Anda di halaman 1dari 7

CARA MENINGKATKAN POTENSI DESA PADA SUATU

WILAYAH

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Menurut R. Bintarto, desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi,
sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang terdapat di suatu daerah dalam
hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Desa
memiliki pemerintahannya sendiri yang dipimpin oleh kepala desa. Dalam
pembangunannya, desa sering kali masih menerapkan beberapa metode
tradisional dan sederhana.
Selama 74 tahun Indonesia merdeka, pemerintah sudah melakukan
pembangunan di berbagai bidang. Namun, pembangunan tersebut lebih
dititik beratkan pada pertumbuhan ekonomi. Hal itu menyebabkan
kesenjangan sosial antara masyarakat di pedesaan dan perkotaan semakin
mencolok.
Pembangunan tersebut memang meningkatkan kesejahteraan masyarakat
yang dibuktikan dengan adanya penurunan tingkat kemiskinan dan
pengangguran. Namun, penurunan kemudian terjadi seiring dengan
bertambahnya kesenjangan di masyarakat. Jika terus dibiarkan hal ini dapat
berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Dengan demikian, perlu adanya peningkatan pembangunan pada wilayah
pedesaan agar kesenjangan tersebut tidak semakin besar. Beberapa hal yang
dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis potensi desa sehingga kita
dapat memaksimalkan pembangunan di desa tersebut dengan optimal dan
efisien seperti yang akan dijelaskan pada makalah ini.
I.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi wilayah pedesaan di Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo,
DI Yogyakarta?
2. Bagaimana potensi yang ada di wilayah tersebut?
3. Bagaimana sebaiknya pengembangan potensi di wilayah Desa Srikayangan,
Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta agar dapat optimal?
I.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi wilayah di Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon
Progo, DI Yogyakata.
2. Untuk mengetahui potensi yang ada di Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon
Progo, DI Yogyakarta
3. Untuk menentukan pembangunan potensi di wilayah Desa Srikayangan,
Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta yang tepat.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Kondisi Wilayah Desa
Desa Srikayangan bertempat di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon
Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini dapat diakses dengan
menempuh waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam dari pusat Kota Yogyakarta. Jalan
menuju desa ini juga mudah dilalui.
Salah satu keunggulan dari Desa Srikayangan adalah akses jalannya yang
cepat dan dekat dengan jalan nasional. Desa ini dapat ditempuh dari jalan
nasional hanya sekitar 2 km. Hal itu berimbas pada tingginya mobilitas di
desa ini yang memudahkan masyarakat desa maupun penggerak ekonomi
yang lain.
Desa Srikayangan sendiri tergolong pada daerah dataran rendah. Kondisi
wilayah desa ini masih didominasi oleh lahan terbuka hijau dan persawahan.
Area persawahannya sekitar 190 hektar. Hal itu menunjukkan bahwa
sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani.
Selain itu, wilayahnya cenderung datar dan sedikit bergelombang. Hal ini
menyebabkan sebagian besar jalannya sudah beraspal. Tidak hanya itu,
pembangunan di desa ini juga cukup pesat. Terbukti dengan dibangunnya
balai desa baru yang lebih dekat dengan akses jalan dan beberapa fasilitas
yang lain seperti puskesmas, lapangan sepak bola, sekolah, pasar, dan lain-
lain.
II.2 Potensi Desa
Desa Srikayangan memiliki area persawahan yang cukup luas. Dengan
begitu, komoditas pertaniannya sangat diunggulkan. Lahan sawah yang
masih subur dan asri menjadi faktor yang mendukung majunya pertanian di
desa ini. Salah satu komoditas yang sangat diunggulkan adalah bawang
merah.
Bawang merah yang dihasilkan dari petani Desa Srikayangan
mempunyai kualitas unggulan. Ukurannya yang besar, awet dan penggunaan
pestisida yang tidak berlebihan menjadi andalan dari bawang merah ini.
Bawang merah ini pun sering dijuluki bawang merah super. Tak heran,
banyak pedagang yang turun langsung ke sawah untuk memesan bawang
merah yang siap panen dengan harga tinggi.
Bawang merah super merupakan komoditas yang sangat menjanjikan
dan sudah dikenal hingga tingkat nasional. Untuk meningkatkan daya
jualnya, ibu-ibu PKK mengolah bawang merah itu menjadi bawang goreng.
Kemudian, olahan tersebut dipasarkan pada toko-toko dan perkantoran.
Hasilnya disambut baik, olahan bawang goreng tersebut selalu laku dan habis
terjual.
