Anda di halaman 1dari 4

PEMBELAJARAN JARAK JAUH DARI RUMAH (HOME LEARNING

Mata Pelajaran : Ekonomi Bisnis


Kelas : X OTKP-1 dan X OTKP-2
Hari / Tanggal : Senin, 4 Mei 2020
X OTKP JAM 11.50- 12.00

Perintah / Tugas :
1. Pelajarai modul tentang bentuk bentuk Badan Usaha di Indonesia

2. Setelah dipelajari modul tersebut secara keseluruhan kemudian kerjakan tugas dibawah ini

3. Hasil pekerjaan masing masing masing (diberi nama dan kelas) dikumpulkan melalui ketua
kelas selanjutnya ketua kelas mengirimkan dalam bentuk folder kepada guru dengan alamat email
sarjianto1962@gmail.com
4. Hasil resume dikirim paling lambat tanggal 8 Mei 2020

Tugas : Pelajari modul tentang bentuk – bentuk Badan Usaha yang berlaku di Indonesia kemudian
identifikasi tentang kebaikan/kelebihan dan kelemahan masing masing badan usaha yang berada di
Indonesia. Hasil pekerjaannya dibuat dalam folder tiap kelas dikirim ke guru melalui email paling lambat
tanggal 8 Mei 2020

Nama: Muhamad Fakhri

Kelas: X-OTKP 2

JAWABAN

BENTUK-BENTUK BADAN USAHA, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat
membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat
bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan
bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan
penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko
kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.

Kelebihan :
 Perseorangan tidak dikenakan pajak perusahaan.
 Dalam melakukan pengelolaan perusahaan, pemilik juga menjadi bagian dari manajemen
sehingga pengendalian internal tidak terlalu kompleks dan mudah diawasi oleh pemilik
langsung.
 Biaya yang rendah dalam pengelolaan, karena karyawan yang bekerja didalam perseorangan
adalah si pemilik usaha.
 Tidak memalui proses administrasi hukum yang terlalu kompleks, biasanya hanya sampai akte
notaris, dan surat keterangan domisili dari kelurahan saja. tidak perlu melalui proses pembuatan
SIUP, atau TDP ataupun hingga membutuhkan surat keputusan dari Menkeh dan HAM.
 Proses pembentukan yang sangat cepat.
 Apabila dalam bisnis perseorangan terjadi kerugian maka kompensasi kerugian dapat dimasukan
dalam perhitungan pajak penghasilan pemilik.

Kekurangan :
 Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Artinya seluruh kekayaan pribadinya termasuk sebagai
jaminan terhadap seluruh utang perusahaan.
 Sumber keuangan terbatas. Karena pemiliknya hanya satu orang, maka usaha-usaha yang
dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya.
 Kesulitan dalam manajemen. Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan,
pengaturan karyawan dan sebagainya dipegang oleh seorang pimpinan. Ini lebih sulit apabila
manajemen dipegang oleh beberapa orang.
 Kelangsungan usaha kurang terjamin. Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut, atau sebab-
sebab lain dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya.

2.  Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama
bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.

Kelebihan :
 Karena jumlah modalnya lebih besar dibandingkan dengan usaha perseorangan, badan usaha
firma lebih mudah untuk memperluas usahanya.
 Kemampuan manajemen badan usaha firma lebih besar karena adanya permbagian kerja di
antara para anggota. Semua keputusannya diambil bersama-sama.
 Badan usaha firma tidak memerlukan akte, jadi pendiriannya relatif lebih mudah.

Kekurangan :
 Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan.
 Apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama
maka secara otomatis badan usaha firma menjadi bubar sehingga kelangsungan perusahaan
tidak menentu.
 Jika salah satu anggota membuat kerugian, maka kerugian tersebut juga ditanggung oleh
anggota yang lain.

3.  Perusahaan Komanditer / Commanditaire Vennotschaap / CV


CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk
mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu
pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya
menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif
mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
Kelebihan :
 Pendiriannya relative mudah.
 Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak.
 Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar.
 Manajemen dapat didiversifikasikan.
 Kesempatan untuk berkembang lebih besar.

Kekurangan :
 Tanggung jawab tidak terbatas.
 Kelangsungan hidup tidak terjamin.
 Sukar untuk menarik kembali investasinya.

4.  Perseroan Terbatas (PT)


Perseroan terbatas adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri,
yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun pemilik. Berbeda
dengan bentuk badan usaha lainnnya, PT mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena
perseroan ini akan tetap berjalan meskipun pendiri atau pemiliknya meninggal dunia.  Tanda keikut-
sertaan seseorang sebagai pemilik adalah saham yang dimilikinya. Makin besar saham yang dimiliki
seseorang, makin besar pula peran dan kedudukannya sebagai pemilik perusahaan yang menerbitkan
saham tersebut.
Tanggung-jawab seorang pemegang saham terhadap pihak ketiga terbatas pada modal sahamnya.
Dengan kata lain, bahwa tanggung-jawab pemilik terhadap kewajiban-kewajiban finansialnya ditentuka
noleh besarnya modal yang diikut-sertakan pada perseroan.
Pada perseroan terbatas, kekayaan pribadi para pemegang saham maupun pemilik para
pimpinan perusahaan itu tidak dipertanggung-jawabkan sebagai jaminan terhadap utang-utang
perusahaan. Sesuai dengan namanya, perseroan terbatas , keterlibatan dan tanggung-jawab para
pemilik terhadap utang piutang perusahaan terbatas pada saham yang dimilikinya.

Kelebihan :
 Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang
perusahaan. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang saham dan kebetulan perusahaan
punya utang, anda hanya bertanggung jawab sebesar modal yang anda setorkan. Tidak lebih.
 Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada
pemilik.
 Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain.
 Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya dengan
mengeluarkan saham baru.
 Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber modal secara lebih
efisien. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap, bisa diganti dengan yang lebih cakap.

Kekurangan :
 PT merupakan subyek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan yang terkena pajak. Dividen
atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai
pajak pendapatan. Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan.
 Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas, pendiriannya jauh lebih sulit dari bentuk
kepemilikan usaha lainnya. Dalam pendiriannya, PT memerlukan akte notaris dan ijin khusus
untuk usaha tertentu.
 Biaya pembentukannya relatif tinggi.
 Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan. Hal ini
disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada pemegang saham.
Apalagi yang menyangkut laba perusahaan.