteal satu atau beberapa fiksasi,
dan lokasi multivisceral di bentuk parah dari septicemia.
Osteomielitis terletak sering terjadi terutama di tungkai bawah: 70%
(semua lesi), berbanding 20% untuk tungkai atas. Lokasi yang lebih rendah
(tibia, 32,3%; fibula 7,2%). Femur dan tibia menyumbang 58% dari semua
lokasi umum. Di ekstremitas atas Keterlibatan, humerus itu yang paling sering
terpengaruh segmen (11,4%). bentuk parah, dengan beberapa lokus,
dipengaruhi 43 anak (9,5%), 28 di antaranya diperlukan berkepanjangan
intens merawat septikemia akut dengan multivisceral (terutama paru)
keterlibatan; usia rata-rata dalam kasus ini masih muda,pada 5 tahun (vs 8,2
thn).
Untuk pengobatan dan diagnosa senditi, Ultrasonography telah terbukti
penting: untuk diagnosis dini dengan memvisualisasikan abses subperiosteal,
untuk indikasi bedah, dan untuk yang non-invasif dan mudah karakter
direproduksi. Dalam hal keraguan dan di tertentu lokasi dalam, CT scan lebih
tidak disarankan daripada MRI, yang kurang tersedia secara bebas di darurat
dan sering mengharuskan anak menjadi anesthetized. Selain itu perbedaan
yang jelas dalam patologi diamati pada penyakit ini antara zona tropis dan
negara-negara beriklim yang disebabkan persebarang virulensi S. aureus
ketika positif untuk gen PVL dan faktor etnis tertentu untuk masing-masing
anak.

2. Aplikasi pada asuhan keperawatan di Indonesia


Dari hasil jurnal diatas didapatkan bahwa osteomielitis sering kali
terjadi ekstremitas bagian bawah dengan perbandingan 70% dan 20%. Dari
hasil penelitian diatas, maka sebagai perawat hal yang dapat dilakukan ialah
bagaimana mengurang nyeri yang berhubungan dengan inflamasi dan
pembengkakan. Dalam hal ini perawat dapat melakukan tindakan non
farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami klien. Selain itu
berkitan dengan kerusakan mobilitas fisik yang akan dialami klien, maka
perawat dapat memberikan intervensi yang berkaitan degan mobility seperti
melatih gerakan rom baik pasif ataupun aktif serta mempertahankan otot yang
masih berada dalam kondisi yang aktif.