Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

BLOK 1.4 SISTEM DIGESTIVUS, ENDOKRIN DAN


METABOLISME

PEMERIKSAAN KOLESTEROL SERUM DAN BIOKIMIA PROTEIN

Hari/Tanggal Praktikum : rabu/12 februari 2020


Nama : wirdatul ulfia
NIM : 190610006
Kelompok :6
Dosen Pembimbing : dr. Sri Wahyuni, M.Sc.

PRODI KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS NEGERI MALIKUSSALEH
TA. 2019/2020
PERCOBAAN II

PEMERIKSAAN KOLESTEROL SERUM

1. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Agar memahami metode dalam pemeriksaan kolesterol
2. Agar dapat menjelaskan tentang biokimia kolesterol
3. Dapat menjelaskan kelainan yang berkaitan dengan kolesterol
2. PRINSIP PERCOBAAN
Pemeriksaan kadar kolestrol dengan menggunakan sampel darah dan alat cek
kolesterol

3. DASAR TEORI
Kolesterol adalah lemak yang berwarna kekuningan, yang berbentuk
seperti lilin dan bisa diproduksi oleh tubuh manusia, terutama yaitu
dalam lever (hati). Kolesterol juga bisa terbentuk secara alamiah. Dapat
dilihat juga Dari segi ilmu kimia, bahwa kolesterol merupakan senyawa
lemak kompleks yang bisa dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam-
macam fungsi, diantaranya itu adalah untuk membuat hormon seks,
kemudian hormon korteks adrenal, vitamin D, dan juga untuk membuat
garam empedu yang dapat membantu usus dalam menyerap lemak. Jadi,
bila takarannya itu pas atau normal, kolesterol juga merupakan lemak
yang dapat berperan penting dalam tubuh. Namun, apabila terlalu
banyak, kolesterol yang ada dalam aliran darah justru bisa berbahaya bagi
tubuh.

4. ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Multi cek
2. Plan cet
Bahan :
1. Lacet
2. Kapas kering
3. Kapas alcohol
4. Darah
5. Kolesterol strip

5. PROSEDUR KERJA
1. Mempersiapkan alat dan bahan
2. kemudian Pasang lancet steril pada pen lancet, lalu atur sampai
angka 2 atau 3 pada pen lancet
tergantung ketebalan kulit dan badan probandus
3. Pasang chip dan kolesterol strip pada alat multicheck.
4. sterilkan daerah ujung jari tempat pengambilan darah
menggunakan kapas
5. beralhokol
6. Ambil darah menggunakan pen lancet dengan menekan ujung
atas pen lancet
7. Setelah darah didapatkan, letakkan darah pada kolesterol strip
yang telah
8. terpasang pada alat multicheck
9. Tulis hasil kolesterol yang didapat
6. HASIL PERCOBAAN
Nama Umur Hasil Klasifikasi kadar
kolesterol
M.syifa Albi Nst 18 tahun 167 mg/dL Diharapkan
Mumtaz Alvira 20 tahun 196 mg/dL Diharapkan
Putrid alvina 18 tahun 221 mg/dL Menuju tinggi
Siti farisa 18 tahun 181 mg/dL Diharapkan
Islah salsabila 18 tahun 181 mg/dL Diharapkan
7. PEMBAHASAN
Pada pemeriksaan kolesterol diperoleh hasilnya yaitu: 167 mg/dL, 196
mg/dL, 221 mg/dL, 181 mg/dL dimana hasilnya itu ada yang normal dan
ada yng tidak normal
Agar kolesterol selalu dalam keadaan normal ,perlu dilakukan hal-hal
berikut yaitu:
-Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh,
Misalnya seperti susu tanpa lemak dan juga menghindari gorengan
karena minyak yang digunakan itu berulang-ulang dan bisa meningkatkan
kolesterol.
-Mengonsumsi makanan yang berserat seperti gandum, sayur-sayuran
dan dankacang-kacangan.
-Mengonsumsi antioksida yaitu buah-buahan

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan di dapat bawah kadar
kolesterol hasilnya itu berberda beda dimana pada 4 orang probandus
hasil kolesterolnya normal sedangkan pada 1 orang pronbandus hasil
kolesterolnya tidak normal/tingkat kolesterolnya tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
www.repository.umy.ac.id
Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC

Guyton dan Hall. 2014. Buku ajar fisiologi kedokteran. Singapore: Saunders
Elsevier

PERCOBAAN III

BIOKIMIA PROTEIN

1. TUJUAN PRAKTIKUM
 Mengetahui metode dalam biokimia pada protein
 Mengetahui reaksi yang terjadi dalam pengendapan protein
dengan larutan ZnSO4 dan larutan pb asetat
 Mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi pada biuret