Selain itu, komoditas lain yang juga diunggulkan adalah padi, cabai, dan
palawija. Biasanya para petani menanam padi pada saat musim kemarau dan
palawija ditanam dengan sistem tumpang sari. Metode inilah yang
menjadikan lahan sawah di Desa Srikayangan tetap subur walaupun
digunakan sepanjang tahun. Dengan sistem pertanian yang bergantian antara
masa tanam bawang merah dan padi membuat kandungan tanahnya tidak
tereksploitasi total.
Para petani juga menentukan tanggal masa tanam pada setiap komoditas
pertaniannya. Jadi, ketika tiba masa tanam para petani melakukannya
bersamaan dan biasanya diberi rentang waktu 2 minggu. Hal itu dilakukan
untuk mengurangi adanya hama pertanian. Akibatnya, petani tidak
memerlukan banyak pestisida dan secara tidak langsung kualitas tanaman
pun bagus.
Kondisi alam di desa ini juga masih sangat asri dan sejuk. Hal itu
didukung dengan adanya pemandangan alam dan sawah yang sangat bagus.
Tak jarang hal itu mengundang wisatawan untuk sekadar berfoto ria sambil
menikmati indahnya pemandangan alam yang ada.
Budaya dan kesenian yang ada di desa ini pun masih terus dilestarikan.
Terbukti dengan masih dilakukannya tradisi wiwit, merti desa, tingkep
tandur, suran, ruwahan dan berbagai tradisi lainnya. Selain itu, kesenian
seperti jathilan, wayang kulit, dan angguk pun terus diwariskan kepada
generasi baru. Budaya dan kesenian yang masih kental ini pun turut
mengundang para wisatawan untuk datang dan meyaksikan berbagai tradisi
tersebut.
II.3 Peningkatan Potensi Wilayah
Dengan potensi desa yang sedimikian rupa, maka diperlukan cara
peningkatan potensi wilayah yang tepat, optimal dan efisien. Berikut
beberapa cara meningkatkan potensi wilayah di Desa Srikayangan :
1. Pengembangan Komoditas Pertanian
Dengan berbagai komoditas pertanian yang sudah ada, perlu dilakukan
adanya pengembangan seperti pembaruan metode tanam, alat-alat pertanian
dan perawatan lahan sawah. Hal tersebut perlu dilakukan agar hasil yang
dilakukan dapat terus meningkat dan terjaga kualitasnya.
2. Pengolahan Hasil Pertanian
Untuk menambah daya jual suatu produk diperlukan adanya pengolahan
lanjutan. Selain bawang goreng, hasil pertanian lain seperti jagung dapat
diolah menjadi brondong jagung agar dapat meningkatkan daya jualnya.
Dengan demikian, hal tersebut akan meningkatkan perekonomian masyarakat
desa.
3. Pembangunan Tempat Wisata
Melihat adanya pemandangan yang cukup bagus maka pada wilayah itu
dapat dibangun tempat wisata yang menyediakan beberapa spot foto. Spot
foto yang unik dan otentik tersebut akan menarik pengunjung. Kemudian,
terbukalah lahan perekonomian baru yang dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat sekitar.
4. Pembangunan Desa Wisata
Dengan masih diadakannya berbagai kebudayaan dan kesenian
tradisional maka minat wisatawan pun akan selalu bertambah. Pembangunan
desa wisata menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menarik pengunjung
sekaligus memberikan fasilitas yang memadai. Selain itu, pengunjung akan
lebih merasakan suasana di pedesaan jika mereka bermalam beberapa hari di
tempat tersebut.
5. Pembangunan Tempat Workshop
Pembangunan tempat workshop berguna bagi masyarakat yang tertarik
dengan metode pertanian maupun pengolahan hasil pertanian yang ada di
desa ini. Hal itu selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat juga
dapat memotivasi desa lain agar dapat terus mengembangkan potensi
desanya.
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Dari makalah ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Kondisi wilayah Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, DI
Yogyakarta sebagian besar berupa lahan terbuka hijau dan area
persawahan. Desa ini terletak sangat dekat dengan akses jalan dan sebagian
besar pekerjaan masyarakatnya sebagai petani.
2. Potensi wilayah desa berupa komoditi pertanian seperti bawnag merah,
padi dan palawija. Selain itu, desa yang masih asri menjadi daya tarik
tersendiri bagi para wisatawan. Budaya dan kesenian yang masih dipegang
teguh oleh masyarakat sekitar juga menjadi salah satu potensi di desa ini.
3. Cara meningkatkan potensi di desa ini yaitu melakukan pengembangan
komoditas pertanian, pengolahan hasil pertanian, pembangunan tempat
wisata, pembangunan desa wisata dan pembangunan tempat workshop.
IV.1 Saran
Dalam peningkatan potensi wilayah suatu desa diperlukan adanya
perencanaan yang matang agar tidak merusak alam yang ada. Diharapkan
pemerintah baik desa maupun kabupaten dapat lebih memperhatikan
potensi wilayahnya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.