Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH MIKROBIOLOGI

DISUSUN OLEH:

NAMA: DIKA PRATIWI

NIM : 19250006

Dosen pembimbing:Niken puspita sari,Amd.kep,S.pd,M.kep

S1 KEBIDANAN
UNIVERSITAS KADER BANGSA PALEMBANG
2020
Kata Pengantar

Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.atas kasih
karunia dan berkat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan latihan dan resume ini.meskipun
banyak kesulitan dalam membuat resume makalah ini,namun berkat pernyataan-Nya saya dapat
menyelesaikan resume ini tepat waktu.

Sejalannya kurikulum dan materi kuliah mikrobiologi,maka mahasiswa ditugaskan untuk


membuat latiahn dan resume tentang tokoh dan percobaan teori abiogenesis,kehidupan anaerob
dan aerob,latihan,dan menjelaskan gambar latiahan dan resume ini dibuat untu memenuhi tugas
belajar tersebut kiranya dapat memberikan manfaat kepada para pembacanya.

Latihan dan resume ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu saya menharapkan adanya
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca .saya berharap akan ada yang
mengembngkan latihan dan resume inidi masa yang akan datang.
DAFTAR ISI

JUDUL…………………………………………………………………………………..i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………..ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….iii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……….. ………………………………………………………I


B. Rumusan Masalah…………………………………………………….………..I

BAB II PEMBAHASAN
A. Latihan…………………………………………………………………………..2
B. Resume………………………………………………………………………….7

DAFTAR PUSTKA…………………………………………………………………….25
BAB 1 PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Antonie Van Leeuwenhoek adalah orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan
organisme ber sel satu.Leeuwenhoek merancang sebuaah mikroskop kecil berlensa tunggal,yang
digunakan untuk mengamati air rendaman jerami.ia menemukan organisme yang bergerak-gerak
didalam air,yang kemudia disebut bakteri.

Genetario spontanea (Abiogenes klasik) merupakan sebuah ilmu yang memperlajari tentang
bagaimana kehidupan biologis muncul dari bahan anorganik secara alami. Teori ini mengacu
pada proses saat munculnya terbentuknya Planet Bumi.

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).
Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme
merugikan seperti bakteri,kapang,protozhoa dan khamir dan suatu proses untuk
memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Membantu Industri Sutra. Teori Kuman
Pembuktian teori abiogenesis tidaklah benar dimulai oleh Francesco Redi dengan melakukan
percobaan dengan menggunakan daging. Postulat Koch dan postulat river.

Biogenesis adalah teori asal usulkehiduppan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari
makhluk hidup lain. Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak
menggunakan oksigen.respirasi aerob merupakan salah satu prosses katabolisme dengan
menggunakan oksigen. Kesimpulannya bakteri anthrax (bacillus anthracis) dapat menular melalui
darah dari hewan ke hewan jika terdapat luka pada hewan tersebut dan spora bakteri bacillus
antracis masih tetap aktif pada kondisi yang optimal.
B.Rumusan Masalah
Latihan
1.Mengapa Anthonie van leeuwehoek dianggap sebagai bapak “ Bakteriologi”
2.jelaskan teori tentang Genetario spontanea!
3.jelaskan sumbangan apa saja yang diberikan oleh louis pasteur!
4.jelaskan bahwa konsep abiogenesis adalah tidak benar!
5.jelaskan tentang fermentasi dan berikan contohnya.
6.jelaskan tentang postulat koch dan postulat river.
Resume
1.Teori dan tokoh biogenesis
2.penjelasan kehidupan anaerob dan aerob
3.menjelaskan gambar
LATIHAN

1.Mengapa Antonie Van Leeuwenhoek dianggap sebagai bapak “Bakteriologi”?

2. jelaskan teori tentang Generatio Spontanea.

3.jelaskan sumbangan apa saja yang diberikan oleh Louis Pasteur

4.jelaskan bahwa konsep abiogenesisadalah tidak benar

5.jelaskan tentang fermentasi dan berikn contohnya

6.jelaskan tentang Postulat koch dan Postulat River.

Penyelesaian:

1.karena Antonie Van Leeuwenhoek adalah orang pertama yang mengamati dan
mendeskripsikan organisme ber sel satu.Leeuwenhoek merancang sebuaah mikroskop kecil
berlensa tunggal,yang digunakan untuk mengamati air rendaman jerami.ia menemukan
organisme yang bergerak-gerak didalam air,yang kemudian disebut bakteri.Antonie Van
Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup.

