Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)


TAHUN AKADEMIK 2019-2020 GENAP
Nama : Riska Hidayanti
NIM : 183223009
Prodi : PMTK/4 (Empat)
Mata Kuliah : Islam, llmu Pengetahuan dan Teknologi
Dosen : Drs. San Susilo, M.M.
Petunjuk : a. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
b. Tulis identitas (nama, dll) dengan lengkap.
c. Bacalah seluruh soal dengan teliti.
d. Semua jawaban dikerjakan masing-masing tanpa bekerja sama dengan orang lain.
e. Perhatikan batas pengumpulan jawaban, jangan sampai terlambat..

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !


Kerjakan Soal berikut ini pada lembar jawaban yang telah tersedia :
1. Jelaskan tentang Kejayaan Islam di bidang IPTEKS:!
2. Apa saja sebab-sebab kemajuan umat Islam di bidang IPTEKS:?
3. Berikan penjelasan tentang Kedudukan Ulama dalam Islam:
4. Bagaimanakah upaya untuk kebangkitan kembali umat Islam dalam IPTEKS:
5. Bagaimanakah hubungan antara ilmu,agama dan budaya ?
6. Apa yang dimaksud dengan paradikma ilmu tidak bebas nilai ?
7. Terangkan tentang pengertian Ayat Qauliyah dan Kauniyah !
8. Seberapa pentingkah dalam penerapan IPTEK diperlukan akhlak Islami ?
Jawaban:
1. Zaman kejayaan Islam adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur dari dunia Islam
menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan
menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka
sendiri. Masa kejayaan Islam bermula saat Rasulullah SAW. mendirikan pemerintahan Islam,
yakni Daulah Khilafah Islamiyah di Madinah. Di masa Khulafaurrasyidin ini Islam berkembang
pesat. Andalusia yang menjadi pusat ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam, telah melahirkan
ribuan ilmuwan dan menginspirasi para ilmuwan Barat untuk belajar dari kemajuan IPTEK yang
dibangun kaum muslimin.
Fakta sejarah menjelaskan bahwa Islam pada waktu pertama kalinya memiliki kejayaan, ada
masanya umat Islam memiliki tokoh-tokoh disetiap bidang keilmuan, seperti:
a) Matematika
1) Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (759 – 850 M)
2) Umar Khayyam (1048 – 1131 M)
3) Al-Battani
b) Astronomi
1) Al-Biruni
2) Al Majriti
c) Geografi
1) Ibnu Battuta
2) Muhammad Al Idris
3) Al Mas’udi
d) Kedokteran
1) Baghdad
2) Muhammad bin Zakariya al Razi
3) Ibnu Sina/Avicenna
e) Fisika
1) Ibnu al Haytham (965 – 1040 M)
2) Al Jazari
f) Fikih dan Hadist
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan empiris, tumbuhlah ilmu pengetahuan Islam. Fikih
mengajarkan pemahaman mengenai hukum kriminal hingga tata cara shalat dan makanan
yang halal. Ulama fikih yang terkenal diantaranya adalah:
1) Abu Hanifah (699 – 767 M)
2) Malik (711 – 795 M)
3) Muhammad al Syafi’i (767 – 820 M)
4) Ahmad bin Hanbal (780 – 855 M)
Berdasarkan prinsip-prinsip yang diterapkan ahli fikih ini, berkembanglah 4 mazhab fikih
yang terkenal, yakni Hanifah, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.
2. Sebab-sebab kemajuan umat islam di bidang IPTEKS yaitu:
- Kesungguhan dalam mengimani dan mempraktikkan ajaran Islam sebagaimana tertuang
dalam Al-Quran dan Sunnah itu lahirlah individu-individu unggul yang pada gilirannya
membentuk masyarakat madani Islami.
- Adanya motivasi agama. Kitab suci Al-Quran banyak berisi anjuran untuk menuntut ilmu,
membaca (iqra’), melakukan observasi, eksplorasi, ekspedisi (siru fil ardhi), dan berpikir
ilmiah rasional. Dengan adanya anjuran untuk menuntut ilmu dalam Al-Quran, belajar atau
mencari ilmu diyakini sebagai kewajiban atas setiap individu muslim, dengan implikasi
berdosalah mereka yang tidak melakukannya. Doktrin ini mendorong dan mempercepat
terciptanya masyarakat ilmu (knowledge society) dan budaya ilmu (knowledge culture), dua
pilar utama setiap peradaban.
- Faktor sosial politik. Tumbuh dan berkembangnya dunia ilmu dan tradisi ilmiah pada masa itu
dimungkinkan antara lain oleh kondisi masyarakat Islam yang meskipun terdiri dari
bermacam-macam etnis (Arab, Parsi, Koptik, Berber, Turki, dan lain-lain), dengan latar
belakang bahasa dan budaya masing-masing, namun berhasil diikat oleh tali persaudaraan
Islam. Dengan demikian terwujudlah stabilitas, keamanan dan persatuan.
- Faktor ekonomi. Kesejahteraan masyarakat masa itu membuka kesempatan bagi setiap orang
untuk mengembangkan diri dan mencapai apa yang diinginkannya. Dengan kemakmuran,
kaum muslim dahulu dapat membanggun istana yang megah, perpustakaan-perpustakaan
