Anda di halaman 1dari 20

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

A. Pengertian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat

badannya saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram)

(Prawiroharjo, 2010).

Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah prematurits dengan Bayi

Berat Lahir Rendah (BBLR). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi

yang berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi prematur

(Rustam 1998).

Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat

lahir rendah dibedakan atas Berat Lahir Sangat Rendah (BLSR), yaitu bila

berat bayi lahir < 1.500 gram dan Berat Lahir Amat Sangat Rendah

(BLASR) yaitu bila berat bayi lahir < 1.000 gram (Yushananta, 2001).

Menurut Rukiyah (2010) bayi berat lahir rendah (BBLR) dapat

dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

1. Bayi prematur sesuai masa kehamilan (SMK) terdapat derajat

prematuritas di golongkan menjadi 3 kelompok:

 Bayi sangat prematur (extremely prematur): 24-30 minggu.

 Bayi prematur sedang (moderately prematur): 31-36

minggu.

7
8

 Borderline Premature: 37-38 minggu. Bayi ini bersifat

premature dan mature.

2. Bayi prematur kecil untuk masa kehamilan (KMK) terdapat banyak

istilah untuk menunjukkan bahwa bayi KMK dapat menderita

gangguan pertumbuhan di dalam uterus (Intra Uterine Growth

Retardation / IUGR) seperti pseudo premature, small for dates,

dysmature, fetal malnutrition syndrome, chronis fetal distress dan

small for gestasionalage ( SGA ).

B. Masalah Pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Menurut Maryunani dkk (2009) masalah yang terjadi pada bayi

dengan berat lahir rendah (BBLR) terutama pada prematur terjadi karena

ketidakmatangan sistem organ pada bayi tersebut. Masalah pada BBLR

yang sering terjadi adalah gangguan pada sistem pernafasan, susunan

saraf pusat, kardiovaskular, hematologi, gastro interstinal, ginjal,

termoregulasi.

1. Sistem Pernafasan

Bayi dengan BBLR umumnya mengalami kesulitan untuk bernafas

segera setelah lahir oleh karena jumlah alveoli yang berfungsi

masih sedikit, kekurangan surfaktan (zat di dalam paru dan yang

diproduksi dalam paru serta melapisi bagian alveoli, sehingga

alveoli tidak kolaps pada saat ekspirasi).

Luman sistem pernafasan yang kecil, kolaps atau obstruksi jalan

nafas, insufisiensi klasifikasi dari tulang thorax, lemah atau tidak

adanya gag refleks dan pembuluh darah paru yang imatur. Hal –
9

hal inilah yang menganggu usaha bayi untuk bernafas dan sering

mengakibatkan gawat nafas (distress pernafasan).

2. Sistem Neurologi (Susunan Saraf Pusat)

Bayi lahir dengan BBLR umumnya mudah sekali terjadi

trauma susunan saraf pusat. Hal ini disebabkan antara lain:

perdarahan intracranial karena pembuluh darah yang rapuh,

trauma lahir, perubahan proses koagulasi, hipoksia dan

hipoglikemia. Sementara itu asfiksia berat yang terjadi pada BBLR

juga sangat berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat (SSP)

yang diakibatkan karena kekurangan oksigen dan kekurangan

perfusi.

3. Sistem Kardiovaskuler

Bayi dengan BBLR paling sering mengalami gangguan/

kelainan janin, yaitu paten ductus arteriosus, yang merupakan

akibat intra uterine ke kehidupan ekstra uterine berupa

keterlambatan penutupan ductus arteriosus.

4. Sistem Gastrointestinal

Bayi dengan BBLR saluran pencernaannya belum

berfungsi seperti bayi yang cukup bulan, hal ini disebabkan antara

lain karena tidak adanya koordinasi mengisap dan menelan

sampai usia gestasi 33–34 minggu sehingga kurangnya cadangan

nutrisi seperti kurang dapat menyerap lemak dan mencerna

protein

5. Sistem Termoregulasi
10

Bayi dengan BBLR sering mengalami temperatur yang

tidak stabil, yang disebabkan antara lain:

 Kehilangan panas karena perbandingan luas permukaan

kulit dengan berat badan lebih besar (permukaan tubuh

bayi relatife luas)

 Kurangnya lemak subkutan (brown fat / lemak cokelat)

 Jaringan lemak dibawah kulit lebih sedikit

 Tidak adanya refleks kontrol dari pembuluh darah kapiler

kulit.