2. Genetario spontanea (Abiogenes klasik) merupakan sebuah ilmu yang memperlajari tentang
bagaimana kehidupan biologis muncul dari bahan anorganik secara alami. Teori ini mengacu
pada proses saat munculnya terbentuknya Planet Bumi. Diperkirakan jika abiogenesis terjadi di
awal masa Eoarkean atau kurang lebih 4 hingga 3,5 milyar tahun yang lalu dalam skala waktu
relatif.

Teori ini tergolong teori tertua yang membahas tentang asal usul makhluk hidup. Dapat
dikatakan jika teori abiogenesis merupakan teori yang menjelaskan jika makhluk hidup berasal
dari benda mati. Pendapat tersebut muncul berdasarkan pemikiran yang sederhana ketika melihat
katak ataupun cacing yang muncul dari dalam lumpur atau tanah.

Teori abiogenesis dicetuskan pertama kali oleh Aristoteles (384 – 322 SM) yang merupakan
seorang ilmuwan dari Yunani. Teori abiogenesis atau teori generatio spontanea dibuat
berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Aristoteles bahwa ikan – ikan yang berada di
sungai berasal dari lumpur. Tidak hanya itu saja, dia juga melakukan percobaan pada tanah yang
direndam di dalam air dan hasilnya muncullah cacing dari dalam tanah tersebut. Berdasarkan
percobaan itulah teori abiogenesis menjadi kuat bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
Generatio spontanea atau teori abiogenesis klasik telah tercatat di dalam buku Aristoteles dengan
judul “Historia Animalium”.
Teori ini masih terus diyakini sampai dengan akhir abad ke 17 dan salah satu pendukungnya
yaitu seorang ilmuwan Inggris yang bernama Nedham. Nedham melakukan percobaan dengan
merebus kaldu yang dimasukan ke dalam wadah selama beberapa menit kemudian menutupnya
dengan gabus. Dalam waktu beberapa hari di dalam kaldu ditemukan bakteri, sehingga Nedham
mengambil kesimpulan bahwa bakteri berasal dari kaldu.

Pembuktian teori abiogenesis tidak berhenti sampai di sini saja. Pendukung lain datang dari
Antonie van Leeuwenhoek saat ia menemukan mikroorganisme di dalam air rendaman jerami
dengan menggunakan mikroskop. Penemuan tersebut memperkuat teori abiogenesis dan para
pendukungnya menyatakan jika mikroorganisme tersebut berasal dari jerami yang sudah busuk.
Namun, Leeuwenhoek menyangkalnya dan berpendapat jika mikroorganisme tersebut berasal
dari udara.

3.1 Fermentasi

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa
oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik akan tetapi,
terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam
lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Gula adalah bahan yang umum
dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol dan asam laktat dan hidrogen
Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat
dan aseton ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk
menghasilkan etanol dalam bir anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik
dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal),
dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk
sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan
pada otot.

2. Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme
merugikan seperti bakteri,kapang,protozhoa dan khamir dan suatu proses untuk
memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan.Tes pasteurisasi pertama diselesaikan
oleh Pasteur dan claude bernard pada 20 april 1862.Pasteurisasi bertujuan untuk mencapai
"pengurangan log" dalam jumlah organisme, mengurangi jumlah mereka sehingga tidak lagi bisa
menyebabkan penyakit (dengan syarat produk yang telah dipasteurisasi didinginkan dan
digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa). Berikut produk yang bisa dipasteurisasi antara lain:
 Susu
 Anggur
 Bir
 Jus buah
 Cider (sari buah apel)
 Madu
 Telur
 Minuman olahraga
 Makanan kaleng

3. Membantu Industri Sutra

Pasteur kemudian diundang untuk meneliti penyakit ulat sutra yang merugikan industri
Perancis.Dia menghabiskan waktu 6 tahun untuk membuktikan bahwa mikrroorganisma yang
disebut dengan protozoa yang dapat menyebabkan penyakit.Dia menunjukkan kepada para
petani cara penggunaan mikroskop untuk mendeteksi telur-telur yang sakit. Telur-telur ini
kemudian dimusnahkan sehingga tidak ada lagi penyakit di dalam pesemaian ulat sutra.

