Anda di halaman 1dari 2

DIVYANA AZHARI SUNDAYANI

19502006

1. Dalam UU dan Permenkes yang dimaksud :

Kebidanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan
kebidanan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan,
pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah, termasuk kesehatan
reproduksi perempuan dan keluarga berencana sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Pelayanan
Kebidanan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari sistem
pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan atau rujukan.

2. Manajemen Kebidanan pada Infertil yaitu:

1). Air Mani yang Abnormal

Air mani disebut abnormal kalau pada tiga kali pemeriksaan berturut – turut hasilnya tetap abnormal.
Nasihat terbaik bagi pasangan dengan air mani abnormal adalah melakukan senggama berencana pada
saat – saat subur istri.

Adapun air mani abnormal yang masih dapat diperbaiki itu kalau disebabkan oleh varikokel,
sumbatan, infeksi, defisiensi gonadotropin atau hiperprolaktinemia.

2). Verikokel

Motilitas spermatozoa yang kurang hampir selalu terdapat pada pria dengan varikokel. Menurut
McLeod, motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90% pria dengan verikokel,
sekalipun hormon gonad dan varikokelektomi tidak berhubungan dengan besar kecilnya varikokel.
Adanya varikokel disertai motilitas spermatozoa yang kurang hampir selalu dianjurkan untuk
dioperasi. Kira – kira dua pertiga pria dengan varikokel yang dioperasi akan mengalami perbaikan
dlaam motilitas spermatozoanya.

3). Sumbatan Vasdifferen

Pria yang tersumbat vasnya akan mempertunjukkan azoospermia, dengan besar testikel dan kadar
FSH yang normal. Dua tanda terakhir ini sangat konsisten untuk spermatogenesis yang normal.
Operasi vasoepididimostomi belum memuaskan hasilnya. Walaupun 90% dari ejakulasinya
mengandung spermatozoa, akan tetapi angka kehamilannya berkisar 5 – 30%.
4). Infeksi

Infeksi akut traktus genitalis dapat menyumbat vas atau merusak jaringan testis, sehingga pria yang
bersangkutan menjadi steril. Akan tetapi infeksi yang menahun mungkin hanya menurunkan kualitas
spermatozoa dan masih dapat diperbaiki menjadi seperti semula dengan pengobatan. Air mani yang
selalu mengandung banyak lekosit, apalgi kalau disertai gejala disuria, nyeri pada waktu ejakulasi,
nyeri punggung bagian bawah, patut diduga karena infeksi menahun traktus genitalis.

5). Terapi oklusi

Di sini suami menggunakan kondom selama 6-9 bulan bila isteri mempunyai bukti faktor imunologis
sebagai penyebab infertilitasnya. Ada yang menganjurkan 6-12 bulan. Tujuannya adalah untuk
mengurangi titer antibodi antispermatozoa dengan mencegah pengulangan stimulasi antigenik. Uji
imunologi harus diulang setiap 3 bulan sehingga menjadi negatif atau titernya menjadi 1:4 atau
kurang. Terapi ini tidak memberikan hasil yang memuaskan pada isteri yang mempunyai antibodi
antisperma dalam serumnya. Terapi ini lebih rasional bila diberikan pada pasien dengan adanya faktor
imunologik lokal (lendir serviks).