2. PRINSIP PERCOBAAN
Terjadinya suatu perubahan warna dimana menunjukkan bahwa adanya
suatu ikatan peptidan dan protein.

3. DASAR TEORI

Protein adalah suatu senyawa organic kompleks yang mempunyai molekul yang
tinggi dan juga merupakan polimer dari beberapa monomer-monomer asam
amino yang dihubungkan dengan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul
protein juga mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala
sulfur serta fosfor.
Berdasarkan bentuknya, protein dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:
a). Protein globular, yang terdiri dari polipeptida yang bergabung dengan satu
sama lain (berlipat rapat) dan membentuk bulat padat. Contohnya seperti
enzim, albumin, globulin, dan protamin. Protein ini dapat larut dalam air, asam,
basa, dan etanol;
b). Protein serabut (fibrous protein), adalah protein yang terdiri dari sebuah
peptida yang berantai panjang dan juga berupa serat-serat yang tersusun
memanjang, dan dapat memberikan peran penting seperti struktural atau
pelindung.

4. ALAT DAN BAHAN


Alat :
1. Tabung reaksi
2. Pipet tetes
3. Karet penghisap
Bahan :
1. Larutan protein 3 ml
2. Larutan CuSO4 1 tetes
3. Larutan NaOH 1 mL

5. PROSEDUR KERJA

a) Reaksi pengendapan dengan ion logam berat


Masukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 2 mL larutan protein yang encer dan
1 atau 2 tetes
larutan ZnSO4 encer. Terjadi endapan warna putih. Kemudian Ambil sebagian
dari endapan tersebut,Tambah larutan ZnSO4 berlebihan. Endapan akan larut.
kemudian Ulangi percobaan ini dengan larutan Pb asetat.

b) Reaksi biuret
Pada reaksi ini masukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 3 ml larutan protein
dan seanyak 1 ml NaOH 40%. Kemudian tambahkan 1 tetes CuSO 4 1%. Dan
Terjadi perubahan warna merah muda atau ungu.

6.HASIL PERCOBAAN

a) Reaksi pengendapan dengan ion logam berat


dari percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa ada endapan yang terjadi
pada saat larutan ZnSO4 yang dicampurkan dengan protein encer
b) Reaksi biuret
dari hasil percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa terjadinya perubahan
warna menjadi ungu.

7. PEMBAHASAN
a) Reaksi pengendapan dengan ion logam berat
Perlakuan dilakukan dengan menambahkan HgCl 2
dan Pb asetat ke dalam masing-masing sampel. Hasilnya yaitu semua
sampel protein dapat menghasilkan larutan yang keruh dan juga
terdapat endapan. Hal ini terjadi karena adanya protein yang tercampur
pada senyawa logam berat akan terdenaturasi.
b) Reaksi biuret
Uji biuret adalah suatu jenis pengujian untuk identifikasi protein secara
umum. Berarti uji Biuret akan selalu memberikan hasil yang positif untuk
semua jenis pada protein. Prinsipnya itu adalah pengukuran serapan cahaya
oleh ikatan kompleks dapat berwarna ungu yang terjadi bila protein
bereaksi dengan ion Cu2+ dalam suasana basa. Reagen biuret terdiri dari
CuSO4 dalam aquadest, KI pada aquadest, Na-sitrat, Na2CO3 dan NaOH.
CuSO4 sebagai penyedia ion Cu2+ yang nantinya akan membentuk suatu
kompleks dengan protein. KI dapat berfungsi agar mencegah terjadinya
reduksi pada Cu2+ sehingga tidak dapat mengendap. Na-sitrat dan Na2CO3
juga berfungsi sebagai buffer dan NaOH juga berfungsi sebagai penyedia
suasana basa.

KESIMPULAN

a) Reaksi pengendapan dengan ion logam berat


Dari percobaan yang dilakukan didapat bahwa semakin banyak endapan
yang terbentuk makan endapan akan semakin aktif. Dan pengendapan
ini terjadi karena adanya suatu reaksi penetralan muatan antara ion
logam dan juga dengan anion protein.

b) Reaksi biuret
Uji Biuret yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa putih
telur mengandung protein. Ini ditunjukkan saat ditambahkan larutan
NaOH tetap bening. Kemudian ditambahkan dengan larutan CuSO4
sehingga bisa terjadinya perubahan warna menjadi ungu.

DAFTAR PUSTAKA
Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC

Guyton dan Hall. 2014. Buku ajar fisiologi kedokteran. Singapore: Saunders
Elsevier