4.Teori Kuman
Teori kuman Pasteur disambut hangat oleh ahli bedah Inggris ternama, Joseph Lister.
Lister mulai memakai metode bedah antiseptik tahun 1865. Dia menggunakan asam karbol untuk
mencuci tangan, peralatan, dan pembalut yang dipakai dalam pembedahan. Dia juga menyemprot
udara dalam ruangan dengan asam karbol untuk membunuh kuman-kuman di udara. Asam ini
cukup kuat untuk membunuh kuman, tapi tidak merusak badan. Sebelum prosedur ini dipakai,
kuman berkembang biak di dalam luka, dan menyebabkan banyak pasien bedah meninggal.

5. Imunisasi

Pertama hal ini membuatnya bingung, tetapi Pasteur segera menemukan jawabannya.
Pasteur menemukan bahwa, bakteri jika dibiarkan tumbuh menjadi biakan tua menjadi avirulen
yaitu kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri
avirulen ini masih dapat menstimulasikan sesuatu dalam tubuh host dan pada infeksi berikutnya
manjadi imun atau tahan terhadap penyakit. Pasteur selanjutnya menerapkan prinsip imunisasi
untuk mencegah anthrax. Pasteur menyebut bakteri yang telah avirulen tersebut engan vaccin
dari bahasa latin vacca yang artinya sapi dan imunisasi dengan biakan tersebut dikenal dengan
vaksinasi.
Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana dan oleh banyak orang dianggap sebagai
peneliti tentang mikroorganisma yang ajaib. Untuk itu ia diminta membuat vaccin pencegah
hidrofobia atau rabies, penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan anjing, kucing, atau
binatang yang terinfeksi lainnya.

4.teori abiogenesis terpatahkan dan digantikan dengan teori baru yaitu biogenesis dengan
pembuktian sebagai berikut:

1.Pembuktian teori abiogenesis tidaklah benar dimulai oleh Francesco Redi dengan melakukan
percobaan dengan menggunakan daging. Daging tersebut dimasukan ke dalam buah toples
dimana salah satu toples dibiarkan terbuka sedangkan yang lainnya tidak. Setelah beberapa hari
muncul larva pada daging di dalam toples tidak tertutup.

2.pada tahun 1768 lazzar spallanzani mengulangi percobaan tersebut yang dilkakuan oleh john
nedham namun teori abiogenesis masih bertahan.

3. hingga akhirnya Louis Pasteur seorang ahli biokimia dari Prancis mencoba menyempurnakan
percobaan yang dilakukan oleh Spallanzani. Pasteur memodifikasi wadah dengan menggunakan
tabung labu berleher panjang. Hal ini dilakukannya guna mengetahui indikator lain yang
berkaitan dengan tabung labu dengan udara yang berada di luar. Setelah menunggu beberapa hari
didapatkan hasil bahwa air kaldu tetap dalam kondisi jernih, namun pada bagian ujung leher
tabung labu banyak debu dan kotoran berkumpul dan pada tabung terbuka air kaldu banyak
mengandung mikroorganisme.Dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur inilah,
teori abiogenesis terpatahkan bahkan menghasilkan teori baru yaitu:

1. Omne vivum ex ovo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari telur.
2. Omne ovum ex vivo yang ber
3. arti semua telur berasal dari makhluk hidup.
4. Omne vivum ex vivo yang artinya semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
lain.

Dan pembuktian nyata jika teori abiogenesis tidak benar adalah pada agama islam dijelaskan
didalam al-quran bahwa seluruh mahluk hidup,alam semesta beserta isinya diciptakan oleh allah
swt.
5.Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).
Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik akan tetapi, terdapat
definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan
anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Gula adalah bahan yang umum dalam
fermentasi.
Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol dan asam laktat dan hidrogen Akan tetapi
beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton
ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol
dalam bir anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia
selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan
sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya.
Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.

6.postulat koch dan postulat river

1) Postulat Koch

dikemukakan pertama kali oleh Robert Koch (1843-1910). Koch memberikan rumusan berupa
sejumlah kondisi yang harus dipenuhi sebelum salah satu faktor biotik (organisme) dianggap
sebagai penyebab penyakit.  Dalam Postulat-postulat Koch disebutkan untuk menetapkan suatu
organisme sebagai penyebab penyakit, maka organisme tersebut harus memenuhi sejumlah
syarat.  Pertama, ditemukan pada semua kasus dari penyakit yang telah diperiksa.  Kedua, telah
diolah dan dipelihara dalam kultur murni (pure culture). Ketiga, mampu membuat infeksi asli
(original infection), meskipun sudah beberapa generasi berada dalam kultur.Keempat, dapat
diperoleh kembali dari tanaman yang telah diinokulasi dan dapat dikulturkan kembali.

