Anda di halaman 1dari 1

Estetika Jepang

Estetika jepang sangat dipengaruhi oleh Zen Budhhisme yang berkembang di Jepang
pada abad ke-12. Zen berasal dari kata Cina, Chan yang berarti meditasi. Zen merupakan
ajaran yang berkembang dari Budhhisme Mahayana yang diperkenalkan di Cina pada abad
ke-6 oleh Bodhidharma, pendeta Buddha Mahayana asal India. Zen Buddhisme sangat
berpengaruh di dalam kehidupan spiritual, keseharian, militer, dan karya seni masyarakat
jepang hingga hari ini. Zen Buddhisme dapat dikatakan sebagai ciri estetika Jepang.
Menurut D.T Suzuki (dalam Ali, 2011:160) Estetika Zen Jepang memiliki enam ciri
berikut, antara lain :
a. Ketidakseimbangan (imbalance)
b. Asimetris (asymetry)
c. Kemiskinan (poverty)
d. Wabi-sabi
e. Kesederhanaan (simplification)
f. Kesepian-kesunyian (aloness)