Anda di halaman 1dari 10

PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI STUDI KASUS KREDIT

MACET BRI CABANG JAMBI 2010


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keperilakuan
Dosen Pembimbing: Diah Agustina Prihastiwi, M.Acc.

Nama Kelompok :

1. Panji Afandi (1710104025)


2. Nur Laila (1710104027)
3. Novi Ardhia Cahyani (1710104057)
4. Eka Kurniawati (1710104083)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TIDAR
2020
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah,
karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi Studi
Kasus Kredit Macet Bri Cabang Jambi 2010.
Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah akuntansi keperilakuan, makalah ini dibuat
untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai pelanggaran etika profesi akuntansi.
Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi
dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan Diah Agustina
Prihastiwi, M.Acc. selaku dosen mata kuliah Akuntansi Keperilakuan, rekan-rekan mahasiwa
yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.

Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat,

Magelang, 28 April 2020

Penyusun,
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam bidang ekonomi, akuntansi merupakan salah satu aspek yang sangat
penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maupun menjaga kestabilan
pendanaan pemerintah. Salah satu contoh yaitu, didalam pemerintahan Akuntansi
berperan untuk mengevaluasi kegiatan pemerintah sehingga dapat memudahkan fungsi
perencanaan, pengelolaan, dan pengedalian atas seluruh aktifitas, kewajiban, dan
ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Pengendalian ini dilakukan
untuk mengurangi tindak kecurangan. Kecurangan pada dasarnya merupakan upaya
yang disengaja untuk menggunakan hak orang lain untuk kepentingan pribadi. Maka
disini perlu adanya etika sebagai dasar moral yang harus dijaga

Etika adalah perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia yang dapat dipahami
oleh pikiran manusia. Sedangkan profesi adalah suatu bidang yang sedang dijalankan
oleh seseoranh. Etika profesi mempunyai peranan penting dalam kejujuran atas
kegiatan yang dilakukan. Hal ini mencetuskan adanya pembuatan kode etik dalam suatu
profesi, sehingga cakupanya dapat diterima secara luas dan menyesuaikan
perkembangan. Fungsi dari kode etik profesi yaitu sebagai saran control social, sebagai
pencegah campur tangan pihak lain, dan sebagai pencegah kesalahpahaman konflik.

Tetapi karena semakin banyaknya perkembangan sering kali memberikan


dampak negative. Banyak nya kasus-kasus penyimpangan kode etik profesi akuntansi
yang banyak terjadi seperti kolusi,korupsi,nepotisme dapat timbul karena kurangnya
kesadaran akan pentingnya akuntansi keperilakuan;. Dimana dalam menjalankan
kegiatan akuntansi bertanggungjawab, sesuai dengan mengolah data, dan memiliki
kesadaran nilai moral dalam diri. Maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi
keperilakuan sangat penting dipelajari bertujuan untuk memaksimalkan pelaksanan
akuntansi yang baik. Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas mengenai
pelanggaran kode etik profesi akuntansi terkait Kasus Kredit Macet Rp. 52 Miliar,
akuntan public diduga terlibat.
1.2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana kronologi kasus kredit macet Rp 52 Miliar di BRI cabang Jambi
b. Apakah terjadi kesalahan pada aspek keperilakuan ?
c. Apa System keperilakuan yang harus diterapkan untuk mencegah kasus ini
terjadi?

1.3. Tujuan
a. Untuk megetahui kronologi dan opini penulis tentang kasus kredit macet Rp 52
Miliiar di BRI cabang Jambi
b. aspek keperilakuan apa yang salah sehingga kasus kredit macet Rp 52 Miliiar di
BRI cabang Jambi dapat terjadi
c. System keperilakuan yang harus diterapkan untuk mencegah kasus ini terjadi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kasus Kredit Macet Rp 52 Miliar Di Bri Cabang Jambi

Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor
untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009,
diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati
Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan
usaha di bidang otomotif tersebut.