Isi postulat Koch adalah:

1. Organisme (parasit) harus ditemukan dalam hewan yang sakit, tidak pada yang sehat.
2. Organisme harus diisolasi dari hewan sakit dan dibiakkan dalam kultur murni.
3. Organisme yang dikulturkan harus menimbulkan penyakit pada hewan yang sehat.
4. Organisme tersebut harus diisolasi ulang dari hewan yang dicobakan tersebut

 Postulat Koch ini hanya dapat digunakan dalam pembuktian jenis patogen yang bersifat
tidak parasit obligat. Parasit obligat adalah parasit yang tidak dapat hidup tanpa ada inangnya.
Oleh karena inilah, patogen parasit obligat tidak dapat dibiakan dalam laboratorium.

 
2.Postulat River

Postulat river merupakan suatu diagnose yang digunakan untuk mengetahui virus yang
menyerang suatu organisme. Postulat ini pertama kali ditemukan oleh River. Penemuan postulat
River diawali adanya penemuan filtrat bebas bakteri oleh Iwanowsky. Iwanowsky menemukan
bahwa filtrat bebas bakteri (cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri) dari ekstrak
tanaman tembakau yang terkena penyakit mozaik, ternyata masih tetap dapat menimbulkan
infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad
hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikroskopik) karena dapat
melalui saringan bakteri, yaitu dikenal sebagai virus. 
 
 Dalam Postulat River berbunyi bahwa agen virus harus:

1) ditemukan dalam cairan tubuh sewaktu sakit atau dari sel yang menunjukkan lesio spesifik;
2) diperoleh dari hewan terinfeksi dapat menginfeksi hewan percobaan dalam bentuk antibodi
terhadap virus tertentu; 
3) yang diisolasi dari hewan percobaan harus dapat ditularkan ke hewan peka lainnya.

 Untuk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus, dapat digunakan


postulat River (1937) yaitu: 

1. Virus harus berada di dalam sel inang. 


2. Filtrat bahan yang terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat
ditumbuhkan di dalam      media buatan. 
3. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka. 
4. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimbulkan 
    kembali penyakit yang sama.
RESUME

1.Penjelasan tokoh dan teori percobaan biogenesis!

2.penjelasan aerob dan anaerob!

3.menjelaskan gambar berikut!

Penyelesaian:

1.Teori Biogenesis

Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini
adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, danlouis pasteur.

Biogenesis adalah teori asal usulkehiduppan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal
dari makhluk hidup lain.
TOKOH-TOKOH TEORI BIOGENESIS

1. Francesco Redi

Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis.
Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam
labu dan diberi perlakuan tertentu.

 Labu I    :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka


 Labu II   :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
 Labu III  :  diisi daging segar dan ditutup rapat

Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai
berikut:

 Labu I    :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung


 Labu II   :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
 Labu III  :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung

Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak
terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun
tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak
melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
2. Lazzaro Spallanzani

Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan
bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:

 Labu I   : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka


 Labu II  : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian
dipanaskan

Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya
sebagai berikut.

 Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
 Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari
mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain
Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup
(elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk
hidup (mikroba).
3. Louise Pasteur

Percobaan Louis Pasteur


Pada percobaan Pasteur mikroorganisme terperangkap pada pipa S sehingga tidak bisa
masuk kedalam kaldu

jika labu dimiringkan, dan kaldu sedikit meluap menyentuh bagian pipa S maka mikroorganisme
terbawa masuk ke dalam kaldu. Mikroorganisme yang tumbuh menyebabkan kaldu menjadi
keruh.

Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu
yang  disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher
angsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati.
Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.

Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari
udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur,
mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena
terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa
sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari
kemudian menyebabkan busuknya kaldu.

Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah
ungkapan :

“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo”


yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup.

2. ANAEROB DAN AEROB

A.Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen
bebas sebagai penerima atom hidrogen (H) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu
(seperti : etanol, asam laktat). Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat
dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda (ada/tersedianya oksigen atau tidak).

Pada kondisi aerobik (tersedia oksigen) sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi
asam piruvat menjadi H2O dan CO2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri
Phosphat). Pada kondisi anaerobik (tidak tersedia oksigen), suatu sel akan dapat mengubah asam
piruvat menjadi CO2 dan etil alkohol serta membebaskan energi (ATP). Atau oksidasi asam
piruvat dalam sel otot menjadi CO2 dan asam laktat serta membebaskan energi (ATP). Bentuk
proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi. Proses ini juga melibatkan
enzim-enzim yang terdapat di dalam sitoplasma sel.