6. Sistem Hematologi

Bayi dengan BBLR lebih cenderung mengalami masalah

hematologi bila dibandingkan dengan bayi yang cukup bulan.

Penyebabnya antara lain adalah:

 Usia sel darah merahnya lebih pendek

 Pembuluh darah kapilernya mudah rapuh

 Hemolisis dan berkurangnya darah akibat dari

pemeriksaan laboratorium yang sering

7. Sistem Imunologi

Bayi dengan BBLR mempunyai sistem kekebalan tubuh

yang terbatas, sering kali memungkinkan bayi tersebut lebih

rentan terhadap infeksi.

8. Sistem Perkemihan

Bayi dengan BBLR mempunyai masalah pada sistem

perkemihannya, di mana ginjal bayi tersebut karena belum matang


11

maka tidak mampu untuk menggelola air, elektrolit, asam – basa,

tidak mampu mengeluarkan hasil metabolisme dan obat – obatan

dengan memadai serta tidak mampu memekatkan urin.

9. Sistem Integument

Bayi dengan BBLR mempunyai struktur kulit yang sangat

tipis dan transparan sehingga mudah terjadi gangguan integritas

kulit.

10. Sistem Penglihatan

Bayi dengan BBLR dapat mengalami retinopathy of

prematurity (RoP) yang disebabkan karena ketidakmatangan

retina.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bayi Berat Lahir

Rendah (BBLR)

Pertumbuhan merupakan suatu hal yang berkaitan dengan

masalah perubahan dalam besar, jumlah, dan ukuran yang dapat diukur

dengan ukuran berat dan panjang. Adapun perkembangan adalah

bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih

kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil

dari proses pematangan. (Soetjingsih, 2013)

Pada bayi BBLR, mengalami pertumbuhan yang lebih rendah

dibandingkan dengan bayi berat lahir normal. Terdapat hambatan

pertumbuhan yang serius pada bayi BBLR yang dimulai sejak dalam

kandungan sehingga bayi tidak pernah mencapai berat badan ideal. Jika

tidak mendapatkan perawatan yang baik, hambatan terjadi tidak hanya


12

pada pertumbuhan fisik saja, melainkan juga pada perkembangan bayi

dikemudian harinya. (Soetjingsih, 2013)

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bayi BBLR

antara lain:

1. Faktor nutrisi

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas anak adalah

tumbuh kembang yang berlangsung secara optimal. Nutrisi terbaik bayi

pada awal kehidupannya yaitu Air Susu Ibu (ASI). (Soetjiningsih dan

Ranuh, 2013).

Nutrisi adalah salah satu komponen penting dalam menunjang

kelangsungan proses tumbuh kembang. Selama masa tumbuh kembang,

BBLR sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, lemak,

mineral, vitamin, dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak di penuhi maka

proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat.

2. Faktor kesehatan

Status kesehatan BBLR dapat berpengaruh pada pencapaian

tumbuh kembang. Pada bayi dengan kondisi tubuh yang sehat,

percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah. Namun sebaliknya,

apabila kondisi status kesehatan kurang baik, akan terjadi perlambatan.

Perawatan kesehatan yang teratur tidak hanya saat sakit, tetapi

pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin akan

menunjang tumbuh kembang anak (Soetjingsih, 2013)


13

3. Faktor Pranatal

Faktor pranatal (faktor ketika masih dalam kandungan)

Faktor pranatal yang berpengaruh antara lain gizi ibu pada waktu hamil,

faktor mekanis, toksin atau zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, stress,

imunitas, dan anoksia embrio. (Soetjingsih, 2013)

4. Faktor Postnatal ( faktor setelah kelahiran ) (Soetjingsih, 2013):

 Lingkungan biologis, meliputi ras, jenis kelamin, gizi, perawatan

kesehatan, penyakit kronis, dan fungsi metabolisme.

 Lingkungan fisik, meliputi sanitasi, cuaca, keadaan rumah, dan radiasi.

 Lingkungan psikososial, cinta kasih, interaksi bayi BBLR dengan

Ibu/orang tua.