Fitri Susanti, kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI yang terlibat kasus
itu, Selasa (18/5/2010) mengatakan, setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir
keterangannya dengan para saksi, terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu
sebagai akuntan publik dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangan
tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan keuangan
perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI.

Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut
oleh akuntan publik, sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan
korupsinya. Keterangan dan fakta tersebut terungkap setelah tersangka Effendi Syam
diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik
dalam kasus tersebut di Kejati Jambi.

Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus
lengkap, namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad sebagai
pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak lengkap oleh
akuntan publik. Tersangka Effendi Syam melalui kuasa hukumnya berharap pihak penyidik
Kejati Jambi dapat menjalankan pemeriksaan dan mengungkap kasus dengan adil dan
menetapkan siapa saja yang juga terlibat dalam kasus kredit macet senilai Rp 52 miliar,
sehingga terungkap kasus korupsinya.

Sementara itu pihak penyidik Kejaksaan yang memeriksa kasus ini belum mau
memberikan komentar banyak atas temuan keterangan hasil konfrontir tersangka Effendi
Syam dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik tersebut. Kasus kredit macet yang
menjadi perkara tindak pidana korupsi itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan
adanya penyalahgunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan
Raden Motor. Dalam kasus ini pihak Kejati Jambi baru menetapkan dua orang tersangka,
pertama Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor yang mengajukan pinjaman dan
tersangka Effedi Syam dari BRI yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai pengajuan
kredit.

Ditinjau dari permasalahan-permasalahan tersebut maka perlu adanya peningkatan


nilai moral kepada pelaku akuntansi. Pentingnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya Akuntansi keperilakuan dan dapat dilakukan dengan cara
meningkatkan moral didalam diri Akuntan. Atau dengan kata lain, antara nilai moral dan
akuntansi keperilakuan harus saling berintegrasi dalam mewujudkan pelaksanaan akuntansi
yang baik dan sesuai standar.

2.2 Kesalahan Aspek Keperilakuan Pada Kasus Kredit Macet Rp 52 Miliar Di Bri Cabang
Jambi

Dilihat dari kasus diatas maka kesalahan yang dilakukan oleh Raden Motor adalah
melakukan manipulasi laporan keuangan mengenai kredit macet yang dilakukan oleh pemilik
Raden Motor dan Biasa Sitepu sebagai akuntan publik yang hal tersebut dianggap tidak
berperilaku etis. Dalam kasus kredit macet Rp 52 Miliar di BRI cabang Jambi
menggambarkan bagaimana biasanya sebagian orang memperlakukan etika sebagai subjek.
Pada kasus tersebut, dengan kreatif pemilik Raden Motor dan seorang akuntan publik
melakukan manipulasi laporan keuangan mengenai kredit macet.

Etika dimulai pada tingkat individu. Etika merupakan norma atau standar perilaku kita
yang berfungsi sebagai petunjuk moral ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Etika juga
merupakan seperangkat aturan/norma/pedoman yang mengatur perilaku manusia yang harus
dilakukan maupun yang harus ditinggalkan, yang dianut oleh sekelompok/segolongan
manusia/masyarakat/profesi.

Etika juga sebanding dengan moral, dimana keduanya merupakan filsafat tentang adat
kebiasaan. Jadi, secara umum, etika atau moral adalah filsafat, ilmu, atau disiplin tentang
tingkah laku manusia atau tindakan manusia. Dengan demikian, persepsi umum adalah etika
yang hanya dianggap sebagai pernyataan benar atau salah serta baik atau buruk. Etika
sebenarnya meliputi suatu proses penentuan yang kompleks tentang apa yang harus dilakukan
seseorang dalam situasi tertentu. Proses itu sendiri meliputi penyeimbangan dari berbagai
pertimbangan dari sisi dalam dan sisi luar yang disadari oleh sifat dari kondisi unik, melalui
pengalaman maupun pembelajaran setiap individu.
Akuntan merupakan profesi yang keberadaannya sangat tergantung pada kepercayaan
masyarakat. Sebagai profesi, dalam menjalankan tugasnya seorang akuntan harus menjunjung
tinggi etikanya. Etika akutan telah menjadi isu menarik. Di Indonesia, isu ini berkembang
seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang terjadi, baik yang dilakukan oleh
akuntan publik, akuntan internal, maupun akuntan pemerintah. Dalam hal etika, sebuah
profesi harus memiliki komitmen moral yang tinggi dan dituangkan dalam bentuk aturan
khusu. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi yang
bisa disebut dengan kode etik. Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat.
Dalam usaha meningkatkan akuntabilitas seorang auditor harus meningkatkan etika
profesional yang tinggi agar menibulkan kepercayaan masyarakat.