Tahapan Respirasi Anaerob

Pada respirasi anaerob, tahapan yang ditempuh meliputi :

1. Fermentasi alKohol

Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis
sama dengan yang terjadi pada respirasi aerob. Beberapa organisme seperti khamir
(Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa
melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol).

Setelah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat mengalami dekarboksilasi
(sebuah molekul CO2 dikeluarkan) dan dikatalisis oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi
etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan
energi/kalor.

Proses ini dikatakan sebagai “pemborosan” karena sebagian besar energi yang terkandung dalam
molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah sebabnya, alkohol/etanol dapat
digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol pada mikroorganisme merupakan proses
yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya tinggi. Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol
ditulis :

2CH3COCOOH ———-> 2CH3CH2OH + 2CO2 + 28 kkal


asam piruvat etanol/alkohol

2. Fermentasi asam laktat

Pada sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel otot yang bekerja keras , energi yang
tersedia tidaklah seimbang dengan kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O2 yang tersedia
tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang membutuhkan oksigen).

Proses fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat.
Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul (secara
anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk
menghasilkan energi dan asam laktat. Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis
sebagai berikut.

2CH3COCOOH ———-> 2CH3CHOHCOOH + 47 kka

asam piruvat                         asam laktat


Pada manusia, kejadian ini sering temukan ketika seseorang bekerja atau berolahraga berat/keras.
Akibat kekurangan oksigen menyebabkan asam piruvat yang terbentuk dari tahapan glikolisis
akan diuraikan menjadi asam laktat.yang menyebabkan timbulnya rasa pegal-pegal setelah
seseorang bekerja/berolahraga berat/keras.

Asam piruvat yang  terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan rantai transpor
elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir. Akibatnya asam piruvat
direduksi karena menerima H dari NADH yang terbentuk saat glikolisis, dan terbentuklah asam
laktat yang menyebabkan rasa lelah pada otot. Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk
setiap mol glukosa yang direspirasi.

            CH3.CO.COOH + NADH —–> CH3.CHOH.COOH + NAD + E

(asam piruvat)                           (asam laktat)

Ciri-Ciri Respirasi Anaerob

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri respirasi anaerob, antara lain:

 Jika tak ada oksigen, sel tidak memliki akseptor elektron alternatif untuk memproduksi
ATP
 sehingga terpaksa elektron yang didapatkan dari glikolisis diangkut oleh senyawa
organik, proses ini disebut
 Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi dengan cara melepaskan gugus CO₂ dari piruvat
melalui dekarboksilasi dan menghasilkan molekul 2 karbon asetaldehida
 Asetaldehida kemudian menerima elektron dari NADH sehingga berubah menjadi etanol
 Fermentasi alkohol dilakukan oleh tumbuhan.
 Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel hewan dengan cara mentransfer elektron dari
NADH kembali ke piruvat

Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidupnya. Bakteri anerob
terbagi atas dua yaitu bakteri anaerob fakultatif dan bakteri anaerob obligat.

1. Bakteri anaerob fakultatif

Bakteri anaerob fakultatif adalah bakteri yang dapat hidup dengan baik baik itu dengan oksigen
atau tanpa oksigen. Contoh-contoh bakteri anaerbo fakultatif adalah Streptococcus, Aerobacter
aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus, Alcaligenesis.
2. Bakteri anaerob obligat

Bakteri anaerob obligat adalah bakteri yang tidak membutuhkan dalam hidupnya. Jika ada
oksigen bakteri tersebut akan mati. Contoh-contoh bakteri anaerob obligat adalah Prevotella
melaninogenica (menyebabkan abses pada rongga mulut dan faring), Clostridium tetani
(menyebabkan kejang otot), Peptostreptococcus (menyebabkan abses otak dan abses saluran
kelamin wanita), Methanobacterium (menghasilkan gas metana), dan Bacteroides fragilis
(menyebabkan abses atau tumpukan nanah di usus).

CONTOH BAKTERI ANAEROB

Berikut ini terdapat beberapa contoh bakteri anaerob, antara lain:

1. Clostridium tetani (anaerob obligat) : bakteri Gram positif,dapatmembentuk spora,


danberbentuk drumstick. Bakteri ini menyebabkan penyakitTetanus dengan infeksi
melalui berbagai cara, yaitu: luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan,
penyuntikan, gigitan binatang, aborsi, melahirkan atau luka pemotongan umbilicus.