5. Faktor heriditer/ genetik

Faktor heriditer Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang

terjadi pada individu, yaitu secara bertahap, berat dan panjang bayi

semakin bertambah dan secara simultan mengalami peningkatan untuk

berfungsi baik secara kognitif. Merupakan faktor keturunan secara genetik

dari orang tua kepada bayinya. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang

hidup manusia, dapat menentukan beberapa karkteristik seperti jenis

kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, dan beberapa

keunikan sifat dan sikap tubuh. (Soetjingsih, 2013)

6. Faktor Status Sosial ekonomi

Status sosial ekonomi dapat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi

BBLR. Bayi yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan status sosial

yang tinggi cenderung lebih dapat tercukupi kebutuhan gizinya


14

dibandingkan dengan BBLR yang lahir dan dibesarkan dalam status

ekonomi yang rendah. (Soetjingsih, 2013)

2. Pengertian ASI Eksklusif

A. ASI Eksklusif

ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang

dibutuhkan bayi hingga enam bulan. ASI adalah makanan bernutrisi

dan berenergi tinggi, yang mudah untuk di cerna. (Bunda, 2008).

ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa

tambahan cairan lain, dan tanpa tambahan makanan lain yang

diberikan pada bayi berumur 0 - 6 bulan (Dinkes, 2008)

Bayi dengan ASI Eksklusif juga akan memiliki IQ (Intelligence

Quotient ) dibandingkan pada bayi yang tidak pernah mendapatkan

ASI. Selain itu, bayi dengan ASI Eksklusif akan memiliki

perkembangan psikomotorik lebih cepat dibanding bayi yang tidak

mendapatkan ASI atau susu formula. Bayi yang mendapat ASI akan

memiliki perlindungan gizi yang lebih baik sebab, adanya kadar

selenium merupakan mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh

tubuh sebagai antidioksidan untuk meredam aktifitas radikal bebas,

dalam ASI yang cukup tinggi (Roesli, 2007)

B. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

1. Bagi Bayi

a. ASI Eksklusif sebagai nutrisi


15

ASI Eksklusif merupakan sumber nutrisi yang sangat ideal

dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan

pertumbuhan kebutuhan bayi yang paling sempurna baik

kualitas maupun kuantitasnya.

b. ASI Eksklusif meningkatkan daya tahan tubuh bayi

ASI Eksklusif meningkatkan daya tahan tubuh bayi baru lahir,

walau bayi secara alamiah mendapat imunoglobulin (zat

kekebalan tubuh) dari ibunya melalui ari-ari, namun kadar zat

ini akan cepat sekali menurun segera setelah bayi lahir.

Badan bayi sendiri baru membuat zat kekebalan cukup

banyak sehingga mencapai kadar propektif pada waktu

berusia 9 sampai 12 bulan.

c. ASI Eksklusif meningkatkan kecerdasan

Dengan memberikan ASI secara Eksklusif sampai bayi

berusia enam bulan akan menjamin tercapainya

perkembangan potensi kecerdasan anak secara optimal,

karena ASI mengandung nutren-nutren khusus yang

diperlukan otak agar tumbuh optimal.

d. ASI Eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang

Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusui

akan merasakan kasih sayang ibunya. Merasa aman tentram

terutama karena dapat mendengar detak jantung ibunya yang

sudah ia kenal sejak dalam kandungan.

2. Bagi Ibu

a. Menjarangkan kehamilan.
16

Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang aman murah dan

cukup berhasil

b. Lebih ekonomis dan murah.

Dengan memberikan ASI Eksklusif berarti menghemat untuk

pengeluaran susu formula, perlengkapan menyusui dan

persiapan pembuatan minum susu formula.

c. Halal, mudah dicerna oleh bayi, hemat waktu dan praktis

ASI Ekslusif mudah dicerna oleh bayi, dapat segera diberikan

pada bayi kapan dan dimana saja, siap minum dengan

suhu yang selalu tepat dan tanpa harus menyiapkan atau

memasak air dan mencuci botol.

d. Mencegah Perdarahan Post Partum

Hisapan bayi menghasilkan hormon progesteron yang

merangsang kontraksi rahim untuk mencegah perdarahan.

e. Mengecilkan rahim

Dengan meningkatnya hormon oksitosin, membantu rahim

kembali keukuran semula.

f. Mengurangi terjadinya anemia

Resiko anemia karena kekurangan zat besi dapat dihindari

dengan penundaan kembalinya masa haid dan pengurangan

perdarahan.

g. Mengurangi kemungkinan kanker payudara, rahim dan

ovarium

h. Mengurangi kemungkinan oesteoporosis dan rematik


17

C. Komposisi Yang Terkandung Dalam ASI Eksklusif

1. Protein

Protein dalam ASI Ekslusif mencapai kadar yang lebih dari

cukup untuk pertumbuhan optimal, dan ASI eksklusif juga

mengandung muatan yang mudah larut yang sesuai untuk ginjal

bayi yang belum matang.