2.3 System Keperilakuan Yang Harus Diterapkan Untuk Mencegah Kasus Kredit Macet Rp
52 Miliar Di Bri Cabang Jambi

Dari kasus diatas terjadi karena lemahnya bank dalam menjalankan prinsip kehati-hatian.
Selain itu sistem pengawasan otoritas pun dinilai perlu dievaluasi. Pemahaman mengenai
tugas auditor yang harus akuntabilitas dan transparanpun kurang sehingga melakukan
kecurangan dengan memanipulasi laporan keuangan. Maka ada beberapa teori yang perlu
digunakan guna mencegah adanya kesalahan tersebut :

 Utilitarisme

Teori utilitarisme adalah teori etis yang menilai suatu tindakan etis jika
bermanfaat bagi banyak orang, namun mengabaikan motivasi dan
integritas semua pemangku kepentingan pada saat pengambilan
keputusan. dengan menggunakan prinsip utilitarisme menyatakan bahwa
membuat keputusan harus mempertimbangkan kepentingan kolektif atau
seluruh pihak yang ada di perusahaan bukan kepentingan individu.

 Deontologi

Menurut prinsip dentology tindakan dapat dibenarkan secara etika,


meskipun tidak menghasilkan keuntungan bersih atas kebaikan terhadap
kejahatan bagi para pengambil keputusan atau bagi masyarakat secara
keseluruhan. Yang diutamakan atau poin dari teori ini yaitu niat dan
motivasi pelaku, berbeda dengan teori utilitarisme yang mengutamakan
konsekuensi dari sebuah keputusan. nilai moral yang dimaksud yaitu
ketika seseorang bertindak berdasarkan rasa kewajiban seseorang akan
bertindak dengan benar saat seseorang itu mengikuti tugas dan
kewajiban etika nya.

 Keadilan dan kewajaran

Didasarkan pada posisi individu memiliki kepentingan masing-masing


dan kemandirian. tak seorangpun bisa mendapatkan semua hal yang
mereka inginkan karena akan ada orang lain yang akan mencegah hal ini
terjadi karena mereka juga mungkin menginginkan hal yang sama. Oleh
karena itu terdapat kebutuhan bagi semua orang untuk bekerja sama
Karena itu adalah kepentingan utama semua orang. Kerja sama namun
kerjasama yang baik dalam mencapai sebuah tujuan perusahaan.

 Etika kebajikan

Kebajikan adalah karakter yang membuat orang bertindak etis dan


membuat orang tersebut menjadi manusia yang bermoral otak lain yang
memang sering disebut sebagai kebijakan meliputi : kejujuran, integritas,
kepentingan pribadi, kesetaraan, rendah hati dan masih banyak lagi.

 Imajinasi moral

Imajinasi moral berarti datang dari sebuah solusi konservatif dan


inovatif untuk suatu dilema etika. seperti yang telah dijelaskan pada teori
utilitarisme terdapat beberapa alternatif yang dapat diambil. bisa
menggunakan cara yang baik atau beretika dan dengan cara yang tidak
baik namun memiliki hasil yang sama dalam mencapai tujuan perusahaan
yang baik.
BAB III PENUTUP

3.1 kesimpulan

3.2 saran
Daftar pustaka
Kurniadi dodi, “KASUS KREDIT MACET BRI CABANG JAMBI 2010 (TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL)” http://dodikurniadi.blogapot.com/2015/04/kasus-kredit-
macet-bri-cabang-jambi.html?m=1 , 2015