2. Microccocus denitrificans (anaerob obligat), Bakteri Mesofil, bakteri yang hidupdan


tumbuh di daerahsuhu antara 15°-55°C, dengan suhuoptimum 25°- 40°C,menimbulkan
proses denitrifikasi (karena oksigen dalam tanah berkurang) yaitu nitrat direduksi
sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan
oleh tumbuhan. Kerugiaaannya : memecccah  nitrat menjadi nitrogen sehingga
mengurangi kesuburan tanah.

3. Clostridium botulinum(anaerob obligat), bakteri berbentuk satu batang tungal, Gram-


positif, dapat membentuk spora(Sporanya tahan panas dan dapat bertahan hidup dalam
makanan dengan pemrosesan yang kurang sesuai atau tidak benar), dan dapat
memproduksi racun syaraf yang kuat, bakteri tersebut tumbuh dalam makanan dan
menghasilkan racun botulininyang dapat menimbulkan keracunan makanan.

4. Shigella (anaerobfakultatif) , genus Gram-negatif, menyebabkan penyakit disentri,


Infeksi Shigella melalui proses menelan (makanan/minuman yang terkontaminasi bakteri)
atau melalui teknik seksual tertentu yang melibatkan lidah dan anus. Gejala : diare,
demam, mual, muntah, kram perut, perut kembung, dan sembelit.
5. Staphylococcus pyogenes, Bentuk coccus, memiliki kapsul formasi staphylae, tidak
mampu berbentuk spora, gram positif, tidak bergerak, mengeluarkan exotoxin, tahan
terhadap pengaruh buruk dari luar.

B.Pengertian Respirasi Aerob

Respirasi aerob merupakan sebauh reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan
proses keberadaan oksigen sangat dibutuhkan yang menghasilkan energy dengan jumlah yang
besar. Energi yang disimpan dalam bentuk kimiawi yang dikenal dengan kode ATP. Energi ATP
digunakan oleh sel dalam tubuh makhluk hidup, untuk menunjang pertumbuhan, gerak
transportasi reproduksi dan kegiatan yang lainnya. Untuk lebih sederhananya rumus aerob
digambarkan secara sederhana yaitu:

C6H12+6O2=6HCO2+6H2O

Ciri-Ciri Respirasi Aerob

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri rRespirasi aerob, antara lain:

 membutuhkan oksigen sebagai akseptor elektron.


 Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria
 Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam jumlah besar
yaitu 36 ATP
 Respirasi aerob terdapat 4 tahap utama yaitu Glikolisis, Dekarboksilasi Oksidatif, Siklus
Krebs dan Transpor Elektron.

Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk hidupnya. Jika tidak ada oksigen,
bakteri akan mati.

Bakteri aerob menggunakan glukosa atau zat organik lainnya seperti etanol untuk dioksidasi
menjadi CO2, H2O, dan sejumlah energi.

Contoh Bakteri Aerob

1) Nitrosococcus : bakteri nitrit, Amfitrik, memiliki metabolisme berbasis oksigen. Berperan


dalam proses penambahan kesuburan tanah (membentuk humus).
2) Nitrosomonas : bakteri nitrit, Amfitrik, berbentuk batang yang terdiri dari genus
chemoautotrophic.berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang
dibutuhkan tanaman

3) Nitrobacter,  bakteri nitrat, autotrof, Bakteri yang mengubah Nitrite menjadi Nitrate.

4) Bacillus, bersifat Hipertermofil, gram positif , dapat hidup dan tumbuh pada suhudiatas
75°C, beberapa bakteri inibahkan dapat hidup pada suhu diatas 100°C dan dapat
menghasilkan enzim-enzim penting yang digunakan dalam obat-obatan.

5) Mycobacterium Tuberculosis, berbentuk batang, aerob obligat, dan memiliki ciri khusus
yakni adanya lapisan lilin di dinding selnya, membutuhkan oksigen, bermanifest di paru-
paru mamalia karena kandungan oksigennya sangat tinggi, menyebabkan penyakit
tuberkulosis,Pembelahan diri terjadi sangat lambat, yaitu sekitar 15 jam setelah infeksi
terjadi.

1. Nocardia, berbentuk batang, gram positif, bersifat patogen& non patogen, menyebabkan
penyakit nocardiosis, mempengaruhi paru-paru bahkan seluruh tubuh. Biasanya, bakteri
Nocardia tumbuh subur di rongga mulut, terutama di gusi dan kantong periodontal.