besar dan sejumlah rumah sakit.
- Faktor dukungan dan perlindungan penguasa saat itu. Para saintis, misalnya Ibnu Sina, Ibnu
Tufayl dan at Tusi berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengikuti patronnya. Mereka
menjadi penasehat sultan, dokter istana, atau sekaligus pejabat.
3. Kedudukan ulama dalam Islam adalah para ulama bagaikan lentera penerang dalam kegelapan
dan menara kebaikan, juga pemimpin yang membawa petunjuk dengan ilmunya, mereka
mencapai kedudukan Al-Akhyar (orang-orang yang penuh kebaikan) serta derajat orang-orang
bertakwa. Dengan ilmunya, para ulama menjadi tinggi kedudukan dan martabatnya menjadi
agung serta mulia kehormatannya. Sebagaimana Allah SWT. berfirman, “Katakanlah, “Apakah
sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-
Zumar: 9). Dan juga, “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang diberi ilmu
beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadilah:11)
4. Upaya untuk kebangkitan kembali umat Islam dalam IPTEKS diantaranya adalah
- Mengadakan suatu gerakan pembaharuan dengan mengevaluasi yang menjadi penyebab
mundurnya Islam dan mencari ide-ide pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari barat.
Gerakan pembaharuan tersebut antara lain Gerakan Wahhabiyah yang diprakarsai oleh
Muhammad bin Abdul Wahab (1703 – 1787 M) di Arabia, Syah Waliyullah (1703 – 1762 M)
di India dan Gerakan Sanusiyyah di Afrika Utara yang dikomandoi oleh Said Muhammad
Sanusi dari Al Jazair.
- Gerakan penerjemahan karya-karya barat ke dalam bahasa Islam dan pengiriman para pelajar
muslim untuk belajar ke Eropa dan Inggris dalam gerakan pembaharuan sangat lekat dengan
politik.
- Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia mulai dianggap menjadi sistem keuangan baru
untuk patut diperhitungkan. Saat ini, Inggris menjadi pusat keuangan syariah. Negara-negara
non muslim juga ikut mempelajari sistem keuangan syariah yang dianggap lebih
menguntungkan.
- Didirikannya OKI (Organisasi Kerja sama Islam) untuk mewadahi negara Islam
mengembangkan berbagai sektor, salah satunya pendidikan, dengan memprakarsai berdirinya
IDB (Islamic Development Bank) dan IRTI (Islamic Research and Training Institut).
- Terdapat dalam Al-Quran sendiri. Ada 750 ayat-ayat kauniyah atau hampir seperdelapan
kandungan Al-Quran yang mengingatkan kaum muslimin agar senantiasa mempelajari alam
semesta dan terus berpikir dengan menggunakan penalaran yang sebaik-baiknya.
5. Hubungan kebudayaan dan agama tidak saling merusak, keduanya justru saling mendukung dan
mempengaruhi. Agama dan kebudayaan sebenarnya tidak pernah bertentangan karena
kebudayaan bukanlah sesuatu yang mati, tapi berkembang terus mengikuti jaman. Demikian pula
agama, selalu bisa berkembang diberbagai kebudayaan dan peradaban dunia. Ketika agama
dilihat dengan kacamata agama, maka agama akan memerlukan kebudayaan. Maksudnya agama
(Islam) telah mengatur segala masalah dari yang paling kecil contohnya buang hajat hingga
masalah yang ruwet yaitu pembagian harta waris, dll. Sehingga disini diperlukan sebuah
kebudayaan agar agama (Islam) akan tercermin dengan kebiasaan masyarakat yang
mencerminkan masyarakat yang beragama, berkeinginan kuat untuk maju dan mempunyai
keyakinan yang sakral yang membedakan dengan masyarakat lainnya yang tidak menjadikan
agama untuk dibiasakan dalam setiap kegiatan sehari-hari atau diamalkan sehingga akan menjadi
akhlak yang baik dan menjadi kebudayaan masyarakat tersebut. Oleh karena itu peran ilmu
sangat penting dalam hal apapun.
6. Paradigma ilmu tidak bebas nilai ini yaitu paradigma ilmu yang memandang bahwa ilmu itu
selalu terkait dengan nilai dan harus dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek nilai.
7. Ayat qauliyah adalah kalam Allah (Al Qur’an) yang diturunkan secara formal kepada Nabi
Muhammad SAW. Sedangkan ayat kauniyah adalah fenomena alam, jalurnya tidak formal dan
manusia mengeksplorasi sendiri. Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada manusia untuk
mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh sebab itu manusia harus berusaha
membacanya, mempelajari, menyelidiki dan merenungkannya, untuk kemudian mengambil
kesimpulan.
8. Akhlak Islami sangat diperlukan dalam penerapan IPTEK supaya untuk menjaga agar ilmu itu
tidak menjadi penyebab bencana bagi kehidupan manusia dan kerusakan lingkungan serta
kehancuran di muka bumi ini.