2. Karbohidrat – Laktosa

Perkembangan sistem saraf pusat merupakan bagian dari

fungsi laktosa dalam ASI eksklusif; laktosa juga memberi sekitar

40% kebutuhan energi bayi. Asupan laktosa yang berlebihan

kadang-kadang dicurigai dapat membuat bayi bersifat mudah

marah, gelisah dan konsistensi feces encer.

3. Vitamin

ASI eksklusif merupakan vitamin bagi bayi yang terdapat

dalam kolustrum, walaupun kadarnya bervariasi sesuai dengan

alat maternal. Penting bagi bayi untuk mendapatkan vitamin dalam

pertumbuhan bayi.

4. Mineral

Zat besi di dalam ASI eksklusif berikatan dengan protein.

Mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai antidioksidan

untuk meredam aktifitas radikal bebas, dalam ASI yang cukup

tinggi (Roesli, 2007).


18

D. Kolostrum, ASI Transisi Dan ASI Sempurna Dan Komposisinya

Kolostrum, ASI Transisi dan ASI Sempurna dengan karakteristik

dan komposisinya yang diperlukan bayi. (www.bayiKu.org>pengertian

Asi>kolostrum>manfaar Kolostrum>warna dan rasa asi, 01 Feb2017)

1. Kolustrum

a. Pengertian

Kolostrum adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar

payudara setelah melahirkan (4-7 hari) yang berbeda

karakteristik fisik dan komposisinya dengan ASI matang

dengan volume 150-300 ml/hari.

- Berwarna kuning jernih dengan protein berkadar tinggi

- Mengandung : imunoglobin, laktoferin, ion-ion (Na, Ca, K,

Zn, Fe), vitamin (A,D,E,K) lemak dan rendah laktosa.

-  Mengandung: imunoglobin, laktoferin, ion-ion (Na, Ca, K,

Zn, Fe), vitamin (A,D,E,K) lemak dan rendah laktosa.

- Pengeluaran kolustrum berlansung sekitar dua tiga hari

dan diikuti ASI yang mulai berwarna putih.

b. Manfaat

-  Kolustrum mengadung zat kekebalan terutama IGA untuk

melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama

diare. Kolustrum mengandung protein, vitamin A yang

tinggi dan mengadung karbohidrat dan lemak rendah,

sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari

pertama kelahiran
19

-  Jumlah kolustrum yang diproduksi bervariasi tergantung

dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran.

Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi

kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolustrum sangat

perlu diberikan pada bayi.

- Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi

yang pertama berwarna hitam kehijauan.

2. ASI Transisi (peralihan/antara)

a. Pengertian

ASI transisi adalah ASI yang dihasilkan setelah

kolustrum (8-20 hari) dimana kadar lemak dan laktosa lebih

tinggi dan kadar protein, mineral lebih rendah. ASI antara,

mulai berwarna bening dengan susunan yang disesuaikan

kebutuhan bayi dan kemampuan mencerna usus bayi.

b. Komposisi

- Kadar protein rendah sedangkan kadar lemak dan

karbohidrat tinggi

- Volume juga meningkat

3. ASI sempurna (ASI matang)

ASI sempurna adalah ASI yang dihasilkan 21 hari setelah

melahirkan dengan volume bervariasi yaitu 300-850 ml/hari

tergantung pada besarnya stimulasi saat laktasi.


20

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhih Produksi ASI Eksklusif

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhih produksi ASI eksklusif

sehingga Itu dapat mengganggu pertumbukan bayi.

1. Perubahan sosial budaya

- Ibu bekerja atau kesibukan lainnya Ibu yang kerja saat ini

menyebabkan turunnya kesediaan menyusui dan lamanya

menyusui.

- Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang

memberikan susu formula/botol. Merasa ketinggalan zaman

jika menyusui bayinya.

2. Stres dan Ibu sedang menderita sakit

Ada sebagian ibu mengalami tekanan batin, mengalami

depresi, cemas, sedang ada masalah, ibu yang kurang mendapat

dukungan dari suami, atau keluarganya dalam menyusui bayinya.

Ibu yang cemas dan stres dapat mengganggu laktasi sehingga

mengganggu produksi ASI karena menghambat pengeluaran ASI.

3. Merokok dan konsumsi obat-obatan

Merokok atau mengkonsumsi obat-obatan yang dilarang

dapat mengurangi volume ASI karena akan mengganggu horman

prolaktin dan oksitosin untuk produksi ASI.

4. Konsumsi alkohol

Meskipun minuman alkohol dosis rendah di satu sisi dapat

membuat ibu merasa lebih rileks sehingga membantu proses

pengeluaran ASI namun di sisi lain etanol dapat menghambat

produksi oksitosin.
21

5. Pil kontrasepsi

Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi estrogen dan

progestin berkaitan dengan penurunan volume dan durasi ASI

(Koetsawang, 1987 dan Lonerdal, 1986), sebaiknya bila pil

kosntrasepsi hanya mengandung progestin maka tidak ada

dampak terhadap volume ASI (WHO: 1988). Berdasarkan hal ini

WHO merekomendasikan pil progestin untuk ibu menyusui yang

menggunakan pil kontrasepsi. (Suhariyono, 2008).

F. Langkah - langkah Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif

Beberapa langkah untuk keberhasilan Ibu dalam pemberian ASI

antara lain:

1. Mempersiapkan dan membimbingan khusus kepada ibu hamil

yang belum pernah menyusui dan ibu yang mempunyai masalah

laktasi.

2. Tujuan pemberian ASI dan tata laksana menyusui. Membimbing

ibu yang menyusui bagaimana cara meletakkan bayi dan

melekatkan mulut bayi dengan benar pada saat bayi sedang

menyusu.

3. Memberikan bantuan kepada ibu bagaimana cara menyusui yang

benar, dalam waktu 6 jam setelah melahirkan.

4. Informasikan pada ibu yang menyusui dianjurkan memberikan

ASI bila bayi maupun ibu menghendaki, tanpa dijadwal. Karena

pemberian ASI yang tanpa dijadwal, disertai dengan tidak ada


22

pembatasan mengenai lama maupun frekuensi pemberian ASI,

akan melancarkan produksi ASI

5. Ibu saling bersentuhan dengan bayinya/mengawali pemberian

ASI, untuk menciptakan hubungan positif dengan bayi saat

menyusui.

6. Membimbing Ibu untuk memilih tenaga kesehatan yang memiliki

pengetahuan dalam menyusui seperti klinik laktasi atau konsultasi

untuk persiapan apabila Ibu menemui kesukaran dalam

pemberian ASI.

7. Menciptakan suatu sikap yang positif tentang ASI dan menyusui.

8. Ibu dalam keadaan pikiran tenang dan damai.

9. Pengertian dan dukungan keluarga, terutama dari suami sangat

penting.

3. Hubungan Pemberian ASI Ekslusif Pertumbuhan Bayi Berat Lahir

Rendah (BBLR)

A. Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Bayi Berat Lahir Rendah

(BBLR)

Air susu ibu mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan

sebagai nutrisi yang sempurna, dapat diminum kapan saja, selalu

tersedia dalam keadaan hangat, dengan sentuhan kasih sayang dan

memberikan antibody untuk melawan beberapa penyakit dan infeksi. ASI

memiliki semua keunggulan ini, bahwa dipastikan juga bahwa ASI

memberikan kontribusi terhadap perkembangan otak anak dan


23

melindungi anak dari sejumlah penyakit dikemudian hari. (Ocvyanti D,

2008).

Menurut IDAI (2008), Air Susu Ibu merupakan cairan biologis

kompleks yang mengandung semua nutrient yang diperlukan untuk

pertumbuhan fisik dan perkembangan seorang anak.