Tahapan Respirasi Aerob

Proses respirasi aerob berlangsung dalam beberapa tahap yang berurutan, yaitu :

1. Glikolisis

Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (senyawa beratom C 6 buah)
menjadi 2 molekul asam piruvat (senyawa beratom C 3 buah). Peristiwa ini berlangsung di
dalam sitosol (sitoplasma) sel hidup dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen bebas) dikatalis oleh
enzim-einzim antara lain: heksokinase, isomerase, fosfogliserokinase, piruvatkinase,
dehidrogenase.

Tahap ini menghasilkan 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH2.


2. Dekarboksilasi Oksidatif

Dekarboksilasi oksidatif berlangsung di matriks mitokondria, sebenarnya merupakan langkah


awal untuk memulai langkah ketiga, yaitu daur Krebs. Pada  langkah ini 2 molekul asam piruvat
yang terbentuk pada glikolisis masing-masing diubah menjadi Asetil-KoA (asetil koenzim A)
dan menghasilkan 2 NADH.

3. Siklus Krebs

Siklus Krebs diawali dengan masuknya Asetil CoA (beratom C2) yang bereaksi dengan asam
oksaloasetat (beratom C4) menghasilkan Asam Sitrat (beratom C6).
Secara bertahap Asam sitrat melepaskan 2 atom C nya sehingga kembali menjadi asam
oksaloasetat(beratom C4), peristiwa ini diikuti dengan reaksi reduksi (pelepasan elektron & ion
hidrogen) oleh NAD+dan FAD+ menghasilkan 2 molekul NADH 2, 2 molekul FADH2, dan 2
molekul ATP. Dari seluruh rangkaian peristiwa siklus Krebs dihasilkan : 4 molekul CO 2, 6
molekul NADH2 , 2 molekul FADH2, dan 2 molekul ATP.

4. Transpor Elektron

Tahap akhir dari respirasi aerob adalah sistem transpor elektron sering disebut juga sistem
(enzim) sitokrom oksidase atau sistem rantai pernapasan yang berlangsung pada krista dalam
mitokondria. Pada tahap ini melibatkan donor elektron, akseptor elektron, dan reaksi reduksi dan
oksidasi (redoks). Donor elektron adalah senyawa yang dihasilkan selama tahap glikolisis
maupun siklus Krebs dan berpotensi untuk melepaskan elektron, yaitu NADH2 dan FADH2.

Mula-mula molekul NADH2 memasuki reaksi dan dihidrolisis oleh enzim dehidrogenase
kembali menjadi ion NAD+ diikuti pelepasan 3 ATP, kemudian diikuti molekul FADH2 yang
dihidrolisis oleh enzim flavoprotein kembali menjadi ion FAD+ dan menghasilkan 2 molekul
ATP, keduanya juga melepaskan ion Hidrogen diikuti elektron, peristiwa ini disebut reaksi
oksidasi.
Selanjutnya elektron ini akan ditangkap oleh Fe+++ sebagai akseptor elektron dan dikatalis oleh
enzim sitokrom b, c, dan a. Peristiwa ini disebut reaksi reduksi. Reaksi reduksi dan oksidasi ini
berjalan terus sampai elektron ini ditangkap oleh Oksigen (O2) sehingga berikatan dengan ion
Hidrogen (H+) menghasilkan H2O (air). Hasil akhir dari sistem transpor elektron ini adalah 34
molekul ATP, 6 molekul H2O (air).

Secara keseluruhan reaksi respirasi sel aerob menghasilkan 38 molekul ATP, 6 molekul H 2O,
dan 6 molekul CO2.

Tabel berikut menjelaskan perhitungan pembentukan ATP per mol glukosa yang dipecah pada
proses respirasi.

Proses ATP NADH FADH

Glikolisis 2 2 –
Dekarboksilasi oksidatif – 2 –
Daur Krebs 2 6 2
Rantai transpor elektron 34 – –

Total 38 10 2
Perbedaan Respirasi Anaerob Dan Aerob

Dirunut dari pengertiannya, respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam
suasana aerob (ada oksigen) yang umumnya dilakukan oleh organisme tingkat tinggi. Sementara
respirasi anaerob adalah reaksi katabolisme yang berlangsung dalam suasana anaerob yang
umumnya dilakukan oleh organisme tingkat rendah.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita simpulkan beberapa perbedaan antara respirasi aerob
dan anaerob.Perbedaan tersebut antara lain meliputi proses, lokasi, hingga produk yang
dihasilkan masing-masing. Perbedaan respirasi aerob dan anaerob ditunjukkan seperti tabel di
bawah ini.

Perbedaan Respirasi Aerob Respirasi Anaerob

Keberadaan Oksigen Dibutuhkan Tidak Dibutuhkan

Energi yang dihasilkan Menghasilkan 36 ATP energi Menghasilkan 2 ATP energi

Menghasilkan karbondioksida Menghasilkan karbondioksida


Hidrogen yang terlepas
dan air secara sempurna dan air secara tidak sempurna

Hidrogen yang terlepas Membentuk Asam Laktat dan


Hasil samping
membentuk air Etanol

Kompleks, yaitu Glikolisis,


Sederhana, yaitu Glikolisis
Proses dan Tahapan Siklus Krebs, dan Transpor
atau Fermentasi
Elektron

Lokasi Mitokondria Sitoplasma

1. Perbedaan Kebutuhan Oksigen

Seperti disinggung pada pengertian keduanya, perbedaan antara respirasi aerob dan anaerob
salah satunya terletak pada butuh atau tudaknya organisme terhadap adanya oksigen dalam
proses respirasi yang dilakukannya. Pada respirasi aerob, oksigen sangat dibutuhkan karena
merupakan unsur penting yang menunjang keberhasilan katabolisme. Sementara dalam proses
respirasi anaerob, organisme tidak membutuhkan keberadaan oksigen.

2. Perbedaan Lokasi
Proses respirasi aerob dan anaerob juga terjadi pada lokasi yang berbeda. Respirasi aerob umum
nya terjadi pada organel sel yang disebut mitokondria, sementara respirasi anaerob umum nya
berlangsung di sitoplasma.

3. Perbedaan Proses dan Tahapan

Perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga terletak pada proses dan tahapannya. Proses respirasi
aerob cenderung lebih rumit dan kompleks karena melalui tahapan yang antara lain glikolisis,
sikles krebs, dan transpor elektron. Sementara respirasi anaerob memiliki proses yang cenderung
sederhana, yakni melalui tahapan glikolisis atau fermentasi.

4. Perbedaan Produk Energi yang Dihasilkan

Proses respirasi aerob akan menghasilkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan proses
respirasi anaerob. Respirasi aerob umumnya menghasilkan energi sebesar 36 ATP, sementara
respirasi anaerob hanya menghasilkan energi sebesar 2 ATP.

5. Perbedaan Hasil Samping

Selain dari produk energi yang dihasilkannya, perbedaan respirasi aerob dan anaerob juga
terletak pada hasil samping yang terbentuk selama proses. Respirasi aerob merombak substrat
menjadi karbondioksida dan air secara sempurna, artinya semua hidrogen yang terlepas dari
substrat selama proses akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan air. Sementara itu, dalam
respirasi anaerob substrat dirombak menjadi air secara tidak sempurna. Sebagian hidrogen yang
terlepas dari substrat selama proses akan bereaksi dengan senyawa lain dan membentuk berbagai
jenis asam, seperti asam piruvat, asam laktat, dan etanol.

. 3.penjelasan gambar berikut


1.penelitian menggunakan tikus yang sudah mati positif terkena antraks kemudian diambil
darahnya menggunakan jarum suntik lalu diteteskan kecawan petri selanjutnya akan terkumpul
sebuah koloni bakteri bacillus anthracis kemudian langkah selanjutnya kita amati menggunakan
mikroskop maka hasilnya akan terdapat spora aktif bakteri bacillus anthracis.

2.penelitian menggunakan tikus yang sudah mati positif anthrax kemudian diambil darahnya
menggunakan jarum suntik lalu disuntikan pada tikus yang masih sehat hasilnya tikus tersebut
mati selanjutnya ambil darah tikus tersebut menggunakan jarum suntik kemudian teteskan ke
cawan petri selanjutnya dapat kita amati menggunakan mikroskop maka hasilnya akan terdapat
bakteri bacillus anthracis dalam darah tikus tersebut.

 Kesimpulannya bakteri anthrax (bacillus anthracis) dapat menular melalui darah dari hewan
ke hewan jika terdapat luka pada hewan tersebut dan spora bakteri bacillus antracis masih
tetap aktif pada kondisi yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA
hhtps;//ugm.ac.id

hhtps://ruangguru.com

https://blog.ruangguru.com

zaedkfc.blogspot.com