Pemberian ASI merupakan peranan penting dalam pertumbuhan,

perkembangan dan kelangsungan hidup bayi. ASI mengandung kalori

747 kkal/L, zat besi 0,50 mg/L, protein 10,6 g/L, seng 1,18 mg/L,

karbohidrat 71 g/L, lemak 45,4 g/L, kolesterol 139 mg/L (Behrman et al.,

1999).

Demikian halnya, Bayi BBLR yang diberi ASI akan mengalami

kenaikkan berat badan dengan rata rata 135,3 gr/minggu pada 1 bulan

pertama. Bayi BBLR yang berumur 1-2 bulan mengalami kenaikan berat

badan dengan rata rata 225,3 gr/minggu (Boyd et al., 2007).

ASI dari ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah berbeda

dengan ASI dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan, hal ini disebabkan

karena ASI merupakan cairan tubuh yang dinamis. ASI premature

ternyata mengandung lebih banyak sistein, taurin, dan lipase yang

meningkatkan absorbs lemak, asam lemak tak jenuh rantai panjang,

nukleotida dan gangliosida (Suradi dkk, 2010).

ASI pertama yang dikonsumsi bayi disebut fore-milk (ASI awal),

mengandung kadar lemak yang lebih rendah, secara konstan meningkat

kadarnya dalam hind-milk (ASI akhir), hal ini diduga yang mendasari

timbulnya rasa puas atau kenyang pada bayi.


24

Adapun keuntungan jangka panjang Pemberian ASI Eksklusif

diantaranya: penurunan prevalensi intelligence quotient (IQ) yang rendah

pada BBLR yang mendapat ASI, serta berkurangnya kejadian

Retinopathy of prematurity. Melalui ASI terjadi transfer hormon dan faktor

pertumbuhan, factor proteksi imunologis dan antimikroba, serta

mengurangi resiko alergi atau atopi (Suradi dkk, 2010)


25

Tabel 2.1 Rekomendasi WHO untuk optimal menyusui/feeding pada

BBLR (WHO,2011)

No Rekomendasi Tipe dari Kualitas Bukti


Rekomendasi (sedikitnya keluaran
kritis)
Diberi Apa ?
Pilihan Susu
1 ASI Ibu Sendiri Kuat Sedang
2 ASI Donor (ASI ibu sendiri tidak Kuat Situasional Tinggi
tersedia )
3 Susu Formula (ASI dan ASI Donor Lemah Situasional Rendah
tidak tersedia)
Kapan dan bagaimana memulai pemberian makan?

4 BBLR yang mampu menyusu ASI Kuat Rendah


diletakkan di dada secepatnya ketika
klinis stabil

5 BBLSR diberikan enteral feed 10 Lemah Situasional Rendah


ml/kg, sebaiknya dari ASI dari hari
pertama
Durasi yang optimal untuk menyusui eksklusif

6 BBLR seharusnya menyusu eksklusif Kuat Rendah


sampai 6 bulan
Bagaimana pemberian nutrisi ?

7 BBLR yang butuh nutrisi oral alternatif Kuat Rendah


diberikan dengan cup atau sendok
8 BBLSR membutuhkan intragastric tube Lemah Rendah
feeding secara bolus intermitten
9 BBLSR membutuhkan intragastric tube Lemah Sangat Rendah
feeding diletakkan di oral atau nasal
Berapa sering untuk memberi dan bagaimana menaikkan daily feed volumes?

10 Jika BBLR mendapatkan nutrisi Lemah Situasional Sedang


alternatif, diberikan sesuai dengan
tanda lapar bayi kecuali bayi tetap tidur
selama 3 jam setelah makan terakhir
11 BBLSR membutuhkan intragastric tube Lemah Sedang
feeding dinaikkan sampai 30 ml/kg per
hari
26

2.1 Kerangka Teori

Kerangka Teori 2.1 Hubungan Pemberian ASI Eksklusif


Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja
Puskesmas Leuwi Gajah Cimahi Selatan Tahuan 2017

Fakto Presdiposisi

- Pendidikan

- Pengetahuan

- Sikap

- Presepsi
Berat badan dan
tinggi badan yang
Faktor Pendukung tidak normal

- Pendapatan
Pemberian
Keluarga
ASI Ekslusif
- kesediaan Berat badan dan
Waktu tinggi badan yang
normal

Faktor Pendorong

- Sikap Petugas/
Bidan

- Keluarga